Beranda blog Halaman 2691

Sinar Mas Dinilai Lalai Lindungi Cagar Biosfer

hutanPekanbaru (SegmenNews.com)- Sinar Mas Grup dianggap lalai dalam melindungi kawasan konservasi dunia Giam Siak Kecil-Bukit Batu seluas 106.467 ha di Riau karena terjadi pembalakan liar serta kebakaran di lahan yang ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer itu.

“Kalau perusahaan (Sinar Mas Group), saya kira semua punya tanggung jawab. Saya tidak bermaksud membela, melainkan sebagai akibat saja sebetulnya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan, Sonny Partono, Rabu (5/3/2014) dikutip dari antara.

Menurutnya, seharusnya perusahaan bisa mendeteksi untuk melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan terutama di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang sebelumnya Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil 84.967 ha dan Suaka Margasatwa Bukit Batu 21.500 ha.

Tim Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau menemukan tenda-tenda yang dibangun oleh pelaku pembakaran lahan seperti barak yang sudah dalam kondisi ditingalkan penghuni, kemudian gergaji mesin dan lain sebagainya.

Berdasarkan laporan Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto pekan ini, sekitar 3.000 ha lebih Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu terbakar dan 800 ha di antaranya terjadi di zona inti.

“Pembalakan liar dan kebakaran, itu sudah diketahui. Justru kemarin awalnya itu terjadi dari zona-zona yang lain seperti daerah penyangga yang dimiliki masyarakat, tapi kemudian masuk ke bagian dari cagar biosfer kita,” katanya.

Pihaknya mengaku sulit memadamkan titik api yang membakar zona inti, kemudian zona transisi yang ditanami hutan tanaman industri untuk bahan baku industri kertas milik Sinar Mas Group serta zona penyangga milik masyarakat.

“Memang salah satu masalah adalah akses jalan (dari zona penyangga, tansisi dan inti) dan kemudian masalah sumber air. Meski dibangun kanal-kanal air, tapi kondisi airnya sudah menipis dan ini yang menjadi kendala lapangan dalam memadamkan titik api,” ucap Sonny.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyatakan Sinar Mas selaku inisiator cagar biosfer lemah dalam menjaga kawasan konservasi dunia karena sebelum penetapan kawasan Giam Siak Kecil-Bukit Batu tahun 2009, kawasan itu telah rusak.

Praktek-praktek yang dilakukan perusahaan maupun perambah liar di sekitar cagar biosfer itu telah berdampak negatif terhadap kawasan koservasi dunia. Gambut dalam tidak bisa dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit serta hutan tanaman industri.

“Jika gambut itu rusak, maka hamparan gambut di sekitarnya juga ikut rusak. Ini terjadi setiap tahun. Baik pembakaran di kawasan cagar biosfer atau pemalakan liar, sebelum ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO,” katanya.

Juru Bicara Sinar Mas Forestry Nurul Huda mengatakan pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu terdiri dari dua manajemen yakni perusahaan Sinar Mas Group dan pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.

“Kita lihat, lokasi kebakaran cagar biosfer. Kalau lokasi cagar berada di bawah pengelolaan Sinar Mas, itu sudah pasti manajemen perusahaan menjaga dan jika terjadi kebakaran hutan akan segera memadamkan. Tetapi kalau di lokasi BKSDA Riau, kita turut membantu dalam memadamkan api,” katanya.***(son/ant)

Menhut: Ada 2.000 Perambah Liar Pembakar Cagar Biosfer

cagarPekanbaru (SegmenNews.com) – Salah satu lokasi terparah kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap adalah kawasan cagar biosfer di Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, diduga sengaja dibakar sehingga mengalami kerusakan parah.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, kepada wartawan, Rabu (5/3/2014) mengatakan kawasan Cagar Biosfer yang dilindungi UNESCO itu dirusak dan sengaja dibakar oleh sekitar 2.000 orang perambah liar.

“Saya heran, kawasan konservasi ada jalur busnya. Ini tidak dibenarkan. Berdasarkan data yang saya terima, ada sekitar 2.000 perambah dari luar Riau yang masuk ke Cagar Biosfer,” ujar Zulkifli Hasan saat mengunjungi Lanud Roesmin Nurjadi Pekanbaru.

Namun, pihak aparat penegak hukum hanya berhasil menangkap 8 orang perambah. Sedangkan yang lainnya berhasil kabur dan tidak tahu pergi ke mana.

“Tidak semua berhasil ditangkap. Hanya tenda-tenda tempat perambah yang ditemukan dan sudah dibakar oleh Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau,” kata Zulkifli.

Zulkifli tidak mau mengakui kinerja Menhut lemah dalam mengawasi Cagar Biosfer. Ia menyebut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Menhut sudah berupaya maksimal. “Menhut melalui BKSDA sudah sering melakukan pemantauan,”ungkapnya.

Zulkifli meminta Pemprov Riau memfungsikan Satgas penjagaan Cagar Biosfer yang sudah terbentuk dijalankan, agar pemanfaatan Cagar Biosfer bisa maksimal. “Dulu sudah pernah dibentuk. Karena pergantian gubernur di Riau, belum berjalan dan ini diminta agar dihidupkan lagi,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Sony Partono menyebut ada peran perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam kebakaran kawasan Cagar Biosfer.

“Di Zona penyangga, ada sejumlah perusahaan beroperasi. Diduga ada kelalaian yang menyebabkan areal kebakaran di zona inti Cagar Biosfer,” kata Sony.

Di samping itu, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Riau Zulkifli Yusuf menyebut ada sekitar 4.800 kawasan HTI perusahaan yang terbakar. “Sebagian besar titik api di Riau ada di perusahaan,” katanya.

Dia juga menjelaskan, sudah ada 800 hektar lahan di zona inti Cagar Biosfer terbakar, sejak Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan. “Itu data yang kami miliki. Yang paling besar terjadi di PT Nasional Sago Prima (NSP),” kata Zulkifli.***(bal)

Damri: Dua Desa di Kepenuhan Pantas di Mekarkan

H. Damri Poti, S.Sos, M.Si
H. Damri Poti, S.Sos, M.Si

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Camat Kepenuhan Hulu, H. Damri Poti, S.Sos, M.Si menyebutkan bahwa dua desa di Kecamatannya sudah pantas dimekarkan. Hal tersebut merujuk kepada jumlah penduduk yang semakin padat, ditambah lgi jarak tempuh antara satu kampung ke kampung lain cukup jauh.

Damri menjelaskan pada tahun ini tapal desa dua desa tersebut selesai. Dua desa itu sudah diajukan untuk pemekaran menjadi empat desa meliputi Desa Kepenuhan Hulu dimekarkan menjadi Desa Perdamaian Jaya Hulu. Sementara Desa Pekan Tebih dimekarkan jadi satu lagi yakni Desa Sei Batang Lubuh.

Dua menargetkan semua tapal desa di kecamatannya tuntas tahun ini sehingga tidak terjadi konflik desa seperti terjadi tahun lalu di Desa Kepenuhan Hulu, Pekan Tebih, dan Desa Kepayang.

“Pada tahun ini ada dua desa lagi yang belum selesai tapal batasnya. Tapi Insya Allah masyarakatnya bisa aman-aman saja,” kata Damri, Rabu (5/3/2014).

Alasan dimekarkan Desa Kepenuhan Hulu dan Pekan Tebih, ungkap Damri, selama ini warga mengeluhkan jauhnya jarak untuk berurusan ke kantor desa, sebab mereka harus berkeliling lewat Pasirpangaraian.

Pasca keluarnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2013, sambung Damri, ada kewenangan untuk memekarkan desa. Namun untuk desa pemekaran harus menjadi desa binaan kepala daerah paling lama tiga tahun sebelum menjadi desa definitif.***(r4n/ur)

10 KUD Ikuti Kelompencapir Program CSR PT. PISP

General PT.PISP dan PSA serta staf dan mitra perusahaan KUD berfoto bersama usai kegiatan Kelompencapir
General PT.PISP dan PSA serta staf dan mitra perusahaan KUD berfoto bersama usai kegiatan Kelompencapir

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sebanyak 10 Koperasi Unit Desa (KUD) yang bermitra dengan PT. Perdana Inti Sawit Perkasa (PISP) I Kebun sei Air Hitam, Rabu (5/3/14) bertempat di lapangan bola kaki Desa Kepenuhan Barat Kecamatan Kepenuhan.

Program tersebut merupakan Program Corporate social responsibility (CSR) perusahaan berguna untuk mengeratkan tali silaturahmi antara pihak perusahaan dengan para mitra kerja KUD. Dengan harapan hubungan antara masyarakat dengan pihak perusahaan terus berjalan dengan baik.

Kegiatan yang bertemakan “”Menjadi Petani yang lebih lestari” menyediakan hadiah utama berupa televisi LCD dan 10 piala serta hadiah menarik lainnya.

Acara Kelompencapir diramaikan hampir seluruh masyarakat setempat serta dihadiri langsung oleh General Manager (GM) PT PISP 1, Ir Nuryadi, GM PT PSA, H Yusuf Siregar SP, Sustainability Regional Manager Provinsi Riau, Erwan Efendi, Sustainability Regional Riau Hardian dan para para Pengurus dan anggota KUD mitra perusahaan.

Dikatakan, Erwan Efendi bahwa Kegiatan Kelompencapir merupakan Program CD-CSR dari Perusahaan untuk membangun dan mengeratkan tali silaturahmi dan ramah tamah dengan masyarakat mitra KUD yang kita bangun melalui kelompencapir.

Sementara, Program CSR lainnya perusahaan juga telah menyalurkan anggaran untuk bidang pendidikan dengan membangun sekolah beberapa lokal dan memberikan beasiswa. Sementara dibidang sosial ada juga kegiatan sunatan massal, dan bantuan sarana pendukung untuk rumah ibadah.

General PT.PISP dan PSA serta staf dan mitra perusahaan KUD berfoto bersama usai kegiatan Kelompencapir
General PT.PISP dan PSA serta staf dan mitra perusahaan KUD berfoto bersama usai kegiatan Kelompencapir

“Kita juga memberikan arahan dan pembinaan serta pemahaman kepada masyarakat dalam berkebun supaya ramah lingkungan, agar para petani dapat menjadi petani yang baik,” terangnya

Sementara itu, GM PT PISP 1, Ir Nuryadi menyampaikan terus mengupayakan pembinaan kepada seluruh KUD sesuai dengan kebutuhan dan ramah lingkungan. Sehingga masyarakat benar-benar paham.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kepenuhan, H Bachtiar tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepda pihak perusahaan. Sebab menurutnya kegiatan tersebut penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak perusahaan dengan para mitra kerja KUD.

“Kita berharap hubungan antara masyarakat dengan pihak perusahaan kedepan terus berjalan dengan baik, dan begitu juga program CSR terus terus berjalan terhadap masyarakat,” harapnya.***(r4n)

Fly Over Simpang SKA Batal Dibangun

flyPekanbaru (SegmenNews.com) – Impian Kota Pekanbaru mempunyai fly over (jembatan layang) di Persimpangan SKA tampaknya harus tertunda dulu. Pasalnya, Gubernur Riau enggan mengelontorkan anggaran untuk membiayai pembangunan fly over tersebut.

Keengganan gubernur tersebut dibenarkan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Walikota bisa memahami pandangan Gubernur Riau, Annas Maamun tersebut mengingat jalan yang rencananya dibangun fly over itu berstatus milik nasional.

“Itu ruas jalan nasional. Artinya pembangunan fly over seharusnya menjadi kewenangan pemerintah pusat dan bukan Pemprov ataupun Pemko,” katanya.

Jika Pekanbaru sudah berstatus metropolitan, maka keinginan memiliki fly over itu bisa ditangani oleh satuan kerja metropolitan yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum. Karena satuan kerja ini memang khusus mengurus jalan nasional di dalam kota. Termasuk fly over.***

Editor: akira
Sumber : Tribun Pekanbaru

Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Teluk Papal Bengkalis Juga Terjangkit Penyakit Kulit

Sample air kotor yang digunakan masyarakat untuk MCK di Desa Teluk Papal Bengkalis
Sample air kotor yang digunakan masyarakat untuk MCK di Desa Teluk Papal Bengkalis

Bengkalis (SegmenNews.com) Sudah hampir dua bulan terakhir warga di Desa Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis kesulitan mendapatkan air bersih, akibat musim kemarau.

Kondisi di Desa berjarak sekitar 50 KM dari kota Bengkalis sudah mulai memperihatinkan. Akibat sulitnya air bersih, masyarakat terpaksa hanya menggunakan air asin, kotor dan berbau untuk kebutuhan sehari-hari seperti Mandi Cuci Kakus (MCK). Tak peduli lagi layak atau tidak layaknya air yang pakai.

Akibatnya, tak sedikit masyarakat di sana terserang penyakit kulit, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Melihat kondisi itu, dipimpin Dir PDAM Bengkalis dipimpin, Nova Novianti beserta rombongan mengambil sample air yang digunakan masyarakat, Selasa (4/3/14).

Rombongan juga membawa 2 unit mobil tanki berisi 10 ribu liter air bersih. Dapat bantuan, masyarakat pun berduyun-duyun mendatangi mobil tanki dengan membawa jetrigen dan penambungan air ke lokasi.

“Warga Teluk Papal bukan hanya kesulitan mendapatkan air besih, tapi juga akibat kemarau, puluhan warga dari anak anak hingga dewasa terjangkit penyakit kulit. Kita juga akan membawa sample air yang digunakan masyarakat, untuk mengetahui seberapa bahayanya air itu,” imbuh Nova.***(yusuf)

Eiit, Australia Tak Boleh Macam-Macam dengan Rokok RI

penjual rokokJakarta (SegmenNews.com)– Pemerintah Indonesia meminta Australia tidak menerapkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dan mewajibkan kemasan polos (plain packaging) terhadap produk tembakau asal Indonesia. Pasalnya, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah menggugurkan keinginan Australia tersebut.

“Kalau soal rokok itu sudah salah kan Australia. Sudah tidak bisa lagi menerapkan itu. Dia sudah kalah dituntut oleh perusahaan rokok Amerika Serikat (AS),” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Jika Australia tetap ngotot memberlakukan hal tersebut, bisa saja diadukan kembali ke WTO. “Tapi kalau sudah kalah kan enggak bisa diulang lagi. maksudnya final and binding istilahnya,” kata Lutfi.

Mantan dubes RI untuk Jepang ?tu melanjutkan, hal yang sama juga berlaku untuk produk makanan asal Indonesia. “Pokoknya pada dasarnya kita gini, kita enggak setuju barang kita dituduh macam-macam. Jadi kita mesti lihat bahwa itu kejadian seperti itu maka tidak menguntungkan semua orang,” tuturnya.

Sekadar informasi, Australia berusaha membatasi penjualan rokok dan produk tembakau di negaranya dengan menerbitkan aturan the Tobacco Plain Packaging Act pada 2011.

Dalam peraturan tersebut seluruh rokok dan produk tembakau yang diproduksi sejak Oktober 2012 dan dipasarkan sejak 1 Desember 2012 wajib dikemas dalam kemasan polos tanpa mencantumkan warna, gambar, logo dan slogan produk. Australia tercatat sebagai negara pertama yang memberlakukan aturan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pada 2012 ekspor rokok dari Indonesia mencapai 63.273 ton. Jumlah ini naik 9 persen dibanding volume ekspor di 2011 yang mencapai 58.030 ton. Sementara dari sisi nilai, terjadi kenaikan sekitar 11,8 persen dari USD543,9 juta menjadi USD608,3 juta.***(Sindoradio/okezone)

Pemerintah Didesak untuk Melindungi Petani Buah Lokal

pasarSegmenNews.com – Partai Golkar mendesak pemerintah melindungi petani buah lokal Indonesia. Sebab, petani buah lokal merupakan salah satu elemen yang harus dilindungi dan diberdayakan sebagai perwujudan dari ketahanan nasional. Terutama, kemandirian pangan nasional.

“Partai Golkar mendesak pemerintah untuk lebih serius melindungi petani buah lokal,” kata legislator Partai Golkar anggota Komisi IV DPR RI, Siswono Yudhohusodo, melalui siaran pers yang diterima VIVAnews, Selasa 4 Maret 2014.

Dia mengatakan, Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam kaya dan berpotensi. Salah satunya adalah buah-buahan. Dengan sumber daya yang melimpah itu, sudah seharusnya buah lokal mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Menurutnya, negara agraris seperti Indonesia ternyata tidak mampu menyediakan kebutuhan buah dalam negeri sehingga pemerintah masih harus mengimpor dari negara lain. Indonesia yang dikenal negeri gemah ripah loh jinawi (kekayaan alam yang berlimpah) seharusnya tidak bergantung pada negara lain, apalagi masalah buah.

“Persediaan buah lokal merupakan hak setiap rakyat. Untuk itu, pemerintah bertanggung jawab terhadap ketersediaan buah lokal,” kata Siswono.

Melimpahnya peredaran buah impor di pasaran merupakan ancaman serius terhadap buah lokal. Petani buah lokal menjadi semakin terpuruk dan sulit berkembang. Bukan hanya itu, peredaran buah impor kini sudah menyebar ke banyak pelosok Indonesia

Menurut laporan dari Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia, impor produk hortikultura (buah dan sayur) yang dilakukan Indonesia terhitung besar. Saat ini, 85 persen dari seluruh produk hortikultura yang beredar dan dinikmati konsumen di Indonesia merupakan produk impor. Selain itu, jumlah impor produk tersebut selalu meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, impor buah Indonesia dari China (sebagai negara pemasok buah impor terbesar ke Indonesia sepanjang 2011 dan periode Januari-Februari 2012) mengalami kenaikan dari angka US$46,7 juta pada Desember 2011 menjadi US$62,6 juta pada Januari 2012 dan dari angka US$30 juta pada Februari menjadi US$48,2 juta pada Maret di tahun yang sama.
Selain itu, impor buah dari Thailand juga mengalami kenaikan dari angka US$10,95 juta pada Juni 2012 menjadi US$35,07 juta pada Juli 2012 dan mencapai angka US$40,55 juta pada Agustus 2012.

“Kasihan petani buah lokal, pemerintah harus segera memikirkan pemberdayaan buat mereka. Sejatinya ini untuk kemandirian pangan negara kita,” ujarnya.****

Red: son

sumber: viva

Tujuh Penjudi Ditangkap di Kampar

judiKoto Kampar Hulu (SegmenNews.com) – Tujuh orang diduga pelaku tindak pidana judi jenis kartu remi disebuah warung milik Sitompul (50) di Desa Siberuang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar ditangkap tim Opsnal Polsek XIII Koto Kampar, Sabtu (1/3/32014).

Mereka diamankan sedang asyik bermain judi.

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang dilaporkan kepada Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Nakum Suparno. Sehingga, pihaknya langsung menurunkan anggota untuk melakukan lidik ke lokasi tersebut.

Tim yang diturunkan Kapolsek berhasil menangkap tangan para pelaku ketika sedang asik bermain judi.

Pelaku yang ditangkap adalah M Heri (32) alias Herim, warga Desa Siberuang, Makdin Sitorus (58), warga Desa Siberuang, Poniman (41) alias Ucok, dengan alamat Afdeling X Kebun Padasa. Ketiganya saat ditangkap sedang melakukan judi jenis Song.

Di tempat yang sama tim Opsnal Polsek XIII Koto Kampar juga dilakukan penangkapan terhadap diduga pelaku judi jenis Qiu dengan kartu Gaple yaitu Joni Silaban (29) dengan alamat Desa Siberuang, Marzuki Sirait (30) dengan alamat Afdeling IV desa Siberuang, Poniman (44) alias Duges dan Widi Joko (30) warga desa Siberuang.

Paur Humas, Ipda Deni Yusra ketika dihubungi, Selasa (4/3/2014) di Bangkinang Kota, menyampaikan tersangka kini telah diamankan di Polsek XIII Koto Kampar untuk proses hukum lebih lanjut.

“Turut diamankan bersama para pelaku yaitu barang bukti (BB) berupa kartu remi, kartu gaple dan uang taruhan Rp764.000,” ungkapnya.***(yud/kn)

Lima Komisioner KPUD Siak Terpilih Dilantik Rabu

kpudSiak (SegmenNews.com)- Lima Komisioner KPUD Kabupaten Siak terpilih, Sariman, dan Agus Salim (Mantan Ketua KPUD Siak), Fatminah Nularnah PPK Tualang, Hasanuddin PP Siak, dan Agus Hariyanto PPK Dayun akan dilantik, Rabu (5/4//14) depan.

“Lima komisioner telah ditetapkan, mereka akan dilantik pada Rabu depan,” ungkap Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPUD Siak Abdul Rasyid Suharto pagi tadi.

Dua diantara Lima komisioner KPUD Siak telah ditetapkan adalah mantan anggota KPUD. Sementara tiga lagi merupakan PPK. Mereka akan mengikuti pelatihan di Pekanbaru yang digelar KPUD Riau.***(rinto)