Beranda blog Halaman 2646

Ratusan Pelajar SMP Tidak Ikut UN

pelajarSegmenNews.com– Sebanyak 520 siswa Sekolah Menegah Pertama dan sederajat di Jakarta tidak mengikuti Ujian Nasional (UN), yang dimulai Senin kemarin. Tetapi mereka masih memiliki kesempatan untuk mengikuti UN susulan, yang diadakan pekan depan, demikian ungkap pejabat pendidikan setempat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus, mengatakan pelaksanaan hari pertama UN kemarin secara keseluruhan berjalan lancar dan aman. Kata dia, salah satu hal yang paling penting adalah tidak ada isu kebocoran soal atau pun kunci jawaban.

“Hari pertama kemarin semuanya berjalan aman dan lancar. Yang tidak ikut UN jumlahnya mencapai 520 siswa,” kata Achmad, Selasa, 6 Mei 2014.

Ahmad menuturkan, tahun ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mencatat jumlah siswa SMP/Mts/SMPLB yang mengikuti UN sebanyak 131.892 siswa. Kemudian yang hadir pada UN hari pertama hanya 131.372 siswa atau 99,61 persen.

“Artinya sebanyak 520 siswa atau 0,39 persen tidak hadir,” tutur dia.

Rincian pelaksanaan UN untuk siswa SMP yakni sebanyak 113.991 siswa mengukuti UN, dari jumlah tersebut hanya 113.547 atau 99,61 persen yang hadir. Sementara jumlah siswa yang tidak hadir mencapai 444 atau 0,39 persen.

Sedangkan untuk, siswa MTs siswa yang mengikuti UN sebanyak 17.806 siswa, yang hadir 17.733 atau 9,59 persen, dan 73 atau 0,41 persen tidak hadir. Kemudian untuk siswa SMPLB yang mengikuti sebanyak 95, yang hadir mencapai 92 atau 96,84 persen. Tiga siswa diantaranya tidak hadir atau 3,16 persen.

Disampaikan Achmad, siswa masih diberi kesempatan untuk mengikuti UN susulan yang diakan pada pekan depan, tetapnya yakni tanggal 12, 13, 14, dan 16 Mei. “UN susulan sama seperti UN biasa, mata pelajaran yang diujikan juga sama. Itu untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak bisa ikut sekarang,” ujarnya.

Dalam Ujian Nasional SMP sendiri ada empat mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMP, yakni hari pertama Bahasa Indonesia, kemudian berturut-turut pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).***(ren)

 

© VIVA.co.id

2014, 24 Kasus DBD di Pelalawan

dbdPelalawan (SegmenNews.com)– Cuaca ekstrim menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pelalawan belakangan ini. Setidaknya, sejak Januari-April 2014, Dinas Kesehatan daerah ini mencatat 24 kasus penyakit mematikan ini yang mendera warga di beberapa kecamatan.

“Sejak Januari-April kita menerima 24 laporan kasus DBD dari sejumlah Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Tampaknya memang ada tren peningkatan kasus yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini dibanding tahun lalu. Khusus April saja terjadi 8 kasus,” jelas Kadiskes Pelalawan Dr Endid Romo Pratiknyo, Senin (5/5/14).

Menurutnya, pengaruh cuaca ekstrim seperti saat ini, menyediakan peluang nyamuk berkembang biak. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk melaksanakan membersihkan lingkungan agar tidak ada tempat nyamuk untuk berkembang biak. “Ya laksanakan konsep 3 M itu. Karena itu merupakan salah satu cara ampuh memberantas penularan penyakit berbahaya ini,” tandasnya.

Meski mantan Direktur RSUD Selasih ini tidak merinci data rinci terjadinya kasus DBD, namun Feri, staf Bidang P2PL Diskes menyebutkan, kasus terbaru dilaporkan terjadi di Jalan Pemda Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.

“Lokasinya di salah satu rumah petak 9 tidak jauh dari rumah pak Syahril (mantan Kadis PU,red) di Jalan Pemda. Kami sudah lakukan fogging di sana,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, kasus yang sama juga terjadi di Desa Kemang dan Sialang Kecamatan Pangkalan Kuras. “Kami kebetulan di lapangan, jadi tidak ingat betul rincian data kasusnya,” papar sambil berharap KLB DBD yang terjadi sekitar tahun 2011 tidak terjadi lagi dengan pro aktifnya partisipasi masyarakat membersihkan lingkungan.***(fin/ur)

Pelantikan NPC Riau Tanpa Gubernur

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Nasional Paralumpik Comitte (NPC) Provinsi Riau priode 2014-2019 resmi dilantik, Senin (5/5/2014) di gedung sekertariat NPC Riau, Jalan Pinang Merah, Pekanbaru. Namun, pelantikan ini sempat tertunda karena menunggu Gubernur Riau yang tidak kunjung hadir.

Sebelumnya, pelantikan ini sempat tertunda karena menunggu Gubernur Riau, H Annas Maamun yang tidak kunjung hadir. Hingga akhirnya dilaksanakan pelantikan tanpa kehadiran Gubernur Riau. Meskipun sedikit kecewa karena Gubernur tidak datang. Namun, diharapkan dilain waktu Gubernur bisa hadir dalam kesempatan tersebut.

“Sebenarnya kita sudah berusaha semaksimal mungkin supaya pak Gubernur datang menghadari acara kita ini. Namun, setelah cukup lama pak gubernur tidak juga hadir. Mudah-mudahan meskipun tidak hadir hari ini dilain waktu kita harapkan kehadirianya di kantor kita ini,” sebut Ketua NPC Riau Priode 2014-2016 , Jaya Kusuma dengan nanda sedih.

Namun, demikian melalui Pemerintah Provinsi Riau telah mengutus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau untuk menghadiri kegiatan pelantikan dan peresmian kantor NPC Riau tersebut. “Mungkin belum waktunya pak gubernur bisa menghadiri acara kita ini.

Namun, kita tetap berterima kasih karena sudah mengutus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ,” tambahnya. Kedepan NPC Riau berharap dan memiliki keinginan untuk membangun mes dan aula. Untuk itu, peran dan bantuan pemerintah diharapkan bisa membantu dalam melakukan niat dan keinginan tersebut.

Seperti diketahui Kantor NPC yang ada di Riau, tepatnya terletak di Jalan Pinang Merah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru dibangun berdasarkan kerja sama atau dana dari pengururs dan atlet NPC Riau. “Mudah-mudahan yang menjadi kenginan kita ini bisa didukung penuh oleh Pemerintah,” harapnya.

Lebih jauh disampaikan, Jaya NPC Riau ingin mempertahankan dan meingkatkan prestasi pada Pekan Paralympik Nasional (Peparnas) 2016 mendatang. “Kita sudah meraih 3 besar pada Peparnas lalu dan harapan kita jangan sampai turun dari posisi ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Edi Satria menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Riau tidak bisa menghadiri kegiatan ini.

“Sedianya pak Gubernur sangat ingin hadir. Sejak tadi pagi kegiatan pak Gubernur sangat padat. Pak Gubernur ingin sekali hadir hadir. Namun, karena banyak kegiatan tersebut sehingga tidak bisa hadir .

Tapi kita yakin hal ini tidak mengurangi arti kegiatan dan acara hari ini. Karena kita yakin pak Gubernur juga pastilah akan datang ke NPC Riau ini,” tuturnya.

“Pastilah gubernur memiliki perhatian ke NPC Riau . Hanya saja mungkin waktu yang tidak mendukung karena banyaknya kegiatan. Tentu akan kita sampaikan juga kepada Pak Gubernur,” tambahnya.***(ur/sn)

KPU RI Tunda Pengesahan Rekapitulasi untuk Riau

KPU RISegmenNews.com- Komisi Pemilihan Umum RI untuk kedua kalinya menunda pengesahan rekapitulasi hasil perolehan penghitungan suara partai politik, calon anggota DPR dan calon anggota DPD untuk Provinsi Riau dalam rapat pleno rekapitulasi nasional.

“Untuk Riau kita pending pengesehannya dan harus dilakukan pencermatan. Kita pending untuk daerah pemilihan Riau I dan Riau II juga calon DPD,” ujar Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik saat memimpin rapat pleno rekapitulasi di KPU, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Ketua Badan Pengawas Pemilu RI, Muhammad, menyetujui ditundanya pengesahan rekapitulasi nasional provinsi Riau. Muhammad meminta, KPU Riau harus akomodir dan menjawab keberatan saksi 12 parpol atas hasil rekapitulasi beberapa kabupaten berdasar data.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menambahkan setelah rekapitulasi nasional untuk Provinsi Riau ditunda dua kali, karena harus melakukan pencermatan dan koreksi data untuk ditindaklanjui. “Enggak mungkin dipending ketiga kalinya,” ujar Ferry.

Ia menerangkan, pengesahan rekapitulasi Riau enggak bisa dipaksakan. Karena bisa jadi secara faktual memang muncul angka dan data yang dipermasalahkan saksi parpol. Selain itu banyak ditemukan tak digunakannya hak pilih untuk DPD.

“Saya yakin itu bisa jadi selisih. Kedua, juga adanya pemungutan suara ulang. Jadi mekanisme secara faktul ini yang harus dipahami lebih lanjut. Memang harus selesai masalahnya di daerah. Cuma mungkin pencermatannya baru kemudian baru selesai di Jakarta,” katanya.(*)
Red: Son
Sumber : tribunnews

Banyak Pelanggaran Pemilu, Massa Datangi KPU Riau

pemiluPekanbaru (SegmenNews.com) – Belasan orang massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Riau Peduli Pemilu mendatangi Kantor KPU Riau, Senin (5/5/2014). Kedatangan mereka memprotes banyaknya pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014.

Pada aksi tersebut, seorang demonstrasi tiba-tiba memukul kepalanya dengan gelas sehingga mengalami luka dan mengucur dara dari kepalanya.

“Ini merupakan bentuk protes kami terhadap pelaksana Pemilu kemarin,” kata Indra Sani, koordinator aksi.

Dia menilai, bahwa KPU Riau tidak tegas dalam dugaan pelanggaran pidana Pemilu seperti yang terjadi di Kabupaten Siak dan Rokan Hulu. Padahal, pelanggaran itu kuat dugaan turut melibatkan penyelenggara dari oknum petugas PPS, PPK dan KPU.

“Salah satunya yang sangat fatal adalah penggelembungan suara salah satu Caleg yang jumlahnya sampai ribuan. Banyak temuan tentang perubahan angka dari hasil rekapitulasi di berkas C1 dan D1 hingga ke tingkat KPU Provinsi belum ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Oleh karena itu, massa mendesak setiap laporan pelanggaran yang masuk ke Panitia Pengawas Pemilu maupun Badan Pengawas Pemilu Riau segera diproses oleh Sentra Gakumdu tanpa ada tebang pilih.

Kemudian katanya, keputusan KPU Riau yang hanya memecat anggota KPPS di Kabupaten Siak yang diduga terlibat penggelembungan suara, merupakan tindakan yang sangat lemah. Menurut dia, seharusnya oknum tersebut diberi ganjaran yang berat karena telah mencederai proses demokrasi di Indonesia.

“Pidanakan petugas pelaksana Pemilu yang terlibat dalam penggelembungan suara tersebut,” tegasnya.***

Red: Son
Sumber : antara

Staf Lurah Pematang Reba Diduga Palsukan SK Honor

Indragiri Hulu (SegmenNews.com )- Staf kantor Lurah Pematang Reba di Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu diduga memalsukan Surat Keterangan (SK) honorer.

SK tersebut digunakan mengikuti tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari kategori honor kategori dua (II) masa kerja 30 Desember tahun 2005 dan sudah bekerja sebagai honorer minimal selama satu tahun.

Informasi yang berhasil di himpun dilapangan pada Senin (5/5/2014), empat orang tenaga honorer di kantor lurah tersebut yang ingin masuk dalam ketegori honorer K2 mengusulkan diri pada tahun 2013 lalu.

Dengan memenuhi persyarakat yang diminta oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Masing-masing honorer yang mengumpulkan berkas adalah IR, Bd, Al dan Ys.
Ivan Rossaldi satu dari empat tenaga honorer di kantor Lurah Pematang Reba, diduga memalsukan SK honorernya.

Di mana, dia diketahui bekerja sebagai tenaga honorer sejak tahun 2007 namun menggunakan SK honorer Kelurahan Pematang Reba tahun 2005, 2006 namun kuat dugaan kalau SK honorer tahun 2007 dan 2008 juga diduga palsu.

Sedangkan SK honorer tahun 2005 dan 2006 yang diduga palsu tersebut ditanda tangani oleh Dudi Sunandar. Pada tahun 2005 dan 2006 saat itu Lurah dijabat oleh Dudi Sunandar dimana tanda tangan Dudi Sunandar tidak sama dengan SK yang digunakan oleh IR.

Lurah Pematang Reba Firdaus B, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (5/5) mengatakan, kalau dirinya menjabat sebagai lurah di Kelurahan Pematang Reba sejak Juni 2012.

Lurah  tidak mengetahui soal usulan 4 orang tenaga honorer dikantornya untuk masuk tes K2.

“Mereka yang honorer tidak ada menyampaikan kepada saya, kalau mereka sedang mengusulkan masuk K2 dan ikut tes CPNS,” ujar Firdaus.

Diungkapkan, memang IR menjadi bahan perbincangan dikantornya sebab, honorer sejak tahun 2007 sudah bisa masuk K2 dan lulus tes CPNS yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Ada yang honorer sejak tahun 1990 sebagai juru ukur di Kelurahan Pematang Reba ini atas nama Alamsyah namun tidak lulus K2,” ucap lurah yang dikenal bersahaja.

Untuk diketahui, BKN mengeluarkan persyarakat untuk peserta K2 yang ikin mengikuti tes CPNS dengan ketentuan, pertama, memiliki SK honorer dari Instansi Pemerintahan, kedua, honorer tidak dibiayai APBN dan APBD, ketiga, 1 Januari usia sudah 19 tahun maksimal 45 tahun, empat, 30 Desember 2005 minimal honorer sudah satu tahun, lima, honorer terus menerus dan tidak terputus.***(zer/knc)

Diancam Celurit, Petani di Siak Terpaksa Pasrah Dirampok

celuritSiak (SegmenNews.com)- Dibawah ancaman celurit yang menempel di leher Bonasir (38) dan Istrinya warga Dusun Suka Makmur Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci kanan terpaksa menunjukkan harta bendanya, dan pasrah rumahnya diobrak abrik. Dua orang pelaku perampokan berhasil membawa kabur perhiasan korban.

Peristiwa tersebut terjadi dirumah korban, Minggu (4/5/14). Saat ini pihak kepolisian melakukan lidik.

Awal kejadian, korban bersama anak dan istrinya berada di kamar, tiba-tiba mereka sekeluarga dikejutkan dengan dua orang yang saat itu tiba-tiba masuk kekamar mereka. Dua pelaku menempelkan senjata tajam berupa celurit keleher suami Istri. Dua pelaku meminta kepada pelapor untuk menyerahkan uang dan pelaku juga memaksa isteri pelapor melepaskan gelang keroncong emas yg berada di tangan sang isteri.

Gelang keroncong tersebut sebanyak 7 gelang seberat 18,27 gram, pelaku juga berhasil merampas Hp Nokia seri C-4 berwarna hitam. Saat itu pelaku juga meminta uang kepada keluarga tersebut, melihat ancaman itu isteri korban menunjukkan lemari tempat penyimpanan uang.

Setelah itu, istri korban mencoba kabur dengan berteriak minta tolong. Mendengar teriakan istri yang mengancam keselamatanm pelaku perampokan itu, pelaku menyabetkan celurit mereka sehingga mengenai jari jempol dan luka memar di leher dan pipi istri korban.***(rinto)

 

 

 

Pemkab Bulungan Kalimantan Utara Belajar Program Tanah Gratis di Siak

Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berfoto bersama pejabat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara di Siak
Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berfoto bersama pejabat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara di Siak

Siak (SegmenNews.com)- Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berharap agar kunjungan kerja Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara ke Kabupaten Siak bisa mengatasi permasalahan terkait pensertifikatan Tanah untuk warga Miskin di Kabupaten Siak. Harapan tersebut disampaikan oleh Sekda dalam Pertemuan dengan Pemkab Bulungan, bertempat di ruang rapat Sri Indrapura kantor Bupati Siak, Senin 5/5.

Dalam paparannya, Sekda Siak menceritakan asal mula terbentuknya kabupaten Siak, yang terkenal dengan sebutan negeri Istana. Dirinya menyambut baik atas kunjungan dari pemerintah kabupaten Bulungan. “saya menyambut baik atas kedatangan rekan-rekan dari pemerintah Kabupaten Bulungan ini, dan selanjutnya tali silaturahmi ini tidak sampai disini saja.”

Kegiatan sertifikasi bagi keluarga miskin di kabupaten Siak ini, dilandasi dari UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, PP Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Peraturan Menteri Negara, dan Perda Kabupaten Siak Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Siak.

Didalam Perda ini lanjutnya, termasuk kegiatan bantuan-bantuan untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah layat huni dan sertifikasi tanah untuk keluarga miskin. Kemudian Peraturan Bupati Siak Nomor 14 Tahun 2013 tentang Sertfikasi Tanah bagi Masyarakat Miskin dan aturan-aturan lainnya yang harus di pedomani.

Tujuan dari kegiatan sertifikasi tanah bagi keluarga miskin kabupaten siak adalah untuk memberikan kepastian hukum terhadap objek hak atas tanah bagi keluarga miskin, tertibnya administrasi tanah bagi keluarga miskin dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin serta untuk meminimalisir terjadinya konflik pertanahan.

Sasaran kegiatan, adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah, berdasarkan data dari TNP2K kabupaten Siak masyarakat ekonomi menengah kebawah berjumlah + 17.920 orang dan apabila ada data yang tidak sesuai, harus ada surat keterangan kurang mampu yang ditanda tangani oleh Lurah atau kepala desa yang diketahui oleh Camat setempat.

Kegiatan ini telah berlangsung dari tahun 2013 yang lalu, telah dilakukan pengukuran 120 persil dan yang terealisasi hanya 79 persil. Hal tersebut dikarenakan adanya hambatan-hambatan dilapangan, seperti kawasan hutan dan lain sebagainya.

Di tahun 2013 yang lalu waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Februari-November (10 bulan) di 12 Kecamatan. Untuk tahun 2014 ini sedang berjalan, dilakukan 10 kecamatan.

Pemkab Bulungan yang dipimpin oleh Kabag Tata Pemerintahan M. Saltar bersama rombongan yang terdiri dari BPN, Camat dan Staf Bagian Hukum yang berjumlah 14 orang tiba di Kantor Bupati Siak sekitar pukul 8.30 WIB yang langsung di Sambut oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra H. Fauzi Asni.

Saltar mengatakan kegiatan sertifikasi tanah untuk masyarakat miskin merupakan hal yang baru di kabupaten Bulungan. Oleh Karen itu didalam pelaksanaannya nanti perlu kesempurnaan sehingga pada akhirnya kami semua dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik dan tidak berbenturan dengan masalah hukum, ujarnya

Dirinya berharap agar pemerintah kabupaten Siak dapat memberikan informasi dan masukan yang lengkap sehingga sepulangnya dari Siak kami dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kabag Pertanahan Roni Lesmana, Kabag Hukum Setya Hendro, Camat Sabak Auh Suparni, dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Siak dan Bulungan.***(adv/rinto)

215 Praja IPDN Riau Bakal Praktek Lapangan di Rokan Hulu

Drs H Achmad Msi (SegmenNews.com)
Drs H Achmad Msi (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kalau tidak ada aral melintang Sebanyak 215 praja yang terdiri dari 162 laki-laki dan 53 perempuan institut pemerintahan dalam negeri ( IPDN ) Kampus Riau akan melakukan PL (praktek lapangan ) ke II di kabupaten Rokan Hulu.

Hal ini terungkap dalam acara Ekspos rencana pl II madya praja IPDN kampus Riau yang disampaikan langsung oleh direktur IPDN Riau Drs,H. Riska Utama, Nasution dan pembantu direktur 1 yang berlangsung diruang rapat bupati lantai 2 setda Rokan Hulu.

Paparan Ekspos tersebut disambut langsung oleh Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad msi, didampingi oleh para asisten, para kepala dinas, badan kantor serta para camat dari 16 kecamatan se Rokan Hulu,,

Riska Utama mengatakan bahwa kegiatan PL 2 para Praja ini akan mempelajari persoalan bidang pemerintahan, bidang pembangunan, dan bidang kemsyarakatan dan diharapkan pemerintah dan masyarakat Rokan Hulu dapat memberikan bimbingan kepada para praja sehingga selama praktek lapangan yang akan diadakan mulai 16 mei sampai dengan 5 juni 2014 nanti dapat terlaksana dengan baik sukses dan lancar dan bupati Achmad akan memberikan pembekalan dikampus IPDN Rokan Hilir yang akan digelar pada tanggal 8 mei 2014 mendatang.

Bupati Achmad, Msi menyambut baik rencana praktek kerja para praja dikabupaten Rokan Hulu ini dan diharapkan para praja dapat menjaga sikap dan dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang ada dikabupaten Rokan Hulu ini, dan para praja hendaknya dapat dibagi ke 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini dengan menyesuaikan dengan luas dan penduduk yang ada dikabupaten Rokan Hulu. Hal ini agar penempatan para praja dapat merata dan masing-masing praja mempunyai bekal untuk kembali nanti kekampus.

Lanjutnya, para camat diinstruksikan agar menempatkan dan menerima para para ini di kecamatan masing- masing dan dapat mengenalkan kepada mereka tentang budaya, system masyarakat dan pemerintahan yang ada mulai tingkat desa sampai ketingkat kecamatan.

Masyarakat Rokan Hulu juga diimbau dapat menerima keberadaan para praja ini nantinya ditengah-tengah masyarakat sehingga mereka mmepunyai segala ilmu yang akan mereka peroleh selama praktek kerja lapangan dibumi Rokan Hulu ini.***(adv/hum/r4n)

9 Warga Afganistan Diamankan di Dumai

9 Warga Afganistan Diamankan
9 Warga Afganistan Diamankan

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Sebanyak 9 warga asal Afganistan diamankan di daerah Kota Dumai. Mereka ditangkap di dalam mobil minibus Toyota Avanza di Lintas Dumai-Sei Pakning, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Mereka masuk melalui perairan Dumai yang berbatasan dengan Selat Malaka, Malaysia. “Selain 9 warga Afganistan, kita juga mengamankan seorang warga Indonesia berinisial IS (27) sebagai sopir yang mengangkut mereka,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Minggu (4/5/2014).

Warga Afganistan itu semuanya pria. Yakni Am (24), Af (25), Abd (25), At (23), Mu (23), Km (24), Os (19), Hy (17), dan M.

Dijelaskan Guntur, mereka ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran UU RI No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu memasuki wilayah RI tanpa melalui pemeriksaan oleh pejabat imigrasi (imigran gelap).

“Menurut keterangan pengemudi mobil , bahwa pengurus yang menjemput WNA tersebut adalah YS yang masih dalam penyelidikan kita. Rencananya kesembilan warga Afganistan itu akan dibawa ke Pekanbaru,” ucapnya.***

Red: Son
Sumber : okezone