Beranda blog Halaman 2981

Limbah PT Tribakti Sarimas Cemari Sungai

limbahTeluk Kuantan (SegmenNews.com)- Ratusan warga Desa Pangkalan menggelar aksi demo di PKS II PT Tri Bakti Sarimas, di Desa Ibul, Pucuk Rantau, Kecamatan Kuantan Mudik. Pasalnya, limbah pabrik perusahaan tersebut dugaan mencemari Sungai Batang Tiu yang mengalir ke Desa Pangkalan.

Pencemaran limbah PKS II PT TBS sering terjadi, sehingga menyebabkan banyaknya mati habitat di bantaran sungai tersebut.

Camat Pucuk Rantau Budi Asrianto, Kamis (28/2) mengatakan, masyarakat menuntut perusahaan agar membuatkan sumur air bersih akibat tercemarnya Sungai Batang Tiu yang diduga disebabkan limbah PKS II PT TBS.

Persoalan ini telah lama terjadi, namun sampai saat ini belum ada titik temu. Karena ada sejumlah masyarakat menuntut kalau dana pembuatan sumur sebaiknya diberikan langsung kepada masyarakat dan ada juga yang menolak karena dianggap tidak diperlukan.

Dijelaskan Budi, awalnya perusahaan setuju dibuatkan 60 unit sumur yang dikerjakan langsung perusahaan. bahkan Selasa (27/2), limbah PKS II PT TBS kembali mencemari sungai dengan ditemukannya ikan yang mati membusuk.

Camat Pucuk Rantau juga meminta BLHPI Kuansing bertindak tegas, sebaiknya UU lingkungan diberlakukan bagi perusahaan yang mencemari lingkungan.

“Kalau terbukti limbah tersebut mencemari sungai sebaiknya PKSnya ditutup saja,” tegasnya.

Pada demo kamarin, massa yang berjumlah ratusan juga melakukan pengrusakan sejumlah mobil dan kaca kantor. Dalam satu-dua hari ini pihaknya akan mengadakan pertemuan antara masyarakat dan perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini. Budi mengharapkan masyarakat dalam melakukan demo jangan anarkis, tapi harus tetib.

Manajer PT TBS, Gunawan saat dihubungi tidak bisa dikonfirmasi perihak masalah yang dihadapi saat ini.

Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Afri ditempat terpisah membenarkan demo yang terjadi dipicu adanya tarik ulur pembuatan sumur yang diminta masyarakat. Karena masyarakat menginginkan dana pembuatan sumur diberikan berupa cek dan ada juga yang tidak mau dibuatkan sumur. (hr/snc)

Siswi SMA di Inhu Diduga Diperkosa 4 Pria

ilustrasi
ilustrasi

Rengat (SegmenNews.com)- Seorang siswi SMA inisial AP di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau melapor ke polisi. Pelajar itu mengaku diperkosa empat rekan prianya.

“Pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan pemerkosaan tersebut. Sedangkan korban sudah kita lakukan visum di rumah sakit umum,” kata Kasubag Humas. Polres Inhu, Ipda Loren Simajuntak, kepada wartawan, Kamis (28/2/2013).

Loren menyebutkan, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus dugaan perkosaan tersebut. Pihak kepolisian telah mengamankan 3 pelaku dan satu pelaku lagi melarikan diri. Tiga pelaku itu HO, EG dan AG sudah berhasil ditangkap.

“Namun satu pelalu lagi inisial DN masih dalam pencarian,” kata Loren.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini terjadi pada Rabu (27/2/2013). Malam itu, korban AP (17) dijemput rekannya HO (17) di kediamannya. Lalu, mereka nongkrong di Jalan Pattimura Rengat sekitar pukul 22:00 WIB.

Tak lama, AP meminta HO untuk mengantarnya pulang. Tapi malah HO menghubungi rekan sekolah lainnya, EG (17) untuk datang ke lokasi. Akhirnya EG bersedia mengantar AP pulang.

Namun ternyata, EG punya niat lain. Di tengah perjalanan, tiba-tiba EG berhenti dan langsung memaksa korban untuk berbuat seperti hubungan suami istri. Korban dipaksa untuk melayani nafsu bejad EG.

Setelah itu, korban minta diantarkan pulang ke rumahanya. Tapi korban malah dibawa ke Danau Raja. Di sana rupanya sudah menanti dua rekan lainnya, yakni DN (17) dan AG (17).

Di tempat ini, EG kembali melakukan pemerkosaan terhadap AP secara bergantian dengan DN dan AG. Setelah mereka melepaskan nafsunya, pukul 02.00 WIB dini hari korban diantar pulang ke rumahnya.

Saat itulah pihak keluarga lantas mempertanyakan apa yang terjadi sehingga pulang pagi. Korban pun menceritakan peristiwa yang dialami. Dari sana keluarga korban melaporkan ke polisi. (dtc/snc)

Kawanan Gajah Hantui Warga Rohul

gajah
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Setelah 7 kawanan gajah merusak beberapa kebun sawit, karet, tanaman padi hingga gubuk penyimpanan padi masyarakat di kecamatan Kepenuhan . Saat ini kawanan gajah tersebut masih berada disekitar Kabupaten Rokan Hulu. Ditakutkan Kawanan gajah kembali akan merusak rumah warga lagi, bahkan korban jiwa.

“Ya, kawanan gajah itu masih berada di Rokan Hulu dari hasil pantauan, gajah berada di sungai 2 perbatasan Desa Serombo Indah Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Kepenuhan Hulu,” ujar Kadis Hutbun Rohul, Sugiarno melalui Kabid Perlindungan hutan, Arie Ardian Nasution, Jum’at (1/3/2013)di ruang kerjanya.

Dishut Rohul bertugas memantau gajah terus melakukan koordinasi dengan BKSDA Riau. Hingga saat ini juga Dishutbun Rohul terus melakukan penyuluhan, agar masyarakat tidak bertindak yang melanggar Undang-Undang tentang hewan dilindungi.

“BKSDA Riau telah menyurati Kemenhut meminta agar gajah-gajah tersebut direlokasi ketempat konservasi gajah, sebab gajah saat ini telah banyak di pemukiman warga,” imbuhnya. (ran)

Bupati Siak Tindak lanjuti Hasil Kunker di Teluk Lanus

bupati-siak-kunjungi-desa-teluk-lanusSiak (SegmenNews.com)- Menindaklanjuti kunjungan kerja ke Teluk Lanus, Bupati Siak Drs H Syamsuar hari ini, Kamis (28/2/2013) melakukan pertemuan dengan seluruh kepala SKPD di lingkup pemerintah kabupaten Siak.

Beberapa hal yang menjadi agenda pembahasan adalah mengenai surat kepindahan sekaligus pembuatan KK dan KTP warga yang mengikuti transmigrasi lokal ke desa Teluk Lanus beberapa waktu lalu.

Kedua mengenai peningkatan akses jalan, selain jalan penghubung utama dari Sungai Rawa ke Teluk Lanus, tetapi juga jalan akses desa. Sejauh ini kondisi jalan desa masih cukup mengkhawatirkan. Bupati mencontohkan, dari dialognya dengan masyarakat, ada warga yang kesulitan mengantar keluarganya yang sakit tetapi sangat kesulitan.

Berikutnya adalah mengenai pembangunan Polindes di area perumahan masyarakat yang ada persawahan desa.

“Ini yang sudah sangat mendesak. Jika nanti sudah ada polindes nanti akan ditempatkan bidan disana. Kemudian disana harus mendapat perhatian yang sangat ektra. Terutama khusus untuk obat-obatan, dan makanan tambahan. Karena pada saat pengobatan massal kemaren banyak anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” terang Bupati yang juga mengharapkan agar ada pengaturan dan penyaluran sembako gratis kepada masyarakat secara terfokus dan menjadi perhatian utama.

Perhatian khusus berikutnya kata Bupati adalah persoalan air bersih, dan tenaga kelistrikan. Sangat memprihatinkan saat ini masyarakat memang tidak memiliki sumber air bersih yang benar-benar layak untuk dikonsumsi.

Disamping itu Bupati menegaskan, berkaitan dengan pola transmigrasi lokal yang sudah dilakukan, kedepannya harus tidak terjadi pengalihan lahan ke perkebunan sawit. Selain itu Bupati mengharapkan agar ada sumber mata pencaharian sampingan dengan menerapkan pola pertanian terpadu yang terintegrasi dengan baik.

“Tanaman padi adalah sangat mutlak. Tetapi bahwa selain ada lahan pertanian, juga harus ada perkebunan palawija misalnya, usaha perikanan, peternakan dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya usaha sampingan ini bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat petani,” imbuhnya.

Perhatian berikutnya jelas Bupati adalah mengenai peningkatan sarana komunikasi bagi masyarakat. Karena hal ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat, tidak hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah berkepentingan untuk mengetahui hal-hal penting yang terjadi disana untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Misalnya saja ada bencana, kalau tidak ada akses komunikasinya kita tidak bisa tau, apalagi memikirkan tindakan secara cepat kesana,” jelas nya.(rls/rinto)

Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Siak Seperti Kubangan

jalan seperti kubangan
Jalan penghubung dua Kecamatan di siak seperti Kubangan

Kotogasib (SegmenNews.com)- Jalan penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Kotogasib dan Kecamatan Dayun, tepatnya di Desa Sialang Sakti dan Desa Senggemang, Siak terlihat rusak parah, bahkan jika hujan turun, maka jalan tersebut susah dilalui seperti kubangan.

Akibatnya masyarakat setempat kesulitan untuk beraktifitas, terutama untuk mengangkut hasil kebun sawit mereka. Hal itu kerap dikeluhkan warga.

Kepala Desa (Kades) Sialang sakti, Toha Anasrudin, Kamis (28/2/2013) mengakui kondisi jalan tersebut susah dilalui jika hujan turun. Padahal jalan tersebut sebagai jalan poros penghubung antar dua Kecamatan.

“Saat ini masyarakat itu kesulitan untuk melintasi jalan itu, jalan itu adalah satu-satu yang bisa menembus ke Kecamatan Dayun. Apalagi disaat musim hujan,” ujar Kades.

Kades Toha berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak agar segera memperbaiki jalan lintas penghubung dua kecamatan itu, setidaknya jalan tersebut di perbaiki dengan pengerasan. Agar jika hujan turun jalan tetap bisa dilalui.

“Kita berharap Pemkab Siak agar memperbaiki jalan itu,” harapnya. (rinto)

Perkara Sabu, Sejoli Dihukum 54 Bulan Penjara

buSiak (SegmenNews.com)- Pengadilan Negeri (PN) Siak, Kamis (28/2/13) majelis hakim yang diketuai Irfanudin dan dibantu dua hakim anggota, menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa yakni Sri Darmada Harmen, dan Yeni Handayani memiliki narkotika golongan 1 sesuai pasal 112 KUHP selama 54 bulan atau 4 tahun 6 bulan penjara, serta denda sebesar Rp 800 juta atau pengganti penjara selama 4 bulan.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Roy juga menuntut dua terdakwa tersebut sesuai dengan putusan hakim.

Selain itu Majelis hakim mengatakan bahwa, dua tersangka yang ditangkap jajaran Polres Siak terbukti memiliki dan melawan hukum memiliki narkotika golongan 1 jenis shabu-shabu. Terbukti dengan dijadikannya barang bukti dipersidangan yakni, 4 paket shabu-shabu, bong alat penghisap, pipet, 30 bungkus plastik bening berukuran kecil, dua handpone (HP), dan timbangan digital.

Selain itu, majelis hakim dalam memberikan vonis terhadap dua terdakwa tersebut telah memalui proses pertimbangan atas pembelaan yang diungkapkan para terdakwa saat persidangan lalu, dan juta mempertimbangkan hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan yakni hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendung program pemerintah untuk memberantas narkoba.

Sementara untuk hal meringankan, kedua terdakwa berkelakuan sopan saat persidangan, mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali, serta kedua terdakwa menyesal.

Setelah majelis hakim membacakan surat putusan tersebut, maka majelis hakim mengatakan bahwa terdakwa dapat menerima atau melakukan banding serta fikir-fikir atas putusan yang telah dibacakan ketua majelis hakim tersebut.

“Bagai mana, sudah pahan dengan vonis yang dibacakan? Dalam hal ini para terdakwa boleh menerima, melakukan banding, dan fikir-fikir atas vonis yang kami berikan,” ungkap Irfanudin.

Saat itu dua terdakwa yang tidak didampingi Penasehat Hukum (PH) tersebut terlihat tertunduk, dan masing-masing mereka memberikan tanggapan bahwa mereka menerima putusan yang dibacakan majelis hakim tersebut.

Setelah mendengarkan tanggapan dua terdakwa, maka persidangan ditutup ketua majelis hakim, dan kedua terdakwa langsung digiring ke sel titipan PN Siak. (rinto)

 

Galeri Foto Pembukaan MTQ XIII Tingkat Kabupaten Rokan Hulu

Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopinda Rohul memencet Serine pertanda MTQ XIII  di mulai  ( Selasa 26 Februari 2013 )
Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopinda Rohul memencet Serine pertanda MTQ XIII di mulai ( Selasa 26 Februari 2013 )
Bupati Rohul menyampaikan arahan dalam Acara Pembukaan MTQ XIII Tingkat Kab. Rohul di Kec. Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Bupati Rohul menyampaikan arahan dalam Acara Pembukaan MTQ XIII Tingkat Kab. Rohul di Kec. Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Bupati Rohul Menyerahkan Piala Tetap MTQ XIII kepada Tuan Rumah Camat Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Bupati Rohul Menyerahkan Piala Tetap MTQ XIII kepada Tuan Rumah Camat Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Kelompok Nyanyi Pembukaan MTQ XIII
Kelompok Nyanyi Pembukaan MTQ XIII
Kepala Kementerian Agama Prov. Riau ( Tarmisi Tohor ) Menyampaikan Pidato Sambutan MTQ XIII tingkat Kabupaten di Kecamatan Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Kepala Kementerian Agama Prov. Riau ( Tarmisi Tohor ) Menyampaikan Pidato Sambutan MTQ XIII tingkat Kabupaten di Kecamatan Bangun Purba ( Selasa 26 Februari 2013 )
Wabup Rohul Ir Hafith Syukri MM beri semangat peserta pawai taaruf
Wabup Rohul Ir Hafith Syukri MM beri semangat peserta pawai taaruf
Wabup Rohul Ir Hafith Syukri MM memberi semangat peserta pawai taaruf
Wabup Rohul Ir Hafith Syukri MM memberi semangat peserta pawai taaruf
Wabup Rohul melepas peserta pawai taaruf
Wabup Rohul melepas peserta pawai taaruf
Pengibaran Bendera MTQ XIII
Pengibaran Bendera MTQ XIII

 

 

 

 

 

 

Anas Urbaningrum Tiru ‘Nyanyian’ Nazar

anas tiru gayaJakarta (SegmenNews.com)- Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego memprediksi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan terus ‘bernyanyi’ meniru terpidana korupsi M. Nazaruddin. Anas selama ini menyimpan banyak informasi yang ia rahasiakan selama belum ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

“Akan ada efek domino,” kata Indria saat dihubungi Kamis 28 Februari 2013. “Anas tidak melakukan semuanya sendirian,” ujarnya.

Sebagai mantan Ketua Umum Demokrat, Anas diyakini mengetahui seluruh seluk-beluk keuangan partai. Indria yakin masih banyak proyek-proyek lain di pemerintahan yang digarap dan dikeruk anggarannya untuk kepentingan partai. “Kasus-kasus lain masih banyak,” katanya.

Indria memperkirakan Anas akan bertindak sama dengan tersangka-tersangka lain. Ia akan bernyanyi soal keterlibatan orang-orang lain dalam kasus hukum yang ia hadapi. Nyanyian Anas, kata Indria, bisa dimanfaatkan penyidik sebagai informasi awal mengungkap semua yang terlibat dalam kasus korupsi.

Sebelumnya, pada Rabu 28 Februari 2013 kemarin, Anas tampil dalam wawancara eksklusif di beberapa stasiun televisi.
Dalam wawancara khususnya dengan RCTI, Anas menyatakan, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mestinya menjelaskan pengakuan Nazar tentang keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Ibas disebut juga menerima aliran dana Hambalang. Apabila Amir tak bersedia menjelaskan ke publik, pada saatnya Anas akan menjadi cadangan untuk menerangkannya.

Dalam pertemuan itu, SBY disebut-sebut murka mengetahui putranya, Ibas, menerima aliran duit Hambalang.

“Kalau itu, tanya Pak Amir Syamsuddin, Pak Amir pernah pertama kali meminta keterangan atau informasi dari Nazaruddin tentang aliran-aliran uang salah satunya ya, dan memang jawaban Nazaruddin mengejutkan. Dia menyebut beberapa orang yang menerima uang itu,” kata Anas dalam wawancara yang ditayangkan RCTI, Rabu kemarin. (kpc/snc)

Sejumlah Rumah Terbakar di Tembilahan

rumah kebakaran di kebakaran tembilahanIndragiri Hilir (SegmenNews.com)- Kebakaran kembali terjadi di Parit 11, Kecamatan Tembilahan Hulu, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (28/2) sekitar 15.45 WIB.

Pada peristiwa itu menghanguskan sejumlah rumah dan hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu.

Api cepat membesar karena rumah milik warga yang ada dilokasi kebakaran itu terbuat dari kayu serta kuatnya hembusan angin laut.

Warga mengetahui adanya kebakaran itu langsung pemadaman dengan peralatan seadanya. Para pemilik rumah terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang miliknya.

Warga bahu membahu memberikan pertolongan kepada korban. Dan hingga kini kobaran api masih berlangsung. (snc/knc)

Dirugikan, Mantan Karyawan PT Patra Ngadu Ke Bupati

Pelalawan (SegmenNews.com)- Puluhan mantan karyawan PT Patra dan sub kontraktor PT Patra mendatangi kantor Bupati Pelalawan untuk mengadukan nasib mereka, setelah pesangon tidak kunjung dibayar, Rabu (27/2).

Walaupun beberap waktu lalu mereka telah di mediasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Pelalawan namun tetap mengalami jalan buntu.

“Kami meminta Bupati untuk membantu mempasilitasi pertemuan dengan pihak PT Patra yang kini tergabung dengan PT Kawasan Industri Kampar (KIK). Setelah uang pesangon tidak kunjung dibayar sejak 31 Desember 2012 lalu,” tegas Atan mantan Sub Kontraktor PT Patra.

Sementara 88 orang mantan karyawan PT Patra yang telah putus kontrak ditambah dengan 28 sub kontraktor kini harus terkatung-katung, bersama keluarga. Setelah uang pesangon yang dijanjikan akan dibayar tapi belum dilunasi hingga sekarang.

Namun dua kali surat panggilan yang dilayangkan oleh Disnakertrans kepada pimpinan PT Patra yang berkantor di Jakarta, tidak di gubris, setelah sempat meminta waktu. Tapi juga tidak hadir untuk melakukan pertemuan dalam menyelesaikan mantan karyawannya tersebut.

Merasa pengaduan ke Disnakertrans juga tidak ada respon, akhirnya kembali mendatangi Pemkab Pelalawan untuk menemui Bupati, tapi HM Harris sedang tidak berada ditempat. Hingga Wakil Bupati Drs Marwan Ibrahim menemui massa tersebut dan mengelar dialog dengan perwakilan di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu Wabup meminta mantan karyawan PT Patra dan mantan sub kontraktor PT Patra membuat laporan resmi ke Bupati untuk ditindak lanjuti.

“Kita minta mereka membuat laporan dulu, apa masalahnya untuk dipelajari baru kita pasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan dan mantan karyawannya,” ujar Wabup.

Dikatakan Marwan, kepada PT Patra dan PT KIK serta PT RAPP selaku induk untuk merealisasikan secara persuasi. Karena hak mantan karyawannya harus segera dibayarkan. Apabila benar-benar sudah ditetapkan dalam kesepakatan kontrak sebelumnya. Sebagaimana telah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

“Kita minta mantan karyawan PT Patra dapat menahan diri, setelah kita terima laporan secara tertulis untuk segera melakukan mediasi yang di pasilitas oleh Pemkab,” tambah Wabup. (den/rz)