Beranda blog Halaman 44

Menghapus Kerjasama Publikasi Media, Efisiensi Sesat

Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi, H Zufra Irwan SE, MM Cmed, SpAp

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi, H Zufra Irwan SE, MM Cmed, SpAp mengecam dengan keras sikap Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota se Riau yang dikhabarkan menghapus mata anggaran kerjasama publikasi media, baik media cetak maupun online, dengan alasan efisiensi.

Dalam keterangan kepada wartawan di Pekanbaru 28/10, Zufra Irwan menegaskan, hal ini disampaikan menyikapi adanya laporan sejak beberapa waktu belakangan sejumlah perusahaan media online maupun cetak, termasuk sejumlah wartawan yang bertugas di  kabupaten kota mulai berkeluh kesah. Keluhan tersebut selain, disampaikan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau juga disampaikan ke KI Riau.

Zufra Irwan yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau itu, mengaku benar-benar tersentak dan ingin menatang pemerintah kabupaten/kota untuk benar-benar membuka seluas-luasnya seluruh mata anggaran APBD kabupaten/kota di Riau itu.”Kalau alasan efisiensi, lalu kerjasama media dihapus, artinya sesat pemahaman dalam menyusun APBD,” kata Zufra.

Menurut Zufra,  kalau memang terjadi penghapusan mata anggaran kerjasama media yang sudah bertahun-tahun ada, sama dengan kepala daerahnya mengajak masyarakat kembali masuk kepada era kegelapan masa lalu, serba tetutup dan serba rahasia.” Hari ini, APBD wajib dibuka seluas-luasnya kepada publik. Salah satu saluran resminya ya media, baik cetak maupun oline, TV maupun radio,” tutur Zufra.

Kenapa dinilai sesat pemahaman dan ingin kembali kepada ke gelapan dan tidak ingin diawasi oleh publik, kata Zufra, menghapus kerjasama media bisa saja salah satu trik agar berbagai mata anggaran yang ada di APBD tidak terpublikasi dan masyarakat tidak mendapatkan informasi dan tidak ada publik yang mengawasi.

“Lah, gimana tidak sesat pemahaman namanya dan ingin kembali ke era ketertutupan, anggaran publikasi seminim mungkin. Lalu, anggaran makan minum pejabat di bagian umum misalnya atau anggaran pimpinan makin bengkak, kebutuhan rumah tangga pejabat, nauzubillah, anggaran yang lain dihazab, manusiawikah pimpinan yang begitu,” papar Zufra.

Zufra Irwan juga mendapat keluhan dari sejumlah perusahaan media dan wartawan di Riau bahwa ada kecendrungan Dinas Kominfo kabupaten/kota termasuk Kominfo Provinsi Riau lebih mengutamakan media sosial dari pada media oline atau cetak yang selama ini kerjasama publikasi, sehingga anggaran kerjasamanya semakin “sama-samar”.

“Kalau ini memang terjadi udah semakin sesat dan ngawur implementasi efisiensi yang diharapkan.Efisiensi itu nafasnya bukan menghapus. Apakah dengan cara publikasi menggunakan media sosial interen sasaran bisa tercapai, saya yakin tidak.Karena masyarakat udah duluan tidak akan percaya, pasti yang baik-baik aja yang diekspos dan gak akan dibaca masyarakat,” ujar Zufra.

Kalau ini terjadi di Kominfo Provinsi Riau, malah bisa lebih parah. Karena, lanjut Zufra, bisa dianggap mengangkangi Pergub yang dibuat sendiri.”Publikasi melalui medsos interen apa lagi pakai biaya yang besar, payung hukumnyakan harus jelas. Sementara Pemprov Riau punya Pergub yang tegas dalam melakukan kerjasama publikasi di media.

Mudah-mudahan tidak demikian, jangan sampai kerjasama media dipersulit, lalu dengan mudah menyalurkan anggaran dengan cara disiasati,” tutur Zufra. Saya ingin menegaskan kerjasama publikasi media itu penting. Kalau ada bupati atau walikota yang sengaja menghapus, ayo mari bersatu digugat aja. Ayo debat publik buka anggaran mereka,” tegas Zufra.***(rl)

Lahan Gambut Terindikasi Sengaja Dibakar

Lahan gambut terbakar

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Musim panas ekstrem yang menyelimuti Riau kini membawa ancaman. Bukan sekadar panas menyengat, melainkan kobaran api dan asap pekat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali meneror.

Salah satu titik api paling mengkhawatirkan muncul di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memaksa tim gabungan berjibaku tanpa henti di tengah cuaca yang tak bersahabat.

Upaya pemadaman di lahan gambut ini telah memasuki hari kedua. Tim Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, bersama prajurit TNI, personel Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), berada di garis depan.

Mereka menghadapi musuh yang tak terlihat, yakni bara api yang bersembunyi di kedalaman gambut. Medan yang sulit dan minimnya sumber air menjadi tantangan ganda, namun semangat untuk memadamkan api tak pernah padam demi melindungi lingkungan dan warga sekitar.

Indikasi awal menunjukkan bahwa bencana ini bukan sekadar kecelakaan alam. Komandan Regu I Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Darmawan, mengungkapkan adanya kecurigaan kuat.

“Investigasi dari pihak desa, ini pembukaan lahan baru. Diduga ada unsur kesengajaan dan kita harap ini diproses (hukum),” katanya Rabu 29 Oktober 2025 dilansir mediacenterriau.

Lahan yang terbakar seluas sekitar 1 hektare itu terlihat baru dibersihkan, dengan sisa-sisa kayu tebangan, memperkuat dugaan adanya praktik ilegal di balik munculnya api.

Perjuangan tim di lokasi sungguh dramatis. Setelah api permukaan berhasil dipadamkan, mereka harus berhadapan dengan bara yang bersembunyi di bawah lapisan gambut, api yang dapat menyala kembali kapan saja.

Di tengah upaya pendinginan, tiupan angin kencang membuat api tiba-tiba melompat melewati tembok beton pembatas, membakar semak belukar di sisi lainnya.

“Tadi sempat ada api loncat membakar semak belukar. Jadi kami terpaksa memanjat tembok untuk memadamkan api,” ujar Darmawan, didampingi petugas TNI-Polri.

Respon cepat ini sangat krusial. Laju api yang liar berhasil dihentikan, mencegahnya mengarah ke permukiman warga yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Peristiwa ini menunjukkan betapa berbahayanya api gambut yang bisa menyebar tak terduga.

Bahkan, pada malam sebelumnya, ketegangan sempat memuncak saat api mulai mendekati rumah-rumah warga. Petugas harus bekerja ekstra keras di bawah gelap malam untuk memutus jalur api agar tidak menelan permukiman.

“Api yang mengarah ke permukiman sudah berhasil kami cegah,” kata Darmawan.

Kini, fokus utama beralih ke jantung api, memadamkan bara di dalam gambut. Ini adalah pekerjaan yang memakan waktu dan membutuhkan banyak air, sementara ketersediaan air di lokasi sangat minim dan kedalaman gambut cukup ekstrem.

Karhutla di Kampar ini sekali lagi mengingatkan Riau pada bahaya laten yang selalu mengintai. Bukan hanya kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga ancaman kesehatan akibat kabut asap yang dapat melumpuhkan aktivitas publik.**(mr)

Ketua TP-PKK Ajak Masyarakat Tanam Sayur dengan Memanfaatkan Lahan Kosong

Ketua TP-PKK Ajak Masyarakat Tanam Sayur Dilahan Kosong

Bengkalis(SegmenNews.com)- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bengkalis, Hj. Siti Aisyah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah menjadi kebun produktif dengan menanam berbagai jenis sayuran sehat.

Ajakan ini disampaikan saat kegiatan panen sayur bersama di halaman belakang rumah Dinas Wakil Bupati Bengkalis, Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurut Hj. Siti Aisyah, kegiatan menanam sayur di lahan kosong tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi rumah tangga.

“Daripada lahan kosong dibiarkan begitu saja, lebih baik kita tanami dengan sayur-mayur seperti cabai, kangkung, sawi, terong dan tomat. Selain hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, juga bisa dijual untuk menambah penghasilan,” katanya.

Ketua TP-PKK Siti Aisyah menambahkan program pemanfaatan lahan pekarangan ini merupakan bagian dari gerakan Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) yang terus digalakkan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis.

“Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat, produktif, dan mandiri dengan menanam bahan pangan sendiri. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Siti Aisyah bersama Ketua DWP Ira Vandriyani dan pengurus PKK Kabupaten  Bengkalis turut melakukan panen berbagai jenis sayuran hasil budidaya seperti sawi, terong, dan cabai.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan di seluruh kecamatan. Dengan kebun kecil di rumah, kita bisa hidup lebih sehat dan membantu menekan pengeluaran keluarga,” tutupnya.***(imam/hm)

Kisah Warga Aek Horsik Tapanuli Tengah, Kini Miliki Sambungan Listrik Sendiri

Kisah Warga Aek Horsik Tapanuli Tengah, Kini Miliki Sambungan Listrik Sendiri(foto:hms pln)

Tapanuli Tengah(SegmenNews.com)- Malam itu, suasana di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terasa berbeda. Dari kejauhan, kilau lampu mulai tampak di antara rumah-rumah sederhana yang sebelumnya selalu diselimuti gelap. Dari wajah pemiliknya, terpancar senyum lega, untuk pertama kalinya mereka bisa menyalakan terang di rumah sendiri.

Melalui program penyambungan listrik gratis “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”, PT PLN (Persero) kembali menyalakan asa bagi masyarakat prasejahtera. Sebanyak 31 keluarga tidak mampu di Tapanuli Tengah akhirnya bisa menikmati listrik. Momen bersejarah ini menjadi hadiah indah dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.

Marluga Marbun, salah satu penerima manfaat, warga Desa Aek Horsik, Tapanuli Tengah, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Selama bertahun-tahun, ia yang sehari-hari merupakan petani bayam dan kangkung, bersama istri dan ketiga anaknya hanya mengandalkan lampu minyak untuk menerangi setiap malam. Kini, cahaya bohlam menggantikan temaram api sumbu di ruang-ruang rumahnya.

“Selama ini rumah kami gelap, kalau malam hanya pakai lampu minyak. Untuk beraktivitas di rumah saja kami kesulitan,” tutur Marluga sambil berkaca-kaca menyaksikan cahaya yang baru menerangi tempat tinggalnya.

Dirinya mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya, karena kini kehidupan keluarganya jauh lebih mudah setelah listrik tersambung di rumahnya. Berkat listrik, saat ini suasana rumah terasa semakin hangat, anak-anaknya bisa belajar di malam hari, dan keluarganya dapat beraktivitas lebih lama.

“Sekarang anak-anak bisa belajar malam hari, dan kami bisa beraktivitas lebih lama. Sangat membantu sekali. Terima kasih, PLN,” ujarnya.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu turut mengapresiasi langkah PLN yang hadir hingga ke pelosok desa, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam menikmati listrik. Dirinya percaya, listrik merupakan fondasi dan kebutuhan utama setiap keluarga.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami berterima kasih kepada PLN. Kehadiran listrik bukan hanya menerangi rumah, tapi juga menerangi masa depan,” ungkapnya.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra menyampaikan, inisiatif ini merupakan hasil kepedulian insan PLN di seluruh Indonesia yang secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu sesama. Melalui semangat gotong royong ini, diharapkan masyarakat prasejahtera yang belum tersambung listrik dapat segera menikmati listrik.

“Ini merupakan program PLN dari donasi para pegawai. Kita melihat saudara-saudara kita yang belum ada listriknya, kami akan coba bantu. Semoga dengan listrik menyala ini, anak-anak bisa belajar di malam hari, orang tua bisa lebih produktif, dan ekonomi keluarga semakin meningkat,” ujar Edwin.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Ahmad Syauki menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan program ini.

“Kami di PLN percaya bahwa energi tidak hanya mengalir melalui kabel dan jaringan, tapi juga melalui kepedulian dan gotong royong. Terima kasih kepada seluruh unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang telah mendukung program ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi terwujudnya Sumatera Utara yang terang, berdaya, dan berkeadilan,” ujar Syauki.

Total sebanyak lebih dari 8 ribu keluarga prasejahtera ditargetkan menerima penyambungan listrik gratis dalam program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan listrik berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tak hanya sekadar menyalakan lampu, namun menghidupkan mimpi yang mungkin sebelumnya sempat terkubur dalam gelap.***(rl)

Gedung MAS Tahfidz Rokan Hulu Mulai Dibangun

Gedung MAS Tahfidz Rokan Hulu Mulai Dibangun

Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Rokan Huku, Anton, ST,MM meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tahfidz Rokan Hulu, di belakang Masjid Agung Islamic Center Pasir Pengaraian, Senin 27 Oktober 2025.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya babak baru perjalanan pendidikan Qurani di Negeri Seribu Suluk, langkah nyata dalam membangun generasi yang tidak hanya hafal ayat, tetapi juga menghidupkan makna di tengah masyarakat.

Kepala Sekolah MAS Tahfidz Rokan Hulu, Sukron Jamil, S.Pd.I, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur mendalam. Sejak berdiri pada tahun 2017, lembaga pendidikan ini telah melahirkan 303 alumni yang tersebar di berbagai daerah, membawa semangat dakwah dan kecintaan terhadap Al-Quran.

“Rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan, karena harapan dan doa selama ini akhirnya terwujud. Tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Daerah Rokan Hulu ini menjadi berkah besar, hingga hari ini kita dapat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru MAS Tahfidz,” ujar Sukron.

Sebagai bentuk dukungan pribadi, Bupati Anton, ST, MM turut menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk pembangunan gedung tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun sebuah gedung fisik, melainkan membangun peradaban Qurani di tanah Rokan Hulu.

“Pada hari yang berbahagia ini, kita memulai pembangunan bukan sekadar dinding dan atap, tapi pondasi peradaban. Inilah tempat lahirnya generasi Quran generasi yang bukan hanya hafal ayat Allah, tapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan terus berkomitmen mendukung pendidikan dan keagamaan seperti ini, karena kemajuan daerah bukan hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari seberapa kuat iman, akhlak, dan moral masyarakatnya,” tutur Bupati Anton penuh makna.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Kemenag Rohul H. Zulkifli Syarif, M.Pd.I, perwakilan Baznas Rohul, Kapolres yang diwakili Kasat Binmas, LAM Rohul yang diwakili Datuk Tasmid, para Kepala OPD, Ketua Komite MAS Tahfidz, tokoh masyarakat, serta para siswa-siswi MAS Tahfidz yang sejak pagi telah mempersiapkan diri dengan wajah penuh semangat.

Suasana khidmat dan haru tampak menyelimuti seluruh hadirin saat batu pertama diletakkan menjadi penanda dimulainya pembangunan rumah ilmu dan iman yang akan menumbuhkan generasi Qur’ani penerus Rokan Hulu.

Pembangunan gedung baru ini diharapkan menjadi simbol sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun pondasi peradaban yang berlandaskan Al-Quran. Sebab di Rokan Hulu, kemajuan bukan hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari kuatnya iman dan akhlak generasinya.***(kmf)

Generasi Muda Ditantang Jadi Pelaku Perubahan di Era Digital

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pagi yang hening di halaman Kantor Bupati Bengkalis pecah oleh sebuah suara yang lantang, tegas, dan penuh semangat. Suara itu milik Samuel Erwintua Tamba, siswa kelas 12 dari SMAN 1 Bengkalis, yang dengan gagah bertindak sebagai komandan upacara.

Di hadapan ratusan pasang mata, gerak komandonya yang mantap seolah menjadi simbol bahwa tongkat estafet kepemimpinan bangsa kini berada di pundak generasi muda.

Selasa, 28 Oktober 2025, suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Negeri Junjungan. Barisan peserta upacara yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI dan Polri, serta ratusan mahasiswa dan pelajar, berdiri tegap dalam keheningan yang penuh antisipasi.

Momen paling sakral pun tiba. Dengan langkah tegap yang serentak, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis memasuki lapangan upacara. Seragam putih mereka yang bersih tampak kontras, menarik seluruh perhatian. Setiap gerakan mereka terukur, setiap hentakan sepatu mereka seirama, mencerminkan disiplin dan dedikasi tinggi.

Diiringi alunan syahdu lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dimainkan oleh Andam Dewi Marching Band, Sang Saka Merah Putih perlahan dibentangkan. Ratusan pasang mata menatap tak berkedip, tangan-tangan memberikan hormat, dan hati setiap yang hadir bergetar oleh rasa bangga saat bendera pusaka itu naik dengan anggun menuju puncak tiang. Hingga akhirnya, Merah Putih berkibar sempurna di angkasa Negeri Junjungan, menjadi saksi bisu semangat pemuda yang tak pernah padam.

Gema semangat kebangsaan dilanjutkan oleh Ulfa Novianti. Mahasiswi semester lima dari Politeknik Negeri Bengkalis ini dengan lantang membacakan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, mengingatkan semua yang hadir akan dasar dan tujuan negara yang diperjuangkan oleh para pendahulu.

​Semangat persatuan itu terasa semakin kental ketika Fahrurreza, mahasiswa semester tiga dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, dengan intonasi yang dalam, ia membacakan kembali naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928. Setiap kalimat yang terucap darinya terdengar bukan sekadar teks sejarah, melainkan sebuah janji suci yang relevansinya tak pernah lekang oleh waktu.

​Mewakili Bupati Bengkalis, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono, yang bertindak sebagai pemimpin upacara, menyampaikan pidato yang sarat makna. Ia menegaskan bahwa ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukanlah sekadar kata-kata.

​”Itu adalah semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad. Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” ujar Andris.

Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Andris mengajak generasi muda untuk menjadi motor penggerak kemajuan.

“Di tengah perkembangan dunia digital, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi waktu yang tepat untuk kita merefleksi diri; sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk bangsa dan daerah ini,” pesannya dengan penuh penekanan.

Ia juga menantang para pemuda Bengkalis untuk membuktikan diri sebagai generasi yang siap beraksi, bukan hanya bereaksi.

“Gunakan kecanggihan teknologi untuk hal positif. Gunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, bukan kebencian. Gunakan ilmu dan kreativitas untuk membangun, bukan meruntuhkan,” tambahnya.

Pesan penutupnya menjadi sebuah ajakan kolektif yang kuat. “Mari kita terus bergerak bersama, bergandengan tangan tanpa memandang perbedaan. Ingatlah, masa depan negeri ini ada di tangan kita,” pungkasnya.

​Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkalis, di antaranya Anggota DPRD Bengkalis Rindra Wardana, Kasdim 0303/Bengkalis Mayor Inf Suratno, Kabaglog Polres Bengkalis Kompol Imron Teheri, dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bengkalis Yogi Hendra.

Tampak hadir pula Staf Ahli Bupati Johansyah Syafri, Ketum MKA LAMR Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua Kemenag H. Khaidir, dan Ketua Baznas Ismail.

Peringatan Sumpah Pemuda kali ini bukan hanya sebuah seremoni tahunan, melainkan sebuah panggung di mana generasi penerus Bengkalis menunjukkan bahwa api semangat persatuan 1928 masih menyala terang di dalam dada mereka, siap menerangi jalan menuju Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera serta unggul di Indonesia.***(imam/hm)

Tepis Tudingan, Pemdes Pulau Muda Tegaskan Penggunaan Dana Desa Sesuai Aturan

Tepis Tudingan, Pemdes Pulau Muda Tegaskan Penggunaan Dana Desa Sesuai Aturan

Pelalawan (SegmenNews.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menyampaikan klarifikasi resmi terkait tudingan adanya penyalahgunaan Dana Desa tahun anggaran 2023-2024. Kepala Desa (Kades) Pulau Muda, Andika, menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan Dana Desa telah dijalankan sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami sangat menyayangkan tudingan yang beredar karena tidak berdasarkan data akurat dan tanpa klarifikasi langsung. Seluruh pelaksanaan Dana Desa dilakukan sesuai regulasi, mulai dari perencanaan, penyaluran, hingga pelaporan,” kata Kades Andika, Selasa 28 Oktober 2025, kepada media ini.

Terkait tuduhan adanya kegiatan fiktif, seperti ketahanan pangan dan pengerasan jalan usaha tani. Kades Andika, menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah dirancang melalui Musyawarah Desa (Musdes), dilaksanakan secara bertahap, dan disertai dokumentasi lengkap, termasuk laporan pertanggungjawaban.

“Tidak ada kegiatan yang dilaporkan tanpa pelaksanaan. Bahkan kegiatan non-fisik seperti ketahanan pangan juga sudah dijalankan sesuai ketentuan dan regulasi, meski sempat Silva sebelumnya, namun sudah terealisasi dan paling utama tepat sasaran sesaui regulasi,” ungkapnya.

Selain itu, guna memperkuat pernyataan tersebut, Pemdes Pulau Muda merujuk pada sejumlah dasar hukum utama, serta petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang ada, seperti yang tertera pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mengatur hak desa dalam mengelola dana secara mandiri dan partisipatif.

Selanjutnya, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, yang menjadi acuan teknis penyaluran dan pelaporan. Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang mewajibkan akuntabilitas dan pencatatan melalui sistem keuangan desa (Siskeudes).

Dan Permendes PDTT Nomor 8 Tahun 2022, yang menetapkan prioritas nasional penggunaan Dana Desa, termasuk kegiatan pertanian, pendidikan, dan kesehatan.

“Seluruh kegiatan telah dicantumkan dalam APBDes dan disetujui bersama BPD serta dipantau oleh pendamping desa, tenaga ahli kabupaten, dan instansi terkait. Kami terbuka, bahkan saat diaudit oleh Inspektorat lalu, semuanya sudah sesuai regulasi yang ada,” ucap Kades Andika, menerangkan.

Sementara itu, dengan hal ini Pemdes Pulau Muda, juga akan menyoroti potensi pelanggaran hukum oleh pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan klarifikasi. Apalagi jika serana medianya tak terverifikasi Dewan Pers.

Andika, mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar, bersifat fitnah, dan menyerang pribadi atau lembaga, dapat dijerat sanksi sesuai UU ITE dan KUHP tentang pencemaran nama baik.

“Kritik itu boleh, tapi harus disampaikan secara bertanggung jawab, bukan dengan menyebarkan isu tanpa data dan bukti,” pungkasnya, menegaskan.

Di akhir keterangannya, Pemerintah Desa Pulau Muda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif, serta menyampaikan aspirasi secara terbuka dan melalui jalur yang sah.***(riz)

Diskusi Nasional SMSI akan Kupas Tuntas Media Baru dan UU ITE

Diskusi Nasional SMSI akan Kupas Tuntas Media Baru dan UU ITE

Jakarta(SegmenNews.com)- Diskusi Nasional yang digelar Selasa (28/10), akan mengupas tuntas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan kehadiran media baru, seperti Podcast, dan Youtube.

“Di sini para pemain media baru akan mendapat pemahaman lengkap bagaimana menghadapi ancaman hukuman yang tercantum dalam UU ITE yang baru, yakni No.1 Tahun 2024,” kata Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Senin, 27 Oktober 2025.

UU ITE terbaru adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, merupakan perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Di dalamnya terdapat rambu-rambun yang mengatur media berbasis elektronik.

“Kita, teman-teman jangan sampai terperosok dalam pasal UU ITE. Mari kita pahami bersama-sama secara benar,” kata Firdaus yang kemudian menjelaskan diskusi akan diikuti pengurus SMSI pusat dan provinsi.

Diskusi yang akan dimoderatori oleh Mohammad Nasir (Dewan Pakar SMSI dan mantan wartawan senior Harian Kompas), berlangsung hybrid, selain mengambil tempat di kantor SMSI Pusat Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat.

Diskusi ini menampilkan narasumber Prof. Dr. Reda Manthovani,S.H., LL.M, Dahlan Dahi, Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, M.Si, dan Rudi S. Kamri.

Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M adalah Dewan Pembina SMSI. Saat ini ia mengemban amanah sebagai Jaksa Agung Muda Bidang lntelijen (Jamintel) Kejaksaan RI.

Sebelumnya Reda adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta . Ia memulai karirnya dari belajar hukum di Fakultas Hukum Universitas Pancasila (1988-1992).

Reda Manthovani kemudian melanjutkan jenjang lebih tinggi, strata dua di Perancis, yakni di Faculté de Droit de l’UniversitédAix, Marseille III France, (2001-2002). Gelarnyq menjadi SH, LLM kemudian memperdalam ilmu hukumnya di Fakultas Hukum UI (S3).

Narasumber berikutnya, Prof. Dr. Drs. Henry Subiakto, S.H., M.Si, Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, Pakar Ilmu Komunikasi Politik, pernah menjadi Wartawan, Ketua Dewas Antara, Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa.

Narasumber lainnya, Dahlan Dahi, Anggota Dewan Pers. Ia adalah Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network. Pernah menjadi Pemred Tribun Timur. Ia kini sebagai Ketua Komisi Digital Dewan Pers.

Narasumber berikutnya Rudi S. Kamri adalah konten kreator terkenal, CEO dan pendiri kanal YouTube Kanal Anak Bangsa TV pada Oktober 2020. Dalam kanal YouTube-nya, dia sering mengangkat berbagai isu hangat di Tanah Air terutama yang bersinggungan dengan politik dan pejabat pemerintah.***(rl)

Jalan Diperbaiki, Masyarakat Ucapkan Terimakasih kepada Bupati Bistamam

Jalan Diperbaiki, Masyarakat Ucapkan Terimakasih kepada Bupati Bistamam

Rohul(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah menunjukkan komitmennya dalam upaya meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan Jembatan di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Progres Jalan Kuning Jalil yang terletak di Kepenghuluan Panipahan, Dusun 01 Sai Sampai Niat, RW 013 RT 001, Kecamatan Pasir Limau Kapas yang sebelumnya terbengkalai kini telah selesai pembangunannya.

Kepala Dinas PUTR, Khairul Fahmi baru- baru ini menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan.

“Kami berusaha bekerja semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang rusak, termasuk Jalan Kuning Jalil di Kepenghuluan Panipahan,” kata Khairul Fahmi.

Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Terhadap perbaikan atau pembangunan jalan Kuning Jalil tersebut, Masyarakat Kepenghuluan Panipahan sangat menyambut baik kinerja Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Salah satu masyarakat setempat, Mardani Joni kepada media menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles Rokan Hilir serta Kepala Dinas PUTR Khairul Fahmi karena telah berhasil menuntaskan pekerjaan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Bupati terhadap kondisi jalan di daerah kami.

InsaAllah, dengan adanya pembangunan pada jalan kuning Jalil ini, ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Khairul Fahmi.(Chan)

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Jakarta(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menerima apresiasi BRIDA/BAPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), karena berhasil mengintegrasikan riset dan inovasi dalam pembangunan berbasis bukti ilmiah di Provinsi Riau.

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Adapun penghargaan yang diterima oleh Gubri tersebut merupakan penghargaan untuk pemerintah daerah kategori indikator kajian yang dimanfaatkan dan indikator optimalisasi potensi dan atau penyelesaian masalah daerah.

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Untuk inovasi yang berhasil mengantarkan Pemprov Riau hingga mendapatkan apresiasi nasional karena mendorong reaktivasi sumur minyak idle nasional inovasi stimulasi injeksi mix biosolvent ethanol lancang kuning laksmana.

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menyampaikan bahwa apresiasi kepada semua daerah yang telah berhasil mendapatkan apresiasi BRIDA/BAPPERIDA 2025.

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Menurutnya, ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai wujud pengakuan atas peran penting BRIDA dan BAPPERIDA sebagai ujung tombak inovasi daerah.

Gubri Abdul Wahid Toreh Prestasi, Riau Masuk Daerah Terinovatif Versi BRIN 2025

Dia menerangkan, riset dan inovasi dalam pembangunan daerah itu sangat penting, sehingga pembangunan di daerah harus didasarkan pada bukti ilmiah, data, dan hasil kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Apresiasi ini menjadi refleksi bahwa banyak daerah telah bergerak maju. Mereka tidak sekedar membangun berdasarkan intuisi, tetapi berdasarkan data dan riset. BRIN menginginkan BRIDA menjadi pusat pengetahuan di daerah yang mendorong kebijakan inovatif dan berkelanjutan,” kata dia, dikutip dari YouTube BRIN, Senin (27/10/25).

Kemudian, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko juga menyampaikan hal yang sama. Dia menginginkan peran BRIDA dan BAPPERIDA, untuk mendukung rekomendasi kebijakan berbasis bukti, evidence based policy.

Sehingga kata dia, setiap daerah memiliki spesifikasi sendiri-sendiri, sehingga tidak perlu bagi suatu daerah meniru atau menjadi daerah lain untuk inovasi dan risetnya.

“Itulah peran BRIDA dan BAPPERIDA, mendukung rekomendasi kebijakan berbasis bukti, evidence based policy. Dan potensi itu kami lihat yang sangat spesifik, karena setiap daerah pasti punya spesifikasi sendiri-sendiri,” katanya.

Diketahui, Sebanyak 39 pemerintah daerah menerima apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan dua indikator utama, yakni Pemanfaatan Kajian Kebijakan Berbasis Bukti dan Optimalisasi Potensi serta Penyelesaian Permasalahan Daerah.

Daerah penerima penghargaan untuk Indikator Kajian Kebijakan Berbasis Bukti meliputi empat provinsi, lima kabupaten, dan tiga kota, yakni Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Papua Barat, Kabupaten Badung, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kota Makassar, Kota Semarang, dan Kota Surakarta.

Lalu, untuk Indikator Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah, penghargaan diberikan kepada delapan provinsi, lima belas kabupaten, dan empat kota, yaitu Provinsi Bali, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan untuk kabupaten/kota yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Banggai, Kabupaten Bangli, Kabupaten Banjar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, Kota Madiun, Kota Pangkal Pinang, dan Kota Surabaya.***(galeri)