Beranda blog Halaman 1517

Soal Alat Berat Terbengkalai, BPKAD Pelalawan Tertawa Geli PUPR Sebut Tak Ada Anggaran

Alat berat terbengkalai dipinggir jalan

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)- Terkait alat berat terbengkalai di pinggir jalan, yang disebutkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan tidak ada anggaran untuk membawa kembali ke asalnya. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Davidson Saharudin tertawa geli mendengar alasan tersebut.

Dikatakan Davidson, alat berat tersebut bukan wewenangnya. Sementara untuk anggarannya PUPR sendiri yang belum mengajukan pencairannya.

“Kalau untuk keuangan, tergantung mereka (Dinas PUPR-Red), sekarang mereka kan belum mencairkan ke kami (BPKAD-red),” kata Davidson sambil tertawa geli.

Ditambahkan Davidson, proses pengajuan anggaran saat ini sudah lebih mudah, karena sudah menggunakan sistem online atau non tunai.

“Segala sesuatu kegiatan sebetulnya di permudah, seperti LS, akan tetapi ada tata cara prosedur yang harus di ikuti,” imbuhnya.

Jelasnya, anggaran yang hanya dibawah Rp 10 juta bisa langsung tunai, namun jika di atas Rp10 juta harus LS atau non tunai.

“Nah itu cara merekalah, cara pencairan seperti apa mau mereka,” sampai Davidson lagi sambil senyum-senyum.

Diberitakan sebelumnya, alat berat tersebut dibiarkan terparkir dipinggir jalan usai mengerjakan proyek paket II Jalan Poros Sungai Ara, Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan dengan No kontrak :620/PUPR/BM-KTR/2017/55 pada tanggal 10 Juli tahun 2017 lalu.

Kadis PUPR Hasan Tua dikonfirmasi baru baru ini menyebutkan tidak memiliki anggaran untuk membawa alat berat ke tempat asalnya.

“Dana tak ada, kayak mana lagi, coba aja tanya sama keuangan BPKAD,” cetusnya.

Pantauan segmennews.com, hingga hari ini, Kamis (5/4/18) alat berat tersebut masih terparkir dipinggir jalan poros sungai arai.***(Ris)

Diduga Aniaya Warga, Kades Kepenuhan Timur Ditahan

Rohul(SegmenNews.com)- Azhar, Kepala Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu akhirnya ditahan jaksa setelah berkas dinyatakan lengkap dari Polsek, Rabu (4/4/2018).

Sebelum ditahan, Azhar terlebih dahulu jalani tes kesehatan di RSUD Rohul, didampingi Kapolsek Kepenuhan AKP Yani Marjoni, dan sejumlah personel‎ polisi lainnya.

Ditegaskan Kasi Pidum Kejari Rohul Mochamad Fitri Adhy SH mengaku, Kades Kepenuhan Timur Azhar datang ke Kantor Kejari Rohul didampingi Andi, selaku kuasa hukumnya.

“Dia datang didampingi kuasa hukumnya tadi,” sebelumnya.

Dikatakan Adhy, Kades Kepenuhan Timur Azhar ditahan selama 20 hari‎, dan dirinya dititipkan ke Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian.

Katanya lagi, Azhar‎ ditahan karena ada kekhwatiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa tersangka akan mengulangi perbuatannya, merusak barang bukti dan mengulangi tindak pidana.

“Setelah secara administrasi siap, maka segera kita limpahkan ke persidangan  di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian),”‎ jelas Adhy.

Kasi Pidum Kejari Rohul mengungkapkan,  Azhar disangkakan Pasal ‎351 ayat 1 atau Pasal 335 KUHP, yakni tindak pidana penganiayaan dan pengancaman. Diiringi Derai Tangis

Setelah berkas tahap dua dilimpahkan serta diterima pihak Kejari Rohul, Kades Kepenuhan Timur Azhar, resmi ditahan di Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian.

Sebelum diantar ke Lapas, dirinya didampingi dua JPU Kejari Rohul Riki Sahputra dan Juan‎, seorang wanita menangis sembari memeluk Kades Kepenuhan Timur. Sejumlah warga juga tampak berlinang melihat Kadesnya akan diantar ke Lapas, dikawal anggota Polres Rohul menggunakan mobil patroli.

Dikatakan Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, bahwa  pelimpahan berkas tahap dua Kades Kepenuhan Timur dikawal puluhan polisi karena permintaan pihak Kejaksaan, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebut Freddy, dirinya mengaku khawatir. Karena ada puluhan warga yang datang ke Kantor Kejari Rohul, mendampingi Kades‎Kepenuhan Timur.

“Pengawalan hanya untuk antisipasi saja,” ucap Freddy Daniel Simanjuntak.***(fit)

Wabup Meranti Sampaikan Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi LKPJ Tahun 2017

Meranti(SegmenNews.com)- Wakil Bupati Kepulaian Meranti H. Said Hasyim menyampaikan Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi Fraksi Tentang Penyampaian LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017, pada kesempatan itu, Wakil Bupati Meranti mengucapkan terima kasih atas argumen, saran dan pendapat yang telah diberikan seraya berharap, hal itu dapat menjadi penyemangat bagi Bupati dan Wakil Bupati Meranti untuk melaksanakan amanah rakyat dengan lebih baik dan bertanggung jawab. Bertempat di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti, Rabu (4/4/2018).

Hadir dalam Rapat Paripurna DPRD tersebut, Ketua DPRD H. Fauzy Hasan, Wakil Ketua DPRD H. Muzamil, Wakil Ketua DPRD Taufikurahman, serta anggota Legislatih, Sekretaris Daerah H. Yulian Norwis SE MM, Sekwan DPRD Meranti H. Nur Iman, Pejabat Eselon II dan III Dilingkungan Pemkab. Meranti, para pimpinan Instansi Vertikal dan lainnya.

Seperti diketahui, Selasa malam lalu, telah dilaksanakan pandangan umum Fraksi terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017, telah pula diberikan argumen, saran dan pendapat Fraksi terhadap penyampaian LKPJ tersebut, kini tibalah waktunya penyampaian jawaban Kepala Daerah terhadap masukan, saran dan pendapat fraksi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim.

Dikatakan Wakil Bupati, argumen, saran dan masukan yang diberikan oleh Fraksi, melalui juru bicaranya yakni, Fraksi PAN disampaikan oleh Abdul Aziz, Fraksi Gerindra dan PKS oleh Muzakir SE, Fraksi Demokrat Bulan Bintang oleh Darsini, PPP dan PKB oleh Taufik, Golongan Karya oleh Fauzy SE, PDI-P Yeti Handayani, dan Fraksi Hanura oleh Mikwan, dapat menjadi pendorong bagi Kepala Daerah untuk bekerja lebih baik lagi.

“Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan lebih bertanggung jawab sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat keseluruhan, secara bertahap dapat diwujudkan.

Terkait, dengan pandangan umum yang dianggap sama secara substansi, dijawab oleh Wakil Bupati dengan satu tanggaoan agar tidak terjadi perulangan jawaban yang sama.

Adapun jawaban Kepala Daerah yang disampaikan Wakil Bupati terhadap pandangan umum Fraksi antara lain, pertama terkait keterlambatan penyampaian dokumen LKPJ kepada DPRD, serta waktu pembahasan yang dinilai terlalu singkat, menurut Wakil Bupati tidak benar sebab penyampaian Draft LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017 sudah disampaikan jauh hari dan belum melewati waktu yang diamanatkan UU.

Kedua Realisasi APBD Meranti, dikatakan Wakil Bupati telah dilakukan semaksimal mungkin dengan mengusakan pendapatan dari sektor pajak dan restribusi, selain itu juga mengupayakan dana Provinsi dan Pemerintah Pusat melalui komunikais intensi antar Pemda Meranti dengan Kementrian dan Lembaga ditingkat Pusat.

Seperti yang dilakukan oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim yang juga diikuti oleh Ketua DPRD H. Fauzy Hasan, bersama OPD dan Kades, mengejar dana APBN dengan melakukan roadshow kebeberapa Kementrian diantaranya Kementrian PUPR, Kementrian Perumahan Rakyat, Kementrian Perikanan dan Pertanian. Dimana hasil komunikasi membuahkan hasil positif karena Kementrian yang dikunjungi bersedia membantu sesuai Proposal yang diajukan.

Ketiga terkait realisasi PAD yang berkisar diangka 86 persen, dikatakan Wakil Bupati H. Said Hasyim telah cukup gencar dilakukan, tidak tercapainya target PAD disektor Pajak dikarenakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya manfaat pajak dinilai masih rendah untuk itu masih perlu dilakukan sosialisasi.

Keempat terkait macetnya transfer dana pusat dan penurinan DBH Migas dan bantuan Provinsi Riau, telah dilakukan berbagai upaya, diharapkan kedepan Pemda Meranti akan diberikan porsi alokasi dana yang lebih baik dana APBD Provinsi maupun APBN.

Kelima, masukan terkait pemanfaatan pembangunan infrastruktur secara maksimal sehingga  mampu menberikan mutyplier efek, membuka kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan pembangunan didaerah. Dikatakan H. Said Hasyim pada prinsipnya sependapat dengan Dewan, skala prioritas pembangunan fokus pada infrastruktur penghubung jalan dan jembatan sesuai visi dan misi Meranti.

Upaya nyata yang telah dilakukan antara lain dengan Segera beroperasinya RoRo Insit Laut-Pecah Buyung, selain itu segera dibangunnya RoRo menuju Lukit dan sudah masuknya program  pembangunan RoRo Pulau Padang yang akan dimulai pada tahun 2019. Dan pembangunan jembatan sungai tohor barat yang sudah terealisasi 50 persen.

Keenam, terkait urusan wajib bidang pendidikan dan pemerataan tenaga pendidik, ditegaskan Wakil Bupati, hal ini sudah dilakukan secara seimbang dan profesional dan kedepan akan terus mengupayakan penempatan tenaga pendidik secara merata sehingga tidak terjadi lagi kesenjangan kualitas pendidikan.

Ketujuh terkait, urusan wajib bidang kesehatan yang capaian mencapai 87 persen yang diimbangi dengan layanan kesehatan, dikatakan H. Said Hasyim meski dirasa belum maksimal namun dinilai telah jauh meningkat dan telah mampu menjawab tuntutan masyarakat.

Sementara itu perihal tidak terpakainya seluruh dana Jaminan Kesehatan (JKN) dikarenakan tingkat kesehatan sudah cukup baik sehingga dana tersebut tidak jadi terserap. Selain itu Pemda Meranti juga telah memberikan tambahan penghasilan kepada tenaga medis yang bertugas didaerah terpencil.

Kedelapan terkait, lambatnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya angka kemiskinan di Meranti, dikatakan Wakil Bupati, IPM Meranti yang berada diangka 63 persen jauh meningkat dari tahun lalu yang mencapai 59 persen.

Angka kemiskinan sudah jauh menurun dari tahun 2010 lalu yakni dari 42 persen ke angka 28.9 persen dan peningkatan itu tertinggi di Indonesia. Sementara lambatnya ekonomi merupakan kejadian merata diseluruh Indonesia.

Sepuluh, terkait peredaran narkoba yang terjadi ditempat hiburan, ditegaskan oleh Wakil Bupati telah mengintruksikan kepada seluruh pengelola tempat hiburan untuk melaksanakan usaha sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sebelas terkait kebijakan mutasi pejabat, dikatakan Wakil Bupati adalah dalam rangka menjawab tuntutan organisasi, dan telah sesuai kelayakan SDM dan sudah melalui pertimbangan Baperjakat yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja OPD dalam melayani masyarakat.

Dua belas, terkait masukan pemberian Reward dan Punishmen kepada OPD yang mampu merealisasikan anggaran secara optimal, disambut baik oleh Wakil Bupati namun menurutnya Reward tidak cukup hanya karena mampu merealiasikan, tapi seberapa hebat OPD terkait mampu meraih dana APBD Provinsi dan Pusat.

“Jika hanya mencapai realisasi maksimal semua bisa tapi harus mampu juga meraih dana yang mengendap di Pusat dan APBD Provinsi,” ucapnya.

Demikian tanggapan Kepala Daerah terkait beberapa argumen, masukan dan pendapat Dewan terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017, yang disampaikan oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim.

Sekedar informasi, pada kesempatan itu juga dilakukan penetapan dan pengesahan susunan Pansus LKPJ dimana terpilih sebagai Ketua Muzakir, Wakil Fauzy SE, Penanggung jawab H. Fauzy Hasan, Koordinator Taufikurahman dan H. Muzamil, Anggota Marhisan, Abdul Aziz, Basiran, Zubiarsyah, Darsini, Edi Masyudi, Makruf Syafii, Yekti Handayani, Sekretaris bukan Anggota Nur Iman.***(Dham/Humas Meranti).

Buntut Pelayanan Buruk, Sekda Rohil Peringatkan Seluruh Dokter di RSUD

Rohil(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Drs.H Surya Arfan Msi, kecewa dengan pelayanan dokter di RSUD Dr Sutomo Bagansiapi api. Sebab tidak ada doker yang stand by saat masyarakat membutuhkan.

Hal itu terjadi pada seorang pasien, Upik (54) warga Jalan Pelabuhan Gang Melur Kurahan Bagan Hulu, dan meninggal dunia di ruang inap, Senin kemarin (19/3/2018).

Untuk itu, Sekda Suyatno Arfan memberikan peringatan keras terhadap para dokter dan perawat, bahkan jika kedapatan tidak bekerja sesuai SOP, maka pemerintah akan memberikan sanksi.

“Apabila pemerintah daerah mengetahui baik dokter dan tenaga medis lainnya tidak mematuhi peraturan sesuai dengan SOP dan kode etik, maka pemerintah daerah tidak segan-segan memberikan teguran bahkan berupa sangsi,” tegas Surya.

Hal itu ditegaskan Surya Arfan saat geler pertemuan dengan para dokter dan perawat, Rabu (4/4/2018).

Ditegaskan, seluruh tenaga medis harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pemerintah akan terus memantau perkembagan pelayanan kesehatan tersebut.

“Pemerintah daerah juga meminta agar tenaga medis juga harus mempunyai etika yang baik terutama dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Surya.

Diakui Surya, saat ini memang masih ada keterbatasan untuk peralatan medis dan dokter sepesialis, sehingga sejumlah pasien terpaksa di pindahkan ke beberapa kota lainnya seperti kota Dumai dan Pekanbaru.

“Pemerintah akan berusaha bagaimana RSUD Dr.Protomo ini bisa dilengkapi keseluruhannya guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” sebutnya.***(Chan)

O2SN dan FLS2N Bengkalis Resmi Ditutup

Bengkalis(SegmenNews.com)- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festifal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD se-Kecamatan Bengkalis tahun 2018 resmi ditutup, Selasa 3 April 2018.

“Dana dari sekolah SD se-Kecamatan Bengkalis yang merupakan hasil musyawarah bersama yang kita himpun hingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, panitia pelaksana yang selama ini tenaganya diporsir. Terima kasih kami sampaikan juga kepada guru dan dewan juri. Setelah selesai acara ini, khususnya kepala sekolah diharapkan tidak meninggalkan tempat sebab ada hal yang perlu dibicarakan,” kata panitia Syukur,S.Pd SD dalam sambutannya.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bengkalis Maryana, SS, M.Pd sebelum menutup kegiatan ini, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya, “Atas keterlibatan seluruh pihak penyelenggara, baik pengawas, kelompok kerja kepala sekolah, kelompok kerja guru yang terlibat. Kepada anak-anak kami para pemenang, saya ucapkan selamat dan sukses sebagai utusan ke O2SN dan FLS2N tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2018. Semoga mengharumkan nama sekolah, keluarga dan Kecamatan Bengkalis,” pesan Maryana.

Maryana menyebutkan, “Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, beriman, sehat, cerdas dalam menghadapi era globalisasi sekarang. Pada hakikatnya, kegiatan ini memiliki dua manfaat. Pertama, sebagai ajang pencari bakat, minat dan prestasi. Kita terkadang kurang menyadari bakat apa yang kita miliki. Bakat ini kemampuan dasar yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa seperti kecerdasan, dan emosi. Kadangkala antara bakat dan minat berjalan lurus dan kadang terbalik. Lurus apabila seorang anak sadar serta ingin menerapkan untuk mencapainya. Kenyataannya, ada yang berbakat ada yang dibakatkan. Melalui O2SN dan FLS2N ini memberikan kesempatan kepada masing-masing siswa dalam menemukan bakat nya. Bakat seiring dengan minat kalau tak sejalan berarti kurang dikembangkan kurang diberdayakan,” terang Maryana.

Selanjutnya, masih kata Maryana setelah bakat dan minat sejalan, peran guru dan orang tua sangat diharapkan.

“Yang kedua, ini sebagai ajang kompetisi secara sehat bersifat positif. Orientasi pemenang atau juara itu bukanlah sekarang. Juara terbaik maupun belum sifatnya relatif. Jangan saat menang saja baru mau ikut bertanding. Potensi anak itu yang perlu dikembangkan bukan gelar juara tadi,” kata Maryana di akhir sambutannya.

Berikut ini adalah nama-nama para jawara pertama masing-masing cabang yang akan mewakili Kecamatan Bengkalis dalam O2SN dan FLS2N tingkat Kabupaten Bengkalis 2018 yang diperkirakan awal bulan April atau minggu keduanya.

Bidang FLS2N cabang tari kreasi diraih oleh SDN 7 Bengkalis, cabang menyanyi tunggal Fhifia Destri Anindya dari SDN 4 Bengkalis, cabang pantomim Muhammad Bintang Al Vino pelajar SDN 10 Bengkalis dan terakhir cabang gambar bercerita diraih Muhammad Rasyid Faqih pelajar SDN 1 Bengkalis.

Untuk bidang OS2N cabang badminton putra direbut Alva Noviandri SDN 4 Bengkalis, badminton putri oleh Nur Aulia Marwa dari SDN 52 Bengkalis. Selanjutnya, cabang atletik direbut oleh Fazriel Zackri dan Dinda Khainisa Silitonga dari SDN 38 Bengkalis, cabang karate putra oleh Muhammad Risky SDN 44 Bengkalis, karate putri dari SDN 19 Bengkalis atas nama Nurfatina Roza. Terakhir cabang silat putri maupun putra diborong pesilat SDN 24 Bengkalis atas nama Rizna Nuraini dan Muhammad Aulia Ibtisam.

“Juara umum dengan perolehan medali emas terbanyak sejumlah 3 medali jatuh kepada SDN 4 Bengkalis atas bimbingan Nurzairina, S.Pd,” kata M. Setiagam guru SDN 12 Bengkalis yang membacakan pengumuman pemenang.

“Saya akan latihan lagi. Orang tua mendukung,” tutur pesilat dari perguruan Elang Ksatria Indonesia sang juara pertama Muhammad Aula Ibtisam pelajar kelas 4 yang kemarin juara pertama di sekolahnya.

“Untuk maju ke tingkat kabupaten, kita masih mengadakan pembinaan terhadap anak-anak yang mendapat juara pertama tadi karena yang diutus ke O2SN dan FLS2N tingkat Kabupaten Bengkalis hanya juara pertama saja. Bagi sekolah yang siswa-siswanya diutus ke tingkat kabupaten mudah-mudahan lebih mensupport lagi anak-anaknya. Kita berharap, sampai di tingkat ini mereka akan diutus pula ke O2SN dan FLS2N tingkat Provinsi Riau,” terang Syukur,S.Pd SD yang Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Bengkalis.***(der/rls)

Sekda Buka Rakor Perencanaan dan Program Kesehatan

Meranti (SegmenNews.com)-Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan kesehatan agar kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang terwujud dalam upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, hal ini merupakan investasi bagi pembangunan SDM yang poduktif.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE.MM, dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Perencanaan dan program Kesehatan se-Kabupaten kepulauan Meranti, di Ballroom Grand Meranti Hotel jalan Kartini Selatpanjang.

Dikatakannya, semua komponen bangsa yang berperan dalam mewujudkan pembangunan kesehatan dimulai dari Pemerintah Pusat dan daerah, lintas sektor dan swasta dan seluruh lapisan masyarakat. Ketiga komponen ini harus bersenergi dalam bekerjasama dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Program lain yang didorong adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).” Dengan Germas ini akan terjalin kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang Kuat,” ujar Yulian Norwis.

Menyinggung soal permasalahan kesehatan di Kabupaten kepulauan Meranti Sekda Yulian Norwis yang akrap disapa Icut ini menyebutkan, masih banyak terjadi. Hal ini harus segerea di selesaikan jika ingin meningkatkan derajat hidup saat ini dan akan datang. Terutama Puskesmas, agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan masalah kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. Irwandi Suwandi, dalam laporannya selaku penyelenggara kegiatan mengatakan, tujuabn diadakanm kegiatan rakor ini adalah untuk menyusun rencana terpadu kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam pencapaian target SPM bidang Kesehatan dan juga target indicator kinerja utama Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui pendekatan keluarga sehat dan universal health coverage menuju kabupaten Meranti yang sehat dan mandiri.

Kegiatan ini dilaskanakan selama tiga hari hingga Kamis (5/4/2018) dengan nara sumber kepala Diskes Provinsi Riau , Mimi Yulian Nazir, APT.MM, BPJS Dumai Perwakilan Meranti, Yasurruna, Bappeda dan Diskes Meranti. Sementara pesertanya terdiri dari seluruh Camat, kepala UPT Puskesmas, UPT Instalasi Farmasi, RSUD Meranti dan Bappeda Kepulauan Meranti.***(Dham)

Polisi Menyamar, Pelaku Narkoba Diamankan di Ukui

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)- Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Pelalawan kembali mengamankan pelaku narkotika jenis sabu di Jalan PLN, Kelurahan Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Selasa malam sekitar Pukul 20:00 Wib kemarin (2/4/18).

Pelaku berinisial ON (18) warga jalan poras, PT SLS, Kecamatan Ukui ini diamankan dengan barang bukti satu buah kotak rokok Umild yang diselipkan 1 satu paket di duga Sabu dengan berat kotor seberat 0,17 gram.

Berdasarkan informasi yang di rangkum SegmenNews.com team opsnal Sat Narkoba Polres Pelalawan telah mendapatkan informasi, bahwasannya sudah sering terjadi transaksi narkoba di daerah tersebut, selanjutnya Tim Opsnas melakukan penyilidikan dengan menyamar sebagai pembeli.

Pada saat  pelaku menyerahkan barang berupa Sabu kepada petugas yang menyamar langsung dilakukan penangkapan, selanjutnya dilakukan penggeledahan di temukan 1 buah kotak rokok Umild yang berisikan 1 paket Narkotika jenis Sabu.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan melalui paur humas bahwa pihak telah mengamankan seorang tersangka pelaku narkotika jenis sabu kepada SegmenNews.com, Selasa (3/4/18).

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Pelalawan guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.***(Ris)

Bupati Amril Hadiri Rakornas Pengolahan Sampah

Bupati Amril Hadiri Rakornas Pengolahan Sampah

Jakarta(SegmenNews.com)-  Bupati Amril didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arman AA mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebijakan Startegis Nasional (Jasktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Selasa 3 April 2018.

Rakornas ini diikuti sejumlah Kementerian/Lembaga terkait, Dewan Pengarah dan Pertimbangan Pengelolaan Sampah Nasional, Dewan Pertimbangan Adipura, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, kabupaten/kota, Gubernur dan bupati/walikota serta Dinas Lingkungan Hidup se-indonesia.

Rakornas Jakstarans merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tujuannya untuk mensosialisasikan dan mensinergikan pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Jakstranas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Dilansir dari ppid.menlhk.go.id, Perpres Jakstranas ini merupakan terobosan baru dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah terintegrasi mulai dari sumber sampai ke pemrosesan akhir.

“Adapun target pengelolaan sampah yang ingin dicapai adalah 100% sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih Sampah), Untuk mencapai target itu, pemerintah daerah harus menyusun Dokumen Jakstrada (Kebijakan Strategi Daerah) dalam kurun waktu 6 bulan untuk pemerintah daerah provinsi dan 1 tahun untuk pemerintah daerah kabupaten/kota,” kata Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, KLHK dalam keterangan persnya di kantor Kementerian LHK, Jakarta, Senin 2 April Kemarin.***(Edi/rls)

DPRD Bengkalis Sahkan 4 Perda

Bengkalis(SegmenNews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis pada sidang paripurna Selasa 3 April 2018 mengesahkan empat Peraturan Daerah (Perda).

Keempat Perda tersebut tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah Penggelolaan Milik Barang Daerah, Badan Pemusyawaratan Desa dan Peraturan Daerah Penggelolaan Lingkungan Hidup,.

Sidang Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kaderismanto, dihadiri sebanyak 32 orang anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. Kaderismanto mengucapakan terima kasih kepada seluruh anggota Pansus ranperda yang telah bekerja secara maksimal dalam meyelesaikan pembahasan tersebut, sehingga kerjanya dapat ditetapkan dalam keputusan Dewan hari ini.

Sebelum Rencana Perda disahkan Perda, terlebih dahulu menyampaikan laporan pansus. Seperti Pansus Zakat, Infak dan Sedekah melalui jurubicaranya, H Mawardi beberapa saran, yakni agar membuat Peraturan Bupati guna menjabarkan teknis implementasi Peraturan Daerah ini.

Kemudian, dalam penetapan Perda jangan hanya menekankan kepada ASN, dan Maysarakat, tetapi juga diutamakan untuk perusahaan–perusahaan yang memiliki Badan Hukum. Agar Perangkat Daerah menjalankan fungsinya sesuai dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Perda ini.

Terakhir, Pemerintah Daerah gencar melakukan sosialisasi kepada ASN dan para segenap masyarakat terkait Perda Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah ini

Selanjutnya, Pansus Badan Pemusyawaratan Desa melalui juru bicaranya Susianto, menyampaikan tiga saran, yakni Perangkat Daerah terkait agar segera mensosialisikan ke desa-desa.

Kemudian Susianto menekankan agar Perangkat Daerah agar segera membuat petunjuk teknis pelaksanaan Perda ini dalam bentuk Peraturan Bupati. Perangkat Daerah agar terus mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak Desa, agar peda ini telaksana dengan baik.

Kemudian Pansus Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui juru bicaranya Syahrial menyampaikan dua saran, yakni meminta Kepala Daerah tidak memindahkan Pejabat Fungsional Lingkungan Hidup (PPLH). Karena PPLH tersebut telah mengikuti Pelatihan Khusus tentang Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, Syahrial meminta Pemerintah Daerah agar segeramensosialisasikan ke Perusahaan-Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Sementara itu Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah, melalui jurubicaranya, Febriza Luwu, menyampaikan beberapa saran dan rekomendasi. Diantaranya, agar Perangkat Daerah menyusun regulasi dan mendata aset milik daerah. Kemudian, agar kendaraan roda dua dan empat yang sudah lama dan tidak layak, agar dihapuskan atau dilelang. Kemudian, terkait aset tanah, untuk diselesaikan legalitas surat kepemilikannya.

Pada waktu yang sama Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Bustami HY mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis yang telah dengan bersusah payah membahas 4 Ranperda yang telah diajukan Pemkab Bengkalis dan 4 Ranperda tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Bengkalis pada hari ini.

“Sekali kami ucapkan terima kasih DPRD Bengkalis atas kerjasama yang baik selama ini, semoga ranperda yang diajukan tersebut dapat jadikan perda yang dapat dilaksana Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan sebaik-baiknya, dalam rangka meningkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Bustami.***(der)

Kunjungi Pelalawan, Ini Kegiatan Ditjend Perkebunan Kementan RI

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)- Tim Direktorat Jenderal (Dirtjend) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, diketuai Ari Agung mengunjungi Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/4/18). Kunjungan ini untuk mempercepat pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia, dimana Kabupaten Pelalawan terpilih sebagai pilot project inisiatif kelapa sawit berkelanjutan atau Sustainable Palm Oil Inisiatif (SPOI).

Kunjungan tim Ditjend Perkebunan Kementan RI ini, diterima langsung oleh Wakil Bupati Pelalawan, H.Zardewan bertempat di ruang kerja wakil bupati Pangkalan Kerinci

Dalam kunjungannya, Ditjend Perkebunan Kementan RI, Ari agung mengatakan, di Kabupaten Pelalawan  beberapa kegiatan telah dilaksanakan diantaranya yaitu  pembentukan Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FOKSBI).

“Kabupaten Pelalawan yang merupakan FOKSBI pertama di Indonesia untuk tingkat Kabupaten, program sertifikasi ISPO Asosiasi Amanah yang merupakan sertifikat ISPO pertama di Indonesia ini untuk pekebun dan beberapa kegiatan lain berupa pembinaan dan pemberdayaan pekebun melalui identifikasi potensi calon pekebun peserta pilot project,” ucapnya

Ari menambahkan, pada pertemuan para pihak dalam FOKSBI Kabupaten Pelalawan pada tanggal 24 Januari 2018 dihadiri oleh berbagai pihak dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, akademisi maupun LSM menghasilkan rekomendasi salah satunya adalah diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pembinaan dan pemberdayaan pekebun dimana bertujuan mempersiapkan pekebun agar memenuhi persyaratan untuk turut serta dalam program pemerintah seperti peremajaan dan sertifikasi ISPO dan juga meningkatkan kesejahteraan pekebun sebagai hasil dari meningkatnya produktivitas kebun.

“Bahwa 80 persen perekonomian Kabupaten Pelalawan ditopang oleh dua ekonomi besar dari sektor perkebunan dan perindustrian, selain itu juga 75 persen perkebunan masyarakat belum memiliki akses pembiayaan keuangan baik itu dari sektor perbankan dan koperasi serta sebanyak 76 persen perkebunan sawit pelalawan tidak memiliki pengolahan yang bersertifikat, melihat kondisi sektor perkebunan kelapa sawit di Pelalawan  SPOI –UNDP akan membantu dalam hal memfasilitasi penyediaan tenaga ahli (konsultan), pembiayaan kegiatan tim perumus serta konsultasi publik dan sosialisasi,“ beber Ari.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan mengatakan menyambut baik pertemuan ini dimana sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Pelalawan memiliki kawasan teknopark terluas di Indonesia dengan luas 3.748 hektar terbagi dalam 7 zona.

“Fokus techno park ini adalah hilirisasi kelapa sawit dengan penerapan inovasi, beberapa kajian dan penelitian telah dilakukan tidak hanya keluaran minyak sawit saja sebagai olahan akhir akan tetapi bisa menghasilkan produk turunan untuk kebutuhan rumah tangga seperti sabun, mentega, minyak goreng, dan lain sebagainya,” terangnya

Zardewan menambahkan, bahwa untuk petani perkebunan plasma dibina langsung oleh pihak perusahaan perkebunan.

“Ada 119.000 hektar areal perkebunan sawit yang dikelola oleh swadaya sendiri oleh masyarakat pekebun dengan jumlah KK sebanyak 40.315 KK, dari 119.000 hektar tersebut sebanyak 2700 hektar dikelola oleh koperasi,” ungkap Zardewan mengakhiri.

Untuk di ketahui, sebelumnya Tiga ratus sembilan belas (319) pekebun kelapa sawit swadaya yang tergabung dalam Asosiasi Amanah di kabupaten Pelalawan, Riau, mencetak sejarah sebagai kelompok pekebun swadaya pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).  Para pekebun ini berhasil memenuhi seluruh syarat dan kriteria yang diwajibkan oleh ISPO setelah menjalani proses pelatihan dan pendampingan yang difasilitasi oleh Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) yang merupakan kerjasama United Nations for Development Programme (UNDP) dengan Kementerian Pertanian.

ISPO merupakan sistem sertifikasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, yang bertujuan untuk menciptakan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih berkelanjutan dan mendukung komitmen Presiden RI untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan memastikan diterapkannya peraturan perundang-undangan terkait perkebunan kelapa sawit.***(Ris)