Beranda blog Halaman 2561

Riau Kembali Terima Penghargaan LAKIP

LakipPekanbaru (SegmenNews.com)- Tahun 2014 Riau kembali menerima penghargaan LAKIP dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dari Wakil Presiden RI Boediono di Jakarta, Rabu (24/9) kemaren.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Pemprov Riau, Kamis (25/9), menyebutkan meskipun belum mendapatkan nilai “A” tapi keberhasilan ini patut di acungkan jempol karena ini menunjukkan Prestasi dari Seluruh SKPD yang ada di Provinsi Riau yang telah bekerja berdasarkan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Selain penghargaan atas akuntabilitas kinerja, ada beberapa jenis penghargaan yang diberikan kepada instansi pemerintah seperti kemajuan reformasi birokrasi yang berkaitan dengan tunjangan kinerja dan survei kepuasan pelayanan masyarakat.

Menurut Wapres, ada baiknya berbagai penghargaan dan penilaian yang diberikan kepada kementerian/lembaga diintegrasikan atau disatukan sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri. “Harusnya menjadi satu. Upaya seperti ini perlu dintegrasikan dan tingkatkan tujuannya yaitu perbaikan kinerja dari lembaga publik,” ujar Wapres.

Inti dari penilaian itu, kata Wapres, adalah kualitas kerja birokrasi. Bagi instansi yang bukan langsung melayani publik, kinerja instansi itu dapat diukur dari kualitas kebijakan yang dikeluarkan. “Diperlukan indikator yang lebih menyeluruh, sehingga pemerintah mendatang dapat makin memperbaiki kinerja dan mendapatkan kemajuan dari reformasi birokrasi,” ucap Wapres.

Wapres mengakui pada lima tahun terakhir ini cukup banyak hasil yang diperoleh. Tapi pada lima tahun ini pula masih banyak yang belum diselesaikan. “Pembangunan kita masih dan sangat tergantung pada sektor publik. Sektor publik dapat menjadi inovator, tapi dapat juga menghambat dan menggerogoti,” ujar Wapres.***(advertorial/hms)

Harta Kekayaan Annas Maamun Tercatat Rp 12,4 M

Anas Maamun
Anas Maamun

JAKARTA (SegmenNews.com)- Gubernur Riau Annas Maamun (74) ditangkap KPK di Cibubur atas dugaan transaksi suap. Gubernur yang baru saja dilantik Februari 2014 itu memiliki harta kekayaan Rp 12,4 miliar.

Berdasarkan laporan harta kekayaan Annas yang dilansir dari website LHKPN KPK, Kamis (25/9/2014), Annas terakhir melaporkan harta kekayaannya pada Juni 2013. Angka Rp 12,4 miliar itu naik Rp 500 juta dari laporan sebelumnya pada Januari 2011.

Total harta Rp 12,4 miliar terbagi ke dalam harta bergerak, tak bergerak, surat berharga, dan giro dan setara kas lainnya. Aset tak bergerak Annas, yaitu berupa tanah dan bangunan, berjumlah Rp 6,7 miliar.

Sementara harta Annas yang dalam bentuk benda bergerak sebesar Rp 65 juta. Terdiri dari 2 kendaraan roda empat yaitu mobil Suzuki Baleno keluaran 2001 dan tahun 2003.

Annas memiliki perkebunan kelapa sawit dengan nilai Rp 240 juta dan logam mulia serta batu mulia Rp 144 juta. Ia juga menyimpan asetnya dalam bentuk giro dan setara kas sebesar Rp 5,3 miliar.

KPK menangkap tangan Annas pada Kamis (25/9) malam dengan 8 orang lainnya. Annas ditangkap karena dugaan penyuapan pada oknum polisi terkait kasus laporan pelecehan seksual. Saat penangkapan itu KPK menyita uang miliaran rupiah.***

 
Red: hasran
Sumber: detik.com

KPK Tangkap Gubernur Riau Anas Maamun

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA (SegmenNews.com)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Gubernur Riau Annas Maamun, Kamis (25/9/14) sekitar pukul 17:30 wib.

Dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Juru bicara KPK, Johan Budi malam ini membenarkan penangkapan Gubernur Riau, Annas Maamun di perumahan elit citra grand Cibubur Jakarta Timur, berikut barang bukti berbentuk uang rupiah dan dollar singapura diperkirakan jumlahnya miliaran.

Ikut juga diamankan beberpa orang diantaranya pengusaha, ajudan Gubernur Riau, driver dan ada juga masih keluarga Gubernur Riau. Namun Johan Budi belum menjelaskan kasus yang menjadi bahan penyaupan itu.

“Belum bisa dijelaskan, KPK masih ada waktu 1 kali 24 jam, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan,” tukas Johan. KPK juga mengamankan beberapa mobil.

Diduga kasus tersebut terkait tindak pidana korupsi.***(ran)

Kapolda Riau Tekankan Soal Karhutla di Inhil

kapoldaTEMBILAHAN (SegmenNews.com)- Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Provinsi Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (25/9/2014), guna melihat kondisi daerah tersebut.

Pada kunjungan itu, Kapolda Riau beserta rombongan datang menggunakan helikopter dan mendarat di halaman Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan sekitar pukul 11.30 WIB, yang disambut Wakil Bupati, H Rosman Malomo didamping sejumlah pejabat dan Kapolres, AKBP Suwoyo beserta jajarannya.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan kepada seluruh jajarannya, untuk lebih maksimal dalam mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apalagi, lanjut Kapolda, dampak dari karhutla ini bisa menimbulkan asap, yang selain mengganggu kesehatan juga mempengaruhi faktor perekonomian.

“Beberapa hari ini, di Inhil diketahui terpantau titik api, tapi ketika saya didalam Heli tadi tidak ada lihat titik api, mungkin sudah mati karena sepertinya di sini baru selesai hujan deras,” ujar Kapolda kepada awak media usai memimpin pertemuan bersama jajaran di Mapolres Inhil.

Dijelaskan Kapolda, kedatangnnya ke Kabupaten Inhil untuk memberikan pengarahan dan motivasi kepada jajarannya di Polres Inhil, untuk lebih memaksimalkan kesiapan dalam mengatasi Karhutla.

“Apalagi Inhil ini tidak jauh dari Singapura, seharusnya kirim kelapa aja ke sana, gak usah kirim asap,” tambahnya.

Selanjutnya, ia juga mengimbau kepada masyarakat Inhil untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena menurutnya masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk membuka lahan baru atau membersihkan lahan yang tersedia.

“Jangan ambil cara mudah tapi merugikan, jadi saya minta kepada jajaran di sini bekerjasama dengan instansi terkait, untuk lebih giat memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo menyatakan siap mendukung dan bekerjasama dengan semua pihak terkait, dalam upaya meningkatkan pelayanan serta menjaga ketertiban dan keamanan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita dan jajaran akan berusaha semaksimal mungkin, untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya karhutla, dengan melakukan berbagai langkah pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.***(kpr)

Pemkab Rohul Peduli Rawa Seribu Mahato

Ketua LAMR Rohul menyerahkan hasil pengecekan kawasan konservasi
Ketua LAMR Rohul menyerahkan hasil pengecekan kawasan konservasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu melalui Wakil Bupati Rohul, Ir. H. Hafith Syukri, MM berjanji akan konsisten dengan nasib kawasan konservasi Rawa Seribu Mahato.

“Kita akan bentuk tim dan hasilnya dilaporkan ke Bupati. Tim melibatkan unsur Forkompinda. Ini sebagai bentuk keseriusan kita,” jelas Hafith Syukri, Rabu (24/9/2014).

Disinggung ada saran dari Tokoh Adat agar kanal-kanal di Rawa Seribu Mahato dibuka dan kawasan itu dijadikan danau seperti semula, menurut Wabup, hal itu perlu dibicarakan. Termasuk bentuk sanksi terhadap oknum pejabat Pemkab Rohul dan oknum aparat yang diduga ikut menggarap kawasan milik negara tersebut.

“Untuk masalah itu akan dibicarakan. Jika ada bukti akan kita tindaklanjuti,” tegas Wabup Rohul.

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Muhammad Drs. H. Munif M.Si, Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, SP M.Si Kepala Bappeda Rohul Hen Irfan, Kepala Disnakan Rohul Drs. Marjoko, Tata Pemerintahan, Kepala DPKA Rohul Jaharudin, serta puluhan Tokoh Adat Tambusai dan Tambusai Utara.***(adv/hum)

Direktur Bank Riau Diterpa Isu Selingkuh

Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Isu perselingkuhan yang dilakukan pejabat kembali merebak. Saat ini salah satunya menimpa Wan Marwan, salah seorang Direktur di Bank Riau Kepri. Ia diisukan berselingkuh dengan Im, salah seorang staf di Bank Riau Kepri.

Isu perselingkuhan tersebut disebarkan melalui sms kepada sejumlah wartawan dan lainnya. Dari data yang diperoleh tim Riau Realitas, setidaknya dua wartawan di Pekanbaru. Masing-masing Hendra, wartawan Haluan Riau dan Junaidi, wartawan www.bertuahpos.com, memperoleh sms yang sama, yakni berisi info perselingkuhan Wan Marwan.

Dalam sms yang dikirim kepada sejumlah orang, termasuk wartawan itu berbunyi “Wan Marwan (Direksi Bank Riau) kamu selingkuh dengan simel sekretaris kamu dan istri kamu nampar simel dan media udah pada tahu wan kamu selingkuh dan tolong bapak konfirmasi lansung sama wan marwan”.

Hendra, wartawan Haluan Riau, kepada tim segmennews.com membenarkan dirinya memperoleh sms tersebut. Menurutnya sms tersebut diperolehnya dari nomor +6285376968920. “Nomor ini ada beberapa kali mengirim sms kepada saya, sebelumnya ia menyampaikan adanya dugaan ijazah palsu yang digunakan salah satu karyawan PT Bank Riau Kepri. Terakhir nomor tersebut mengirim sms soal isu perselingkuhan Wan Marwan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa tahun lalu dirinya sering mendapat sms yang memberikan info tentang hal-hal yang terjadi di Bank Riau, seperti dugaan korupsi di Bank Riau, serta pemeriksaan sejumlah pejabat Bank Riau Kepri oleh aparat hukum.

“Dulu saya sering mendapat sms gelap seperti ini dan sering akurat. Seperti pemeriksaan sejumlah pejabat Bank Riau Kepri oleh penyidik Mabes Polri terkait korupsi penyaluran kredit oleh PT Bank Riau Kepri kepada PT Saras Perkasa sebesar Rp32,5 miliar yang menyeret mantan Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, Zulkifli Thalib. Ketika itu ada info sms yang menyebutkan sejumlah nama pejabat Bank Riau diperiksa tim Mabes Polri. Info sms itu saya cek ternyata benar lagi ada pemeriksaan. Tapi kalau soal isu perselingkuhan ini, saya tidak tahu apakah akurat atau tidak, karena saya kurang tertarik dengan informasinya, sehingga saya tidak melakukan pengecekan,” terang Hendra.

Hal senada juga diungkapkan Junaidi, wartawan www.bertuahpos.com. Menurutnya dirinya juga memperoleh sms yang sama seperti yang diterima Hendra. Ia memperkirakan isu tersebut dilontarkan oleh orang di Bank Riau, yang tidak senang dengan Wan Marwan.

Sementara Yudi, Humas PT Bank Riau Kepri, ketika dikonfirmasi mengenai isu perselingkuhan Wan Marwan tersebut, malah balik bertanya. “Dapat informasi dari mana? ujarnya bertanya, yang kemudian disampaikan saat ini banyak sms yang beredar mengenai itu.

“Tidak ada itu,” ujar Yudi menjawab.
Ketika ditanya apakah ada staf Wan Marwan bernama Imel, Yudi dengan singkat menjawab tidak ada.

Sementara Eva, istri Wan Marwan ketika dikonfirmasi apakah dirinya ada menampar Sekretaris Wan Marwan yang bernama Imel karena dinilai selingkuh dengan Wan Marwan, membantah hal tersebut. “Tak ada saya menampar, bohong itu,” ujarnya dengan nada sedikit tinggi.

Sementara Wan Marwan, Direktur Operasional Bank Riau Kepri ketika dikonfirmasi melalui selulernya, tidak bersedia menjawab. Konfirmasi melalui sms mempertanyakan kebenaran isu perselingkuhan tersebut juga tidak dijawab.***(hasran)

Gubernur Riau Siap Perkuat Peran Wakil Pusat

Gubri1jpgPekanbaru (SegmenNews.com)- Dalam pasal 38 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dinyatakan kalau gubernur mempunyai tugas dan wewenang dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah kabupaten/kota, karena itu Gubernur Riau Annas Maamun menyatakan siap untuk memperkuat peranan tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Drs Zaini Ismail MSi saat membacakan sambutan Gubernur Riau Annas Maamun saat membuka acara Rapat Fasilitasi Penunjang dan Penguatan Peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di daerah, di Hotel The Premiere Pekanbaru, Senin (22/9/14).

Karena itu, sangat perlu dan harus terus dilakukan penguatan terhadap peran dan tugas Gubernur sebagai wakil Pemerintah pusat didaerah itu, kepada Kabupaten dan Kota, karena selama ini tak jarang dan bahkan banyak dijumpai para Bupati/Walikota banyak yang tidak mau mengikuti apa yang sebenarnya sudah mempunyai kekutan hukum tersebut.

“Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, harus mengikuti prosedur dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ditetapkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, menempatkan posisi gubernur selaku kepala daerah, sekaligus berkedudukan sebagai wakil Pemerintah Pusat di wilayahnya,” kata Zaini.

Zaini menjalaskan, Peran Gubernur tidak hanya sebagai wakil Pemerintah Pusat di wilayahnya. Tetapi juga harus mampu berfungsi mengurangi ketegangan antara bupati/walikota dengan gubernur di daerah.

“Tugas gubernur sebagai kepala daerah, juga dalam upaya mengurangi ketegangan yang sering terjadi pada hubungan antar bupati, walikota dan gubernur di daerah,” sebutnya.

Lebih lanjut Zaini memaparkan bahwa Gubernur mempunyai tugas menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Provinsi.

Kemudian koordinasi penyelenggaraan urusan Pemerintah Pusat di daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas di daerah provinsi dan kabupaten/kota.

“Karena itu, penguatan fungsi gubernur dalam pelaksanaan koordinasi, pembinaan dan pengawasan menjadi sangat strategis sebagai bagian dari upaya membangun sinergi, antara Pemerintah Pusat dan daerah. Serta pencapaian penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang lebih baik,” pungkasnya.

Ikut hadir dalam Rapat Fasilitasi itu seluruh perwakilan kabupaten/kota di Riau. Sejumlah Anggota Forkopimda Riau, pejabat eselon di lingkungan Pemprov Riau dan instansi terkait.***(advertorial/hms/chir)

2 Jamaah Haji Riau Meninggal Dunia, 27 Sakit

int
int

PEKANBARU (SegmenNews.com)– Sebanyak 27 Jemaah Haji (JH) asal Provinsi Riau mengalami sakit di tanah suci, sementara dua orang JH lagi dikabarkan meninggal dunia.

Dikatakan Kepala Bidang Haji dan Umroh, Kementerian Agama Provinsi Riau, HM Aziz, Kamis (25/9/14) bahwa berdasarkan hasil laporan yang masuk, dua orang JH meninggal dunia, dua jamaah tersebut yakni, Zainuddin Bin Umar jamaah asal Pelalawan usia 64 tahun meninggal di Kota Madinah pada tanggal 13 September pukul 09.25 waktu setempat karena penykit jantung, dan Martius Bin Nurdin asal Pekanbaru usia 53 tahun meninggal di Kota Mekkah pada tanggal 14 September pukul 09.00 waktu setempat, juga karena penyakit bawaan.

“Informasi ini kata Aziz sudah di sampaikan ke pihak keluarga bersangkutan. “Kita berharap kepada keluarga, agar selalu mendoakan saudaranya yang sedang menjalankan ibadah haji,” katanya.

Sementara 27 JH lagi mengalami sakit, beberapa faktor yang menyebabkan jamah haji jatuh sakit, diantaranya ada jemaah haji yang memang mengidap penyakit bawaan dari dalan negeri, ditambah lagi karena faktor kelelahan dan perubahan iklim.

“Sudah melakukan penanganan kepada jamaah haji yang jatuh sakit. Tujuh orang jamaah, alhamdulillah sudah sembuh dan bisa kembai ke pemondokan,” sampainya.

Sementara untuk Jemaah lainnya masih dalam keadaan sehat.***(chir/btp)

Pesawat Dara Air Meledak Di Bandara SSK II Pekanbaru

Tim pemadaman dari unit Rescue and Fire Fighting Service (RFFS) memadamkan api dari pesawat Dara Air yang terbakar di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Foto: Fitrialis/riaupos.co
Tim pemadaman dari unit Rescue and Fire Fighting Service (RFFS) memadamkan api dari pesawat Dara Air yang terbakar di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Foto: Fitrialis/riaupos.co

PEKANBARU (SegmenNews.com) – Pesawat Dara Air jenis B737-900-ER dengan nomor penerbangan DRA 128 route Jakarta-Pekanbaru meledak dan terbakar di shoulder area Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (25/9/2014) pagi.

Empat penumpang dinyatakan tewas saat kejadian, selebihnya mengalami luka bakar dan langsung di evakuasi ke sejumlah rumah sakit di kota Pekanbaru.

Kejadian bermula dari informasi yang diterima oleh petugas Air Traffic Controller yang bertugas di Aerodrome Control Tower Bandara Sultan Syarif Kasim II dari Pilot in Command Pesawat DRA 128, bahwa pesawat mengalami gangguan landing gear problem (unlocked) sebelah kanan. Pilot kemudian meminta kepada petugas ADC untuk melakukan fly pass di area runway untuk check landing gear dan meminta bantuan saat pendaratan.

Pada saat Pesawat DRA 128 melakukan pendaratan tersebut, tiba-tiba roda sebelah kanan patah sehingga meyebabkan pesawat kehilangan kendali. akibatnya pesawat keluar dari jalur landasan pacu ke sebelah kanan sejauh 70 meter dan mesin sebelah kanan pesawat menyetuh tanah yang mengakibatkan sayap pesawat patah kemudian terbakar.

Tim pemadaman dan pertolongan dari unit Rescue and Fire Fighting Service (RFFS) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dibantu pemadam kebakaran dari Lanud Roesmin Nurjadin dan Pemko Pekanbaru langsung bergerak ke lokasi melakukan operasi pemadaman dan pertolongan kepada penumpang pesawat.

Peristiwa tersebut hanyalah simulasi latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) pesawat udara yang dilakukan oleh manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) SSK II selaku penyelenggara bandara. adapun PKD atau Airport Emergency Plan bertujuan untuk memperkecil akibat yang ditimbulkan dari suatu keadaan darurat, khususnya dalam penyelamatan jiwa manusia dan mempertahankan kelancaran operasi penerbangan.

“Ini adalah perwujudan dari pelatihan atau uji kehandalan Airport Emergency Procedur kita,” kata General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Arif Darmawan kepada riaupos.co, usai pelaksanaan kegiatan tersebut, Kamis (25/9/2014) pagi.

kegiatan rutin dua tahun sekali ini melibatkan instansi internal dan eksternal SSK II yang tergabung dalam Airport Emergency Commitee, TNI Lanud Roesmin Nurjadin, Polsek Bukit Raya, Damkar Pekanbaru, Perusahaan angkatan udara, Tim SAR, dan sejumlah rumah sakit di Pekanbaru.

” Saya harap koordanasi dengan instansi-instansi ini akan terus berlansung karena dalam ketentuannya bahwa Airport Emergency Commitee ini harus bisa bertemu secara rutin setiap 6 bulan sekali melalui table top discussions,” pungkasnya.***
Red; hasran
Sumber: riaupos.co

 

Qurban dan Ekonomi Kerakyatan

DSCF9984 - CopyIbadah Qurban, baik dalam perspektif awal mula diperintahkannya pada masa Nabi Adam as maupun pelaksanaannya pada masa Nabi Ibrahim as dan pelembagaannya pada masa Nabi Muhammad saw, tidak dapat dilepaspisahkan dari pengembangan ekonomi kerakyatan.

Qurban pada masa Nabi Adam as diwujudkan dalam bentuk hasil pertanian yang diqurbankan oleh Qabil dan hasil peternakan yang diqurbankan oleh Habil. Qurban Qabil memang tertolak karena memberikan yang terjelek dari hasil usahanya, sedangkan qurban Habil diterima karena memberikan yang terbaik dari hasil usahanya.

Qurban pada masa Nabi Ibrahim as pada dasarnya adalah anak beliau sendiri Ismail as. Tetapi sejarah mencatat, bahwa Ismail anak Nabi Ibrahim as itu digantikan dengan seekor domba yang besar lagi sehat, karena memang manusia adalah makhluq tertinggi ciptaan Allah, terlalu mulia untuk dijadikan qurban.

Bercermin pada qurban Nabi Ibrahim as itu, maka qurban pada masa Nabi Muhammad saw dan pengikutnya hingga hari qiamat adalah sapi, lembu, kambing atau domba peliharaan. Perintah qurban ini dilakukan sekali setahun.

Menurutnya, Ibadah qurban ini memiliki peran yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dengan alasan sebagai berikut :

Pertama, yang menjadi subyek qurban adalah orang kaya. Kekayaan harus dimiliki baru bisa berqurban. Dengan demikian maka ibadah qurban memberikan motivasi bagi umat Islam untuk giat bekerja sebab hanya dengan bekerjalah maka dapat berqurban.

Kedua, yang menjadi obyek qurban adalah sapi, lembu, kambing dan domba. Keempat hewan ini adalah binatang jinak peliharaan manusia dan sumber ekonomi kerakyatan. Perintah qurban ini pada dasarnya memerintahkan umat Islam untuk membuka peternakan secara professional.

Ahmad Supardi sangat menyayangkan, ternyata hewan qurban kita saat ini banyak disuplay dari hasil peternakan orang lain yang tidak beragama Islam. Mungkinkah ini sebuah pertanda bahwa orang lain lebih peka menangkap substansi ajaran agama Islam daripada orang Islam itu sendiri. Wallohu A’lam Bish-showab.***
Oleh: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Riau
Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA