Beranda blog Halaman 27

Sesuai Arahan Presiden, Bupati Anton Siap Berbenah dan Tancap Gas

Bogor(SegmenNews.com)– Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato yang menggugah nurani para pemimpin daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2). Dengan nada bicara yang dalam namun tegas, Prabowo mengakui bahwa kemiskinan yang masih menghimpit rakyat adalah rapor merah bagi para elite dalam mengelola kekayaan bangsa.

​”Kita harus akui bahwa elite Indonesia, dari pimpinan politik hingga akademisi, masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa. Kekayaan kita melimpah, tapi rakyat masih kesulitan,” ujar Presiden di hadapan seluruh kepala daerah.

​Presiden menegaskan tidak ada ruang bagi sikap pesimistis. Ia meminta seluruh pimpinan daerah membuang jauh-jauh pertanyaan “apa mungkin” atau “apa mampu” dalam memberantas kemiskinan.

​Menanggapi pengakuan jujur dan instruksi Presiden tersebut, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menyatakan bahwa kritik Presiden adalah bentuk motivasi besar bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk melakukan introspeksi total terhadap tata kelola sumber daya daerah.

​Bupati Anton menegaskan bahwa Kabupaten Rokan Hulu, yang dikenal dengan kekayaan alamnya, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pengelolaan aset negara.

​”Pesan Bapak Presiden sangat menyentuh. Beliau meminta kita membenahi diri dan lingkaran kita. Saya selaku Bupati Rokan Hulu berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi ‘kebocoran’ atau ketidaktepatan sasaran dalam pengelolaan kekayaan alam di wilayah kami,” tegas Anton, ST, MM.

​Bupati Anton juga menggarisbawahi ajakan Presiden untuk menghapus sekat politik masa lalu. Menurut Anton, memenangkan pertarungan melawan kemiskinan jauh lebih penting daripada memenangkan ego sektoral atau partai.

​”Sesuai arahan Presiden, di Rokan Hulu kita tidak lagi bicara soal siapa dukung siapa di masa lalu. Sekarang saatnya bersatu. Saya sudah instruksikan kepada seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar program pengentasan kemiskinan harus langsung menyentuh akar rumput, tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

​Sebagai tindak lanjut dari Rakornas ini, Bupati Anton berencana memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dan masyarakat untuk:

​Transformasi Ekonomi: Memastikan kekayaan alam Rokan Hulu dikelola secara adil untuk meningkatkan daya beli masyarakat lokal.

​Transparansi Anggaran: Menjamin setiap rupiah anggaran daerah difokuskan pada program penghapusan kemiskinan ekstrem.

​Persatuan Daerah: Mengajak seluruh elite politik di Rokan Hulu untuk satu suara dalam menyukseskan program nasional.

​”Kita tidak boleh menyerah sebelum bertanding. Jika pusat sudah membuka jalan dengan semangat persatuan, maka kami di daerah adalah garda terdepan yang akan mengeksekusi visi tersebut demi kemakmuran warga Rokan Hulu,” pungkas Bupati Anton.***(rl)

Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas

Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas

Bandung Barat(SegmenNews.com)- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya nilai-nilai pegawai dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk layanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Nilai-nilai tersebut dimulai dari integritas dan profesionalisme, diikuti dengan kepedulian terhadap persoalan di lapangan, lalu berwujud menjadi pekerjaan yang bermakna, melampaui kewajiban formal, serta semangat kebersamaan di Kemnaker.

“Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk pelayanan publik yang profesional, adil, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Yassierli pada Forum Diskusi Layanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing di BBPKK Bandung Barat, Jumat (30/1/2026).

Menaker menekankan konsep Meaningful Work: Beyond the Duty, di mana makna kerja tidak lahir dari jabatan, melainkan dari bagaimana pekerjaan dijalankan setiap hari, baik yang terlihat maupun yang tidak. Dengan melampaui kewajiban formal, seorang aparatur dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ketika dampak itu dirasakan , makna muncul. Hal ini memberi energi, komitmen, dan memperkuat organisasi dalam jangka panjang,” jelas Yassierli.

Lebih jauh, Menaker menyampaikan prinsip Satu Tim, Satu Kapal. Organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh tanpa keberhasilan parsial. Semua unit diminta menghapus ego sektoral, bekerja kolaboratif, dan memiliki tujuan serta sense of crisis yang sama.

“Kolaborasi harus dikedepankan, bukan kompetisi. Kebersamaan itu indah,” tegasnya.

Dalam pengelolaan SDM, Menaker Yassierli juga menyoroti prinsip Right Person, Right Position. Penempatan pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja, dengan integritas dan moralitas sebagai syarat utama. Praktik ini menekankan meritokrasi di atas senioritas, di mana potensi diuji melalui penugasan strategis, proyek penting, atau stretch assignment, serta akses pengembangan diberikan secara adil melalui talent pool, mentoring, dan rotasi lintas fungsi.

“Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan, memunculkan talenta tersembunyi, dan memperkuat kepercayaan karena promosi dan penugasan dilakukan secara rasional dan transparan,” kata Yassierli.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli memperkenalkan konsep People-Centric Organization yang menempatkan marwah dan kebanggaan aparatur sebagai fokus utama. Dengan semangat The Power of One, sistem kerja berbasis peran (role-based), serta metode yang lincah (agile) dan meritokratis, lingkungan kerja dirancang aman untuk bertumbuh dan berani menyampaikan pendapat (speak up).***(rl)

Festival Layang Wau, Pelajar SDN 50 Bengkalis Raih Juara Pertama

Bengkalis(SegmenNews.com)- Langit Kabupaten Bengkalis tampak berwarna-warni pada pagelaran Festival Layang-Layang Wau Bengkalis 2026.

Perhelatan bergengsi yang diinisiasi oleh Perkumpulan Layang Waw Kabupaten Bengkalis  sukses menyedot perhatian publik dengan partisipasi ratusan peserta mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori umum.

Di tengah persaingan ketat ratusan peserta, SDN 50 Bengkalis berhasil mengukir prestasi gemilang. SDN 50 mengirimkan lima perwakilan terbaik di bawah bimbingan guru pendamping, Muhammad Fahmi.

Dari lima utusan tersebut, satu nama mencuat sebagai bintang di babak final. Nominasi babak final yaitu Muhammad Afiq, siswa kelas VI C SDN 50 Bengkalis, berhasil menunjukkan kemahirannya mengendalikan tali dan angin.

Setelah melalui serangkaian babak penyisihan yang sengit, Afiq melaju ke babak final dan secara mengejutkan keluar sebagai Juara 1.

Ia berhasil mengungguli ratusan peserta lainnya, baik dari jenjang Sekolah Dasar maupun Menengah, lewat teknik terbang yang stabil dan estetika layang-layang yang memukau.

Dukungan Penuh dan Pelestarian Budaya Prestasi ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Plt. Kepala SDN 50 Bengkalis, Fitri Kusniawati, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para siswa dan guru pendamping.

“Kami mendukung penuh keterlibatan anak-anak dalam kegiatan positif seperti ini. Selain sebagai ajang mengasah bakat dan menambah wawasan, festival ini merupakan langkah nyata dalam pelestarian Budaya Melayu di tanah Bengkalis yang kita cintai,” ujar Plt. Kepsek Fitri.

Kepsek Fitri mengharapkan kedepannya dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain di Kabupaten Bengkalis untuk terus mencintai dan menjaga warisan budaya lokal, sekaligus membuktikan bahwa permainan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.***(imam/hm)

PLN Dukung Langkah Strategis IBC dan Mitra untuk Percepat Hilirisasi Industri Baterai Terintegrasi Nasional

PLN Dukung Langkah Strategis IBC dan Mitra untuk Percepat Hilirisasi Industri Baterai Terintegrasi Nasional

Jakarta(SegmenNews.com)– Sebagai salah satu pemegang saham PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), PT PLN (Persero) mendukung langkah kolaborasi IBC dengan mitra strategis dalam mempercepat pengembangan industri baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia. Inisiatif tersebut ditandai dengan penandatanganan _framework agreement_ antara IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD), pada Jumat (30/1), di Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penandatanganan _framework agreement_ ini menjadi tonggak penting dalam percepatan hilirisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini memiliki total nilai investasi mencapai USD 6 miliar dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik hingga 20 gigawatt hour (GWh) dan berpotensi menciptakan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru.

“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif perusahaan dan tenaga kerja lokal, baik dalam pengembangan ekosistem baterai dan katoda di Jawa Barat maupun pengembangan tambang, _smelter_, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara.

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar. Karena ini adalah bagian daripada komitmen kita,” tegas Bahlil.

Bahlil menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, namun juga mendukung pengembangan pembangkit listrik hijau, termasuk kebutuhan baterai untuk program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

“Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil (listrik), tapi ini juga didesain untuk baterai panel surya,” tambahnya.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa penandatanganan _framework agreement_ ini merupakan tahap awal perjalanan strategis IBC untuk mendorong hilirisasi industri baterai terintegrasi nasional, yang tidak hanya berfokus pada kemitraan investasi, tetapi juga pada penguasaan teknologi dan pengembangan kapasitas industri dalam negeri.

“Melalui kemitraan dengan pelaku industri global terkemuka, kami ingin memastikan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi yang akan memperkuat fondasi industri baterai terintegrasi nasional dalam jangka panjang, sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia,” jelas Aditya.

Ia menambahkan bahwa proyek ini akan memasuki tahap selanjutnya melalui pelaksanaan studi kelayakan bersama yang mencakup pengkajian seluruh aspek proyek. IBC bersama ANTAM dan Konsorsium HYD akan memastikan seluruh tahapan pengembangan proyek berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan kepentingan strategis nasional.

“Jadi, ini masih awal. Setelah ini masih akan ada _joint feasibility study_, baru nanti ada _definitive agreement_ dan seterusnya. Jadi, ini awal dari perjalanan bersama ANTAM dan Konsorsium HYD. Kita harapkan, dalam tahun ini juga bisa diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pengembangan industri baterai terintegrasi yang dinilai strategis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus sistem pembangkit listrik. Hal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan berbasis produk dalam negeri.

“Industri baterai terintegrasi menjadi elemen kunci dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih adaptif dan andal. Bagi PLN, penguatan ekosistem baterai dalam negeri mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara optimal, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta memperkuat ketahanan pasokan energi nasional,” tutup Darmawan.***(rl)

BRK Syariah Gelar Ramah Tamah Bersama ASN Pra Pensiun dan Purna Bhakti di Pekanbaru

BRK Syariah Ramah Tamah Bersama ASN Pra Pensiun dan Purna Bhakti di Pekanbaru

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) melaksanakan kegiatan ramah tamah bersama nasabah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pra pensiun dan purna bhakti, Minggu (01/02/26), bertempat di Halaman Kantor BRK Syariah Pekanbaru Sudirman.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan rutinitas masyarakat dalam rangka Car Free Day (CFD) dan diawali dengan senam jantung sehat yang diikuti oleh para peserta. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental dalam kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara BRK Syariah dan para nasabah PNS Pensiun dan Purna Bhakti.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Direkur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus; General Manager BRK Syariah Cabang Utama, Rina Muthia Zuhra; Branch Manager BRK Syariah Pekanbaru Sudirman, Mohd. Zamroni Fathoni; serta Branch Manager BRK Syariah Pekanbaru Arifin Ahmad, Marwan Setiadi.

Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Sukri, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis dalam memberikan edukasi kepada nasabah.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat silaturahmi dengan PNS pra pensiun dan purna bhakti, memberikan informasi yang jelas, serta menyampaikan informasi yang benar, mengingat maraknya penipuan berkedok aplikasi Taspen,” jelasnya.

Selain kegiatan olahraga bersama, acara juga diisi dengan pemaparan dari Manajer Layanan PT Taspen Cabang pekanbaru, Abdurrahim kamahi terkait informasi keraspenan, guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para PNS pra pensiun dan purna bhakti mengenai hak dan manfaat yang diterima saat memasuki masa pensiun.

Sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah kemeriahan acara, kegiatan ini juga diselingi dengan pembagian doorprize kepada para peserta serta pengecekan Kesehatan geratis.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam mendukung kesejahteraan bagi PNS, khususnya dalam menjalani masa pensiun dengan tenang dan berkah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi nasabah, khususnya PNS, dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan sesuai prinsip syariah.***(rl)

Menaker: BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Menaker: BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Surakarta(SegmenNews.com)- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihannya makin relevan dengan kebutuhan industri, lebih mudah diakses, dan buka kesempatan kerja kerja serta wirausaha lebih luas. Transformasi itu mencakup penguatan BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis.

Menurut Yassierli, transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari leb ih “nyambung” dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus memperluas peluang masyarakat untuk bekerja maupun berusaha. Untuk mengimplementasikan transformasi tersebut, Kemnaker akan berkolaborasi dengan kalangan akademisi agar kompetensi SDM selaras dengan kebutuhan industri terkini.

“Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation,” ujar Yassierli saat berkunjung ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)—yang sebelumnya dikenal sebagai BLK— Surakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, sinergi dengan akademisi juga akan dilakukan untuk memperkuat transformasi fungsi BLK sebagai pelaksanaan TIH, pusat pelatihan bagi peny andang disabilitas, serta pusat peningkatan produktivitas UMKM.

Yassierli menilai penguatan fungsi ini diperlukan agar BLK bukan hanya tempat pelatihan, tetapi juga ruang peningkatan kompetensi yang lebih inklusif dan berdampak. Selain pelatihan, Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis (wirausaha).

“Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya,” kata Yassierli.

Yassierli mengungkapkan, selama ini BLK menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat, antara lain jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, sistem jaminan kualitas pelatih an, kebaruan kurikulum, transparansi rekrutmen, serta pelacakan data lulusan/alumni.

“Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” ujar Yassierli.***(rl)

Di Usia Senja, Ida Elisma Akhirnya Memiliki Rumah Impian Berkat CSR BRK Syariah

Di Usia Senja, Ida Elisma Akhirnya Memiliki Rumah Impian Berkat CSR BRK Syariah

Dumai(SegmenNews.com)- Di sebuah gang kecil di Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, berdiri sebuah rumah sederhana yang kini menjadi sumber kebahagiaan besar bagi seorang perempuan lansia. Rumah itu bukan sekadar bangunan, tetapi simbol perjuangan, pengabdian, dan harapan yang akhirnya terwujud di usia senja.

Ida Elisma (62), warga Jalan Janur Kuning Gang Kapua, tak kuasa menahan haru saat mengenang perjalanan hidupnya. Selama puluhan tahun, ia hidup berpindah-pindah mengikuti tugas dinas suaminya yang seorang PNS. Kesibukan dan keterbatasan ekonomi membuat mimpi memiliki rumah sendiri terasa sangat jauh.

“Dulu kami tidak pernah terpikir bisa punya rumah sendiri. Kami tinggal ikut anak-anak, karena memang belum sempat dan tidak punya cukup dana untuk membeli rumah,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak banyak yang tahu, Ida adalah sosok yang selama ini mendedikasikan dirinya untuk pelayanan kemanusiaan. Sehari-hari ia bekerja memandikan jenazah di kamar jenazah RSUD Kota Dumai, sebuah pekerjaan yang jarang mendapat sorotan, tetapi sangat mulia. Ia melakukannya dengan tulus, tanpa pernah berharap balasan apa pun.

Harapan itu datang di usia senja. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) bersama Pemerintah Kota Dumai, Ida menerima bantuan material pembangunan Rumah Layak Huni senilai Rp70 juta. Dulunya lahan kosong kini berdiri kokoh rumah yang nyaman untuk ditinggali.

“September 2025 mulai dibangun, Desember sudah selesai. Dulu ini hanya tanah kosong, saya tidak pernah membayangkan bisa membangun rumah di sini. Alhamdulillah, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya lirih.

Sebagai nasabah BRK Syariah, Ida mengaku sering mendengar dari berita bahwa bank tersebut aktif membantu masyarakat melalui program CSR. Namun ia tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya menjadi penerima manfaat.

“Saya sering dengar BRK Syariah membantu masyarakat, tapi tidak menyangka kami yang akan merasakannya langsung. Ternyata BRK Syariah bukan hanya bank, tapi juga hadir memberi harapan,” ucapnya.

Kini, rumah itu akan menjadi tempat berkumpul anak dan cucunya. Tiga anak dan enam cucu Ida pun akan sering datang berkunjung, membawa tawa dan cerita baru yang membuat hari-hari tuanya terasa lebih hangat.

“Anak-anak senang sekali. Mereka bilang, orang tua sekarang sudah punya rumah sendiri. Itu yang membuat saya paling bahagia,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Ida, bantuan ini bukan sekadar bantuan material. Ini adalah simbol bahwa kepedulian masih nyata, bahwa kerja keras dan pengabdian tak pernah sia-sia.

“Terima kasih kepada BRK Syariah dan Pemerintah Kota Dumai. Ini bukan hanya rumah, tapi harapan dan semangat hidup baru bagi kami di masa tua. Semoga BRK Syariah terus maju dan membantu lebih banyak orang di sekitarnya ,” pungkasnya dengan suara bergetar.

Komitmen CSR BRK Syariah Berkelanjutan

Branch Manager BRK Syariah Dumai, Syahrul, menyampaikan bahwa bantuan material Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program CSR BRK Syariah pada bidang kesejahteraan sosial yang terus berkelanjutan.

“Program bantuan Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial BRK Syariah di bidang kesejahteraan sosial. Ini bukan yang pertama kali di Kota Dumai. Tahun lalu, melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Dumai, kami juga menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Syahrul.

Ia menambahkan bahwa BRK Syariah berkomitmen untuk terus mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian yang layak.

Sinergi antara BRK Syariah dan Pemerintah Kota Dumai ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara BRK Syariah dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, menyentuh langsung kehidupan masyarakat, serta memperkuat nilai kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.***(rl)

BRK Syariah Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H, Perkuat Spiritualitas dan Moderasi Berpikir Insan Perusahaan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Baiturrahim BRK Syariah, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini juga dilaksanakan di seluruh jaringan kantor BRK Syariah di Riau, Kepulauan Riau, dan Jakarta, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan budaya kerja islami di lingkungan perusahaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha dan salat hajat berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Abdul Aziz. Acara inti diisi dengan kajian keislaman oleh Ustaz Maghfirah yang mengulas hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai pedoman kehidupan umat Islam.

Kegiatan ini dihadiri Komisaris Independen BRK Syariah Roy Prakoso, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Maghfirah menyampaikan bahwa kisah Isra’ Mi’raj mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam. Allah SWT menghendaki umat manusia menelaah setiap kisah dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj terdapat dinamika sosial, termasuk provokasi terhadap Rasulullah SAW dan umat Islam pada masa itu, yang menjadi pelajaran agar umat tetap teguh dan tidak mudah terpengaruh,” kata Ustad.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus menyampaikan harapannya agar seluruh insan BRK Syariah dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan keteguhan iman, kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan, serta pentingnya menjaga persatuan. Kami berharap insan BRK Syariah tidak mudah terprovokasi, karena perbedaan adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Yang terpenting adalah tetap mengedepankan nilai kebaikan, toleransi, dan profesionalisme,” ujarnya.

Melalui peringatan ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus membangun insan perusahaan yang berintegritas, amanah, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di BRK Syariah ditutup dengan sarapan bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan ukhuwah di lingkungan kerja.***(rl)

BRK Syariah Mantapkan Kinerja Dana melalui Evaluasi dan Pengembangan Sumber Daya Insani Funding

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar Pelatihan, Evaluasi dan Monitoring Funding Officer Tahun 2026 Wilayah Riau Daratan yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (29/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah.

“Direksi menyampaikan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan funding officer dan seluruh tim yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya tabungan.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik untuk bank yang kita cintai ini,” ujar Edi Wardana.

Ia menegaskan bahwa kegiatan evaluasi dan monitoring ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapabilitas sumber daya insani, meningkatkan sinergi tim, serta menyelaraskan strategi bisnis funding di tahun 2026.

“Selain memperoleh ilmu dan insight baru, saya berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil kegiatan ini di unit kerja masing-masing, meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi tim, serta menjaga semangat transformasi digital dalam layanan funding BRK Syariah,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, BRK Syariah juga menghadirkan pemateri Novandri Yudha Iskandar, VP Sharia Branch Area Head Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang menyampaikan materi bertajuk “Membangun Pemimpin Tim Penjualan yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak pada Pertumbuhan”.

Materi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan para team leader dan funding officer dalam menghadapi dinamika industri perbankan syariah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan aktivitas Car Free Day yang diikuti oleh team leader, funding officer, supervisi, layanan, dan customer service sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan budaya kerja sehat di lingkungan BRK Syariah.

Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan untuk wilayah Kepulauan Riau pada 5–8 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan BRK Syariah dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja seluruh insan perusahaan.***(rl)

Ketua Umum HMI Pekanbaru Mendukung Penempatan POLRI di Bawah Presiden

Ketua Umum HMI Pekanbaru Mendukung Penempatan POLRI di Bawah Presiden

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, menyampaikan penolakan keras, jika terdapat wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di bawah struktur kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak hanya bertentangan dengan konstitusi, tetapi juga berpotensi melemahkan independensi dan profesionalitas institusi Kepolisian dalam sistem negara hukum demokratis.

Dalam rilis pernyataan sikapnya, Givo menegaskan bahwa posisi POLRI telah diatur secara jelas dan tegas dalam konstitusi serta peraturan perundang-undangan, sehingga tidak boleh ditafsirkan secara politis maupun pragmatis.

“Jika penempatan POLRI di bawah Kementerian merupakan langkah mundur reformasi sektor keamanan. Ini berpotensi menabrak konstitusi dan membuka ruang intervensi politik terhadap institusi penegak hukum,” tegas Givo.

HMI Pekanbaru menegaskan bahwa kedudukan POLRI berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketentuan konstitusional tersebut dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 8 ayat (1) yang menyebutkan secara eksplisit bahwa POLRI berada di bawah Presiden.

Oleh karena itu, menurut HMI Pekanbaru, wacana menjadikan POLRI sebagai bagian dari Kementerian adalah bentuk penyimpangan hukum dan inkonsistensi dalam sistem ketatanegaraan.

HMI Pekanbaru juga menekankan pentingnya penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai instrumen pengawasan dan pemberi pertimbangan strategis kepada Presiden, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 37 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

Penguatan Kompolnas dinilai penting agar arah kebijakan POLRI tetap berada dalam koridor kepentingan publik, demokrasi, dan supremasi hukum, serta tidak terjebak dalam kepentingan kekuasaan jangka pendek.

Penugasan Anggota POLRI di luar struktur lebih lanjut, HMI Pekanbaru menyatakan bahwa penugasan anggota POLRI di luar struktur organisasi Kepolisian harus dibatasi secara ketat, dilakukan secara selektif, serta berbasis kebutuhan negara yang objektif.

Menurut Givo, penugasan yang tidak terkendali berpotensi mengganggu netralitas dan profesionalitas POLRI sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Undang -Undang Nomor 2 Tahun 2002, yang menegaskan fungsi utama POLRI sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat.

HMI Pekanbaru menyatakan dukungan terhadap langkah Komisi III DPR RI dalam memaksimalkan fungsi pengawasan terhadap POLRI, sebagaimana diatur dalam Pasal 20A UUD 1945.

Disaat yang sama, HMI menuntut penguatan pengawasan internal melalui Wasidik, Inspektorat, dan Propam agar dijalankan secara nyata, berkelanjutan, transparan, dan berani, sebagai bagian dari upaya membangun institusi Kepolisian yang akuntabel.

Reformasi Kultural sebagai agenda utama. HMI Pekanbaru menekankan bahwa reformasi POLRI tidak boleh berhenti pada aspek struktural dan kelembagaan semata, tetapi harus menyentuh reformasi kultural, seperti perbaikan kurikulum pendidikan Kepolisian harus meneguhkan nilai-nilai hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, nilai demokrasi, dan keadilan sosial agar aparat Kepolisian benar-benar berorientasi pada perlindungan warga negara.

Serta HMI Pekanbaru mendukung pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas POLRI, termasuk penggunaan kamera tubuh, kamera kendaraan, dan kecerdasan artifisial, sebagai alat kontrol dan peningkatan profesionalitas.

Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap menjamin perlindungan hak warga negara, privasi, dan kepastian hukum agar tidak bertentangan dengan prinsip negara hukum.

Terakhir, HMI Pekanbaru menegaskan bahwa pembentukan dan perubahan Undang-Undang POLRI harus dilakukan secara konstitusional, terbuka, dan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan elemen umat.

“Negara hukum tidak boleh dibangun diatas proses legislasi yang tertutup dan elitis. Demokrasi dan supremasi hukum harus menjadi fondasi utama,” pungkas Givo.

HMI Pekanbaru menilai bahwa menjaga independensi POLRI merupakan syarat mutlak bagi tegaknya negara hukum dan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi menundukkan POLRI ke dalam struktur Kementerian harus ditolak demi menjaga marwah reformasi dan kepentingan rakyat. ***(rl)