Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sebanyak 40 orang Pegawai di lingkungan Kemeterian Agama Kabupaten Rokan Hulu mengikuti pelatihan jurnalistik disalah satu hotel di pasir Pangaraian, Rabu (26/3/14).
Menurut Kepala Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA, pelatihan kejurnalistikan bagi pegawai diperlukan. Sebab di tempat mereka bertugas, seperti di Kantor Urusan Agama (KUA) banyak kegiatan dimasyarakat.
Seperti kegiatan mengurus orang meninggal, pernikahan dan kegiatan lainnya. Dengan adanya pelatihan jurnalistik, sehingga pegawai nantinya bisa mengembangkan dengan tulisan dan menginformasikan kepada masyarakat.
“Mereka (Pegawai Kemenag) bisa menginformasikan kegiatan mereka ke masyarakat luas, diharapkan mereka bisa menjadi juru bicara kita di masyarakat,” imbuh Ahmad Supardi.
Di jelaskannya lagi, para pegawai bisa mengimplemantasikan kegiatan mereka ke dalam sebuah tulisan yang akan di muat di situs resmi Kemenag Riau “riau.kemenag.go.id”.***(ran)
Melalui gugatan cerai yang didaftarkan pada Kamis (20/3/2014) di Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat, pasangan Daus Mini dan Yunita Lestari sepakat cerai. Namun, ada keganjilan dibalik keputusan mereka bercerai. Apa itu?
Saat dihubungi melalui telepon, Selasa (25/3/2014), Yunita membenarkan kalau keduanya sepakat cerai karena adanya ketidakcocokan. Namun, Yunita mengakui kalau sampai saat ini ia dan Daus masih tinggal bareng. Alasannya cukup unik, agar orang tidak tahu kalau rumah tangga mereka mau bubar.
“Kami memang masih tinggal serumah, karena biar orang nggak nyangka kami ribut-ribut. Paling nanti kemungkinan aku yang pergi. Aku juga sadar, meskipun di rumah ini ada sebagian hak aku, tapi aku paham papi lebih berhak. Semua ini dibangun atas hasil keringat papi. Mungkin aku balik ke rumah orang tua saja,” ungkap Yunita.
Bahkan, anehnya lagi, agar tak ketahuan sedang menuju proses cerai, Yunita dan Daus juga tetap menjalin komunikasi seperti biasanya. “Masih seperti biasa, pokoknya lebih seperti saudara, semua demi Ical (anak),” tambah Yunita.
“Pokoknya kami tinggalkan ego masing-masing. Masa ribut-ribut kami sudah lewat,” pungkas Yunita. Daus dan Yunita menikah pada 17 Juli 2011 lalu di kediaman keluarga Yunita di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lantas, pada 2 Januari 2012, pasangan ini dikaruniai anak laki-laki dengan lahirnya Ivander Haykal Firdaus.
Lewat sebuah harian Ibukota, pedangdut Nabilla Gomez diberitakan melakukan aksi ‘pamer bokong’ saat mengisi kampanye sebuah partai politik. Atas pemberitaan itu, Nabilla siap menyampaikan klarifikasi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena pemberitaan itu dinilai tidak benar.
“Kami siap ke MUI. Bahkan berharap dipanggil MUI biar kami punya kesempatan untuk memberikan klarifikasi kalau pemberitaan itu sama sekali bohong,” kata Nabilla didampingi produsernya, Ahmad, saat jumpa pers di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).
Sebelumnya, Nabilla menjadi headline alias berita utama dalam sebuah koran ibukota. Selain disebut pamer bokong, koran itu juga memuat foto Nabilla yang diambil dari sudut rendah sehingga bagian dalam bajunya terlihat jelas.
Padahal, kata Nabilla, ia sudah memastikan kalau kostumnya jauh dari unsur pornoaksi. Apalagi, ia sadar betul saat mengisi acara kampanye, pasti akan banyak kamera yang menyorot dirinya.
“Dari semalam saya mau manggung, semua sudah dipastikan aman. Baik dari kostum sampai lagu-lagu yang mau dinyanyikan. Saya nggak mau terlihat seksi sekali. Goyangan pun tidak seronok. Tapi ini semua kan tergantung fotografernya. Kalaupun saya pakai daster tapi difotonya dari bawah, tetap saja bagian dalam saya kelihatan,” cetus Nabilla dengan nada sebal.
Dalam rekaman yang dimiliki manajemen, memang terlihat ada beberapa oknum fotografer yang memotret Nabilla dari belakang dengan posisi sangat rendah di panggung. Belum jelas apa motif si fotografer, namun Nabilla dan pihak manajemen siap memberikan rekaman itu sebagai bentuk klarifikasi ke MUI.
“Kami punya rekaman sehingga bisa membuktikan kalau Nabilla sama sekali tidak pamer bokong,” timpal Ahmad.***
SegmenNews.com– Ilmuwan Jerman menemukan spesies ikan langka, memiliki empat mata yang semuanya berfungsi secara khas.
Ikan yang dinamakan dengan Rhynchohyalus natalensis itu hidup bawah laut yang gelap gulita, pada kedalaman 800 hingga 1 Km.
Hewan laut yang dikenal dengan jenis ikan yang mengerikan itu memiliki dua mata utama silinder yang mengarah ke atas. Fungsi dua mata ini untuk memantau mangsa atau bayangan hitam predator di atas ikan.
Sedangkan dua mata tambahan, yaitu mata oval berwarna perak, terletak di sisi kepala. Dua tambahan mata ini memiliki lensa dan retina kedua yang mirip dengan cermin.
Pada laut dalam, menurut Jurnal Proceedings of the Royal Society, disebutkan mata perak ini berfungsi mendeteksi kedipan cahaya biopendar dari makhluk laut dalam sehingga memberi pandangan ikan pada dua sisi dan bagian bawahnya.
Cahaya yang datang dari bawah difokuskan pada dua cermin retina yang melengkung. Dengan demikian ikan memiliki bidang pandangan yang lebih besar. Peneliti menyebutkan sepasang mata ekstra itu membantu ikan ini pandangan 360 derajat meski hewan laut ini hidup pada kedalaman laut yang gelap.
“Jelas, bidang pandangan yang luas merupakan keuntungan bahkan pada kedalaman yang sangat besar,” ujar Professor Hans-Joachim Wagner, peneliti Institute of Anatomy dari University of Tubingen, Baden-Wurttemberg, Jerman. Joachim Wagner merupakan peneliti yang menemukan ikan aneh itu, dilansir dari Dailymail.
Hasil penelitian yang cukup mengejutkan yakni pandangan ikan yang tak terduga, ikan ini memiliki mata reflektor yang biasanya hanya ditemukan pada invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang.
Sepanjang ini hewan vertebrata yang memiliki kombinasi mata reflektor yaitu ikan aneh Dolichopteryx longipes. Ikan ini menggunakan kombinasi lensa pantulan dan bias pada matanya.
Ikan ini tertangkap pada Luat Tasman, Selandia baru selama proyek penelitian internasional. Ikan ini berukuran panjang 18 cm.***
Anak-anak di India mendoakan 239 penumpang dan awak pesawat MH370 yang hilang (REUTERS/Stringer)
SegmenNews-Nasib pesawat Malaysia Airline nomo penerbangan MH370, berikut 239 penumpang dan awak dari berbagai negara, sudah dinyatakan tamat setelah hilang lebih dari 17 hari sejak lepas landas 8 Maret lalu. Ironisnya, pengumuman disampaikan secara resmi oleh pemerintah Malaysia, sebagai pemilik maskapai, melalui Perdana Menteri Najib Razak tanpa disertai bukti yang meyakinkan.
Bahkan, yang lebih menyakitkan bagi para kerabat maupun keluarga awak dan penumpang, pihak maskapai sudah menyampaikan kabar melalui pesan singkat di ponsel (SMS) pada Senin kemarin, yang intinya menyatakan pesawat MH370 “hilang tanpa ada yang selamat”. Bagaimana hidup para kerabat mereka berakhir di pesawat, belum ada satupun yang tahu.
PM Najib, saat menyampaikan pengumuman resmi pada Senin malam di Kuala Lumpur, mengaku dia hanya mengandalkan analisis terkini dari perusahaan satelit Inggris, Inmarsat, dan informasi dari Kantor Investigasi Kecelakaan Udara Inggris (AAIB) sebelum menyampaikan kesimpulan soal MH370. “Menggunakan suatu tipe analisis yang belum pernah digunakan dalam suatu investigasi seperti ini, mereka telah mampu memberi petunjuk mengenai jalur penerbangan 370,” kata Najib dalam jumpa pers yang dikutip stasiun berita CNN.
Masalahnya, belum ada petunjuk yang memperkuat analisis hasil pantauan satelit itu. Tim pencari sejauh ini mendeteksi beberapa benda di selatan Lautan Hindia, yang mungkin adalah puing-puing MH370, namun belum ada kepastian.
Hasil analisis pantauan satelit itu menunjukkan MH370 melenceng terlalu jauh dari rute Kuala Lumpur – Beijing. Seharusnya melewati laut China Selatan di utara Malaysia, pesawat malah balik arah ke selatan Samudera Hindia, sesuai dengan laporan sebelumnya dari Australia, yang memimpin operasi pencarian di sektor selatan.
Analisis Inmarsat dan AAIB menunjukkan, kemungkinan posisi terakhir MH370 di selatan Samudera Hindia dekat dengan pesisir barat Australia, atau sekitar 2.500 km dari sebelah barat Kota Perth. Awalnya satelit Inmarsat mampu mendeteksi sinyal ‘ping’ (Packet Internet Gopher) pesawat MH370, meskipun sistem pelaporan data komunikasi pesawat dimatikan. Adanya sinyal ‘ping’ itu menunjukkan pesawat masih dapat berkomunikasi.
Dengan menganalisa sinyal ping itu, insinyur Inmarsat mampu membuktikan MH370 terus terbang selama lima jam setelah meninggalkan wilayah udara Malaysia. Analisa juga mengatakan pesawat terbang menuju antara koridor Selatan maupun Utara dengan ketinggian 30 ribu kaki.
“Kami melihat efek Doppler, yang merupakan perubahan frekuensi karena pergerakan satelit pada orbit pesawat. Ini yang kemudian membantu kami memprediksi rute Utara dan rute Selatan yang diperkirakan (dilintasi pesawat),” jelas Chris McLaughlin, Wakil Presiden Senior Urusan Eksternal Inmarsat seperti dikutip harian Telegraph.
McLaughlin mengaku analisa ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh insinyur Inmarsat. Tim insinyur Inmarsat menganalisa lebih lanjut sinyal ping dan mendalami efek Doppler untuk rute Selatan dan Utara.
Membandingkan model tersebut dengan lintasan pesawat lain pada rute yang sama, mereka mampu membangun ‘pencocokan luar biasa’ antara rute selatan yang diprediksi Inmarsat dan pembacaan dari pesawat lain pada rute tersebut. “Sampai Senin kemarin, insinyur mampu secara definitif mengatakan pesawat pasti mengambil jalur selatan,” tegas MCLaughlin.
Sinyal ‘ping’ dari satelit juga membantu Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan Australia mempersempit area pencarian sampai 3 persen dari koridor Selatan pada 18 Maret lalu. Insinyur Inmarsat, lanjut MCLaughlin, mengaku bekerja keras mendeteksi sinyal ‘ping’ terakhir dan menduga kuat pesawat kehabisan bahan bakar sebelum sinyal ‘ping’ otomatis berikutnya.
“Tapi kami tak tahu berapa kecepatan pesawat saat terbang, kami mengasumsikan sekitar 450 knot,” kata dia. Kecepatan 450 knot setara dengan 833,5 km per jam.
Ia menambahkan meski data satelit Inmarsat mampu mendeteksi pesawat hilang di Samudera Hindia bagian Perth. Namun Inmarsat tak dapat mengetahui banyak hal termasuk kapan bahan bakar MH370 benar-benar habis, apakah kemudian pesawat jatuh atau meluncur sampai kapan waktu pesawat terbang melambat. Semuanya masih misterius.
“Kami tak dapat mengetahui itu semua,” ujar dia. Sejauh ini penyebab mengapa pesawat itu menghilang juga masih belum jelas diketahui.
Kotak Hitam
Kini target utama adalah mencari puing-puing pesawat bila benar jatuh di laut itu dan yang terpenting adalah mencari kotak hitam yang menjadi kunci menguak misteri pesawat. Ini merupakan instrumen rekam data pesawat yang menjadi petunjuk kunci untuk mencari tahu penyebab tragisnya nasib MH370.
Namun, hingga Selasa 25 Maret 2014, Australia dan para tim pencari dari sejumlah negara lain masih belum berhasil menemukan sepotong puing pun dari lautan itu. Bahkan Australia pun ragu bahwa pencarian bisa berlanjut pada Rabu, 26 Maret 2014, mengingat cuaca diprediksi buruk dan lautan tengah ganas.
Itu sebabnya Menteri Pertahanan Australia, David Johnston, pada Selasa siang memperkirakan kecil kemungkinan operasi pencarian bisa berlanjut lagi dalam “kurun waktu 24 jam ke depan”. Stasiun berita ABC News, Selasa 25 Maret 2014, melansir pencarian dari pesisir barat ke bagian selatan Samudera Hindia memakan waktu sekitar empat jam dengan menggunakan pesawat terbang.
Menurut Johnston dari empat jam itu, hanya dua jam saja waktu yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian. “Ini merupakan pencarian masif dengan mengerahkan logistik besar-besaran. Selain itu, operasi ini merupakan contoh kerjasama internasional,” ujar Johnston kepada media di Bullsbrook, Australia.
Dia mengingatkan bahwa operasi pencarian ini berlokasi di suatu tempat yang sangat terpencil di belahan lain dunia. Bahkan, Wakil Panglima Militer Australia, Mark Binskin, melontarkan pengandaian yang ekstrem.
“Kami tidak saja ibarat mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami, namun masih mencari di mana tumpukan jerami itu,” kata Binskin seperti dikutip stasiun BBC.
Memimpin operasi pencarian di kawasan selatan, Australia mengerahkan teknologi canggihnya untuk mencari petunjuk keberadaan MH370. Selain pesawat-pesawat pengintai, Australia juga mengerahkan kapal khusus bernama Ocean Shield, yang membawa perlengkapan deteksi akustik dari AS untuk mencari kotak hitam MH370. Namun kapal itu baru diperkirakan sampai pekan depan.
Keluarga Marah
Sementara pemerintah Malaysia dan tim pencari manca negara masih pusing dengan belum ketemunya MH370, keluarga para penumpang dan awak pesawat Boeing 777-200 itu makin gundah dan sedih. Mereka belum percaya dengan klaim dari PM Najib soal berakhirnya nasib MH370 tanpa bukti yang kuat.
Di Beijing, keluarga maupun kerabat 154 penumpang asal China melabeli Pemerintah Malaysia dan maskapai nasionalnya sebagai “tukang jagal”. Kerabat para penumpang ungkapkan kemarahan dengan berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Beijing pada Selasa, 25 Maret 2014.
Mereka berseru, “Pemerintah Malaysia telah mengibuli kita”, dan “Malaysia, kembalikan kerabat kami!” Polisi setempat telah antisipasi dengan membuat barikade sehingga para pemrotes tidak sampai dekat ke gerbang kedutaan.
Menurut kantor berita Reuters, keluarga para penumpang menuduh pemerintah dan militer Malaysia secara konstan berupaya menunda, menyembunyikan dan menutup-nutupi kebenaran yang sesungguhnya.
“Itu merupakan upaya menipu keluarga penumpang dan semua orang di dunia,” ujar seorang keluarga dalam sebuah pernyataan tertulis.
Pernyataan itu lantas diunggah ke situs mikroblog China oleh Komite Keluarga Malaysia Airlines MH370. Selain menyatakan protes di media sosial dan berdemonstrasi di Kedubes Malaysia, keluarga penumpang juga bertekad menempuh berbagai cara agar pemerintah dan militer Malaysia bertanggung jawab terhadap kesalahan yang tak dapat dimaafkan itu.
“Tindakan tercela ini tidak hanya membodohi dan menghancurkan secara fisik dan mental keluarga dari 154 penumpang asal Tiongkok, tetapi di saat yang bersamaan mereka juga memberi petunjuk yang salah dan menunda operasi penyelamatan,” ujar seorang anggota keluarga penumpang kepada media.
Akibatnya, ujar keluarga penumpang itu, banyak sumber daya manusia, sumber materi dan waktu terbuang percuma hanya untuk upaya penyelamatan tersebut.
“Apabila nyawa ke-154 anggota keluarga kami di pesawat hilang akibat peristiwa ini, maka maskapai, militer dan Pemerintah Malaysia merupakan pembunuh sesungguhnya yang telah menghabisi mereka,” kata seorang anggota keluarga itu.
Pemerintah China juga tidak tinggal diam. Sebagai pemerintah negara asal 2/3 dari penumpang dan awak MH370, China menuntut Malaysia mempertanggungjawabkan pernyataan bahwa nasib pesawat itu sudah berakhir di Samudera Hindia.
Setelah mendengar pernyataan PM Najib, Deputi Menteri Luar Negeri China, Xie Hangsheng, meminta Malaysia juga menyerahkan hasil analisis satelit terkait kesimpulan tragis itu. Bahkan, ungkap kantor berita Xinhua, Presiden Xi Jinping segera mengirim utusan khusus dari China untuk berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia terkait klaim dari PM Najib.
Di Indonesia, walau tidak semarah seperti di China, keluarga seorang penumpang masih belum percaya dengan pengumuman dari PM Malaysia. Iman Suria Tanurisan, adik seorang penumpang bernama Indra Suria Tanurisan, mengaku dia dan keluarga sudah lelah menerima informasi yang selalu berubah-ubah dan tidak jelas kepastiannya.
“Terpenting keberadaan kakak saya itu jelas. Kalau bisa mayatnya ditemukan. Kita tidak akan menuntut apa-apa. Pemerintah Malaysia sudah berusaha, ini musibah dan kita harus bisa menerimanya,” kata Iman.***
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sedang asik main judi dadu enam pria ini ditangkap pihak kepolisian Rambah Hilir di dalam Kebun Kelapa Sawit RW 5 Cianjur, DU-C SKPC Desa Pasir Utama, Kacamatan Rambah Hilir.
Dikatakan Kapolres Rohul AKBP H. Onny Trimurti Nugroho, SE, SIK, MH melalui Kapolsek Rambah Hilir IPTU Gunawan di Pasir Pengaraian, Selasa (25/3/14) bahwa keenam pria inisial, ST (56), MS (54), FF (24), W R ( 27), R M (24), AC (53) ditangkap, Minggu (23/3/14) malam sekitar pukul 17.00 Wib.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa, dua lembar perlak yang bergambar mata dadu, 3 buah mata dadu besar, 3 buah mata dadu kecil, 1 buah ember cat besar merk balilux yang sudah dipotong dan dilapisi busa.
“1 buah tutup ember cat yang dilapisi busa, 1 buah kaleng warna hitam, 1 buah piring warna putih yang dilapisi busa, 1 lembar terpal biru, 1 buah tas warna coklat merk reebok, 1 buah tas tentengan warna hijau kuning, uang tunai pecahan sebesar Rp 2.035.000,” Ujar Adi.
“Keenam tersangka judi ditahan untuk diproses secara hukum,” kata Kapolsek.***(r4n)
SegmenNews.com- Setelah sempat dirawat di rumah sakit, komedian Pepeng kembali terkena serangan jantung dan infeksi paru-paru. Atas kondisi itu, Pepeng pun dilarikan ke UGD rumah sakit Puri Cinere untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kurang lebih sama seperti Agustus lalu. Kena serangan jantung dan infeksi paru-paru. Alhamdulillah setelah masuk RS sudah lebih tenang,” jelas putra kedua Pepeng, Gemirio Muhammad saat dihubungi wartawan lewat telepon, Selasa (25/3/14).
Gemirio menambahkan, sejak Jumat penyakit jantung ayahnya sudah terdeteksi tim dokter. Namun Pepeng menolak untuk dirawat di rumah sakit.
“Bapak nggak mau, dipantau sampai Senin. Puncaknya malam tadi bapak nggak bisa tidur, diinfus juga nggak bisa lewat tangan, tapi kaki,” ujarnya.
Dikatakan Gemirio, belum banyak perubahan dari kondisi ayahnya. Saat tim dokter terus memantau kondisi Pepeng yang sedang tertidur.
“Belum banyak perubahan, masih dipantau 24 jam. Cuma bisa tidur sekarang. Kondisi masih begitu saja,” tandasnya.
SegmenNews.com– Ahmad Fathanah tetap kagum pada istrinya, Septy Sanustika, meski menanggalkan jilbab. Septy tetap cantik dan menarik, walaupun memilih melepas hijab.
“Waktu dia (Septy) pakai jilbab dia cantik, ketika dia tidak pakai jilbab sama-sama cantik. Yang penting saya ikhlas,” kata Ahmad Fathanah saat ditemui di pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/3/2013).
Fathanah juga mengaku sudah memberi izin Septy buat melepas jilbab. Dia pun mengaku sudah ikhlas dengan sikap istrinya, dan tidak peduli dengan komentar miring.
“Iya bebas terserah dia saja. Ini kan demokrasi saja. Kalau saya sih apa yang menurut dia nyaman saja. Kalau dia nyaman pakai jilbab ya silakan, kalau tidak juga silakan,” sambung Fathanah.***
Talukkuantan (SegmenNews.com) – Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Riau, Widiyatmantoro dalam sambutanya saat penyerahan LKPD tahun 2013 oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (25/3/2014) di gedung BPK RI menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemkab Kuansing yang telah menyampaikan LKPD tepat waktu.
“Kuansing merupakan kabupaten pertama di Riau yang menyerahkan LKPD, ini merupakan indikator penilaian, disamping kecocokan antara laporan dengan realisassi keuangan di daerah,” tegas Widiyatmantoro didampingi Kasubaud Riau II BPK RI, Hesti Sunariyono, serta Kasubag Hukum dan Humas, Mikael Togatorop.
Untuk itu pihaknya juga minta kerja sama dari Pemkab Kuansing, saat Tim BPK nanti turun ke lapangan. “Kami minta kepada Pemkab Kuansing kerjasamanya nanti saat tim turun ke lapangan,” sebutnya.
Sedangkan Bupati Kuansing, H Sukarmis kepada Perwakilan BPK RI Provinsi Riau minta arahan BPK RI, untuk terus memandu Kuansing dalam laporan keuangan daerah, sehingga tidak terjadi penyimpangan. Sukarmis juga berharap, agar BPK kembali menjatuhkan penilaian opini WTP kepada Kuansing.***(zul)
Duri (SegmenNews.com)– Setelah menerima pengarahan Sekcam, puluhan pelajar ini didata di kantor Satpol PP. Tiga pelajar SD yang juga terjaring dalam razia ini pucat pasi saat diminta menghubungi orang tuanya. Mereka menangis menyesali perbuatannya.
“Kami tak buat PR, lalu disuruh pulang. Lalu diajak teman ke warnet,” ujar salah seorang pelajar yang duduk di kelas 5 SD itu.
Lain lagi cerita 15 pelajar SMK Swasta, yang kedapatan tengah bersama-sama di warnet Jalan Kejaksaan. Mereka memang tak pergi sekolah, tapi mampir di warnet bersama-sama. Ke 15 pelajar SMK ini langsung di jemput oleh kepala sekolahnya.
“Mereka tidak sampai ke sekolah. Makanya kita akan panggil orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan,” ujar kepsek itu.
Sementara itu, setelah membuat surat pernyataan, para pelajar yang terjaring razia itu bisa kembali ke rumah masing-masing, tapi tentunya ada kepsek, guru atau orang tua yang menjemputnya.***(fin)