Beranda blog Halaman 2955

Jalan Jalur Dua Rengat-Pematang Reba Terbengkalai

rengatIndragiri Hulu (SegmenNews.com)– Pembangunan jalan jalur dua Rengat-Pematang Reba hingga saat ini masih terbengkalai. Padahal proyek tersebut sempat dikerjakan tahun 2007 lalu dengan sumber dana APBD Inhu menelan anggaran yang cukup besar.

“Tahun 2012 kemarin kita sudah mengajukan bantuan dana pada Pemerintah Pusat. Sebab, jalan raya Rengat-Pematang Reba merupakan jalan negara,” kata Kepala Dinas Pekerjaam Umum, Asmara HK, Jumat (15/3).

Dia mengatakan, proyek pelebaran jalan raya Rengat-Pematang Reba dengan planning jalur dua tersebut dianggap cukup bagus, karena Rengat merupakan ibu kota kabupaten, sedangkan Pematang Reba adalah pusat pemerintahan.

Sudah jelas jalan ini setiap harinya dipadati kendaraan bermotor, sementara saat ini jalan tersebut cukup sempit dan sudah banyak pula kerusakan-kerusakan yang dapat memicu kecelakaan.

Tahun 2007 lalu, Pemkab berinisiatif untuk membangun jalan raya Rengat-Pematang Reba menjadi jalan dua jalur, dengan anggaran murni dari APBD Inhu. Sekarang, pelebaran jalan yang masih berupa tanah timbunan itu telah ditumbuhi semak-semak belukar.

Namun, karena keterbatasan anggaran, proyek tersebut hingga saat ini terbengkalai, bahkan tanah timbunan yang menjadi dasar jalan telah turun hingga beberapa cm dari permukaan aspal, selain itu sepanjang tanah timbunan, telah ditumbuhi semak-semak belukar dan terkesan proyek
tersebut terbengkalai.

Untuk itu, tahun lalu, Pemkab mengajukan bantuan anggaran pada Pemerintah Pusat untuk kelanjutan pembangunan jalan jalur dua Rengat-Pematang Reba.

“Bahkan dalam rapat pra Musrenbang Provinsi Riau, masalah ini akan kita sampaikan agar Pemerintah Pusat bisa mengalokasikan anggaran kelanjutan pembangunan jalan dua jalur tersebut,” ujarnya. (hr/snc)

Sst, Rusli Zainal dan Mambang Mit tak Akur

RZ dan MM
RZ dan MM

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit mengakui hubungan tidak harmonis dengan Gubernur Riau, Rusli Zainal.

“Tidak saya tutupi, itu kenyataan dan tiap hari dirasakan baik pada tatanan pemerintahan dan masyarakat,” kata Mambang Mit, Sabtu (16/3).

Mambang menjawab pertanyaan sejumlah wartawan perihal disharmonisasi antara Mambang Mit dengan Rusli Zainal sebagai Gubernur Riau.

Sebab, banyak pihak sangat menyayangkan hal itu karena selama dua periode kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal, disharmonisasi dengan Wakil Gubernur terus terjadi.

Sebelumnya, konflik antara Rusli Zainal dan Wan Abubakar selaku Wakil Gubernur Riau terjadi pada periode pertama kepemimpinannya.

Mambang mengatakan konflik gubernur dan wakil gubernur akan terus terjadi karena dalam Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah posisi gubernur dan wakilnya ditempatkan dalam satu “kotak” namun wewenang wakil gubernur tidak diatur secara jelas.

Dengan begitu, keputusan gubernur menjadi sangat mutlak sebagai lembaga eksekutif, sedangkan peran wakil gubernur tidak diatur secara signifikan.

“Dalam aturannya, eksekutornya hanya gubernur. Wakil gubernur hanya bersuara hanya untuk dilihat, jadi sampai kapan pun agak sulit untuk mencegah terjadi konflik,” ujarnya.

Mambang mengakui hal tersebut kerap menimbulkan kekeliruan dalam roda pemerintahan, salah satu kasus yang pernah terjadi saat pelantikan pejabat kepala dinas Pemprov Riau pada tahun lalu.

Saat itu, Rusli Zainal yang berhalangan hadir memerintahkan Sekretaris Daerah Wan Syamsir Yus untuk menggantikan dalam pelantikan, padahal pada waktu yang sama Mambang Mit ada.

“Saya pernah cegat pelantikan karena saya bekas dari Sekda dan Baperjakat. Kalau tidak prosedural saya berkewajiban dan menundanya, tapi karena eksekutornya bukan saya maka Sekda pun berani melawan wakil gubernur,” kata Mambang.

Meski begitu, ia mengatakan bisa menahan diri untuk tidak bersikap frontal melawan kebijakan tersebut. Ia mengatakan selama ada kesepakatan bersama mengenai pembagian kerja antara gubernur dan wakil gubernur.

Mambang mencontohkan di daerah lain hal itu bisa terjadi seperti di Sumatera Barat kala kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi, Kalimantan Tengah lewat Teras Narang dan Jokowi-Ahok di DKI Jakarta.

“Kalau kepemimpinan bisa seimbang, daerah pasti akan maju,” kata politisi Partai Demokrat yang berniat maju sebagai Gubernur Riau pada Pilkada tahun 2013.

Di sisa jabatannya yang akan habis pada November tahun ini, Mambang Mit mengatakan tidak takut untuk melawan namun hal itu harus mempertimbangkan kepentingan publik juga. Ia menyadari memperuncing konflik itu tidak akan membawa manfaat bagi pemerintahan.

“Kalau marah dengan tikus, jangan dibakar lumbungnya. Daripada dibakar lumbungnya, lebih baik tikus-tikusnya yang dicari,” imbuhnya. (ant/rn/snc)

Polisi Bekuk Pembobol ATM Bermodus Call Center di Pekanbaru

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Akmal, warga Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru, diciduk polisi karena diduga terlibat dalam sindikat pembobolan ATM. Bersama temannya, ia berlaku seolah sebagai call center bagi nasabah yang kartu ATM-nya tertelan mesin. Belum dapat mangsa, ia lebih dulu ditangkap.

Akmal diringkus aparat Polsek Tampan Pekanbaru di sebuah mal di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Tiga hari terakhir, ia mondar-mandir di ATM mal tersebut.

“Karena curiga, lantas pihak satpam menghubungi kita. Dari sana tersangka kita ciduk, dan kita pemeriksa. Akmal mengakui menjalankan penipuan ini bersama temannya. Sekarang temannya lagi kita buru,” kata Kapolsek Tampan M Idris kepada detikcom , Jumat (15/3/2013).

Di hadapan polisi, Akmal menyampaikan ‘skenario’-nya. Sebelum beraksi, ia terlebih dahulu menyelipkan anak korek api ke mesin ATM. Harapannya, bagi yang akan mengambil uang, ATM-nya tersangkut. Dia juga menempel stiker kecil dengan nomor HP seakan menjadi operator pihak bank.

Akmal bertugas sebagai orang yang mengawasi sekaligus meyakinkan nasabah yang akan mengambil uang di ATM. Temannya yang kini buron, bertugas menerima telepon.

Ketika nasabah masuk ke ruangan ATM, Akmal berlagak ikut mengantre. “Jika ada nasabah yang ATM-nya macet, tersangka pura-pura prihatin dan menyarankan nasabah segera menghubungi nomor HP di stiker itu,” kata Idris.

Nomor HP di stiker bukanlah operator bank, melainkan nomor teman Akmal. Nasabah menghubungi nomor tersebut, lantas di ujung telepon temannya minta nomor PIN ATM agar bisa diblokir. Selanjutnya, suara diujung telepon itu berjanji akan segera menghubungi kembali jika sudah tertangani.

“Korban yang kemungkinan besar percaya, lalu meninggalkan ATM itu begitu saja karena yakin ATM-nya sudah diblokir. Tersangka berencana mencongkel ATM tersebut dengan gergaji kecil. Begitu ATM keluar, lantas seluruh uangnya diambil,” kata Idris.

Skenario itu sudah pernah dilakukan di Padang, Sumbar. Dan, berhasil. Sepertinya, lain Padang memang lain Pekanbaru. (dtc)

 

BAZNAS Rohul Kukuhkan UPZ Desa Aliantan

Sam Ricardo
Sam Ricardo

Kabun (SegmenNews.com)- Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Desa Aliantan Kecamatan Tandun resmi terbentuk. Hal itu ditandai dengan
pengukuhan dan penyerahan SK pengurus yang dilakukan langsung Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hulu, Ir.H. Sam Rikardo,M.Si.

Pengukuhan dan penyerahan SK UPZ Desa Aliantan berlangsung di hadapan Kepala Desa, pemuka dan ratusan masyarakat Desa Aliantan di Masjid Raya Aliantan, Jum’at (15/3) malam.

Dihadapan masyarakat, Sam Rikardo mengungkapkan pengukuhan UPZ Desa Aliantan merupakan pengukukan UPZ pertama pasca terbetuk dan disahkannya Perda Nomor 7 tahun 2012 tentang Zakat.Sam mengharapkan akan ada desa atau masjid lainnya yang menyusul langkah UPZ Desa Aliantan ini.

Sam memberikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat Desa Aliantan yang secara inisiatif dalam pembentukan UPZ ini. Ini merupakan langkah baik masyarakat DEsa Aliantan yang patut kita berikan apresiasi.

Ini artinya masyarakat Desa Aliantan sangat peduli dengan Zakat yang merupakan salahsatu rukun Islam yang mesti dilaksanakan dan dikoordinir dengan baik, kita berharap ini disusul oleh desa dan masjid lainnya di Rokan Hulu,”ucap Sam Rikardo.

Lebih lanjut Sam mengungkapkan, pembentukan UPZ merupakan salahsatu program dari BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu yang tertuang dalam Perda no 7 tahun 2012. Hal ini dinilai sangat urghen dalam rangka lebih terkoordinirnya pemungutan Zakat dari para Muzakki dan menyalurkannya kepada para Mustahiq.

Sementara itu Kepala Desa Aliantan, M. Rais Zakaria mengungkapkan rasa terima kasih atas bimbingan pihak BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu dalam rangka pembentukan UPZ Desa Aliantan ini. Dia mengakui, memang pembentukan UPZ ini merupakan inisiatif masyarakatnya mengingat cukup besarnya potensi Zakat di wilayah tersebut.

“Kita berharap kawan-kawan pengurus UPZ Desa Aliantan yang baru dikukuhkan ini bisa bekerja maksimal, sehingga potensi Zakat yang cukup besar di desa kita ini bisa terkelola dengan sebaiknya,” ucap Kades.

Selain itu Kades dalam sambutannya, Kades juga menyingggung tentang kewajiban berzakat bagi petani sawit yang memang merupakan profesi kebanyakan masyarakat di desanya. ”Tidak ada istilah hasil sawit tidak bisa berzakat, oleh karenanya jika penghasilan sudah mencapai nisab, maka kewajiban Zakat mesti dilaksanakan, untuk mengkoordinirnya inilah gunanya UPZ yang kita bentuk,”pungkasnya.(rls/ran)

Jelang Pilgubri, Disdukcapil Siapkan Validasi DP4

Bupati Achmad beserta Wabup Hafith Syuki saat melakukan perekaman e-KTP
Bupati Achmad beserta Wabup Hafith Syuki saat melakukan perekaman e-KTP

Rokan Hulu (SegmenNews.com)–  Menjelang Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2013, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rokan Hulu lakukan validasi Data Pendudukan Potensi Pemilihan Pemilu (DP4) Pilgubri.

Dikatakan Kadisdukcapil, Yusmar MSi kemarin pihaknya telah menyerahkan DP4 pemilihan Legislatif Februari lalu. Data tersebut tentunya akan menambah partisifasi hak pilih masyarakat dalam Pilgubri mendatang.

“Meski dilakukan Validasi DP4, jumlah DP4 Pilgubri Rokan Hulu tidak akan berbeda dari DP4 Legislatif, yang sebelumnya telah siserahkan sebanyak 400.083 jiwa,” sampai Yusmar.

lanjutnya, perubahan DP4 nantinya akan dipengaruhi dari kedinamisan pergerakan penduduk. Seperti, penduduk yang meninggal, perpindahan penduduk serta penduduk yang telah menikah seblum berumur 17 tahun.

Meski akan melakukan Validasi data DP4, Disdukcapil masih menunggu kapan validasi DP4 Pilgubri akan diserahkan ke KPUD Riau.

“Penyerahan DP4, kita masih menunggu instruksi KPUD,” ujarnya.

Menurut Yusmar, data DP4 berdasarkan perekaman e-KTP. Kita harapkan masyarakat yang belum melakukan perekaman agar segera melakukannya di kantor camat setempat agar mendapatkan hak pilih pada Pilgubri mendatang,” imbau Yusmar (adv/hum)

Komedian Tata Dado Terserang Stroke & Diabetes

Tata dado ditemani kakaknya
Tata dado ditemani kakaknya

Jakarta (SegmenNews.com)– Ada harapan dari komedian Tata Dado yang kini masih terbaring lemah karena penyakit stroke dan diabetes. Saat masih bisa berkomunikasi, Tata sempat mengatakan dirinya ingin segera sembuh dan bisa umroh bareng keluarga.

Hal itu diungkapkan oleh kakak Tata, Soraya Dado saat ditemui detikHOT di rumahnya di Jalan Papandayan, Perumahan Masnaga, Blok A, Bekasi, Jumat (15/3/2013). Kata Soraya, Tata berharap bisa pergi umroh jika sembuh nanti. dilansir detikcom.

“Dia sih cuma bilangnya ‘mudah-mudahan gue cepat sembuh ya, kalau sembuh kita umroh sama semuanya’. Dia bilang begitu. ‘Insya allah kita umroh kalau saya sembuh katanya’,” ungkap Soraya.

Soraya menuturkan, ia sempat melakukan beberapa kali terapi. Namun kondisi adiknya itu tak kunjung membaik.

“Kita selalu berdoa supaya dia cepat sembuh. Mudah-mudahan Allah mendengar doa-doa kita, doa teman-temannya sesama artis, supaya sembuh dan bisa eksis lagi,” katanya. (**)

Polisi Bongkar Kartel Narkoba, Ekstasi Senilai Rp 70 M Disita

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– Polisi berhasil mengungkap kartel narkoba jaringan internasional yang berhubungan dengan napi di Indonesia. Barang bukti 400 ribu butir ekstasi disita. Nilainya diprediksi mencapai Rp 70 miliar.

Penangkapan dilakukan pada tanggal 11 Maret 2013 di sejumlah lokasi di Jakarta. Hari ini, polisi memajang barang bukti dan para tersangka di Direktorat IV Narkoba Mabes Polri, Jl Gatot Subroto, Jakarta.

“Sindikat ini sudah lama kami intai dan untuk kali ini dengan menggunakan pengiriman barang 4 kompresor baru berukuran besar untuk memasukkan sekitar 100 ribu ekstasi. Total empat kompresor sekitar 400 ribu,” kata Kabareskim Polri Komjen Pol Sutarman dalam keterangan pers, Jumat (15/3/2013) dikutip detikcom. Turut hadir dalam jumpa pers tersebut, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Kepala BNN Komjen Anang Iskandar dan pejabat Bea Cukai.

Barang bukti ekstasi tersebut dibungkus dalam 80 kantong plastik. Menurut Sutarman, nilainya mencapai Rp 70 miliar bila diuangkan.

Lebih lanjut, Sutarman menerangkan barang haram itu dikirim dari Belanda oleh pria bernama Bahari Phiong, seorang WNI yang berdomisili di Belanda. Ekstasi itu dikirim menggunakan pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Pemesannya di Indonesia ada 2 orang. Pertama, Freddy dari napi Lapas Cipinang. Kemudian selanjutnya Robert yang mengedarkan ekstasi di tempat hiburan di Jakarta,” terangnya.

Sejak awal 2013, pihak kepolisian, Bea Cukai dan BNN terus memonitor modus operandi sindikat narkoba ini. Hingga akhirnya pada 11 Maret lalu, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB, operasi penggerebakan digelar di Jl Kembang Sepatu Senen, Jakpus dan di rumah makan Sederhana Raden Salah, Jakpus.

“Tersangka ada 8 orang, rencananya barang akan dikirim ke Medan, Bali dan Surabaya,” ungkapnya.

Kepolisian akan terus mengembangkan jaringan ini. Termasuk kemungkinan dari Belanda dan China. “Sepanjang pasar Indonesia masih besar, maka sepanjang itu barang haram masih tetap beredar,” tegasnya. (dtc/snc)

 

KPU Sumut Tetapkan Gatot-Tengku Erry Pemenang Pilgub Sumut

Gatot Pujo Nugroho
Gatot Pujo Nugroho

Medan (SegmenNews.com)– Pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi (Ganteng) dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2013. Berdasarkan penghitungan akhir KPU, pasangan yang diusung PKS, Hanura, dan 3 partai lain ini memperoleh suara sebesar 33 persen.

Hal itu ditetapkan dalam putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut yang dibacakan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil penghitungan Suara Tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2013. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Grand Angkasa, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (15/3/2013).

Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution menyatakan, berdasarkan hasil perhitungan dari 33 kabupaten dan kota, pasangan Ganteng yang bernomor urut 5, memperoleh suara terbanyak yakni 1.604.337 atau 33 persen.

Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 2, Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi (Esja). Pasangan yang diusung PDIP ini meraih 1.183.187 suara atau 24,34 persen.

Pada posisi ketiga, pasangan nomor urut 1, yakni Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Gusman), yang mendapatkan 1.027.433 suara atau 21,13 persen.

Kemudian di posisi keempat, pasangan nomor urut 4, Amri Tambunan-RE Nainggolan yang meraih 594.414 suara atau 12,23 persen, dan posisi kelima pasangan nomor urut 3, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Charly) yang mendapatkan 452.096 suara atau 9,30 persen.

Total suara sah dalam Pilgub yang berlangsung pada 7 Maret lalu tersebut, sebanyak 4.861.467 suara, dan suara tidak sah sebanyak 139.963. Dengan demikian total partisipasi pemilih sebanyak 5.001.430 jiwa.

Terhadap hasil hitung ini, tim kampanye pasangan Esja menyatakan menolak dan tidak bersedia menandatangani berita acara. Saksi pasangan Gusman juga menyatakan sikap yang sama. Mereka akan mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi.

Saksi pasangan Esja, Arteria Dahlan menyatakan ada banyak pelanggaran yang mereka temukan. Versi pasangan Esja, data pelanggaran mencapai 2.000 kasus lebih dan diserahkan kepada Ketua KPU Sumut.

“Laporan ini akan menjadi bagian dari lampiran hasil penghitungan ini,” kata Irham saat menerima laporan itu.

Tidak ada pasangan calon yang hadir dalam acara ini. Mereka semua diwakili tim kampanye. Sementara pejabat daerah yang datang, antara lain Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, unsur Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), serta para Ketua KPU kabupaten dan kota di Sumut. (dtc/snc)

Wako Pekanbaru Bakal Mutasi Kepala UPTD

Firdaus ST, MT
Firdaus ST, MT

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Usai menggelar mutasi di berbagai eselon termasuk kepala Sekolah. Walikota Pekanbaru, Firdaus ST,MT kembali akan melakukan mutasi bagi Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD)

Mutasi tersebut di sampaikannya saat acara mutasi bagi 124 Kepala sekolah eselon IV dan pengawas sekolah baru-baru ini.

“Mungkin akhir Maret 2013 ini kita akan melakukan mutasi kepala UPTD di Dinas, saat ini kita sedang mendata,” ungkapnya. (gus/ur)

Kos-kosan Jondul Digerbek Satpol PP Pekanbaru

Razia
Razia

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Lagi, kos-kosan perumahan Jondul Baru dan jondul lama digerayangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Jumat (15/3 ) pagi pukul 09.30 wib. Sebanyak 42 penghuni kos-kosan diangkut ke kantor Satpol PP.

Dari 42 orang penghuni perumahan yang diduga tempat berbuat mesum yakni, 29 wanita dan 13 pria. Diantaranya kedapatan 3 pasang sedang berada di dalam kamar. Saat penggerebekan mereka juga tidak bisa menunjukkan identitas kependudukan Pekanbaru.

Termasuk seorang ibu muda, Agita (20) yang tengah hamil muda turut diangkut Satpol PP. Cerita Anggita, dirinya hanya menumopang di rumah sepupunya di Jondul baru dan belum memiliki KTP Pekanbru.

Katanya, sepupunya memiliki tiga petak kos-kosan di Jondul baru blok E No 3.

“Sepupu dan saya baru pindah dari Jakarta dua bulan lalu dan dia buka usaha kos-kosan, di sini ada tiga kamar,” tukasnya.

Komandan (Danki) II Satpol- PP Pekanbaru Poni Wahyudi, memimpin langsung proses pengrebekan di kedua lokasi perumahan Jondul mengaku untuk razia kali ini pihaknya menurunkan 2 pleton Satpol-PP.

“Kawasan yang menjadi target adalah jondul, di sana banyak kos-kosan. Saat kami tiba di Jondul baru dan lama, ada kos-kosan dua lantai yang terdapat 5-6 kamar di bawah dan di atas. Yang kami angkut hanya yang tidak punya KTP Pekanbaru. Ada juga yang kita angkut sedang berpasangan di dalam kamar,” ungkapnya.

Proses selanjutnya, 42 orang yang terjaring itu akan di data. Keluarga mereka akan di panggil untuk menjaminnya dan berjanji akan mengurus KTP Pekanbaru.

“Kalau ia seorang karyawan atau pegawai, kita minta pernyataan dari perusahaan dia bekerja,” tutupnya. (gus/den/ur)