Beranda blog Halaman 1575

KPU Bengkalis Nyatakan PKB Tak Lolos Verifikasi Faktual

Bengkalis(SegmenNews.com)- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis tidak lolos verifikasi faktual. Keputusan tersebut disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis, saat rapat pleno terbuka pemberitahuan hasil verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan Partai Politik (Parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Jumat (2/2/18).

Rapat yang digelar di aula pertemuan Wisma Kito, Bengkalis, dipimpin Ketua KPU, Defitri Akbar didampingi empat komisioner dan turut dihadiri Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni, Kabid Politik Kesbangpol Bengkalis, Hendrik Dwi Yatmoko, Ketua Panwaslu, Mukhlasin serta perwakilan pengurus Parpol di Kabupaten Bengalis.

Verifikasi itu, kata Defitri, telah dilakukan kepada sejumlah Parpol sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2018, seluruhnya dinyatakan lulus kecuali PKB.

“Parpol Partai Kebangkitan Bangsa tidak lolos verifikasi. Karena Parpol ini memang tidak memenuhi syarat minimal administrasi di Kabupaten Bengkalis,” ungkap Defitri.

Defitri menambahkan, verifikasi yang dilakukan selama tiga hari kemarin bertujuan untuk mengetahui keabsahan persyaratan Parpol yang sudah disampaikan kepada KPU melalui Sistem Informasi Partai Politik yang sudah diserahkan kepada KPU Bengkalis.

“Baru kemudian kita lakukan faktual kepada masing-masing parpol, untuk meneliti keabsahan dokumen yang mereka serahkan, dan Alhamdulillah semua sudah kita lakukan,” tuturnya.

Adapun partai yang telah diverifikasi dan dinyatakan lulus diantaranya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Selanjutnya, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Pada rapat pleno tersebut, turut diserahkan berita acara hasil verifikasi faktual yang telah dilakukan KPU kepada Panitia Pengawasan Pemilu dan seluruh Parpol yang dinyatakan lulus verifikasi.***(edi)

Bupati Irwan: Kades Harus Mampu Berstrategi Kelola ADD

Meranti(SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) diwilayahnya, harus mampu berstrategi dalam pengelolaan anggaran. Hal itu mengingat anggaran desa terus berkurang.

Namun Kades tetap memprioritaskan membayar gaji perangkat, operasional, pembangunan dan lainnya, tanpa meninggalkan sinergitas dan persamaan persepsi dari Pemdes, Musdes dan pihak Kecamatan, serta pihak Kabupaten.

Demikian disampaikan Bupati Irwan di acara Rapat Koordinasi (Rakor) managemen Pemerintahan Desa di salah satu hotel di Meranti, Jumat (2/2/2018).

Dijelaskannya, untuk ADD dari APBD bagi hasil Migas, sesuai PP tentang desa merupakan kewajiban daerah yang diambil 10 persen dari DBH, namun karena penyaluran DBH dari pusat terjadi kemacetan berdampak pada penundaan dana Desa.

“Jadi harga minyak dunia dan transfer pusat sangat mempengaruhi penyaluran dana desa,” ujar Bupati Irwan untuk diketahui semua Kades.

Sementara, realisasi transfer dana Desa dari APBN yang disalurkan ke kas daerah sebesar Rp82 miliar lebih.

Dari jumlah tersebut yang telah disalurkan kerekening Desa sebesar Rp 81 miliar lebih, dan sebesar Rp1 miliar lebih belum tersalurkan. Hal itu disebabkan beberapa desa belum mampu mempertanggungjawabkan dana desa tahap pertama, baik dari segi keuangan maupun fisik dan kewajiban pajak yang belum ditunaikan.

Desa tersebut adalah Desa Lukit, Desa Sungai Tohir Barat, dan Desa Tanjung Medang.

Reealisasi transfer dana Desa yang bersumber dari APBD Meranti dari Rp68 miliar lebih yang dianggarkan, telah disalurkan dari kas daerah ke kas Desa sebesar 47 Miliar lebih. Sisa Rp20.9 miliar lebih tak dapat disalurkan.

Dengan rincian Rp900 juta lebih, akibat adanya beberapa Desa yakni, Desa Tanjung Medang, Desa Lukit, Desa Bina Maju, dan Cinta Damai belum memenuhi syarat penyaluran, lalu tunda salur sebesar Rp 20 miliar lebih, karena macetnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Meranti dari Kementrian keuangan sebesar Rp 100 miliar lebih.

Seperti diketahui, untuk sisa dana Desa yang terjadi penundaan penyaluran, banyak dipertanyakan oleh Desa dan menjadi perdebatan.

Disamping itu, berhubung Bupati Siak H. Syamsuar, juga sebagai calon gubernur Riau hadir diacara ini, Bupati Irwan berharap Syamsuar membantu pembangunan di Meranti. Seperti jalan Kampung Balak yang belum tuntas dan jalan di Buton yang rusak parah.

“Jika berhasil jadi Gunernur kami meminta jalan Kampung Balak dan Buton dituntaskan karena sudah cukup letih Meranti memikul pembangunan tanpa didukung anggaran Provinsi. Cukup berat jika hanya mengandalkan dana Kepulauan Meranti,” sampai Irwan.****(Dham)

Pengedar Sabu Ini “Ngumpet” di Kamar Mandi Saat Digerebek Polisi

Siak(SegmenNews.com)- Koko, pengedar sabu, sempat ngumpet (sembunyi) di kamar mandi rumahnya di kampung Jati Mulya, Siak, saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan.

Pengedar Sabu Ini “Ngumpet” di Kamar Mandi Saat Digerebek Polisi

Namun persembunyian Koko ternyata tidak nyaman. Polisi berhasil menangkapnya dan mengamankan barang bukti, 4 paket narkotika jenis sabu-sabu berbagai ukuran dibungkus plastik bening klip merah.

Diamankan juga, 1 unit timbangan elektrik merk constant warna hitam, dan 1 Handphone merek Nokia warna hijau, 2 bungkus plastik berisikan plastik bening klip merah diduga pembungkus sabu-sabu, 1 gunting besi gagang warna hitam.

Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas polres Siak Bripka Dedek Prayoga, Sabtu (3/2/18) mengatakan, tersangka ditangkap, Jum’at (2/2/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Tersangka dan barang bukti telah di amankan di Polsek kerinci kanan guna di lakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.***(Dham)

Wow…Jadi Tersangka Korupsi, Dua Mantan Pejabat Kuansing Tak Ditahan

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Jufri SH, menanggapi dingin ketika ditanya alasan tidak ditahannya dua tersangka korupsi yang saat ini berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Kajari Kuansing, Jufri

Dua tersangka korupsi yang tidak dilakukan penahanan Rutan oleh Kejaksaan Negeri Kuansing yakni, Mantan Sekdakab Kuansing, Muharman dan mantan Bendahara Pengeluaran, Doni Irawan. Keduanya dijadikan tersangka korupsi beasiswa tahun 2015 sebesar Rp1,5 miliar.

“Tanya Kasi Intel saja”, ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Jufri SH, ketika dikonfirmasi melalui selulernya, mengenai alasan tidak ditahannya dua tersangka korupsi, Muharman dan Dobi Irawan, oleh Kejaksaan, Rabu (31/1/2018).

Ketika disebutkan bahwa kewenangan melakukan penahanan atau tidaknya tersangka berada pada diribya selaku Kepala Kejaksaan Negeri, bukan Kasi Intel yabg merupakan bawahannya, Jufri tetap tidak bersedia menjawab. “Iya sama Kasi Intel saja,” ujarnya singkat.

Hari Ini Sebagian Wilayah Riau Hujan

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Sebagian wilayah di Provinsi Riau, hari ini Sabtu (3/2/2018), berpotensi hujan ringan hingga sedang. Potensi ini terjadi dari pagi hingga dini hari nanti.

Ilustrasi

Hal ini dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, Sabtu (3/2/2018). Dikatakannya, pagi hari, potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Siang hari potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Inhil, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rohil dan Kabupaten Inhu

Malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kuasing. Dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di Kabupaten Kuasing

Suhu udara hari ini diperkirakan antara 23.0 hingga 34.5 °C, dengan kelembapan udara antara 50 hingga 97 %.

Angin bertiup dari arah Barat Laut s/d Timur Laut, dengan kecepatan antara 09 hingga 36 km/jam.***(achir)

“Sahabat Karib Meranti” Siap Kawal Berita Hoax tentang Syamsuar-Edy

Meranti(SegmenNews.com)- Relawan Sahabat Karib Kepulauan Meranti merapatkan barisan untuk mengawal sekaligus menepis pemberitaan negatif Pasangan Calon Gubernur Riau, Syamsuar-Edy Nasution yang tidak benar atau bersifat Sara di media informasi dan media sosial.

Sahabat Karib Meranti Siap Kawal Berita Hoax tentang Syamsuar-Edy

“Kami yang sudah terbentuk siap memantau perkembangan berita yang akan menjatuhkan Pak Syam dan pak Edy, baik di media online maupun di media sosial,” kata Ashari,

Hal ini disampaikan Relawan Sahabat Karib Kepulauan Meranti saat makan malam bersama Syamsuar di Rumah Makan Pondok Bambu, Jumat (2/2/2018).

Menurutnya, ekpos yang dilakukan masing-masing tim pemenangan Paslon di media sosial menjelang Pilkada Riau 2018 ini akan sangat menyedot perhatian masyarakat. Berbagai cara dilakukan lawan untuk saling menjatuhkan.

Tak sedikit juga berita hoax tentang Paslon yang dinilai kuat dalam perolehan suara juga akan disebar oleh oknum-oknum yang ingin jagoannya menang dalam Pilkada Riau ini.

“Politik yang ingin menjatuhkan pak Syam ini harus kita pantau terus. Jika kita temukan hal ini dimedia sosial, kita sebagai relawan akan meluruskan kembali yang sebenarnya,” ujarnya lagi mewakili kawan-kawan Relawan Sahabat Karib Kepulauan Meranti.

Bakal Calon Gubernur Riau Syamsuar yang berpasangan dengan Edy Nasution ini menyambut baik semangat tim Relawan Sahabat Karib Symasuar – Edy Nasution Kepulauan Meranti untuk menjadi bagian dari pemenangannya menuju Riau 1.

“Media sosial menjadi perhatian utama masyarakat di era Digital saat ini. Berbagai informasi dengan sangat mudah dan cepat disampaikan melalui media. Namun demikian, ini tetap harus dikontrol setiap waktu, agar pemberitaan hoax tidak muncul,” terang Syamsuar.

Menurut Penjabat Bupati Kepulauan Meranti pertama ini, pihak yang kuat sering gunakan media sosial untuk menghabisi lawan politiknya. Dalam pilkada, banyak pihak jadi korban dari serangan-serangan yang tidak bertanggung jawab.

Syamsuar juga menyebutkan selain Relawan Sahabat Karib yang bergerak di media sosial ini, masih banyak relawan lainnya yang terbentuk menjadi satu kelompok dengan tujuan yang sama memenangkan Syamsuar – Edy Nasution di Pilgubri 2018.

“Nama boleh apa saja, yang penting tujuannya sama untuk memenangkan kita. Kemarin banyak juga mahasiswa yang datang ke kami dan menyatakan ingin bergabung di tim relawan,” sebut Syamsuar.

Namun Karena tim ini sudah cukup banyak dari koalisi dan independen, Syamsuar berikan tugas untuk para mahasiswa yang ingin bergabung. Tugas itu adalah turun ke daerah yang basis suara Syamsuar – Edy Nasution rendah.

“Kitakan punya tim survey juga, kalau ada daerah yang suara kita rendah di sana, adik – adik Mahasiswa ini kita minta untuk turun. Sampaikan program-program yang sudah pernah kita jalankan, rebut simpati mereka ke Syamsuar dan Edy Nasution,” pesan Syamsuar.***(Dham)

Pemkab Siak Minta Mahasiswa Tingkatkan IQ dan Pengimbangan Emosional

Siak (SegmenNews.com)-Asisten I Setdakab Siak, Budhi Yuwono, mengingatkan mahasiswa Kavupaten Siak agar meningkatkan IQ dan melakukan pengimbangan emosional.

Asisten 1 Setdakab Siak, berfoto bersama mahasiswa

Hal ini disampaikannya ketika membuka Latihan Pimpinan Dasar Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak ke IV, di Gedung Dharma Wanita, Jumat (2/2/2018).

Lebih lanjut, Budhi Yuwono, yang mewakili Bupati Siak, mengatakan, mahasiswa memiliki peran yang sempurna dengan fungsi yang diemban mahasiswa agar dapat mewujudkan kebangkitan bangsa, sehingga menjadi objek maupun sebagai perubahan yang besar ke arah yang positif untuk negara ini.

Selain itu, menurut Budhi, hal yang utama adalah diri sendiri. Mahasiswa juga harus dituntut untuk berperan aktif serta mengontrol dengan menumbuhkan kepedulian kepada masyarakat melalui ide ide serta pemikiran cemerlang.

“Mahasiswa itu merupakan aset untuk harapan bangsa dan masa depan. Untuk itu, harus memperkaya diri dalam kemasyarakatan sebagai calon untuk memimpin bangsa, sehingga adanya kemampuan dan pengendalian diri. Untuk menjadi sukses bukan hanya iQ yang diandalkan, namun juga adanya pengimbangan emosional,” kata Asisten l Budhi Yuwono.

Ia juga mengatakan, sebagai mahasiswa harus jadi golongan penyampai dengan nilai nilai yang bersifat mutlak terhadap apa yang baik dilakukan untuk negri ini, dengan cakupan nilai kebenaran yang mereka miliki.

Selain itu,dari Pemerintah Daerah Kabupaten Siak sangat mendukung dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan dari GMPKS(Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak), khususnya di Negri Melayu Negri Istana ini. “Salah satu upaya yang tepat dilakukan adalah mendukung mahasiswa di ruang akademis serta soft skill yang didesain sebagai calon kepemimpinan,” pungkasnya.***(rinto)

Kejar Warga Pakai Samurai Dua Anggota Ormas Ditangkap

Siak Hulu (SegmenNews.com)-Dua anggota salah satu organisasi masyarakat di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Iswara Yustika (35) dan Sri Siswoyo (37), diringkus polisi. Keduanya dilaporkan mengancam warga dengan menggunakan samurai dan klewang.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tedjo, Sabtu (2/2/2018), mengungkapkan, peristiwa ini terjadi, Kamis (1/2/2018). Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB, kedua tersangka mendatangi korban di Kedai Nasi Titin miliknya, di Jalan Lintas Timur KM 22 Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Keduanya bermaksud membuat hitung-hitungan dengan Anton atas perselisihan mereka sebelumnya. Sesampainya di kedai nasi tersebut, tersangka Iswara terlibat cekcok dan dirong-dorongan dengan Anton. Kemudian tersangka Iswara mengambil samurai dari sepeda motor milik tersangka Sri Siswoyo dan mengejar Anton dengan menggunakan samurai tersebut.

Anton yang melihat hal tersebut langsung lari menyelamatkan diri. Ia kemudian melaporkannya ke Polsek Siak Hulu. Atas laporan tersebut, polisi kemudian menangkap kedua tersangka berikut barang bukti.***(segmen02)

Tembak Pengedar Narkoba, Peluru Sasar Betis Warga

Pelalawan (SegmenNews.com)-Dafriago (44), warga Kelurahan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, tak menduga betisnya akan disasar sebutir peluru polisi saat melintas di Jalan Lintas Timut, Desa Kiyap Jaya, Jumat (2/2/2018). Ia terkena pantulan peluru yang ditembakkan ke arah seorang tersangka pengedar narkoba.

Warga terkena peluru nyasar dirawat

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tedjo, mengungkapkan, peristiwa ini bermula, Jumat (2/2/2018), sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu Kanit Reskrim Bandar Sei Kijang, Ipda Yuhendra Roza bersama empat personel, hendak menyergap tersangka yang mrlakukan transaksi narkoba di Jalan Lintas Timur KM 43 Desa Kiyab Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang.

Namun tersangka mengetahui kedatangan personel polisi tersebut dan melarikan diri menggunakan mobil Toyota Kijang Krista warna silver ke arah Pekanbaru.

Kanit Reskrim langsung berupaya menghalang – halangi pelaku, namun pelaku menabrak bagian belakang sebelah kiri. Kanit Reskrim menghubungi anggota Piket Yanmas Polsek dan memerintahkan agar lalu lintas di depan mako dibuat macet dan melakukan penghadangan. Namun pelaku tetap menerobos lewat sebelah kiri jalan yg sempat masuk parit namun berhasil lolos.

Kemudian Ka SPK III memberi tembakan peringatan 3 kali ke udara dan 1 kali ke arah ban mobil pelaku, namun peluru diduga recoset pantulan ban mobil dan mengenai betis seorang warga yang melintas.

Warga tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Sekijang dan dirujuk ke RS Santa Maria Pekanbaru dengan pengawalan dua personel Polsek.***(segmen02)

Legislator Meranti Khawatir Keterlambatan Perda Pajak Pengaruhi PAD

Meranti(SegmenNews.com)- Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi khawatir, keterlambatan perubahan Peraturan Daerah (Perda) pajak dan retribusi akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dijelaskan Dedi saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) menindak lanjuti evaluasi Perda pajak dan retribusi di gedung Pemprov Riau, Jumat (02/2/18). Keterlambatan penetapan Perda pajak dan retribusi ini, tentunya akan mempengaruhi penerapan dan tarif pajak dan retribusi yang baru di Kabupaten Meranti.

“Tentu juga akan mempengaruhi PAD Meranti,” kata Dedi.

Menanggapi kekhawatiran itu, perwakilan Biro Hukum Provinsi Riau, Wan Mulkan menjelaskan, Pemprov telah selesai melakukan evaluasi Perda pajak dan retribusi Meranti.

Sesuai prosedur, pihaknya telah melakukan koordinasi dan menyurati Kemendagri, melalui Ditjen Bina Keuangan Daerah, 25 Januari 2018 lalu.

“Hingga saat ini belum ada balasan jawaban yang kita terima, hal ini juga terjadi di Kabupaten lain seperti Siak, Dumai, Bengkalis, Inhil dan Rohul. Kami berharap kita sama-sama bersabar menunggu hasil tindaklanjut hasil pelaksanaan koordinasi,” kata Wan Mulkan.

Kabag Perundang-undangan Pemprov, Armalita menambahkan, untuk retribusi pajak saat ini, Meranti tetap dapat melaksanakan Perda pajak dan retribusi menggunakan instrumen Perda lama.

“Memang yang perlu menjadi perhatian adalah tentang pencabutan Izin Gangguan (HO) itu perlu segera kita cabut dan hapus ketentuannya di perda,” kata Armalita.

Rakir ini dikuti dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), koordinator, DR. M Taufikurrahman, Ketua Darsini, Wakil, Taufiek, anggota, Dedi Putra, DR. Tartib, Ardiansyah, H. Musdar, Muzakir, Darwin, H. Zubiarsyah, Asmawi dan E. Miratna.***(Dham/Skwn)