Beranda blog Halaman 2966

Pemkab Rohul Pacu Pembangunan Desa

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terus berupaya mengembangkan dan memajukan pembangunan Desa. Hal itu adalah salah satu prioritas Pemkab dalam mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu Pemkab Rokan Hulu terus menggulirkan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) yang tiap tahunnya tersu meningkat dengan harapan Desa akan terus berkembang.

Seperti dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) Rokan Hulu, Budhia Kasino bahwa tahun 2013 ini dana ADD meningkat 8 persen menjadi Rp 56,5 miliar yang diperuntukkan bagi 147 desa di 16 kecamatan. Sedangkan tahun 2012 dana ADD hanya Rp 49,500 miliar.

“Setiap Desa mendapatkan bantuan bervariasi dari Rp 300 juta hingga Rp 500 juta,” ujarnya.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan Desa, 70 persen biaya operasional, 30 persen lagi untuk peningkatan insfrastruktur pedesaan.

Bhudia Kasino
Bhudia Kasino

Bagi Desa yang belum menyampaikan laporan tersebut, maka bantuan untuk tahun 2013 tidak diberikan. Sebab mereka harsu mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran ADD tahun 2012 dahulu.

“BPMPD akan membuat sanksi tegas seperti surat teguran agar pemerintah desa lebih disiplin,” katanya.

Disamping itu langkah Pemda Rohul untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan memberikan bantuan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan usaha simpan pinjam (UED-SP). (adv/humas)

Jelang KTNA, Pekan ke-2 Maret Padi Unggul Ditanam

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Jelang Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Provinsi Riau, Juni 2013 mendatang. Badan Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Riau lakukan penanam padi sawah 100 hektar di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu.

ilus padi
ilustrasi

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul, Ir. Sri Hardono, MM melalui Sekretaris, Mubrizal, Jum’at (1/3/2013) padi akan akan ditanam salah satunya seperti, imfari 6 dan 7. Penanaman padi akan dilakukan pada minggu ke 2 bulan Maret 2013.

“Itu adalah kualitas unggul yang akan dikembangkan di Rokan Hulu, kita juga akan mengusahakan sertivikasi benih dari Riau,” ujarnya.

Lanjut Mubrizal, dengan adanya tanaman padi 100 Hekatare tersebut, akan dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi padi yang ditanam sangat berkualitas.

“Kegiatan Peda KTNA rencananya di laksanakan di Pendopo Kecamatan Rambah Samo, tentunya itu sangat pontensial dalam pengembangan pertanian khususnya tanmanan pangan di Rohul,” tukasnya. (adv/humas)

 

Lima Kandidat Pilgub Sumut Akan Debat Malam Ini

int pilgubsuMedan (SegmenNews.com) – Debat kandidat lima pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagub Sumut) akan berlangsung di Hotel Grand Angkasa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, sekira pukul 18.30 WIB. Selain menghadirkan panelis dari Medan, KPU Sumut juga mendatangkan panelis dari Jakarta berlatar belakang ekonom.

Komisioner KPU Sumut, Turunan Gulo, mengatakan, persiapan menuju debat kandidat sudah rampung hingga 90 persen. Sisanya persiapan teknis yang nantinya akan diselesaikan sebelum pelaksanaan dimulai. Dua panelis yang akan hadir dalam acara tersebut sudah mengonfirmasi kesediaannya untuk hadir.

“Panelisnya satu berlatar belakang politik dan satu lagi ekonomi, sehingga nantinya debat bisa berjalan sukses dan menarik,” katanya di Medan, Jumat (1/3/2013).

Dia menjelaskan, mengenai kesiapan para kandidat, kelimanya menyatakan akan hadir, namun KPU tidak berhak memaksa kehadiran mereka apalagi memberi sanksi. “Kami hanya menjalankan tahapan dan memfasilitasi saja,” ucapnya.

Dalam debat nantinya akan diisi materi seputar ekonomi, politik, birokrasi, infrastruktur, serta sejumlah persoalan lain yang mencolok di Sumatera Utara. Selain persiapan debat kandidat, pihaknya mengaku tidak mengalami kendala menuju hari pencoblosan pada Kamis, 7 Maret 2013. “Semuanya sudah oke dan tidak ada masalah,” akunya.

Pilgub Sumut 2013 diikuti lima pasangan calon dengan daftar pemilih mencapai 10,3 juta orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Mereka adalah Gus Irawan-Soekirman, Efendi Simbolon-Jumiran Abdi, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Amri Tambunan-RE Nainggolan, dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. (okz/snc)

1 Maret, Truk Dilarang Gunakan Solar Subsidi

trukPekanbaru (SegmenNews.com)- Terhitung tanggal 1 Maret 2013, truk angkutan barang pertambangan, perkebunan, dan kehutanan dilarang mengisi solar subsidi.

Larangan itu berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 1/2013. Sebenarnya laraangan itu sejak September 2012 sesuai Peraturan Menteri ESDM No 12/2012.

Pertamina sebagai unsur pelaksana terhadap Peraturan Menteri ESDM, telah menyediakan sarana dan fasilitas layanan BBM Non Subsidi di SPBU-SPBU.

Di Provinsi Riau telah tersedia layanan BBM Solar Non Subsidi sebanyak 12 SPBU dan 2 APMS. Pertamina hanya akan menyalurkan volume BBM Subsidi sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Diharapkan truk angkutan perkebunan, pertambangan, dan kehutanan bersedia membeli Bahan Bakarnya dengan Solar Non Subsidi yang telah tersedia di SPBU-SPBU Pertamina.

Apabila truk angkutan barang pertambangan, perkebunan, dan kehutanan tidak bersedia mengisi dengan Solar Non Subsidi, dikhawatirkan akan terjadi antrian panjang pada jalur pengisian Solar Subsidi di SPBU Pertamina, walaupun di SPBU tersebut juga tersedia stok Solar Non Subsidi.

Solar Subsidi hanya akan diprioritaskan bagi mobil angkutan umum, kendaraan pribadi, dan usaha mikro. Operator SPBU akan mengarahkan truk-truk perkebunan, pertambangan, dan kehutanan menuju shelter pelayanan Solar Non Subsidi yang telah tersedia di SPBU.

Pertamina berharap Dinas terkait (Perkebunan, Pertambangan, Kehutanan, dan Perhubungan) dapat menegaskan kepada industri-industri atau perusahaan-perusahaan pemilik truk tersebut untuk menggunakan Solar Non Subsidi yang dapat dibeli melalui SPBU-SPBU Pertamina, demi kelancaran operasionalnya.(rls/fin)

Limbah PT Tribakti Sarimas Cemari Sungai

limbahTeluk Kuantan (SegmenNews.com)- Ratusan warga Desa Pangkalan menggelar aksi demo di PKS II PT Tri Bakti Sarimas, di Desa Ibul, Pucuk Rantau, Kecamatan Kuantan Mudik. Pasalnya, limbah pabrik perusahaan tersebut dugaan mencemari Sungai Batang Tiu yang mengalir ke Desa Pangkalan.

Pencemaran limbah PKS II PT TBS sering terjadi, sehingga menyebabkan banyaknya mati habitat di bantaran sungai tersebut.

Camat Pucuk Rantau Budi Asrianto, Kamis (28/2) mengatakan, masyarakat menuntut perusahaan agar membuatkan sumur air bersih akibat tercemarnya Sungai Batang Tiu yang diduga disebabkan limbah PKS II PT TBS.

Persoalan ini telah lama terjadi, namun sampai saat ini belum ada titik temu. Karena ada sejumlah masyarakat menuntut kalau dana pembuatan sumur sebaiknya diberikan langsung kepada masyarakat dan ada juga yang menolak karena dianggap tidak diperlukan.

Dijelaskan Budi, awalnya perusahaan setuju dibuatkan 60 unit sumur yang dikerjakan langsung perusahaan. bahkan Selasa (27/2), limbah PKS II PT TBS kembali mencemari sungai dengan ditemukannya ikan yang mati membusuk.

Camat Pucuk Rantau juga meminta BLHPI Kuansing bertindak tegas, sebaiknya UU lingkungan diberlakukan bagi perusahaan yang mencemari lingkungan.

“Kalau terbukti limbah tersebut mencemari sungai sebaiknya PKSnya ditutup saja,” tegasnya.

Pada demo kamarin, massa yang berjumlah ratusan juga melakukan pengrusakan sejumlah mobil dan kaca kantor. Dalam satu-dua hari ini pihaknya akan mengadakan pertemuan antara masyarakat dan perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini. Budi mengharapkan masyarakat dalam melakukan demo jangan anarkis, tapi harus tetib.

Manajer PT TBS, Gunawan saat dihubungi tidak bisa dikonfirmasi perihak masalah yang dihadapi saat ini.

Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Afri ditempat terpisah membenarkan demo yang terjadi dipicu adanya tarik ulur pembuatan sumur yang diminta masyarakat. Karena masyarakat menginginkan dana pembuatan sumur diberikan berupa cek dan ada juga yang tidak mau dibuatkan sumur. (hr/snc)

Siswi SMA di Inhu Diduga Diperkosa 4 Pria

ilustrasi
ilustrasi

Rengat (SegmenNews.com)- Seorang siswi SMA inisial AP di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau melapor ke polisi. Pelajar itu mengaku diperkosa empat rekan prianya.

“Pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan pemerkosaan tersebut. Sedangkan korban sudah kita lakukan visum di rumah sakit umum,” kata Kasubag Humas. Polres Inhu, Ipda Loren Simajuntak, kepada wartawan, Kamis (28/2/2013).

Loren menyebutkan, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus dugaan perkosaan tersebut. Pihak kepolisian telah mengamankan 3 pelaku dan satu pelaku lagi melarikan diri. Tiga pelaku itu HO, EG dan AG sudah berhasil ditangkap.

“Namun satu pelalu lagi inisial DN masih dalam pencarian,” kata Loren.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini terjadi pada Rabu (27/2/2013). Malam itu, korban AP (17) dijemput rekannya HO (17) di kediamannya. Lalu, mereka nongkrong di Jalan Pattimura Rengat sekitar pukul 22:00 WIB.

Tak lama, AP meminta HO untuk mengantarnya pulang. Tapi malah HO menghubungi rekan sekolah lainnya, EG (17) untuk datang ke lokasi. Akhirnya EG bersedia mengantar AP pulang.

Namun ternyata, EG punya niat lain. Di tengah perjalanan, tiba-tiba EG berhenti dan langsung memaksa korban untuk berbuat seperti hubungan suami istri. Korban dipaksa untuk melayani nafsu bejad EG.

Setelah itu, korban minta diantarkan pulang ke rumahanya. Tapi korban malah dibawa ke Danau Raja. Di sana rupanya sudah menanti dua rekan lainnya, yakni DN (17) dan AG (17).

Di tempat ini, EG kembali melakukan pemerkosaan terhadap AP secara bergantian dengan DN dan AG. Setelah mereka melepaskan nafsunya, pukul 02.00 WIB dini hari korban diantar pulang ke rumahnya.

Saat itulah pihak keluarga lantas mempertanyakan apa yang terjadi sehingga pulang pagi. Korban pun menceritakan peristiwa yang dialami. Dari sana keluarga korban melaporkan ke polisi. (dtc/snc)

Kawanan Gajah Hantui Warga Rohul

gajah
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Setelah 7 kawanan gajah merusak beberapa kebun sawit, karet, tanaman padi hingga gubuk penyimpanan padi masyarakat di kecamatan Kepenuhan . Saat ini kawanan gajah tersebut masih berada disekitar Kabupaten Rokan Hulu. Ditakutkan Kawanan gajah kembali akan merusak rumah warga lagi, bahkan korban jiwa.

“Ya, kawanan gajah itu masih berada di Rokan Hulu dari hasil pantauan, gajah berada di sungai 2 perbatasan Desa Serombo Indah Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Kepenuhan Hulu,” ujar Kadis Hutbun Rohul, Sugiarno melalui Kabid Perlindungan hutan, Arie Ardian Nasution, Jum’at (1/3/2013)di ruang kerjanya.

Dishut Rohul bertugas memantau gajah terus melakukan koordinasi dengan BKSDA Riau. Hingga saat ini juga Dishutbun Rohul terus melakukan penyuluhan, agar masyarakat tidak bertindak yang melanggar Undang-Undang tentang hewan dilindungi.

“BKSDA Riau telah menyurati Kemenhut meminta agar gajah-gajah tersebut direlokasi ketempat konservasi gajah, sebab gajah saat ini telah banyak di pemukiman warga,” imbuhnya. (ran)

Bupati Siak Tindak lanjuti Hasil Kunker di Teluk Lanus

bupati-siak-kunjungi-desa-teluk-lanusSiak (SegmenNews.com)- Menindaklanjuti kunjungan kerja ke Teluk Lanus, Bupati Siak Drs H Syamsuar hari ini, Kamis (28/2/2013) melakukan pertemuan dengan seluruh kepala SKPD di lingkup pemerintah kabupaten Siak.

Beberapa hal yang menjadi agenda pembahasan adalah mengenai surat kepindahan sekaligus pembuatan KK dan KTP warga yang mengikuti transmigrasi lokal ke desa Teluk Lanus beberapa waktu lalu.

Kedua mengenai peningkatan akses jalan, selain jalan penghubung utama dari Sungai Rawa ke Teluk Lanus, tetapi juga jalan akses desa. Sejauh ini kondisi jalan desa masih cukup mengkhawatirkan. Bupati mencontohkan, dari dialognya dengan masyarakat, ada warga yang kesulitan mengantar keluarganya yang sakit tetapi sangat kesulitan.

Berikutnya adalah mengenai pembangunan Polindes di area perumahan masyarakat yang ada persawahan desa.

“Ini yang sudah sangat mendesak. Jika nanti sudah ada polindes nanti akan ditempatkan bidan disana. Kemudian disana harus mendapat perhatian yang sangat ektra. Terutama khusus untuk obat-obatan, dan makanan tambahan. Karena pada saat pengobatan massal kemaren banyak anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” terang Bupati yang juga mengharapkan agar ada pengaturan dan penyaluran sembako gratis kepada masyarakat secara terfokus dan menjadi perhatian utama.

Perhatian khusus berikutnya kata Bupati adalah persoalan air bersih, dan tenaga kelistrikan. Sangat memprihatinkan saat ini masyarakat memang tidak memiliki sumber air bersih yang benar-benar layak untuk dikonsumsi.

Disamping itu Bupati menegaskan, berkaitan dengan pola transmigrasi lokal yang sudah dilakukan, kedepannya harus tidak terjadi pengalihan lahan ke perkebunan sawit. Selain itu Bupati mengharapkan agar ada sumber mata pencaharian sampingan dengan menerapkan pola pertanian terpadu yang terintegrasi dengan baik.

“Tanaman padi adalah sangat mutlak. Tetapi bahwa selain ada lahan pertanian, juga harus ada perkebunan palawija misalnya, usaha perikanan, peternakan dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya usaha sampingan ini bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat petani,” imbuhnya.

Perhatian berikutnya jelas Bupati adalah mengenai peningkatan sarana komunikasi bagi masyarakat. Karena hal ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat, tidak hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah berkepentingan untuk mengetahui hal-hal penting yang terjadi disana untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Misalnya saja ada bencana, kalau tidak ada akses komunikasinya kita tidak bisa tau, apalagi memikirkan tindakan secara cepat kesana,” jelas nya.(rls/rinto)

Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Siak Seperti Kubangan

jalan seperti kubangan
Jalan penghubung dua Kecamatan di siak seperti Kubangan

Kotogasib (SegmenNews.com)- Jalan penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Kotogasib dan Kecamatan Dayun, tepatnya di Desa Sialang Sakti dan Desa Senggemang, Siak terlihat rusak parah, bahkan jika hujan turun, maka jalan tersebut susah dilalui seperti kubangan.

Akibatnya masyarakat setempat kesulitan untuk beraktifitas, terutama untuk mengangkut hasil kebun sawit mereka. Hal itu kerap dikeluhkan warga.

Kepala Desa (Kades) Sialang sakti, Toha Anasrudin, Kamis (28/2/2013) mengakui kondisi jalan tersebut susah dilalui jika hujan turun. Padahal jalan tersebut sebagai jalan poros penghubung antar dua Kecamatan.

“Saat ini masyarakat itu kesulitan untuk melintasi jalan itu, jalan itu adalah satu-satu yang bisa menembus ke Kecamatan Dayun. Apalagi disaat musim hujan,” ujar Kades.

Kades Toha berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak agar segera memperbaiki jalan lintas penghubung dua kecamatan itu, setidaknya jalan tersebut di perbaiki dengan pengerasan. Agar jika hujan turun jalan tetap bisa dilalui.

“Kita berharap Pemkab Siak agar memperbaiki jalan itu,” harapnya. (rinto)

Perkara Sabu, Sejoli Dihukum 54 Bulan Penjara

buSiak (SegmenNews.com)- Pengadilan Negeri (PN) Siak, Kamis (28/2/13) majelis hakim yang diketuai Irfanudin dan dibantu dua hakim anggota, menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa yakni Sri Darmada Harmen, dan Yeni Handayani memiliki narkotika golongan 1 sesuai pasal 112 KUHP selama 54 bulan atau 4 tahun 6 bulan penjara, serta denda sebesar Rp 800 juta atau pengganti penjara selama 4 bulan.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Roy juga menuntut dua terdakwa tersebut sesuai dengan putusan hakim.

Selain itu Majelis hakim mengatakan bahwa, dua tersangka yang ditangkap jajaran Polres Siak terbukti memiliki dan melawan hukum memiliki narkotika golongan 1 jenis shabu-shabu. Terbukti dengan dijadikannya barang bukti dipersidangan yakni, 4 paket shabu-shabu, bong alat penghisap, pipet, 30 bungkus plastik bening berukuran kecil, dua handpone (HP), dan timbangan digital.

Selain itu, majelis hakim dalam memberikan vonis terhadap dua terdakwa tersebut telah memalui proses pertimbangan atas pembelaan yang diungkapkan para terdakwa saat persidangan lalu, dan juta mempertimbangkan hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan yakni hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendung program pemerintah untuk memberantas narkoba.

Sementara untuk hal meringankan, kedua terdakwa berkelakuan sopan saat persidangan, mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali, serta kedua terdakwa menyesal.

Setelah majelis hakim membacakan surat putusan tersebut, maka majelis hakim mengatakan bahwa terdakwa dapat menerima atau melakukan banding serta fikir-fikir atas putusan yang telah dibacakan ketua majelis hakim tersebut.

“Bagai mana, sudah pahan dengan vonis yang dibacakan? Dalam hal ini para terdakwa boleh menerima, melakukan banding, dan fikir-fikir atas vonis yang kami berikan,” ungkap Irfanudin.

Saat itu dua terdakwa yang tidak didampingi Penasehat Hukum (PH) tersebut terlihat tertunduk, dan masing-masing mereka memberikan tanggapan bahwa mereka menerima putusan yang dibacakan majelis hakim tersebut.

Setelah mendengarkan tanggapan dua terdakwa, maka persidangan ditutup ketua majelis hakim, dan kedua terdakwa langsung digiring ke sel titipan PN Siak. (rinto)