Siak (SegmenNews.com)- Kabupaten Siak menyimpan beragam jenis kuliner khas Melayu di masing-masing kabupatennya. Namun, keberadaan kuliner khas melayu itu hampir punah karena tidak diberdayakan oleh keturunannya.
Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Siak, Kadri Yafis, berharap agar kuliner melayu di Siak di buatkan buku khusus dengan menggunakan anggaran APBD Siak 2015 mendatang.
“Ada sebanyak 50 lebih jenis kuliner khas melayu di kabupaten Siak. Untuk mengangkat makanan dan minuman tradisional ini sangat perlu dibuatkan buku agar bisa dipelajari anak cucu kita kedepannya,” ujarnya kepada bertuahpos.com, ketika di hubungi melalui selulernya, sabtu (15/10/2014).
Dikatakannya, sejauh ini pembuatan buku tersebut sedang dikonsultasikan kepada pihak terkait. Semua bahan-bahannya juga sudah dikumpulkan untuk dijadikan buku.
“Oleh karena itu dibuatlah buku, untuk dikembangkan, diteruskan, agar bisa berkembang dan dipelajari. Nantinya juga akan kita salurkan ke seluruh sekolah dan pustaka di kabupaten Siak,” tandasnya.***(btp/ran)
Rengat (SegmenNews.com)- Tarif parkir pada saat konser Wali saat penutupan Porprov Riau VIII di stadion Narasinga Rengat, Jum’at (24/10/2014) mendapat keluhan dari warga Rengat. Pasalnya, tarif parkir sebesar Rp 5.000 dirasa memberatkan bagi masyarakat yang akan memarkirkan kendaraannya.
Seperti yang dikeluhkan oleh Imam warga Rengat yang mengeluhkan hal tersebut. “Mahal sekali parkirnya, masak sampai Rp 5000. Biasanya Rp 1000 atau 2000 dan paling tinggi Rp 3000, gak masuk diakal tarifnya,” ujarnya kesal.
Imam melanjutkan, akibat dari parkir tersebut, dirinya enggan membayar tarif tersebut dan langsung meninggalkan orang yang hendak memungut biaya parkir. Sementara itu, Yudi juga mengatakan hal yang sama, bahkan dirinya sempat ribut dengan petugas parkir lantaran mahalnya tarif tersebut.
“Ya mereka saja yang hanya mencari untung, padahal tarif normal hanya Rp 1000 saja. Terlalu mengada-ada mereka itu,” katanya.
Ketika hendak ditemui salah seorang tugas parkir yang meminta tarif parkir sebesar Rp 5000, dirinya hanya menjawab hal ini tergantung karena ada event saja.
“Kan lagi ada konser, kalau saya tetapkan tarif segitu wajar, lagian ada kok yang tidak komplain,” ujarnya singkat.***(btp/ran)
Kampar (SegmenNews.com)- Terkait insiden kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kapolsek Kampar Kiri, Amril, Jum’at (24/10/2014) pagi. Keluarga dan warga sekitar menggelar aksi di Mapolsek Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Massa meminta Kepala Kepolisian Daerah Riau (Kapolda Riau) mencopot Amril.
Rico yang ikut dalam aksi itu, mengatakan, sikap Amril sudah tidak mencerminkan seorang pelindung masyarakat. Ia menilai, arogansi Amril sudah meresahkan pihak keluarga dan masyarakat.
Selain itu, kata Rico, mereka juga meminta agar Polda mengusut dugaan penganiayaan yang menimpa Angky. “Kami akan melapor ke Direskrim dan Polda Riau. Kami minta kasus ini diusut,” tandasnya.
Rico mengaku telah melaporkan insiden itu ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) secara lisan via sambungan seluler. Ia meminta agar pengusutan kasus itu diawasi sampai tuntas.Baca Juga Kronologisnya: Kapolsek Kampar Kiri Diduga Tampar Warga***(Shmi)
Kampar Kiri (SegmenNews.com)- Seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia diduga menganiaya seorang warga. Dia adalah Komisaris Polisi Amril yang saat ini menjabat Kepala Kepolisian Sektor Kampar Kiri. Tanpa sebab yang jelas, ia langsung menempeleng warga, Jumat (24/10/2014) pagi.
Perbuatan Kompol Amril dialami oleh Angky Meiputra, warga Lipat Kain, Kampar Kiri. Pemuda berusia 20 tahun itu mendapat kekerasan fisik di lobi Markas Polsek Kampar Kiri. Keterangan tentang kronologis kejadian diperoleh dari Rico Febputra, saudara kandung korban.
“Maaf, Angky belum bisa diwawancara. Dia masih shock nampaknya,” ujar Rico. Dikatakan, kejadian pagi itu bermula ketika Angky mendatangi Mapolsek bersama seorang temannya bernama Aris. Angky menemani Aris memenuhi panggilan Penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pengeroyokan.
Pagi itu, mereka tiba di lobi Mapolsek dan langsung ditemui oleh Kapolsek. Kemudian, Kapolsek pun langsung menanyai Aris. “Ikut kau mengeroyok? Apa ikut kau?,” ujar Rico menceritakan pertanyaan dari Kapolsek. Aris menjawab tidak ikut melakukan pengeroyokan.
“Sudah itu, tiba-tiba dia (Kapolsek) menempeleng Angky dari belakang. Nggak tau karna apa masalahnya,” ungkap Rico. Setelah ditempeleng, kepala Angky dikepit dengan lengan. Kemudian punggungnya ditendang, lalu kepalanya dikepit dengan lengan. Untung, korban berhasil melarikan diri dari dalam gedung Mapolsek.
Sampai di halaman Mapolsek, lanjut Rico, dua anggota polisi memakai kemeja batik menghadang Angky. Bahkan, kedua oknum polisi itu sempat mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh adiknya itu. Akibatnya, korban mengalami beberapa luka cakar.
Angky kembali menyelamatkan diri. Dua anggota polisi itu sempat mengejar korban sampai ke rumah nenek mereka yang terletak sekitar 300 meter dari Mapolsek. Di rumah neneknya, kata Rico, barulah korban benar-benar selamat dari perlakuan tidak terpuji pelindung dan pengayom masyarakat itu.
Atas kekerasan yang menimpa adiknya, dikatakan Rico, pihak keluarga telah meminta Polsek Kampar Kiri mengambil visum korban. Namun surat pengantar tidak dikeluarkan. “Akhirnya kami sekeluarga meminta Puskesmas memvisum. Kepala adik saya nampak memar,” ujarnya. Sementara Aris, kata dia, sudah langsung ditahan.
Saat dikonfirmasi, Jumat sore, Kapolsek, Amril membantah semua keterangan yang disampaikan Rico. “Itu tidak ada penganiayaan. Anggota hanya mendorong keluar dari kantor,” katanya.
Amril menceritakan, pagi itu, Angky bersikap kurang sopan kepada penyidik. Sementara kehadiran Angky di Mapolsek sebagai pihak yang tidak berkepentingan dalam sebuah kasus pengeroyokan. Disebutkan, pengeroyokan itu terjadi sekitar 15 hari lalu.
Pengeroyokan melibatkan seorang anak dari seorang warga bernama Darmadi. Anak itu sudah ditahan. Ditanya nama anak itu, Amril mengaku lupa. Pagi itu, papar dia, penyidik sedang melakukan pemeriksaan. “Tapi Angky bilang, apa ini polisi main tangkap-tangkap aja,” ujarnya.
Amril mengakui, sikap Angky dinilai berlebihan. “Sudah disuruh keluar, tapi dia (Angky) tidak mau. Dia malah bilang, Polsek itu kampung halamannya,” katanya. Sehingga ia meminta anggotanya untuk menyuruh Angky keluar dari dalam kantor.
Saat dikonfirmasi, Amril mengaku sedang berdialog dengan para pemangku adat setempat. Ia bersama Kepala Bagian Operasi Polres Kampar Kompol. Marton Harahap. “Saya sudah sampaikan, kalau ada sikap anggota yang salah, saya minta maaf,” katanya.Baca Selanjutnya: Warga Minta Kapolda Riau Copot Kapolsek Kampar Kiri.***(Shm)
Air laut tercemar limbah PT Sara Rasa Biomas,. mengakibatkan nelayan kehilangan mata pencarian
Selatpanjang (SegmenNews.com)- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten kepulauan meranti, Provini Riau dalam waktu dekat berjanji akan segera menurunkan tim ahli ke lokasi tempat pembuangan limbah cair yang dilakukan oleh PT Sara Rasa Biomas yang menyebabkan puluhan nelayan sejak tiga bulan terakhir tidak lagi melaut akibat ikan punah.
Hal ini disampaikan kepala kantor Badan Lingkungan Hidup(BLH) kepulauan meranti,Irmansyah melalui selulernya ketika dihubungi wartawan media ini pada rabu(21/10)kemaren,Pihaknya belum mengetahui atau belum dapat laporan soal adanya pencemaran limbah cair disekitar perairan selat air hitam sehingga menyebabkan puluhan nelayan tidak lagi melaut akibat ikanya punah,
“Wah, kalau demikian adanya, kita mohon dukungan dari para nelayan, wartawan maupun lsm soal pembuangan limbah cair yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, sejauh ini kita memang belum dapatkan informasi maupun data lengkapnya,” ungkap Irmansyah yang mengaku sedang jalankan dinas luar di Jakarta itu.
Lanjut Irmansyah lagi, kalau memang benar kondisinya demikian, dimana para nelayan yang selama ini mencari nafkah disekitar pantai selat air hitam tidak lagi beroperasi akibat ikannya tidak habis disebabkan limbah dari perusahaan itu, ini jelas perlu ditindak lanjuti secara cepat.
“Mohon dukungan sempel limbah yang dibuang kelaut oleh pihak perusahaan, sempel tersebut untuk kita gunakan uji labfor, kita kita punya tim ahli dalam hal pengujian sempel limbah,” kata Irmansyah lagi.
Irmasyah atau yang akrab disapa Irman mencetuskan, jika dalam penyelidikan dilokasi benar ditemukan limbah berbahaya dan mengancam biota air, yang mengakibatkan punah ikan dan merugikan kalangan nelayan akan ditindak.
“Kita sikat aja perusahaan yang semena mena buang limbah kelaut itu,” tegas Irman.
Sementara itu Buyung ketua LSI Kabupaten kepulauan meranti, ketika melakukan investigasi bersama wartawan media ini kelokasi pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT Sara Rasa Biomas menegaskan, perusahaan tersebut harus ditindak tegas. Karena sudah merugikan para nelayan.
“Gara-gara limbah perusahaan, nelayan tak lagi bisa melaut karena ikan sudah habis mati. Tidak ada alasan lagi buat aparatur terkait untuk tidak menindak tegas perusahaan pembuang limbah ke laut, jangan sampai dibiarkan hal ini terus terjadi di kabupaten kepulauan meranti,” geram Buyung.
Lain halnya Arduan kepala dusun 3 desa bokor. Dia mengaku selama ini nelayan cukup sejahtera dengan penghasilan melaut, tapi semenjak perusahaan PT Sara Rasa berdiri. ikan dilaut banyak yang mati dan ada juga yang perki karena limbah perusahaan itu.
“Rata-rata masyarakat disini hanya nelayan, tapi karena ikan tidak ada lagi, maka banyak masyarkat yang hijrah ke Negeri Jiran Malaysia jadi TKI untuk mencari nafkah, ada juga yang menjadi petani,” ujar Arduan memelas.***(def)
Bangkinang Kota (SegmenNews.com)– Jajaran Polsek Kampar Kiri tangkap pelaku judi togel atas nama BS, (LK 40 THN) warga Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir di sebuah Kafe milik Suwardi di Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Kamis (23/10/2014) sekira Pukul 03:00 wib.
Penangkapan di lakukan saat jajaran Polsek Kampar Kiri sedang melaksanakan operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang mengikutsertakan Kepala Desa, ninik mamak dan tokoh masyarakat dan langsung dipimpin Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Amril SH.
Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 2 lembar kertas rekap penjualan nomor togel, 1 buah HP dan uang tunai Rp. 20 juta yang diduga merupakan hasil penjualan togel.
Kapolsek melalui Paur Humas Polres Kampar Ipda Deni Yusra membenarkan penangkapan itu, disampaikan bahwa penangkapan terhadap tersangka pelaku judi togel ini dilakukan saat Polsek Kampar Kiri tengah menggelar razia operasi pekat dengan sasaran kafe kafe yang ada diwilayah hukum Polsek Kampar Kiri.
Saat ini tersangka beserta barang bukti yang ditemukan petugas telah diamankan di Polsek Kampar Kiri untuk proses hukum lebih lanjut.***(Shmi/ali)
Waka Polres Kampar, Kompol Yuniar Ari Darmawan SiK pimpin apel kosolidasi
Bagkinang Kota (SegmenNews.com)- Polres Kampar gelar Apel Konsolidasi pasca pengamanan Pemilu 2014, Jum’at pagi (24/10-2014). Bertindak selaku pimpinan apel Waka Polres Kampar, Kompol Yuniar Ari Darmawan SiK dan diikuti pejabat utama Polres Kampar dan Kapolsek Jajaran serta segenap personil Polres Kampar dan Polsek Jajarannya.
Pada Apel Konsolidasi pasca pengamanan Pemilu 2014 ini pimpinan apel membacakan amanat Kepala Kepolisian RI, disampaikan Kapolri bahwa apel konsolidasi yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Polda dan satuan kewilayahan ini merupakan bagian dari proses manajerial yang penting kita lakukan untuk evaluasi sekaligus menutup rangkaian pengamanan Pemilu 2014 yang telah dilaksanakan selama 224 hari.
“Sebagaimana diketahui perhelatan akbar pesta demokrasi telah berlangsung dengan aman, sukses dan lancar, kita patut bersyukur dan bangga sebagai bangsa Indonesia yang telah menunjukkan kepada dunia kematangan demokrasi dinegara kita,” sampai Wakapolres.
Lanjutnya, Polri bersama TNI beserta komponen bangsa lainnya telah pengawal pesta demokrasi ini dengan baik sehingga semua agenda dapat terlaksana dengan aman dan lancar. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2014, tindak pidana pemilu yang terjadi baik pemilu legislatif maupun pemilu Pilpres terjadi penurunan dibandingkan pemilu 2009 yang lalu.
Untuk pemilu legislatif tindak pidana pemilu mengalami penurunan sebesar 46,9 % dari 682 kasus pada pemilu 2009 menjadi 362 kasus pada pemilu 2014, dan untuk pemilu pilres terjadi penurunan sebesar 58,8 % dari 51 kasus pada pemilu 2009 menjadi 21 kasus pada pemilu 2014.
Dari data tersebut mengidentifikasikan bahwa segenap komponen bangsa telah memiliki kesadaran hukum yang cukup tinggi disamping aparat yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik pula.
Namun keberhasilan tugas mulia ini hendaknya tidak membuat kita cepat berpuas diri namun harus dijadikan pemicu bagi pelaksanaan berbagai tugas kedepan secara lebih optimal.
Dalam pelaksanaan pengamanan pemilu 2014 juga menyisakan duka mendalam bagi institusi Polri dengan gugurnya 16 personil saat bertugas, mereka yang gugur merupakan Bhayangkara sejati yang rela berkorban demi tugas negara, oleh sebab itu sepatutnyalah kita sampaikan penghargaan dan belasungkawa yang sedalam – dalamnya dengan iringan doa semoga pengabdian mereka menjadi amal ibadah dihadapan Allah SWT dan semoga kita semua tetap diberi perlindungan oleh Allah SWT dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.***(shm)
Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi S.si bersama Kepala Dinas Kesehatan Prov. Zainal Arifin membuka tirai tanda diresmikannya NAPZA RSJ Tampan.
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Jum’at (24/10/14), Gedung Napza untuk menampung para pecandu narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif di rumah Sakit Jiwa Kecamatan Tampat diresmikan. Sebelum diresmikan pemakaian Gedung Instalasi NAPZA, Badan Nasional Narkotika (BNN) sudah lama memberikan bantuan fasilitas dan peralatan perehaban.
Peresmian pemakaian gedung baru ditandai dengan pembukaan selubung yang dihadiri Kepala dinas Kesehatan Prov, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Dir. Narkoba Polda Riau, Camat Tampan Kota Pekanbaru, Ibu Chairani SSTP, Kepala RSJ Tampan dan sejumlah pejabat lainya. Hadir juga sejumlah pejabat dari ibukota Jakarta.
Plt Gubernur yang di Wakili oleh Kepala dinas Kesehatan Prov. Raiau, Jumat (24/10/14) usai peresmian menyempat diri meninjau gedung yang telah diresmikan kegunaanya itu.
Riau tercatat rawan peredaran narkotika. Oleh itu kata Plt Gubernur Riau di Wakili oleh Kepala dinas Kesehatan Provinsi Riau, diharapkan setelah diaktifkannya pemakaian Instalasi NAPZA ini dapat menampung para pecandu, dan merawat mereka hingga pulih kembali da bisa berkreasi dan diterima masyarakat kelak.***(chir)
Ratusan bungusan diduga Ganja diturunkan dari truk (rtc)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Petugas Badan Nasional Narkoba (BNN) Riau menangkap truk fuso yang diduga berisi ganja kering. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak BNN Riau.
Dari pantauan wartawan, Jumat (24/10/14), truk fuso dengan 10 ban tersebut kini sudah diamankan di halaman BNN Riau. Pukul 11.10 WIB sedang dilakukan pembongkaran muatan truk.
Modus yang dilakukan supir truk, ratusan bungkusan plastik yang diduga berisi ganja ditimpa dengan kardus-kardus bekas. Pembongkaran muatan truk itu dikawal petugas keamaan berpakaian batik dengan menenteng senjata api otomatis.
Sempat terjadi keributan, ketika pihak BNN Riau menghalangi wartawan yang akan mengambil gambar pembongkaran barang bukti. Salah satu petugas memarkirkan mobil Nissan X-Trail, sehingga menghalangi wartawan foto dan kameraman televisi nasional. Ketika wartawan melewati tali pembatas, beberapa petugas keamaan kantor langsung melarang dan mendorong wartawan.
Salah seorang petugas BNN yang memantau proses pembongkaran barang bukti langsung menemui para wartawan yang ribut dengan insan media.
“Tolong pengertian teman-teman semua. Karena ini masih dalam pengembangan, besok akan ada press release dari petugas BNN Pusat,” ucapnya.
Akhirnya para insan pers ini mengalah dan langsung mundur, kembali di luar pagar tali. Sementara proses pembongkaran hingga berita ini diturunkan masih berlangsung.***(rtc/ran)
Barcelona (SegmenNews.com)– Bintang Barcelona, Lionel Messi berpotensi memecahkan rekor Timo Zarra sebagai pencetak gol La Liga Spanyol terbanyak sepanjang masa. Kesempatan itu hadir saat Blaugrana bertandang ke markas musuh abadi mereka Real Madrid di Santiago Bernabeu, Sabtu (23/10) malam WIB
Saat ini, pemain berjuluk La Pulga itu sudah mengemas 249 gol, sedangkan rekor yang ditorehkan Zarra adalah sebanyak 251. Menanggapi hal tersebut, gelandang Barca, Andreas Iniesta mengaku ingin sekali melihat Messi memecahkan rekor dan memimpin Barca meraih kemenangan penting.
“Akan menjadi momen istimewa jika dia (Messi) melakukannya di kandang Barcelona. Tapi, tetap saja kemenangan tim adalah hal yang utama,” ujar Iniesta seperti dilansir Marca pada Jumat (24/10)
Meskipun begitu, Iniesta menegaskan jika Barca bukan hanyalah Mssi seorang. Ia bersama rekan-rekannya brjanji akan tampil kompak untuk meraih kemnangan dibandingkan hanya sekedar mencatatkan rekor
“Saya tidak hanya percaya pada Leo, saya percaya kepada seluruh tim bahwa kami bisa menang di Madrid. Buat apa memecahkan rekor jika akhirnya kami harus kalah,” kata Iniesta.***