Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah kota Pekanbaru gunakan jasa konsulat CV Nusa Karya Hutama (NKH) untuk melakukan survei kinerja pelayanan masyarakat di seluruh SKPD Pemko Pekanbaru.
Survei bertujuan untuk mengkoreksi kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. Survei bakal berjalan selama tiga bulan.
“Ya, Pemko bekerja sama dengan konsultan CV. Nusa Karya Hutama melakukan survei di seluruh SKPD mengenai kepuasaan pelayanan masyarakat. Hasil suvei akan kita terima di akhir tahun 2014 nanti,” papar Asisten III, Destrayeni Bibra, Rabu (8/10/14).
Dijelaskannya lagi, jika ditemukan ada pelayanan masyarakat yang kurang memuaskan, maka SKPD yang bersangkutan akan dikoreksi. Katanya, Indikator pelayanan SKPD terhadap barang dan jasa Ketepatan, kecepatan dan kinerja aparatur pemerintah, diperlukan pelatihan secara tekhnis.***(Chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pengerjaan Proyek pembangunan rumah sakit klas C kota pekanbaru di atas tanah seluas 3,5 hektar jalan garuda sakti kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau baru 6 persen.
Hal itu disampaikan oleh Asisten 1 Pemko Pekanbaru, M Noer, Mbs kepada segmennews.com, Rabu (8/10/14). Namun ditanya lebih lanjut seputar dana multiyears, M Noer bvelum bisa menjawab, sebab mennunggu konfirmasi stafnya. “Pembangunan rumah sakit pekanbaru merupakan proyek multiyears, sebentar saya telfon anggota saya dulu,” ujarnya.
Namun setelah menunggu cukup lama, tidak ada jawaban kepastian dari M Noer, termasuk staf yang ditelfonnya itu.
Untuk diketahui proyek pembangunan rumah sakit pekanbaru dianggarkan senilai Rp 46 miliar dari APBD Pekanbaru, sedangkan untuk peralatan medis dan kesehatan lainnya akan di anggarkan di APBN mendatang.***(chir)
Koto Gasib (SegmenNews.com)- Melalui program Community Development (CD) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan penyuluhan kesehatan berupa pola hidup sederhana dan kesehatan gigi kepada siswa-siswi disejumlah Sekolah Dasar (SD) di Koto Gasib, Siak, Provinsi Riau, Selasa (6/10/14).
Koordinator Region CD, RAPP, Tengku Kespandiar ST mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dimulai sejak usia dini yakni kepada siswa sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari di tempat berbeda yakni di SDN 006 Sengkemang, SDN 003 Buatan II Koto Gasib, dan SDN 002 Buatan I Kecamatan Koto Gasib Siak.
”Program kita memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui anak-anak kita usia sekolah, sehingga diharapkan nantinya anak-anak kita ini mampu menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan diri, lingkungan dan gigi. Kemudian secara kualitas, hidupnya akan meningkat, kesehatan lebih terjaga dan lebih produktif dalam bekerja,” kata Tengku Kespandiar.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan CD RAPP dengan tema yang berbeda. Selain pola hidup sehat dan kesehatan gigi, juga diberikan penyuluhan tentang kewaspadaan terhadap penyakit menular, seperti demam berdarah dan lainnya. Untuk penyuluhan kesehatan gigi juga dilanjutkan praktek menggosok gigi yang benar dibimbing oleh Dokter Gigi Depsi Indri dan Sariani, AmTG dari Puskesmas Koto Gasib.
Selain penyuluhan ke sekolah dasar, CD RAPP juga menggelar program penyuluhan kesehatan bagi para siswa-siswi tingkat SMP dan SMA serta juga ke masyarakat umum dengan kelompok sasaran Ibu-ibu dan Lansia (Lanjut Usia).
Sementara itu, mewakili Puskesmas, Drg. Depsi Indri menyambut baik kepedulian RAPP untuk bersama- sama turun ke masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.
”Mudah-mudahan ke depan kerjasama ini dapat lebih ditingkatkan. Sesungguhnya dengan keterlibatan RAPP ini akan lebih meningkatkan semangat masyarakat untuk memperbaiki kesehatannya. Kepedulian RAPP ini sangat mendukung Visi Misi bidang kesehatan dari Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si,” kata Dokter Gigi tersebut.
Ujang Jali, S.Pd, Kepala SD 003 Buatan 2 juga mengapresiasi kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut. Ia berharap siswa-siswinya mampu mengikuti dan memahami akan pentingnya menjaga kesehatan dan membiasakan menggosok gigi dengan benar sejak kecil.
Program penyuluhan kesehatan oleh CD RAPP, juga akan dilakukan di daerah lain seperti di Kecamatan Gunung Toar, Kuantan Singingi. Kegiatan serupa rencananya akan diikuti oleh ratusan peserta digelar, Sabtu (11/10) mendatang.***(rls/rinto)
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menerima Piala Penghargaan Investment Award 2014 yang diserahkan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Eko Prasojo
Jakarta (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) berhasil meraih peringkat ketiga Investment Award 2014 sebagai Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal (PTSP-PM) tahun 2014.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BKPM RI Mahendra Siregar kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kepada Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal Provinsi, Kabupaten & Kota Terbaik Tahun 2014, yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta. Selasa (7/10).
Investment Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia kepada Lembaga penyelenggara pelayanan & perizinan serta penanaman modal baik ditingkat provinsi maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Kabupaten Siak yang pada tahun 2013 lalu masuk urutan 10 besar mampu meningkatkan prestasi sehingga berada diperingkat ketiga tahun 2014, dari 413 kabupaten di seluruh Indonesia.
Posisi 4 (empat) besar yang diumumkan pihak panitia menempatkan Kabupaten Pindrang diurutan ke empat, Siak peringkat ketiga, Indragiri Hulu diurutan kedua dan kabupaten Sragen diurutan pertama.
Penetapan kualifikasi dan penilaian terhadap Kelembagaan Pelayanan terpadu Provinsi & Kabupaten ini dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia. Tahun ini merupakan tahun ke lima penilaian dan penganugerahan Invesment Award. Surver & Penilaian tersebut dilakukan hingga Juni 2014 meliputi 34 Provinsi, 413 kabupaten, 98 Kota, 5 pelabuhan & kawasan perdagangan bebas serta 2 kawasan Ekonomi khusus. Prosedurnya, setelah didapat hasil penilaian melalui survei, penyelenggara pelayanan terpadu diuandang untuk melakukan pemaparan di BKPM RI sebelum nantinya dilakukan uji petik dan pantauan langsung ke lapangan.
Acara ini dihadiri oleh Wamen PAN RB, Wamen Perdagangan, Direktur PT Surveyor Indonesia Bambang Isworo serta para kepala daerah yang menerima penghargaan.
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi usai menerima penghargaan mengungkapkan bahwa hal ini tentu saja merupakan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan dan mengutamakan pelayanan. “Khususnya bagi seluruh SKPD yang berkaitan dengan pelayanan agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Bupati.
Hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan iklim investasi yang lebih cepat di daerah. “Kita harapkan semakin timbul kepercayaan investor untuk menanamkan investasi sekaligus nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar beliau.
“Kita sudah meningkatkan fasilitas, yag diharapkan mampu memompa kinerja para pegawai, termasuk melakukan perbaikan terhadap semua jalur birokrasi yang mungkin dapat menganggu aktifitas penanaman modal di kabupaten Siak ” imbuhnya. Suasana aman dan kondusif dikabupaten Siak juga berperan dalam meningkatkan iklim investasi.
Senada dengan hal itu Kepala BPMPPT Kabupaten Siak Eriyanto SH mengingatkan bahwa tugas kedepannya tentu lebih berat, konsentrasi utama bukan pada penghargaan, melainkan secara terus menerus meningkatkan pelayanan secara lebih baik, cepat, tepat & cermat. Penghargaan bisa dijadikan tolak ukur untuk meningkatkan kinerja.***(advertorial/hms/rinto)
Bupati dan rombongan mengikuti Haul Syekh Ibrahim Alkolidi Annaqsyabandiyah ke-54 Tahun 2014
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Dihadiri Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi ribuan jemaah berbagai daerah dari tiga Provinsi yakni, Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Provinsi Riau ikuti Haul Syekh Ibrahim Al-kholidi Naqsabadiah di Dusun Kampung Baru, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (7/10/2014).
Kegiatan haul diawali dengan Membaca Al-quran oleh Indra Gunawan Imam Besar Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) Pasir Pengaraian, kemudian dilanjutkan Dzikir Togak lafaz tasbih, tahlil, tahmi dan takbir dipimpin Imam Yakuf.
Selanjutnya, dilakukan pembacan sejarah Syekh Ibrahim Alkholidi An-naqsyabandiayah, oleh Yoserizal, Lc yang juga Cicit dari Syekh Ibrahim sendiri mulai kelahirannya Kampung Sibotik sampai kifrahnya di tengah masyarakat, kemudian ketekunannya dalam mendalami ilmu tasawuf, hingga ke Makkah dan meninggal dunia.
Wabup Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM Sekdakab Rohul, Ir. Damri Harun, Kepala Badan, Dinas Kantor, Forkopinda, jamaah tariqot dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan kabupaten tetangga ikut ambil bagian mengikuti acara tersebut.
Bupati Achmad menyampaikan sebagai Warga Rohul patut berbangga ada orang-orang terkemuka lahir negeri ini, padahal waktu itu sagala fasilitas sangat terbatas, baik dalam konteks infrastruktur termasuk media komunikasi. Namun mereka tercatat sebagai pelaku sejarah.
“Mereka hanya bermodal keyakinan bisa mengabdi ke masyarakat, mereka hanya berharap keridoan dan hanya untuk mendapat pahala di sisi Allah,” ujarnya.
Jadi katanya, Simbol-simbol dan ruh keagamaan harus berdenyut di Kabupaten Rokan Hulu baik di siang dan malam hari, kata Achmad, ada tiga kelompok Islam, pertama orang cuek saja dengan Islam, kedua ada kelompok melaksankan ibadah secara berlebih-lebihan dan ketiga mereka melaksanakan ibadah sesuai ketentuan Ajaran Al-quran dan Alhadits.
Kini kondisinya umat Islam lagi krisis mental atau krisis keimanan, jadi untuk mengatasi itu salah satu manfaat dari tariqat itu, karena dengan ilmu tasawuf tersebut pekerjaannya hati, negeri ini sudah dicanangkan sebagai negeri tariqat.
“Kita memberikan yang terbaik pada Allah SWT, karena kita cinta denganya, supaya hajat kita dikabulkannya, inilah pengorbanan yang harus kita berika pada sang maha pencipta,” ucapnya.
Kemudian dengan Haulnya Syekh Ibarahim, mudah-mudahan umat Islam di Kabupaten Rokan Hulu bisa bertaqwa, jadi pengembangan keagamaan, para mursid dulupun mereka tidak hanya memetik tasbih, tapi mereka juga memikirkan kemakmuran rakyat.
Berlaku sebagai penceramah diacar itu, Pakar Ilmu Hadist Provinsi Riau Al-Ustadz Abdul Somad, Lc MA dengan tema terkait bidah dan Syirik.***(Adv/hum/ran)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kejaksaan tinggi Provinsi Riau telah periksa dua saksi lagi terkait dugaan korupsi pengadaan baju batik 10 ribu pasang di lingkungan Pemprov Riau senilai 4,3 miliar.
Dua saksi terperiksa tersebut yakni, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Prov Riau, Idaman dan Kasubag umum dan Kepegawaian RSJ Tampan, Muzakir. Keduanya di periksa tim tindak Pidana Korupsi (Pidsus) Kejati Riau, Selasa (7/10/14) sekitar pukul 09.00 wib.
Kasi Penkum Humas Kejati Riau kepada segmennews.com, Mukhzan SH mengatakan, keduanya di periksa sebagai saksi kasus dugaan pengadaan baju batik Pemprov Riau. Dua saksi didera pertanyaan sekitar penerimaan baju batik oleh instansi mereka dari rekanan dan PPTK.
Dalam kasus tersebut, kejati juga telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dari Setdaprov Riau AH dan GD tersangka lain Direktur CV Karya Cipta Persada RS sebagai perusahaan rekanan pemenang tender.
Sebelumnya, telah terjadi penyimpangan anggaran pada kegiatan pengadaan pakaian batik sebanyak 10 ribu pasang senilai Rp 4,3 Miliar dari dana APBD perubahan tahun anggaran 2012. Dalam proyek pengadaan itu, tersangka tidak melampirkan harga penawaran sendiri (HPS).
Tersangka juga tidak menyebutkan spesifikasi kualitas dan bahan baju. Selain itu, jumlah baju batik yang terealisasi hanya 7.000 pasang atau sekitar 70 persen, tidak sesuai dengan jumlah tender yang sudah disepakati, yakni 10.000 pasang.
Atas perbuatannya, Kejaksaan menjerat pelaku dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.***(Chir)
Walikota bersama Kepala BPTPM dan rombongan berpose dengan dua piagam nominasi dan piala PTSP Nasional sambil memperagakan salam PAS slogan Pekanbaru
Jakarta (SegmenNews.com)- Pekanbaru, Provinsi Riau kembali meraih prestasi bergengsi. Dari hasil penilaian tingkat Nasional, Pekanbaru merupakan satu-satunya Kota besar maupun Kota Metroilitan yang meraih penghargaan terbaik Nasional dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dari 89 Kota yang ada di Indonesia.
Piala Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Walikota Pekanbaru Firdaus MT bersama Kepala BPTPM Kota Pekanbaru Ir H Musa, Selasa (7/10/14) dari Kepala BKPM RI Mahendra Siregar serta sejumlah Wakil Mentri di Balroom Flores Borobudur Hotel Jakarta.
Kepala BPTPM Pekanbaru, Ir H Musa menjelaskan bahwa secara peringkat dari seluruh penghargaan tersebut, Pekanbaru berada di rangking ketiga, hanya saja dalam peringkat tersebut hanya Pekanbaru yang merupakan Kota Besar yang mendapat penghargaan tersebut.
Sedangkan peringkat 1 diraih oleh Kota Bitung Selatan yang merupakan Kota kecil dengan jumlah penduduk hanya 210 ribu jiwa, APBD Rp600 M, dan PAD RP92M, peringkat 2 diraih oleh Surakarta yang merupakan Kota sedang dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa dan APBD sekitar Rp1T, dan peringkat empat diraih oleh Kota Kecil lagi yakni Kota Banjar Jawa Barat, suatu Kota yang jumlah peduduknya 200 ribu jiwa dan APBD Rp900M, dengan PAD hanya Rp72M, yang jelas ketiga Kota tersebut berbanding terbalik dengan Pekanbaru yang jumlah penduduknya lebih dari 1 juta jiwa, APBD Rp2,7T, dan PAD Rp1T.
Kepala BPTPM Pekanbaru Ir H Musa yang mendampingi Walikota menjelaskan bahwa dari 10 Nominasi yang diumumkan sebelumnya juga tidak satupun Kota Besar atau Kota Metropolitan yang masuk nominasi penerima penghargaan tersebut.
“Penilainnya sangat ketat, sehingga tidak satupun Kota besar atau metropolitan yang masuk nominasi, hanya Pekanbaru satu-satunya. Dan Alhamdulillah saat pembacaan penghargaan ternyata kita mendapat peringkat 3 secara keseluruhan Kota di Indonesia, tapi kalau dikategorikan sebagaimana penghargaan bidang lain serti WTN, Adipura atau yang lainnya maka Pekanbaru adalah satu-satunya Kota besar yang meraih penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Indonesia,” ujar Musa.
Musa secara tegas menyebutkan bahwa penilaian PTSP tersebut dirasa kurang PAS (kurang fair), karena Kota besar disandingkan dengan kota kecil atau kota sedang yang jelas volume dan beban kerja pelayanannya jelas juh berbeda.
Walikota Pekanbaru menerima piala penghargaan Kota Pekanbaru sebagai Kota terbaik di bidang pelayanan terpadu satu pintu dari BKPM RI
“Kita akan usulkan hal ini nantinya ke BKPM RI, untuk dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian tahun selanjutnya,” kata Musa.
Sementara itu Walikota Pekanbaru, Firdaus MT seusai menerima piala penghargaan tersebut menyampaikan terimakasih yang teramat dalam kepada Satker yang telah melaksanakan pelayanan dan fungsi pelayanan tersebut, serta terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung program dan sistim pelayanan satu pintu yang dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru.
“Alhamdulillah ya, mungkin dalam pelayanan terpadu atau pelayanan satu pintu, kita (Pekanbaru-Red) baru pertama kali mendapat penghargaan ini, dimana sebelum-sebelumnya dalam nominasi saja kita tidak masuk, dan sekarang kita malah Alhamdulillah mendapat peringkat lagi, terimakasih kepada pimpinan dan seluruh staf dan karyawan BPTPM Kota Pekanbaru dan kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Walikota.
Disebutkan Walikota investment award tersebut bukanlah tujuan dari kinerja pemerintah kota, tetapi penghargaan yang diterima adalah semakin memotivasi Pemko dan seluruh pihak untuk semakin meningkatkan sistim pelayanan kepada masyarakat.
“Ini prestasi kita bersama, dan prestasi masyarakat Pekanbaru dalam mendukung serta mensukseskan program pemerintah kota Pekanbaru. Kita memang patut bersyukur yang ternyata dari sekian banyak kota besar atau kota metropolis di Indonesia, Pekanbaru satu-satunya yang medapat penilaian dan penghargaan dari pelayanan terpadu satu pintu ini,’’ ujar Walikota.
Walikota juga menjelaskan bahwa dalam kesempatan ini, untuk kategori Kabupaten, 3 Kabuapten di Riau masuk nominnasi yaitu Indragirihulu, Siak, dan Rokanhulu, dan hasilnya Indragirihulu meraih peringkat kedua nasional dan Siak peringkat ketiga.***(advertorial/hums/chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Riau masih berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang. Dari informasi Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, diprediksi hujan turun pada sore atau malam hari.
Hal tersebut disampaikan staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto. “Kemungkinan Riau masih berpeluang hujan dengan
kapasitas ringan hingga sedang,” ujarnya di ruang kerja, Selasa (07/10/2014).
Kata Bibin, wilayah Riau yang berpeluang diguyur hujan terletak pada Riau bagian Barat, Utara, dan Tengah. “Riau bagian
Barat, seperti Pasirpengaraian Rokan Hulu, di Utara seperti Dumai dan Rokan Hilir (Rohil). Sedangkan Tengah, seperti wilayah
Pekanbaru, Siak dan sebagian kampar,” jelasnya.
Potensi hujan di Riau masih sangat besar. Selain memang sudah memasuki musim penghujan. Waktu turunnya hujan masih sekitar
Sore atau pun malam. Untuk kecepatan Angin, dari Tenggara hingga Barat. “Dengan kecepatan 8-30 kilometer per jam,” tutup
Bibin.
Mengenai hujan yang dari malam sampai siang pada akhir pekan lalu. Bibin menyebutkan hal itu karena adanya fenomena sirkulasi
Eddy. “Fenomena alam dimana terjadinya pusaran massa udara yang berputar di satu tempat. Sehingga menyebabkan hujan lokal
yang berdurasi lama,” jelasnya. Dirinya belum bisa memprediksi apakah fenemona yang sama terjadi akhir pekan depan.***(btp/ran)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- 246 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu (Rohul), yang tergabung pada kloter 5 bersama JCH Inhu dan Kota Pekanbaru, setelah selesai melaksanakan Wukuf di Arofah, kemudian bermalam (mabith) di Muzdalifah, lalu melontar Jumroh di Mina dengan mengambil nafar Tsani.
Nafar Tsani itu adalah melontar Jumroh selama empat hari, pada hari pertama melontar Jumrah Aqobah saja, sedangkan hari kedua melontar Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqobah. Pada hari ketiga dan keempat, melontar ketiga Jumrah sebagaimana pada hari kedua.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, kepada wartawan berbagai media massa, Senin (6/10/2014) di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian, setelah mendapat laporan dari Ketua Kloter 5 Drs Marjoni MAg, Pembimbing Ibadah Drs H Edi Tasman MSi, dan Petugas Daerah Rohul Irwandi S Sos MSi.
Mereka bertiga melaporkan kepada Kakan Kemenag Rohul, bahwa 246 JCH Rohul yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam, bersama dengan 179 JCH Inhu dan 19 JCH Kota Pekanbaru, saat ini semuanya telah selesai melaksanakan Wukuf di Arofah, telah bermalam (mabith) di Muzdalifah dan sekarang sedang melontar Jumrah dengan mengambil Nafar Tsani dan bukan Nafar Awal.
Menurut ketiga petugas kloter tersebut, para JCH jika selesai melontar Jumrah di Mina dengan Nafar Tsani, maka pada hari Selasa (7/10/2014) akan langsung menuju Makkah al-Mukarromah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa’i Haji. Jika ini sudah selesai dilaksanakan, maka JCH Rohul telah resmi menjadi Jamaah Haji dan berhak menyandang gelar Haji dan Hajjah.
Kakan Kemenag Rohul menitip pesan kepada ketiga petugas kloter tersebut, agar seluruh JCH khususnya JCH uzur, agar dapat dibantu untuk melaksanakan melontar Jumrah, karena memang jarak dari Mina ke Jamarat cukup jauh yaitu sekitar 2,5 KM, sehingga para JCH perlu dibimbing dan dibantu.
Termasuk juga untuk pelaksanaan Thawaf Ifadhah dan Sa’i, di tengah-tengah jutaan umat Islam yang sedang melaksanakan ritual ibadah haji. Khusus untuk jamaah uzur, pastilah mereka ini membutuhkan bantuan, seperti kursi dorong dan termasuk pendorongnya, sehingga dapat melaksanakan Thawaf dan Sa’i, tegas Ahmad Supardi.***(rls)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Penyerahan surat keputusan pelaksanaan tugas (Plt) Gubernur Riau oleh Menteri dalam Negeri Republik Indonesia berlangsung hari ini, Selasa (07/10/2014). Suksesi acara ini berlangsung di aula Balai Serindit komplek kediaman Gubernur Riau.
Dengan penyerahan pelaksanaan tugas ke Wakil Gubernur Riau Asyadjuliandi Rachman,ia bertanggung jawab untuk melanjutkan tugas dan tanggungjawab Gubernur Riau untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan. Sehingga roda Pemerintahan Riau tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menegaskan walau bagaimanapun kerja pemerintahan di Provinsi Riau harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Saya tetap memerintahkan agar SKPD tetap berjalan sesuai tufoksinya masing-masing. Meski saat ini kita berda dalam suasana prihatin,” katanya. Dia menghimbau agar tetap menjaga kekompakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.***(btp/ran)