Beranda blog Halaman 2543

Ternyata Pembangunan Jembatan Selat Rengit tak Dibahas di DPRD

Jembatan Selat Rengit di Meranti Terbengkalai Habiskan Ratusan Miliar
Jembatan Selat Rengit di Meranti Terbengkalai Habiskan Ratusan Miliar

Selatpanjang (SegmenNews.com)- Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Hafizan Abbas mengungkapkan bahwa sejak awal perencanaan dan DED proyek multiyars Jembatan Selat Rengit tidak dilaksanakan dengan jelas.

Bahkan tak pernah dibahas di DPRD secara mendetail. Sehingga banyak anggota Dewan periode 2009-2014 tak mengetahui perencanaan pembangunan jembatan itu.

Politisi Partai PKB ini juga mengakui dirinya tidak mengetahui secara persis dimulainya perencanaan proyek yang menyedot ratusan milyar rupiah itu.

“Bahkan dari segi pengusulan rencana pelaksanaan pekerjaan proyek itu tidak disampaikan ke dewan secara jelas. Hasilnya dalam pembahasan rencana penganggaran pekerjaan proyek itu tidak diketahui secara mendetail oleh wakil rakyat kebanyakan.

Dari segi penganggaran, sebutnya, ada tiga sharing anggaran,dimana 30 persen didanani dari APBN, 30 persen lagi dari APBD Provinsi riau, dan 40 persen dari APBD Kabupaten Meranti. Hanya saja kenyataanya yang jelas mengalokasikan dana untuk kegiatan proyek tersebut murni dari APBD Meranti.

Dijelaskannya lagi, kalaupun ada alokasi dana APBD Provinsi Riau untuk pekerjaan proyek Jembatan Selat Rengit, itu bukan untuk dana pekerjaan proyek jembatan, melainkan dana hibah yang akhirnya digunakan untuk pembiayaan proyek tersebut oleh Pemda Meranti,

Atas munculnya persoalan tersebut, DPRD Meranti harus melakukan pengawasan ekstra keras dan harus berani mengambil sikap tegas dalam menyikapi masalah tersebut. Seperti membentuk tim panitia khusus (Tim Pansus) proyek Jembatan Selat Rengit.

“DPRD diberi wewenang penuh oleh undang-undang untuk melakukan penyelidikan terhadap seluruh aspek penyebab gagalnya pelaksanaan proyek Jembatan Selat Rengit itu dari awal pelaksanaanya sampi akhir, kita harus bentuk Pansus,” tegas Hafizan.

Sesuai Undang-Undang Tim Pansus berhak memanggil dan meminta keterangan pertanggung jawabanya terhadap siapa pun yang terlibat atas kegagalan proyek Jembatan Selat Rengit itu. Yang jelas merugikan keuangan negara dan masyarakat.

“Jika DPRD tidak menggunakan fungsinya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang yaitu tidak menjalankan pembentukan Pansus, maka masyarakat berhak penuh mempertanyakan kepada wakilnya di DPRD.” terangnya.***(def)

Syamsurizal Disebut-sebut Masuk Calon Wakil Gubernur Riau

Syamsurizal
Syamsurizal

Bengkalis (SegmenNews.com)- Mantan Bupati Bengkalis, Syamsurizal disebut-sebut masuk dalam bursa calon wakil gubernur yang diajukan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Riau selain juga ada nama Normansyah Abdul Wahab yang juga mantan Wakil Bupati Bengkalis.

Informasi yang berhasil dirangkum, selain dua nama tersebut ada dua nama kader Golkar lainnya yang diusulkan oleh DPD I Partai Golkar Riau ke DPP Partai Golkar untuk mendapampingi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Dua nama lainnya adalah, Erizal Muluk, dan Septina Primawati Rusli.

Semula ada 11 nama yang muncul untuk “disandingkan” dengan Gubri. Ke 11 nama tersebut, diantaranya ada yang masih aktif sebagai kepala daerah di Riau, anggota DPRD Riau, pengurus teras DPD II Partai Golkar, adapula yang masih sebagai pejabat aktif yang duduk di pemerintahan.

Terkait empat nama yang diusung tersebut, Ketua DPD II Parta Golkar Bengkalis, Indra Gunawan, dihubungi, Rabu (22/10) mengatakan, DPD II Golkar Bengkalis bersama sejumlah pengurus DPD lainnya sudah sepakat menyerahkan hal tersebut kepada DPD I Parta Golkar Provinsi Riau. Siapapun yang diusulkan ke DPP dan siapa yang ditunjuk nantinya, DPD II Bengkalis mendukung keputusan tersebut.

“Kami (DPD II Partai Golkar Bengkalis,red) bersama kawan-kawan pengurus DPD II lainnya sudah sepakat menyerahkan sepenuhnya kepada DPD I, apapaun keputusannya, siapapun yang ditunjuk nantinya kami dukung sepenuhnya,” ujar Indra Gunawan.

Pria yang akrab disapa Eet ini menambahkan, empat nama yang muncul tersebut adalah kader-kader partai terbaik. Untuk itu, dirinya yakin DPD I Partai Golkar Riau juga akan mengusulkan dan memberikan keputusan yang terbaik.

Terpisah, mantan Ketua BEM STAI Bengkalis, Zuriat mengatakan, jika boleh menganalogikan keterwakilan, maka dua nama, Syamsurizal dan Normansyah Wahab merupakan representasi dari wilayah Riau bagian Pesisir. Sangat tepat jika DPP Partai Golkal meloloskan salah satu dari dua nama tersebut untuk duduk mendampingi Gubernur Arsyadjuliandi Rachman.

“Ya, memang jadi pemimpin itu tidak bisa sekedar mewakili kelompok ini atau itu. Tapi kalau boleh menganalogikan sebuah keterwakilan, setidaknya dua nama itu (Syamsurizal, Norman) merupakan representasi Riau bagian Pesisir. Ya pak Gubri-kan dari daratan tak salah kalau wakilnya dari pesisir,” sebut Zuriat.

Lagi pula kata Zuriat, dua nama tersebut sudah dikenal di tengah masyarakat. Syamsurizal berhasil memimpin Bengkalis selama dua priode, sedangkan Norman juga sukses mendampingi Syamsurizal dipriode terakhir. “Sekali ini, pendapat yang saya sampaikan bukan apriori tapi memang keduanya layak dan cakap untuk jadi Wagubri,” sebutnya. (MC Riau/ran)

Pemprov Riau Terus Siapkan Dana UMKM

Arsyadjuliandi Rachman
Arsyadjuliandi Rachman

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan pihaknya terus menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembinaan usaha mikro kecil dan menengah yang ada di berbagai wilayah kabupaten/kota.

“Itu sudah menjadi tugas pokok bagi pemerintah provinsi untuk menjadikan pelaku UMKM yang kuat, yang mampu bertahan ditengah krisis sekalipun,” kata Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Rabu (22/10/14).

Selain pembinaan, pemerintah provinsi juga ikut mempromosikan produk-produk UMKM bahkan hingga ke pemasaran. Pihaknya juga berkomitmen memperbanyak pelaku UMKM di Riau dengan berusaha menumbuhkembangkan mereka dengan bantuan modal, pelatihan, dan pemasaran hingga promosi.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Riau merupakan yang kelima tertinggi nasional bahkan di Sumatera merupakan yang tertinggi.

Dengan demikian, lanjutnya, peluang untuk sektor UMKM untuk tumbuh dan berkembang di Riau akan semakin besar dan ini harus menjadi perhatian bersama. “Perusahaan perbankan juga harus turut serta membantu dalam permodalan, selain juga melakukan pembimbingan agar terus semakin maju,” katanya.

Arsyadjuliandi mengatakan, setiap tahun pemerintah provinsi terus mengeluarkan trobosan terkait upaya pengembangan industri mikro, kecil dan menengah yang ada di seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau.

“Bentuk programnya itu ada banyak, mulai dari pameran produk, bimbingan teknis, hingga teknik pemasaran dan bantuan pendanaan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov Riau juga mengimbau agar seluruh perusahaan yang beroperasi di Riau untuk membantu UMKM di daerah kabupaten/kota dengan memasukkannya pada program-program sosial.

Semisal yang dilakukan Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) yang telah menyelenggarakan Anugerah UMKM Awards sejak 2009 silam. Menurut dia, kegiatan itu dapat memacu semakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk terus berkembang dan maju.***(advertorial/hms)

Proyek Multiyears JSR Gagal, Bupati Meranti Sebut Hal Biasa

Bupati Meranti Irwan Nasir saat meninjau jembatan selat rengit, Rabu (22/10/14)(Segmennews.com)
Bupati Meranti Irwan Nasir saat meninjau jembatan selat rengit, Rabu (22/10/14)(Segmennews.com)

Selatpanjang (SegmenNews.com)– Walaupun sudah menghabiskan uang rakyat hingga ratusan miliar untuk pembangunan Jembatan Selat Rengit yang pada akhirnya gagal dan terbengkalai. Bupati Kabupaten Meranti, Provinsi Riau, Irwan Nasir menganggap itu hal biasa seolah-olah menyepelekan kegagalan proyek.

Saat peninjauan, Bupati bersama Kadishubkominfo, Hariadi ST MT, Kadis PU Ardahani dan pejabat lainya di lokasi jembatan selat rengit, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (22/10/14), dengan entengnya Bupati mengungkapkan persoalan kegagalan pembangunan jembatan itu tidak jadi masalah hanya sebuah persoalan biasa.

“Tidak ada persoalan yang serius atas gagalnya proyek jembatan selat rengit,” tukasnya enteng.

Bupati malah membandingkannya dengan proyek pembangunan jembatan siak III dan jembatan siak IV yang belum selesai di Pekanbaru. Padahal jaksapun tengah memeriksa pembangunan itu.

“Coba kita lihat di Pekanbaru saja proyek jembatan siak III dan IV sudah jadi malah rusak, kok orang tidak ada yang ribut ribut, juga jembatan siak IV yang juga siap tapi rusak, orang kok diam aja. Hanya di Meranti ini aja ada orang yang ribut-ribut itupun hanya beberapa orang saja, atau orang orang tertentu saja, jadi kalau sifatnya proyek-proyek yang besar seperti ini kalau ada keterlambatan atau persoalan itu sebuah sesuatu yang sangat biasa,” ujarnya santai.

Dibalik itu, Bupati mengakui dalam perjalanan pelaksanaan proyek jembatan mengalami sejumlah kendala, dari waktu 30 bulan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.

Pertama pelaksanaan pembangunan proyek jembatan selat rengit terhambat soal pengurusan izin pemanfaatan kawasan mangrove untuk pembangunan pelabuhan jembatan selat rengit, khususnya dari Kementerian Kehutanan RI, permintaan izin pemanfaatan kawasan mangruve itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebab penerbitan izin Menhut memakan waktu enam sampai tujuh bulan.

Lanjutnya, izin juga harus diperoleh dari Internasional Maritime Organisasion untuk ketinggian jembatan selat rengit itu juga membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Kesimpulannya, kita banyak waktu yang tersita dalam rangka untuk pengurusan perizinan dari pemerintah pusat, lebih kurang satu tahun keterlambatan pembangunan jembatan selat rengit ini yang diakibatkan oleh proses pengurusan perizinan,” tukas Bupati.

Walaupun demikian Bupati tetap menyalahkan pihak kontraktor pelaksana yang tidak bertanggung jawab melaksanakan pengerjaan.

Bupati mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan memerintahkan Kadis PU untuk melakukan proses pemutusan kontrak kerja dengan pihak perusahaan kontraktor. Sebab Kontraktor tidak mampu menyelesaikan pengerjaan proyek jembatan itu.

“Pemda Meranti akan melakukan audit didampingi Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) guna mengaudit proses pembangunan dan segala hal terkait proses pelaksanaanya, kemudian setelah diaudit baru kita bisa tentukan proyek ini, kita akan melakukan pembayaran kekurangan atas pekerjaan ini atau sebaliknya menyita jaminan pelaksanaan proyek yang diserahkan kontraktor kepada kita,” pungkas Bupati lagi.

Untuk diketahui, pembangunan Jembatan Selat Rengit itu merupakan proyek multiyears di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Nasir tahun 2012 hingga 2014 dengan anggaran sebesar Rp460 miliar lebih. Yakni tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp125 miliar, tahun 2013 sebesar Rp235 miliar dan tahun 2014 sebesar Rp102 miliar.

Nilai ini belum termasuk biaya pengawasan tahun pertama Rp2 miliar, tahun kedua Rp3,2 miliar dan tahun ketiga Rp1,6 miliar. Namun kenyataannya proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya KSO ini tidak tuntas dan baru berupa pancang-pancang. Terakhir disebut-sebut kontraktor sudah mulai hengkang dari lokasi proyek.

Kasus jembatan selat rengit terbengkalai itu juga diusut oleh POlda Riau. Selengkapnya: Polda Riau Usut Proyek Gagal Bupati Meranti.***(hasran/def)

Sandra Dewi Bakal Meriahkan Acara 1 Muharram 1436 H di Rohul

Drs H Achmad Msi
Drs H Achmad Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Untuk memeriahkan acara 1 Muharam 1436 H. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu-Riau bakal mengundang artis sinetron religi, Sandra Dewi pada tanggal 25 Oktober mendatang.

Artis cantik kelahiran Pangkal Pinang-Kepulauan Bangka Belitung 8 August 1983 itu akan tampil dikegiatan nada dan dakwah di Plaza Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) Pasir Pangaraian.

Hal itu disampaikan Bupati, Drs H Achmad Msi, Rabu (22/10/2014) saat membuka acara kegiatan pekan muharam di Plaza MAMIC Pasir Pangaraian. Disampaikan Bupati juga bahwa kegiatan keagaaman nantinya dilaksanakan versi nada dan dakwah, selain mengundang artis kondang artis tercantik 2008 tabloid xo, juga akan menampilkan fakar ahli hadits Provinsi Riau Abdul Somad.

Sebelumnya pentas nada dan dakwah, Kata Bupati Rokan Hulu paginya akan menggelar pawai takruf pesertanya para pelajar, mulai tingkat SD, SLTP dan SLTA sederajat dengan mengahdirkan sekitar 30 ribu masa.

” Kita harus mengaungkan syiar Islam, sebab Rokan Hulu dikenal dengan Negeri Seribu Suluk,” sebut Achmad.

Seperti diketahui, lewat film QUICKIE EXPRESS, Sandra terpilih sebagai bintang Pendatang Baru Terfavorit versi Indonesian Movie Award (IMA) 2008.***(dy/ran)

Empat Pasangan Mesum Diamankan Satpol-PP Kuansing

Satpol PP Kuansing Amankan Empat Pasangan Mesum
Satpol PP Kuansing Amankan Empat Pasangan Mesum

Teluk Kuantan (SegmenNews.com)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (18/10/2014) lalu mengamankan empat pasangan mesum saat menggelar razia di sejumlah hotel, wisma dan penginapan serta kafe yang ada di daerah tersebut.

Pasangan itu diamankan di Hotel Shinta, Hotel Osin dan dua pasangan di Hotel Mustika.

Pada saat itu mereka tidak bisa menunjukkan kartu identitas, sehingga mereka digelandang ke Kantor Satpol PP. Setelah didata, mereka diminta membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Tidak itu saja, pihak Satpol PP juga menghubungi pihak keluarga agar menjemput keempat pasangan itu. Hal itu dilakukan agar mereka malu dan juga efek dari tindakan yang mereka lakukan.

Pelaksana Harian Kepala Satpol PP Kuansing, Syamsir Alam ST ketika dikonfirmasi membenarkan empat pasangan yang bukan suami istri diamankan pihaknya saat melakukan razia.

“Mereka sudah dijemput keluarganya masing-masing. Jadi, mereka kita perbolahkan pulang,” tutupnya.***(kpr)

Kasus Annas, Sejumlah Saksi di Setdaprov Riau Diperiksa

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemeriksaan sejumlah saksi dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Setdaprov Riau untuk melengkapi berkas perkara tersangka Gubernur Riau non aktif Annas Maamun.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi. “Informasinya, tim penyidik sudah berada di Riau sejak Senin (20/10/2014),” kata Johan Budi kepada Antara, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (22/10/2014).

Ditanya siapa saja PNS yang telah dan akan diperiksa, Johan mengaku belum mendapat informasi tersebut. “Saya belum dapat informasi itu, dan saat ini sedang diupayakan berkomunikasi dengan penyidik di Pekanbaru,” kata dia.

Penyidik KPK memeriksa saksi terkait kasus dugaan korupsi Gubernur Riau non aktif Annas Maamun, sejak Rabu pagi di Aula Sekolah Polisi Negara (SPN) di Jalan Patimura, Pekanbaru.

Sebanyak empat orang staf protokol Setdaprov Riau tampak masuk ke ruangan tersebut, kuat dugaan menjadi terperiksa seperti Kepala Bagian Protokol Fuadilazi, dan ajudan gubernur bernama Firman.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK menetapkan dua tersangka. Selain Annas Maamun, tersangka lainnya adalah Gulat Manurung.***(ant/ran)

Gara-gara Ngintip Ortu Bersetubuh, Faisal Nekat Setubuhi Siswi SD

ilustrasi
ilustrasi

Medan (SegmenNews.com)- Faisal (27), warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, harus berurusan dengan pihak kepolisian karena tega menyetubuhi kekasihnya Bunga (12).

Aksi bejat Faisal tersebut terungkap setelah orangtua Bunga melihat perilaku aneh siswa kelas VI SD itu. Setelah diinterogasi, Bunga akhirnya mengaku telah disetubuhi Faisal setelah perayaan Idul Adha.

“Terduga pelaku kita amankan, karena laporan orangtua korban yang masih di bawah umur. Sekarang korban tengah melakukan visum. Sebentar lagi kita dapatkan hasilnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alexander Piliang, Rabu (22/10/2014).

Sementara Faisal yang telah ditahan di Mapolsekta Medan Timur, langsung mengakui perbuatannya sesaat setelah diperiksa Polisi. Ia menyatakan nekat menyetubuhi Bunga lantaran tak mampu menahan hasrat seksual akibat sering mengintip orangtuanya berhubungan badan.

“Aku sudah sering kepikiran. Tapi baru sama dia lah kesampaian. Aku sudah enggak kuat lagi menahan hasrat, karena seringkali melihat orangtuaku berhubungan badan,” ujar Faisal.

Ia mengungkapkan mengenal Bunga saat berkunjung ke rumah pamannya pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah. Saat itu Faisal meminta nomor ponsel Bunga, dan menjalin komunikasi insentif selama sepekan.

“Kenalannya waktu Lebaran Haji. Aku minta nomor HP-nya. Habis itu kami jadian. Lalu seminggu setelah hari raya, dia kuajak jalan-jalan. Lalu kami singgah di salah satu losmen di Jalan Bintang. Awalnya dia menolak, tapi karena kubilang aku akan bertanggung jawab kalau dia hamil, makanya dia mau. Kami melakukannya dua kali,” jelasnya.***
Red: hasran
Sumber : okezone

Kejati Didesak Usut Dugaan Persekongkolan Izin Pizza Hut

Massa Gempur menggelar aksi di Kejati Riau
Massa Gempur menggelar aksi di Kejati Riau

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Gerakan Pemuda Riau (Gempur) berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Rabu (22/10/14). Massa meminta Kejati Riau memanggil Walikota Pekanbaru Firdaus MT, terkait IMB Pizza Hut di jalan Sudirman.

Kordinator lapangan (Korlap), Bery Tinanto mengatakan bahwa bangunan Pizza Hut tersebut belum mengurus dan mendapatkan izin analisa dampak lingkungan dan lalu lintas (Amdal Lalin) dari pihak terkait.

Gempur menduga ada persekongkolan jahat antara Pizza Hut dengan Walikota Pekanbaru. Untuk itu mereka mendesak Kejati Riau agar mengusut tuntas pemberian izin IMB kepada pihak Pizza Hut.

“Ada persengkongkolan jahat antara Pizza Hut dan Walikota Pekanbaru mengenai pemberian IMB bangunan tersebut, sehingga usaha retail sekelas pizza hut bisa berdiri kokoh. Kejati harus mengusut itu,” jelasnya.***(chir)

Bangun Aula, Kepsek SMAN 6 Pekanbaru Akui Pungut Uang Siswa

Erdani, SPd
Erdani, SPd

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Setiap hari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Pekanbaru melakukan pemungutan kepada siswa dan siswinya untuk membangun gedung aula SMA Negeri 6 Pekanbaru.

Hal itu diakui salah seorang siswa SMAN 6 kelas X yang enggan dimuat namanya, katanya, setiap hari mereka harus merogohkocek untuk memberikan sumbangan pembangunan gedung untuk aula tersebut. “Ya, kami harus memberikan sumbangan, kata nya sih untuk pembangunan gedung aula bang,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala sekolah SMA Negeri 6 Erdani S.Pd kepada SegmenNews.com, Rabu (22/10/14) juga mengakui adanya sumbangan untuk pembangun gedung aula disekolahnya. Katanya, pemungutan sumbangan setiap hari itu sudah disepakati saat rapat bersama komite sekolah.

“Ya, itu sudah disepakati komite. Selama satu bulan lebih ini sumbangan sudah terkumpul Rp 100 juta. Gedung akan dibangun bertahap,” ujarnya enteng.

Namun saat disinggung mengapa pembangunan gedung tidak diajukan ke APBD. Kepsek malah mengeluh dan balik menyuruh wartawan mengurusnya.

“Susah mengurusnya itu, kalau bisa kamu saja yang mengurusnya,” tunjuknya kepada wartawan.***(chir)