Beranda blog Halaman 2536

Dua Wartawan Meranti Dianiaya Oknum Kadus

Salah satu wartawan divisum
Salah satu wartawan divisum

Selatpanjang (SegmenNews.com)- Dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oknum Kepala Dusun (Kadus) dan keluarga di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Penganiayaan terjadi karena dua wartawan itu menginvestigasi dugaan penyimpangan distribusi Beras Miskin (Raskin).

Peristiwa yang menyedihkan bagi dunia jurnalistik itu terjadi pada hari, Selasa 28 Oktober 2014 sekira pukul 23.00 Wib di rumah Ayub, salah seorang warga Desa Insit. Dua korban penganiayaan itu adalah Bukhaidi wartawan media online pesisirnews.com dan Misjan alias Tomi wartawan media cetak Mingguan Publik.

Bukhaidi kepada sejumlah wartawan di organisasi Jurnalis Peduli Kepulauan Meranti (JPM) menceritakan, kronologis penganiayaan itu terjadi karena dirinya bersama Misjan alias Tomi melakukan investigasi dugaan penyimpangan distribusi Beras Miskin oleh oknum Kepala Dusun di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Bukhaidi dan Tomi mendapat informasi dari masyarakat pada hari Senin 27 Oktober 2014, kemudian tanggal 28 Oktober petang mereka mendatangi lokasi di salah satu warung milik Solihin di Desa Insit. Wartawan mendapat pengakuan dari isteri solihin bahwa telah menjual beras Raskin dengan harga Rp5000/kg.

“Kami tanyakan kepada pemilik kedai itu tentang siapa pengelola Raskin di wilayah tersebut, mereka mengaku pengelola bernama Jaafar, salah seorang Kepala Dusun di Desa Insit,” ujar Bukhaidi.

Setelah enam jam mengumpulkan data informasi di lapangan, sekitar pukul 21.30 Wib Selasa malam, dua wartawan ini mendapat telepon dari Fadli, yang mengaku anak Kepala Dusun, Jaafar, sebagai pengelola beras raskin itu. Kemudian mereka bertemu Fadli di salah satu resto di jalan Diponegoro Selatpanjang.

“Dalam pertemuan itu Fadli mendesak dan mengancam kami untuk memberitahukan siapa nama narasumber yang memberikan informasi dugaan penyimpangan distribusi raskin itu kepada kami selaku wartawan. Bahkan mereka berusaha membujuk dengan menawarkan sejumlah uang,” kata Bukhaidi.

Pertemuan di resto jalan diponegoro itu, kemudian berlanjut di salah satu rumah warga di Desa Insit bernama Ayub. Sudah hadir di rumah itu Ayub pemilik rumah, Kepala Dusun Jaafar dan beberapa orang anggota keluarga lainnya, mereka kembali mendesak agar wartawan mengungkap nama informan wartawan, sambil mengaku termasuk keluarga salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Disitulah terjadi penganiayaan, karena kami tidak mau mengungkap narasumber dugaan masalah raskin itu. Saat kami akan pulang, saya ditampar, ditarik sampai terlentang dan dipukuli Fadli bersama Kepala Dusun, Jaafar. Sedangkan Tomi di pengangi temannya Fadli yang juga hadir di lokasi,” kata Bukhaidi.

Atas peristiwa penganiayaan itu, dua wartawan ini sudah membuat laporan ke Markas Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL/90/X/2014/RIAU/KSPK KEP MERANTI tertanggal 29 Oktober 2014. Sekaligus membuat Visum Dokter di RSUD Selatpanjang atas arahan penyidik Satuan Reskrim.

“Dari keterangan sementara Dokter RSUD, terdapat bekas lebam di sekeliling mata kiri, kemudian ada bekas pembengkakan di bagian pipi akibat pukulan benda datar dan di bagian lengan terdapat bekas cakaran keras yang mengakibatkan pembekuan darah di bagian kulit. Keterangan dokter itu disaksikan langsung petugas Kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Peduli Kepulauan Meranti (JPM), Ir Ruslan Nahrowi, yang turut menerima keterangan dua wartawan itu, Kamis (30/10/2014), mengaku sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kekerasan terhadap insan pers tidak perlu terjadi, bila semua pihak menyadari tugas mulia jurnalistik yang dilindungi Undang-undang.

“Kami berharap kasus ini bisa diproses secara profesional sesuai KUHAP oleh penyidik Polres Kepulauan Meranti. Dalam penyidikan kami sarankan penyidik tidak hanya menjerat pelaku dengan aturan pasal dalam KUHP, namun juga menyertakan sanksi kekerasan jurnalistik yang dimuat dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” pintanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, AKP Antoni Lumban Gaol SH MH, saat dikonfirmasi tentang proses penyidikan kasus penganiayaan wartawan itu mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dan sudah menerima hasil Visum Dokter RSUD Selatpanjang.

“Saksi-saksi peristiwa tersebut sudah kita periksa, termasuk saksi korban. Surat hasil pemeriksaan Visum Dokter juga sudah kami terima. Sore ini juga kita akan menjemput para terduga pelaku penganiayaan itu,” jelas Kasat Reskrim, Kamis petang. ***(tim)

Hijrah Momentum Kebangkitan Umat

kemenagKetika perjuangan menegakkan sebuah kebenaran mengalami kebuntuan, ketika kebenaran ditentang orang pada umumnya, ketika kebenaran dilihat orang sebagai sebuah kebatilan, ketika kebenaran tidak mendapatkan tempat di hati sebuah komunitas masyarakat, dan ketika dakwah islamiyah diabaikan, bahkan ditentang oleh umat, maka jalan satu-satunya yang dapat dilakukan adalah melakukan hijrah.

Hijrah adalah berpindah dari satu daerah yang tidak kondusif ke daerah lain yang lebih kondusif, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, seribu empat ratus tiga puluh enam tahun yang lalu, yaitu berpindah dari Kota Makkah menuju Kota Madinah yang kala itu bernama Yatsrib.

Pasca peristiwa hijrah, hanya dalam hitungan beberapa tahun, dalam kepemimpinan dan dibawah komando Nabi Muhammad SAW, agama Islam berkembang dengan begitu pesat ke seluruh jazirah Arab. Agama Islam bahkan menjadi sebuah agama baru yang diminati, dicari dan digandrungi oleh kawan maupun lawan.

Sepeninggal Nabi Muhammad SAW, dibawah kepemimpinan Khulafaurrasyidin dan khalifah-khalifah sesudahnya, agama Islam bahkan menyebar keseluruh dunia sampai di Spanyol di belahan Barat, sampai India dan Indonesia di belahan Timur.

Atas dasar hal tersebut, Khulafaur Rasyidin Kedua, Umar Bin Khattab ketika hendak menetapkan awal tahun baru kalender Islam, menjatuhkan pilihan pada peristiwa hijrah, tegasnya.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, mengharapkan agar umat Islam menjadikan peringatan tahun baru hijriyah ini sebagai momentum kebangkitan umat Islam, dalam mengatasi berbagai persoalan yang melilitinya.

Dan untuk itu, kita dituntut untuk memahami, menghayati, mengamalkan dan mengaktualisasikan konsepsi Hijrah sesuai dengan konteks kekinian dan kedisinian kita, dalam bentuk hijrah mental, hijrah material, hijrah cultural, hijrah social, dan berbagai bentuk hijrah lainnya.***
Oleh: Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

Kemenag Rohul Taja Pembinaan Pasca Haji

Peserta mengikuti pembinaan pasca haji
Peserta mengikuti pembinaan pasca haji

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Setelah sukses dalam pemberangkatan dan pemulangan Jemaah Haji. Kantor Kemenag Rohul melakukan Pembinaan Pasca haji, Kamis (30/10/2014) bertempat di aula Kantor Kemenag Rohul, Kota Pasir Pengaraian.

Pembinaan Pasca Haji ini diikuti sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari 24 orang Ketua Regu dan Rombongan, ditambah dengan 16 Kepala KUA Kecamatan se Rohul, sebagai Pembina Jamaah Haji di tingkat kecamatan. Pembinaan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para peserta untuk meningkatkan pembinaan bagi JH di lapangan.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa orang-orang yang sudah melaksanakan ibadah haji mendapat predikat lebih dari masyarakat lain pada umumnya, sebab mereka ini telah melaksanakan lima rukun Islam, sedangkan yang lain baru melaksanakan empat rukun Islam.

Makanya kita tidak perlu heran, ketika seseorang telah menunaikan ibadah haji, maka yang bersangkutan dimasukkan dalam kategori tokoh agama dan atau tokoh masyarakat, tempat orang bertanya dan bahkan berkonsultasi masalah-masalah keagamaan yang dihadapi sehari-hari, jelasnya.

Ahmad Supardi juga mengatakan bahwa orang yang sudah bergelar haji dan hajjah, akan diundang oleh masyarakat dalam acara-acara tahlilan, selamatan, dan atau syukuran. Dalam acara ini, maka Bapak Haji dan Ibu Hajjah akan dimintai jamaah untuk memimpin tahlil dan atau memimpin doa.

Oleh karenanya, para Haji dan Hajjah dituntut untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuannya, sebagai tindak lanjut dari manasik (tata cara pelaksanaan) haji untuk selanjutnya mendapatkan manafi’ (manfaat) haji. Seorang Haji Mabrur harus dapat melaksanakan manasik haji dan sekaligus mendapatkan manafi’ haji, tandasnya.

Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan bahwa manasik haji itu ketika kita berada di tanah suci, sedangkan manafi’ haji adalah manfaat yang kita peroleh sepulangnya ke tanah air. Selain itu, jangan sampai haji kita mabrur di tanah suci, lalu kemudian mardud (tertolak) di kampung halaman.

Idealnya adalah Haji kita Mabrur di tanah suci dan mabrur juga di tanah air. Bila perlu kemabruran haji itu dapat ditingkatkan atau di update setiap saat, sehingga kebabruran haji dirasakan oleh diri sendiri dan juga dirasakan oleh masyarakat sekitar, tandas Ahmad Supardi Hasibuan.***(azhar/rls)

HMI Desak Kapolda Copot Kapolres Rohul

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjuk rasa di depan Mapolda Riau, Kamis (30/10/14).

Massa meminta Kapolda Riau mencopot Kapolres Rokan Hulu (Rohul) serta Kapolsek Tambusai karena sudah tidak menjamin keamanan masyarakat di wilayah hukumnya dan melepas enam orang korban penganiayaan yang ditahan di Mapolres Rohul.

Korlap HMI Slamet Widodo mengatakan, sebelumnya terjadi sengketa lahan seluas 200 Ha yang berujung aksi penganiayaan dan premanisme terhadap masyarakat yang tidak di tangani serius pihak kepolisian.

Pada tanggal 9 oktober 2014, enam orang korban penganiayaan di tangkap oleh pihak Polsek Tambusai. Korban penganiayaan seharusnya dilindungi, namun pihak Polsek Tambusai menyalahi kekuasaannya dan bekerjasama dalam melakukan tindakan premanisme.***(Chir)

Pelantikan Zulfan Azmi Ditunda

Prosesi pelantikan ketua Kampar
Prosesi pelantikan ketua Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Berdasarkan surat M.AMIN RA’IS sebagai ketua DPP partai Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Bupati Kampar, H.Jefri Noer, SH, tentang penundaan pelantikan Zulfan Azmi sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Kampar periode 2014-2019.

DPW PAN Provinsi Riau meminta kepada DPC partai PAN Kampar segera menyerahkan usulan nama lain, terkait polemik internal partai khususnya kepengurusan dibeberapa PAC se kecamatan kabupaten Kampar.

Dalam acara sidang Paripurna, Kamis (30/10/14), Zulfan Azmi tidak hadir, dari informasi bahwa dia sedang sakit.***(ali)

Warga Langgam Diserang Gatal-Gatal, Diduga Akibat Limbah PT PSJ

BLH dan rombongan mengecek Limbah PT. PSJ
BLH dan rombongan mengecek Limbah PT. PSJ

Langgam (SegmenNews.com)- Beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Gondai, desa Gondai, kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan, kini mulai terjangkit penyakit gatal-gatal. Hal itu terjadi akibat dugaan limbah cair yang dibuang oleh PT Peputra Serikat Jaya (PSJ), telah mencemari sungai.

Hal itu terkuak ketika Tim dari Badan lingkungan hidup (BLH) kabupaten Pelalawan bersama, Kades Gondai H Lasri beserta stafnya turun ke lokasi pembuangan limbah cair oleh pihak PT PSJ di desa padang Luas, kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan, Selasa (28/10) lalu.

“Saya mendapat laporan, ada warga mulai gatal-gatal saat mandi di sungai. Akibat dugaan limah cair yang dibuang pihak perusahaan. Makanya kita langsung meminta pihak BLH untuk turun melakukan pengecekan,” kata Plt Kades Gondai H Lasri kepada
sejumlah wartawan yang ikut dalam pengecekan tersebut.

Namun Kades, tidak membeberkan berapa jumlah pasti warganya yang terkenak gatal-gatal akibat mandi air Sungai Gondai tersebut. Tetapi hal itu dapat di buktinya dengan adanya laporan warga dan hasil pengecekan lapangan di temukan limbah cari mengalir ke sungai Gondai.

Lebih mengejutkan lagi bukan saja tim menemukan kalau pihak PT PSJ yang merupakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Maria itu belum mengantongi izin baku mutu pengolahan limbah dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui BLH kabupaten Pelalawan.

“Kita temukan PT PSJ memiliki 13 kolam penampungan limbah cair, tapi beberapa kolam airnya melimpah dan merembes ke tanah hingga mengalir ke sungai yang bermuara ke sungai gondai,” ujar Kepala BLH Pelalawan, Syamsul Anwar diwakili Kabid Penegakan Hukum Lingkungan BLH Pelalawan, Dewi Handayani yang turun dalam peninjauan tersebut.

Bahkan kata Dewi, ditemukan di kolam yang ke 13, sisi penampungan limbah dibuat pipa air dialirkan ke muara sungai. Hingga indikasi ciarian limbah itulah mengalir sampai ke Sungai Gondai yang masih di manfaatkan masyarakat dan salah cuci mandi.

“Ini jelas pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Karena izin baku mutu belum di keluarkan, tapi telah membuang limbah ke sungai. Jadi kita akan berikan sanksi tegas dan melaporkan temuan ini kepada Pak Bupati untuk diusulkan penghentian operasional PT PSJ yang telah melanggar hukum ini,” tegasnya.

Ditambahkan Dwi, bahwa perusahaan belum diperbolehkan untuk membuang limbah cair, karena izin baku mutunya belum dikeluarkan oleh Pemda Pelalawan. Selama ini, izin baku mutu baru bisa dikeluarkan jika limbah perusahaan itu telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Sementara itu, Manager Operasional Pabrik PT PSJ yang datang ke lokasi Nasaruddin, hanya mampu mengatakan tidak sengaja
saat ditanya alasan perusahaan membuang air limbah lewat pipa yang dibuat oleh mereka. Ia tidak mampu berbuat banyak saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media atas limbah air yang sudah dibuang hingga ada warga terkenak penyakit kulit.***(fin)

Siswi SMP Remuk Digilar Truk Tangki

matiBandar Sekijang (SegmenNews.com)- Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Timur, kali ini korbanya siswi SMP bernama Tia Azara (14) warga desa Kerinci Kiri, Kabupaten Siak.

Dikatakan Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Afrizal didampingi Kanit Laka Ipda JTP Silaban, Kamis (30/10/14), Tia tewas digilas mobil truk tangki di Km 32, desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sekijang.

Kejadian naas yang menimpa gadis belia itu terjadi, Selasa (29/10) siang saat korban pulang sekolah berboncengan dengan temannya Andini Novianti (14) mengendarai sepeda motor Yamaha Mio BM 6701 CV.

Namun ditengah perjalanan pulang dari arah Pekanbaru ke rumah Andini di desa Muda Setia, saat melewati jalan tanjakan. Korban mencoba mendahului sebuah mobil. Walau kondisi jakan tikungan tajam ke kiri, sepeda motor metik yang di tunggangi dua siswi SMP itu terus di pacu.

Tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil truk tangki, menyadari ada kendaraan besar, Andini mencoba menghentikan laju sepeda motornya dengan mengerem secara spontan, hingga hilang kendali. Alhasil temannya yang duduk dibelakang langsung jatuh terpental ke aspal.

Tia jatuh persis dibawah mobil truk tangki dan tergilas oleh ban belakang mobil itu. Sudah dapat dipastikan kondisi luka berat dibagian kepala yang pecah tergencet ban truk tangki hingga nyawa gadis ABG itu melayang di jalanan. Sementara temannya yang membawa motor selamat, walau mengalami luka-luka lecet.

Sedangkan supir truk tangki BM 8868 LR melihat korban tergilas ban, bukannya menolong, tapi langsung tancap gas lari dari lokasi kejadian. Warga melihat ada kecelakaan segera berdatangan dan menghubungi petugas kepolisian. Unit Lakalantas

Polres Pelalawan dan Polsek Bandar Sekijang yang mendapat laporan segera turun ke TKP untuk mengevakuasi korban.

“Dalam musibah kecelakan itu satu orang meninggal dunia dan satu luka-luka,” ujar AKP Afrizal.

Sementara pelaku sempat diburu warga dan pihak kepolisian Lantas Polsek Bandar Sekijang bersama anggota Pospol Kampar Kiri, setelah mobil truk tangki ditemukan sekitar 10 kilo dari kejadian. Tapi supir dan kernetnya berhasil kabur ke dalam semak usai meninggalkan kenderaanya dalam kondisi hidup di pinggir jalan.

“Sekarang kita masih melakukan pengejaran terhadap supir truk tangki yang telah dikantongi identitasnya. Sedangkan kendaraanya telah di amankan di Pos Lantas Simpang Beringin,” tambah Kanit Lantas Polres Pelalawan.***(fin)

Sempat Kejar-Kejaran, Polisi Ringkus Perampok Kontainer

Dua tersangka perampok mobil Kontainer tertuntuk lesu saat diamankan di kantor Polisi
Dua tersangka perampok mobil Kontainer tertuntuk lesu saat diamankan di kantor Polisi

Bandar Sekijang (SegmenNews.com)- Tim gabungan Polsek Bandar Sekijang dan Sat Reskrim Polres Pelalawan berhasil meringkus dua dari tiga kawanan rampok mobil kontainer bermuatan minyak makan jenis Bimolin sebanyak 20 ton, di Jalan Lintas Timur, Km 45, desa Kiyap Jaya, kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan.

Dua pelaku rampok tersebut yakni, Jamaluddin Irawan (58) warga Simalungun, Sumatra Utara dan Sugianto alias Lilik (37) warga Pembangunan, Sumut, Rabu (29/10) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Bandar Sekijang AKP Ardinal Efendi SH MH MM didampingi Kanit Reskrim Ipda Nazaruddin SE, membenarkan adanya penangkapan dua pelaku pencurian mobil bermuatan minyak asal Sumut tersebut.

“Kini kedua pelakk telah kita amankan setelah sempat terjadi kejar-kejaran dengan anggota saat akan di tangkap di depan pos Lantas Kiyap Jaya. Sementara satu orang rekan mereka yang telah dikantongi identitasnya sedang kita buru,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek aksi pencurian itu dilakukan saat supir mobil kontainer BK 8688 CJ bermuatan minyak makan dan mentega di parkir depan Rumah Makan Sinar, desa Kulim, Duri, kabupaten Bengkalis. Namun pelaku yang telah membuntuti korban dari Simpang Kawat, Sumut.

Tapi baru supir lengah saat berhenti istirahat tidur, para kawanan rampok langsung beraksi, dan berhasil membawa kabur mobil kontainer yang sarat muatan. Atas aksi itu sang supir segera melapor ke majikannya. Hingga para rekanya mencoba mencari tau keberadaan truk yang dibawa kabur tersebut.

Secara kebetulan terlihat kontainer melintas ke arah Jalan Lintas Timur, arak Pangkalan Kerinci, hingga rekannya melapor ke Pos Lantas Kiyap Jaya. Mendapat laporan ada mobil kontainer di rampok, personil Satlantas Kiyap Jaya, Polres Pelalawan melakukan razia.

Ketika menghentikan mobil kontainer yang dicurigai itu, sang supir tancap gas hingga di kejar dan berhenti di jembatan Kiyap Jaya. Atas kaburnya kawanan rampok itu, Katim Pos Lantas Kiyap Jaya, Aiptu Sukri segera melaporkan ke Polsek Bandar Sekijang AKP Ardinal.

Mendapat laporan, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Nazaruddin membantu personil Lantas untuk memburu kawanan rampok yang kabur ke dalam perkebunan sawit. Melihat kawanan rampok kabur, polisi langsung melepaskan tembakan ke
udara.

Mendegar suara tembakan polisi, kawanan rampok tidak ciut dan terus kabur hingga akhirnya saat berada di depan salah satu warung di Jalan Lintas Timur berhasil ditangkap, sedangkan rekan mereka berinisial Ay selaku supir mobil hasil rampokan berhasil menghilang di tengah perkebunan sawit.

Sementara dua pelaku yang berhasil ditangkap, Jamaluddin dan Lilik kemudian digiring ke Mapolsek Bandar Sekijang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Bersama barang bukti mobil kontainer bermuatan minyak gorek merek bimolon dan mentega sebanyak 20 ton.

Menurut Kapolsek tersangka dan barang bukti akan di limpahkan ke Polsek Mandau, sebab lokasi pencurian terjadi di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.***(fin)

KPK Didesak Periksa Mantan Anggota DPRD Riau

Aksi Massa GEMPUR di depan Kantor Gubernur Riau
Aksi Massa GEMPUR di depan Kantor Gubernur Riau

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Puluhan Mahasiswa Gerakan Pemuda Riau (GEMPUR) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau jalan Jend Sudirman, Kamis (30/10/14).

Massa meminta KPK memeriksa seluruh mantan anggota DPRD Riau periode 2009-2014 dan memanggil Zukri Misran selaku anggota Banggar karena terindikasi praktek suap menyuap dalam Pengesahan APBD 2015.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Luis Jauhari mengatakan kepada segmennews.com, KPK harus menelusuri kasus dalam pemgesahan APBD 2015. Sebab pengesahan saat itu terkesan hanya dalam hitungan hari. Padahal, normalnya memakn tidak seperti biasa yang memakan waktu waktu hingga berbulan bulan.

“KPK harus memanggil Zukri Misran selaku mantan anggota Banggar DPRD, agar praktek suap menyuap dalam Pengesahan APBD 2015 ini terungkap,” desaknya.***(Chir)

39 Mahasiswi Akbid Salmah Siak Sri Indrapura Diwisuda

isudaSiak (SegmenNews.com)- Melalui sidang senat terbuka di gedung LAM Siak, Rabu (29/10/2014), sebanyak 39 orang mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Salmah Siak Sri Indrapura melaksanakan prosesi wisuda.

Imran SE, Ketua yayasan Salmah mengatakan, wisuda ahli madya kali ini merupakan wisuda yang ke empat kali sejak berdiri juni 2008 lalu. Jumlah alumninya sendiri saat ini sudah mencapai 179 orang.

“Kita sangat bersyukur, sebagian besar alumni akbid Salmah sudah terserap disektor pemerintah, sektor swasta maupun usaha mandiri. Kedepan kami berharap wisudawati kali ini juga punya kesmpoatan yang sama unuk berkiprah didunia kerja,” harapnya.

Sementara itu, Wakul Bupati Siak, Alfedri, mengatakan wisudanya akbid Salmah ini juga dapat memberikan kontribusi sangat besar dalam rangka meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan saat berada didunia kerja.

“Meskipun sudah wisuda, tapi proses pembelajaran tidak hanya sampai disini saja, tapi tetap belajar dilingkungan masyarakat agar dapat mengimplementasikan ilmunya ditengah masyarakat dan memberikan pelayanan yang terbaik tentunya,” pungkas wabup.***(btp/ran)