Beranda blog Halaman 48

43 Calon Pasutri Sudah Mendaftar Nikah Massal Gratis Pemko Pekanbaru

Pekanbaru(SegmenNws.com)- Program Nikah Massal Gratis Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, per tanggal 2 November 2025 sudah didaftar sebanyak 43 calon pasangan suami istri (Pasutri).

Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengatakan, nikah massal gratis sesuai jadwal akan dilaksanakan pada 7 Desember mendatang, bertempat di komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman.

“Masih ada waktu satu bulan lagi. Sekarang sudah lebih 40 calon pasangan yang mendaftar,” ungkapnya, Senin (3/11/2025).

Di waktu yang tersisa, Walikota Agung menghimbau supaya bagi calon pasutri yang ingin menikah tahun ini supaya bisa memanfaatkan Nikah Massal Gratis yang diprogramkan Pemko Pekanbaru.

“Tentu kita harapkan bagaimana (calon pasutri) mengambil momen ini,” ucapnya.

Disampaikan Walikota Agung, banyak yang digratiskan Pemko Pekanbaru untuk peserta nikah massal nanti. Di antaranya biaya pengurusan administrasi, biaya bimbingan pra nikah, serta biaya tes kesehatan dan pengobatan bagi calon pengantin. Kemudian gratis foto prewedding, pakaian pengantin, make up artis, dekorasi tempat akad nikah dan pelaminan, serta foto dan dokumentasi.

Selanjutnya ada voucher menginap di hotel dan undian umrah gratis bagi pasangan yang beruntung. Prosesi pernikahan akan disaksikan langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru.

“Jadi banyak sekali yang didapat (calon pasutri peserta nikah massal gratis),” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdako Pekanbaru H Tri Sepna Saputra S.STP M.Si menambahkan, 43 calon pasutri yang sudah mendaftar tersebar di 13 kecamatan.

Pendaftar terbanyak berasal dari Kecamatan Tenayan Raya, Tuah Madani dan Kecamatan Senapelan masing-masing 7 calon pasutri, disusul Kecamatan Binawidya 6 calon pasutri.

Selanjutnya dari Kecamatan Marpoyan Damai 3 calon pasutri, serta Kecamatan Kulim, Sail, Rumbai, Rumbai Timur dan Kecamatan Payung Sekaki masing-masing 2 calon pasutri.

“Kemudian Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru Kota dan Limapuluh masing-masing 1 calon pasangan,” papar Putra.

Selain pelaksanaan Nikah Massal gratis, pemerintah kota Pekanbaru juga melaksanakan kegiatan Sidang Isbat Nikah gratis Hingga tanggal 03 september 2025,  Sidang Isbat Nikah Gratis yang diprogramkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, didaftar lebih dari 200 pasangan suami istri (pasutri).

Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengatakan, di program ini Pemko Pekanbaru hanya menyiapkan kuota untuk 100 pasutri.

“Target kami 100 tahun ini. Tapi sidang isbat ini banyak digemari. Saat ini yang mendaftar sudah sampai 200 lebih,” ungkapnya, Senin (3/11/2025).

 

Mengingat banyaknya pendaftar, Pemko Pekanbaru melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terpaksa harus melakukan seleksi untuk menetapkan 100 pasutri yang nantinya terpilih untuk mengikuti Sidang Isbat Nikah Gratis.

“Sekarang tahap verifikasi agar pelaksanaan program bisa sesuai aturan yang berlaku, misalnya melihat usia pernikahan, usia pasangan dan sebagainya,” tegas Agung.

Disampaikannya, Sidang Isbat Nikah Gratis merupakan upaya Pemko Pekanbaru untuk membantu mempermudah warga dalam mengurus administrasi kependudukan (adminduk) seperti Kartu Keluarga (KK).

Sebab, terang Agung, warga atau pasutri yang telah menikah secara agama namun belum memiliki buku nikah dan terdaftar di negara, mereka tidak bisa mengurus adminduk sehingga berdampak terhadap anak.

“Jadi, ini bagaimana menolong anak-anak Kota Pekanbaru yang tidak masuk ke dalam KK, karena orang tuanya belum mengurus administrasi kependudukan, karena belum ada buku nikah resmi,” ucapnya.

“Maka kami fasilitasi, agar para pasangan yang menikah tapi belum memiliki buku nikah, bisa mengikuti program Sidang Isbat Nikah Gratis dan ini akan dilaksanakan terus untuk membantu warga,” tutup Agung menambahkan.***(adv)

Nasib Gubernur Riau Berharta Rp4,8 Miliar Diujung Ekspose KPK

Gubermur Riau Abdul Wahid saat dibawa ke Gedung KPK(foto:int)

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Gubernur Riau Abdul Wahid dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sembilan orang lainnya di Dinas PUPR Provinsi Riau, Jalan SM Amin Pekanbaru, Senin (3/11/25) sekitar pukul 14:00 WIB.

Walaupun, dalam potongan video Ustazd kondang Abdul Somad mengatakan Abdul Wahid hanya dimintai keterangan oleh KPK, namun faktanya pagi ini Selasa 4 November, Abdul Wahid bersama Kadis PUPR-PKPP Riau, M Arief Setiawan disusul delapan orang lainnya di boyong ke gedung merah putih KPK di Jakarta.

Abdul Wahid terlihat masuk ke Gedung KPK pukul 09.35 WIB mengenakan baju kaos putih dan masker sambil membawa tas jinjing.

Masyarakat Riau masih menunggu keterangan resmi dari KPK terhadap pemimpin kebanggaan yang belum genap satu tahun menjabat Gubernur Riau.

Nama Abdul Wahid dikenal sebagai figur sederhana dan pekerja keras yang menapaki jalan panjang dari kehidupan serba kekurangan hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Provinsi Riau.

Abdul Wahid kecil lahir di Dusun Anak Peria, Indragiri Hilir, pada 21 November 1980, ia tumbuh dalam keluarga petani sederhana. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tua di sawah dan kebun demi menyambung hidup.

Dilansir dipersipriau, Addul Wahid diketahui pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri Sei Simbar, lulus pada 1994. MTs Sei Simbar dan lulus tahun 1997.

Setelah itu, Abdul Wahid melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Agam dan lulus tahun 2000. Tak sampai disitu, Abdul Wahid mengambil studi S1 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dan mendapat gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam tahun 2004.

Ia juga bekerja sebagai cleaning service dan kuli bangunan untuk membiayai pendidikannya.

Perjalanannya terbilang cepat. Wahid berhasil melenggang ke DPR RI pada 2019, kemudian kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan perolehan suara terbanyak di daerah pemilihannya.

Harapan masyarakat pun menggelora ketika Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Gubernur Riau periode 2025-2030 di Istana Negara. Sosok yang dahulu menjadi simbol kerja keras kini dianggap membawa semangat perubahan bagi Bumi Lancang Kuning.

Namun, belum genap setahun menjabat, nama Abdul Wahid justru mencuat dalam kasus dugaan korupsi. Kbar penangkapannya oleh KPK menjadi tamparan keras bagi publik yang sempat menaruh harapan tinggi padanya.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Abdul Wahid terakhir kali melaporkan hartanya pada 31 Maret 2024 untuk periodik 2023 dan SF Hariyanto pada 14 Maret 2024.

Menariknya, Abdul Wahid sebagai calon Gubernur Riau memiliki harta yang lebih sedikit dibandingkan SF Hariyanto yang merupakan wakilnya.

Dilihat dari LHKPN KPK, Abdul Wahid memiliki total kekayaan sebesar Rp4.806.046.622 sedangkan SF Hariyanto Rp14.052.491.162 dalam bentuk tanah dan bangunan, Abdul Wahid memiliki 12 aset yang tersebar di Kota Pekanbaru, Indragiri Hilir, Kampar dan Jakarta Selatan senilai total Rp4.905.000.000.

Dua diantaranya yang ada di Pekanbaru adalah tanah dan bangunan seluas 100 m2/100 m2 seharga Rp800.000.000 dan seluas 20000 m2/20000 m2 dengan harga yang sama Rp800.000.000.

Di Kabupaten Kampar Ketua DPW Partai PKB Riau ini juga memiliki tanah dan bangunan seluas 14900 m2/14900 m2 senilai Rp.200.000.000 dan yang lain seluas 16400 m2/16400 m2 senilai Rp120.000.000.

Di Jakarta Selatan, ia juga memiliki tanah dan bangunan seluas 1555 m2/1555 m2 senilai Rp2,3 miliar. Kemudian harta dalam bentuk tranportasi, Abdul Wahid memiliki mobil Toyota Fortuner Jeep tahun 2016 seharga Rp400.000.000 dan Mitsubishi Pajero tahun 2017 seharga Rp380.000.000.

Untuk harta berbentuk kas dan setara kas, Abdul Wahid memiliki Rp621.046.622 sehingga total harta yang ia miliki berjumlah Rp4.806.046.622,-.***(ran)

Pemkab Siak Lunasi Utang Hampir Rp200 Miliar, Sisanya Dicicil 2026

Bupati Siak Afni

Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak di bawah kepemimpinan Bupati Afni yang baru menjabat sekitar lima bulan, menunjukkan kesungguhan dalam memperbaiki tata kelola dan stabilitas keuangan daerah.

Berdasarkan informasi keuangan hingga 20 Oktober 2025, Pemkab Siak telah berhasil melunasi utang hampir Rp200 miliar. Sisanya akan dicicil untuk menjaga sehatnya ruang fiskal hingga 2026.

Setelah pelantikan Bupati Afni pada 4 Juni 2025, Pemkab Siak bergerak cepat melakukan penataan dan pembayaran kewajiban daerah. Hingga 22 Oktober 2025, total utang yang telah dibayarkan mencapai Rp198,29 miliar, atau meningkat Rp119,6 miliar, sebagaimana dilansir siak.go.id.

Hasil rekapitulasi mencatat total tunda bayar tahun anggaran 2024 sebesar Rp326,94 miliar, dengan realisasi pembayaran sebesar Rp198,29 miliar atau sekitar 60,65 persen. Dari jumlah tersebut, Rp279,70 miliar telah dianggarkan kembali dalam APBD 2025, sementara Rp47,23 miliar belum dianggarkan dan akan menjadi prioritas penyelesaian  berikutnya. Dengan demikian, masih terdapat sisa kewajiban sebesar Rp128,65 miliar yang akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun.

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dengan nilai tunda bayar terbesar meliputi Dinas PUPR sebesar Rp103,97 miliar (dibayar 69,24%), Dinas Kesehatan sebesar Rp56,65 miliar (dibayar 58,33%), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp30,41 miliar (dibayar 35,55%). OPD lain seperti Sekretariat Daerah, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pertanian juga mencatat progres pembayaran yang cukup tinggi, di atas 60 persen.

Bupati Afni menegaskan bahwa penyelesaian kewajiban keuangan tidak menghambat pelaksanaan program dan pelayanan publik.
“Sejak awal kami fokus menata keuangan dan menuntaskan kewajiban daerah. Namun begitu pekerjaan infrastruktur dan pelayanan publik tetap kita jalankan pada tahun 2025 ini, dengan melakukan beberapa penyesuaian,” ujar Bupati Afni saat ditemui di kediaman Gubernur Riau, Senin, 3 November 2025.

Penyesuaian ini penting untuk tetap menjaga stabilitas pelayanan di tingkat dasar. APBD Siak mayoritas terserap untuk belanja pegawai ASN maupun non ASN yang jumlahnya mencapai 18.500 orang. Sementara jumlah penduduk Siak sudah tembus 501.000 jiwa. Dengan keterbatasan anggaran, sentuhan APBD diharapkan tidak hanya berputar di tengah pegawai saja. Pemkab Siak juga melaksanakan penyelesaian tunda bayar beasiswa PKH tahun 2024 sebesar Rp8,418 miliar, yang telah disalurkan di awal masa pemerintahan Afni-Syamsurizal.

“Kami menjaga fiskal Siak tetap bergerak sehat untuk kemaslahatan semua, dan tetap memastikan penyelesaian utang tidak mengganggu pelayanan publik. Pemerintah tetap membayar gaji, honor pegawai, dan disisi lain juga tetap melaksanakan kerja-kerja kerakyatan lainnya,” tegasnya.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemkab Siak dalam menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan bahwa transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi dasar pengelolaan keuangan daerah.

Di tengah keterbatasan fiskal dan kondisi defisit anggaran, Pemkab Siak juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, khususnya untuk mempercepat penyaluran tunda salur dan tunda bayar yang menjadi hak Kabupaten Siak. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan daerah dan mempercepat pemulihan fiskal.

Meskipun masih dalam proses penataan keuangan, program pembangunan tahun 2025 tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui Bidang Bina Marga Dinas PUPR, pemerintah memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan di tiga kecamatan dengan total anggaran Rp24,46 miliar dan kegiatan pengawasan sebesar Rp790,2 juta.

Kegiatan tersebut meliputi peningkatan Jalan Sawit Permai–Teluk Merbau sepanjang 1,5 km; peningkatan Jalan Poros Lubuk Miyam–Kuala Gasib sepanjang 3 km; dan peningkatan Jalan Siak–Tumang (Merempan Hulu) sepanjang 1,5 km.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Siak untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Selain itu, total belanja infrastruktur yang telah terlaksana sepanjang tahun 2025, khususnya di Dinas PUPR, juga menunjukkan sudah berjalan dan saat ini sedang on progrest dalam pekerjaan. Beberapa pekerjaan fisik telah terealisasi menggunakan berbagai sumber pendanaan, termasuk dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi daerah.

“Kita ingin Siak terus bergerak maju meskipun di tengah tantangan fiskal yang sedang kita hadapi. Saya berharap seluruh pihak dapat memahami situasi ini dan tetap menjaga semangat untuk membangun daerah,” tutup Bupati Afni.***

Wali Kota Pimpin Rapat Persiapan Event Nasional Pekanbaru 10 K

Wali Kota Pimpin Rapat Persiapan Event Nasional Pekanbaru 10 K

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus mematangkan persiapan event lari tingkat nasional Pekanbaru 10 K yang digelar Desember 2025 mendatang.

Pemko akan menjadikan Pekanbaru 10 K menjadi event besar penutup tahun 2025. Panitia menargetkan bakal ada 15.000 pelari yang akan meramaikan kegiatan tersebut.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, saat ini pendaftaran telah dibuka dan terkonfirmasi hadir beberapa atlet lari dari Negara Malaysia dan Singapura.

“Event ini akan menjadi ajang penutup tahun di Kota Pekanbaru. Sudah ada yang konfirmasi, pelari itu datang dari Singapura dan Malaysia,” kata Agung usai memimpin rapat persiapan Pekanbaru 10 K, di MPP Pekanbaru, Senin (3/11/2025).

Ia menuturkan, pendaftaran dibuka panitia sampai 10 Desember 2025. Sementara event lari tingkat nasional ini bakal diselenggarakan pada 14 Desember 2025.

Agung menyebut, pelari bakal melintasi rute sepanjang Jalan Jendral Sudirman. Untuk titik start dan finish, panitia masih mengkaji lokasi terbaik.

Ada dua pilihan lokasi, yakni halaman Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, atau di Jalan Gajah Mada.

“Yang jelas rute lari Jalan Jendral Sudirman, kita menggunakan area Car Free Day. Tapi untuk pusatnya, finish dan tempat hiburan masih kita kaji. Kita melihat bagaimana mengurangi komplain masyarakat dan sukses,” jelas Agung.

Pada kegiatan tersebut, rencananya penyanyi Saykoji juga akan datang menghibur para pelari dan warga Kota Pekanbaru. Agung mengajak masyarakat untuk bisa berpartisipasi dan menyukseskan event besa nasional ini.***(kmf)

Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Turunkan Angka Stunting

Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Turunkan Angka Stunting

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyatakan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, perlu memperkuat koordinasi guna memastikan program penanganan stunting berjalan efektif dan terarah.

“Keberhasilan tidak dapat dicapai oleh satu instansi. Ini merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Kehadiran para bapak dan ibu hebat dari berbagai OPD, TP PKK provinsi dan kabupaten/kota hari ini menunjukkan semangat kita untuk berpadu, berdiri bersama mewujudkan penurunan stunting di Riau,” ujar Sekda saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama pemerintah kabupaten/kota se-Riau di Hotel Furaya, Selasa (4/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak serentak dan terkoordinasi. Menurutnya, rakor ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu untuk menyatukan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan program penurunan stunting agar seluruh kegiatan benar-benar terarah, terukur, dan terintegrasi.

“Tujuan kedua, untuk menetapkan langkah percepatan sesuai dengan target RPJMD, yaitu menurunkan prevalensi stunting di Riau dari 20,1 persen pada tahun 2024 menjadi 13 persen pada tahun 2029, atau turun sebesar 7,1 poin dalam lima tahun ke depan,” ujar Sekda.

Tujuan berikutnya ia lanjutkan, yaitu untuk mendorong efektivitas kerja lintas sektor agar seluruh OPD, TP PKK, dan BKKBN dan sektor lainnya dapat berkolaborasi dengan fokus utamanya. Yaitu berfokus pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai periode emas pencegahan stunting.

Sekda ingatkan, semua pemimpin daerah masing-masing harus merasa punya tanggung jawab dan moral yang sama. Yakni memperjuangkan masa depan terbaik untuk anak Riau.

“Di balik angka prevalensi stunting ada masa depan anak-anak Riau yang kita perjuangkan bersama. Tidak boleh ada lagi anak Riau yang tumbuh terhambat karena kekurangan gizi,” tutupnya.***(mr)

KPK Benarkan OTT di Dinas PUPR Riau, 10 Orang Diamankan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Dinas PUPR Riau di Jalan SM Amin, Pekanbaru, Riau. Dalam OTT tersebut diamankan 10 orang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Senin (3/11/25), Juru bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya OTT tersebut dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan, ” Ya benar, kita (KPK) melakukan OTT di Dinas PUPR di Pekanbaru, Riau,” katanya menjawab konfirmasi SegmenNews.com.

Mengenai substansi atau perkara dalam OTT tersebut, Jubir KPK Budi masih enggan memberitahukannya karena tim masih melakukan pengembangan dan penyelidikan.

“Saat ini ada 10 orang yang diamankan, dan saat ini masih diperiksa tim KPK,” tambah Budi.

Informasi OTT tersebut dilakukan pada Senin (3/11/25) sekitar pukul 13.00 WIB dan hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan.(vila)

Hujan Tak Surutkan Semangat, MTQ ke-57 Pekanbaru Berlangsung Meriah

Hujan Tak Surutkan Semangat, MTQ ke-57 Pekanbaru Berlangsung Meriah

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kota Pekanbaru berlangsung meriah di Kawasan Purna MTQ, Minggu (2/11/2025) malam. Selain menjadi ajang perlombaan seni baca Alquran, kegiatan yang digelar di lapangan Purna MTQ ini juga diramaikan dengan berbagai lomba dan pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Event keagamaan tahunan ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang menjemput langsung kedatangan Gubri di lokasi acara menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pimpinan Provinsi Riau terhadap berbagai program Pemko Pekanbaru, termasuk kegiatan MTQ ini.

Hujan Tak Surutkan Semangat, MTQ ke-57 Pekanbaru Berlangsung Meriah

“Kehadiran Bapak Gubernur menandakan MTQ Pekanbaru sudah naik kelas. Ini bukti bahwa syiar Islam dan semangat kebersamaan di Pekanbaru terus tumbuh,” ujar Wako Agung dalam sambutannya.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, MTQ ke-57 ini menjadi wujud kolaborasi antara pemko dan masyarakat dalam memeriahkan syiar Islam sekaligus meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Meski sempat diguyur hujan, suasana malam pembukaan MTQ tetap berlangsung penuh semangat dan haru. Momentum paling mengharukan pada malam pembukaan terjadi ketika Wali Kota Agung Nugroho menolak menggunakan payung saat menyampaikan sambutannya di tengah hujan deras. Seorang ajudan yang bergegas memayunginya ditolak halus oleh Agung. “Mungkin payungnya diawaskan saja,” ucapnya sambil menepis tangan ajudannya.

“Saya ingin merasakan guyuran hujan bersama masyarakat. Meski hujan, suasananya luar biasa hangat karena kita menyaksikan suksesnya pembukaan MTQ tahun ini,” ucapnya di tengah guyuran hujan.

Aksi spontan Wako Agung itu menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyat. Wakil Wali Kota Markarius Anwar hingga Gubernur Riau Abdul Wahid pun ikut berdiri tanpa payung di tengah hujan, menegaskan kebersamaan dan solidaritas di momen bersejarah tersebut.

Pada malam ini, masyarakat juga akan disuguhkan penampilan istimewa dari penyanyi Rian D’Masiv. “Mudah-mudahan hujan segera reda Agar, kita bisa bernyanyi bersama-sama,” ujar Agung disambut tepuk tangan pengunjung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Riau Abdul Wahid turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MTQ Pekanbaru. Ia memuji semangat masyarakat yang turut serta dalam pawai taaruf, yang diikuti lebih dari 30 ribu peserta.

“Pekanbaru ini wajahnya Provinsi Riau. Riau akan maju jika Pekanbaru maju,” katanya.

Karena itu, Pemprov Riau berkomitmen berkolaborasi menata Pekanbaru ini. Salah satunya dengan menjadikan kawasan Purna MTQ sebagai Islamic Center. Nantinya, keberadaan Islamic Center diharapkan dapat menjadi destinasi wisata religi yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan. Apalagi, Pekanbaru adalah kota jasa.

“Semakin banyak kegiatan dan event yang menarik, semakin besar pula potensi peningkatan ekonomi daerah,” ujar Wahid.

Ia juga memuji kemeriahan MTQ tahun ini yang tak hanya menonjolkan lomba tilawah, tetapi juga menggabungkan unsur budaya dan ekonomi rakyat. “Banyak rangkaiannya, tak hanya seni suara tapi juga menonjolkan budaya dan berbagai UMKM. Meski cuaca hujan, semangat masyarakat luar biasa. MTQ ini kelasnya sudah seperti tingkat provinsi,” tambahnya

Rangkaian kemeriahan MTQ ke-57 Kota Pekanbaru ini sebenarnya telah dimulai sejak pagi hari nya yakni pelaksanaan pawai MTQ yang berlangsung penuh semarak.

Puluhan ribu orang memadati Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru pada momen Pawai Taaruf MTQ Tingkat Kota Pekanbaru tahun 2025, Minggu (2/11/2025). Mereka tumpah ruah untuk mengikuti rangkaian pawai ini.

Rombongan yang ikut pawai taaruf bukan hanya para kafilah dari seluruh kecamatan. Setiap kecamatan menurunkan sekitar 500 peserta, ditambah perwakilan dari OPD, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan. Ribuan warga berjejer di sepanjang jalan untuk menyaksikan iring-iringan penuh warna yang menjadi simbol persatuan dan syiar Islam di Kota Pekanbaru.

Mereka secara bergantian mengikuti pawai yang dimulai dari komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru. Rombongan dari 15 kecamatan satu persatu menghadirkan pertunjukan dalam pawai taaruf.

Kebanyakan rombongan menampilkan pertunjukan seni budaya yang menunjukkan keberagaman warga Kota Pekanbaru. Ada pertunjukan seni seperti gandang tasa, reog ponorogo hingga kuda lumping.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyapa langsung peserta rombongan pawai taaruf dari seluruh kecamatan. Ia mengapresiasi para kafilah dan rombongan yang ikut ambil bagian dalam pawai taaruf.

 

“Kami dari pemerintah kota sangat mengapresiasi para kafilah dan rombongan yang ikut dalam pawai kali ini,” paparnya.

Agung dalam pawai taaruf didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar dan Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin. Ada juga hadir perwakilan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Forkopimda Kota Pekanbaru.

“Jadi momen MTQ kali ini, kita gelar semarak, sehingga masyarakat bisa datang menyaksikannya,” jelasnya.

Pelaksanaan MTQ ke-57 Tingkat Kota Pekanbaru tahun ini merupakan Perpaduan antara syiar Islam, seni budaya Melayu, dan semangat kebersamaan sehingga menjadikan MTQ ke-57 bukan sekadar lomba tilawah, melainkan perayaan kebudayaan dan spiritualitas warga Pekanbaru.

Total peserta mencapai 399 orang, terdiri dari 210 peserta putra dan 189 peserta putri yang mewakili 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. MTQ tahun ini memperlombakan 26 cabang. Mulai dari tilawah anak, remaja, dan dewasa; qiraat mujawad dan murotal; tahfiz Qur’an 1 hingga 30 juz; makalah karya tulis ilmiah Al-Qur’an; kaligrafi berbagai kategori (naskah, mushaf, dekorasi, digital, kontemporer); syarhil dan fahmil Qur’an; hafalan 100 dan 500 hadis; serta tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

Perlombaan digelar di sejumlah lokasi, seperti Astaka utama (tilawah remaja dan dewasa, qiraat mujawad, hadroh, nasyid, rebana, marawis, dan lomba anak-anak TK), Masjid Nurus Sallam (tilawah anak, cacat netra, tartil, qiraat murotal), Masjid Rahmat (tahfiz Qur’an 1-30 Juz), SMP Madani (makalah karya tulis ilmiah Qur’an), MDA Nurussalaam (kaligrafi), MTsN 3 (syarhil dan fahmil Qur’an), dan Masjid Al Mubassirin (hafalan 100 & 500 hadis serta tafsir Al-Qur’an).***(adv)

 

Gubri Dorong Pengelolaan Sampah di Riau Menjadi Energi Listrik

Gubri Dorong Pengelolaan Sampah di Riau Menjadi Energi Listrik

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melakukan rapat koordinasi bersama Bupati Siak Afni Z dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho beserta pemerintah daerah terkait, dalam rangkat mendorong pengelolaan sampah di Provinsi Riau menjadi sumber energi listrik. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Pekanbaru, Senin (03/11/2025).

Dikatakan, pengelolaan tersebut merupakan arahan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), daerah harus mampu mempersiapkan persyaratannya.

Gubri Dorong Pengelolaan Sampah di Riau Menjadi Energi Listrik

“Kita kumpul hari ini dalam rangka menangani pengelolaan sampah yang diberikan penugasan oleh negara melalui Danantara untuk dikelola dengan skema pembiayaan. Untuk itu, kita harus mempunyai kesiapan dalam pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL),” ujar Gubri Abdul Wahid.

Dijelaskan, pembangunan fasilitas PSEL merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah secara modern dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Riau telah menyiapkan lahan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri LH, bagaimana ini supaya bisa didorong. Oleh karena itu, Menteri LH RI mengirimkan Kepresnya kepada saya kalau bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota, supaya dapat dikelola,” jelasnya.

Diungkapkan, pengelolaan sampah di Riau akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan daerah sekitar. Yang menjadi fokus kerjasama untuk saat ini yaitu Kota Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

“Ini menjadi sampah komunal yang bisa ditampung, ada Siak, Kampar, dan Pekanbaru. Kami pihak provinsi sudah mempunyai lahannya sekitar 40 hektare,” ungkapnya.

Terkait dengan pembiayaan, Gubri Abdul Wahid menerangkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema khusus agar pembangunan PSEL tidak membebani keuangan daerah. Melalui Danantara dan BUMN, proyek ini akan berjalan lancar.

“Skema pembiayaan, pembelian listrik oleh PLN sebesar USD 20 cent/kWh. Pemerintah daerah tidak membayar tipping fee dan jaringan listrik menjadi tanggung jawab PT PLN,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa dari sisi kesiapan bahan baku, Riau telah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, potensi energi dari sampah di Riau sangat signifikan dan menjadi peluang besar untuk dikembangkan.

“Kalau kita lihat syaratnya itu, pemerintah daerah wajib menjamin pasokan sampah minimal 1.000 ton/hari. Jika berdasarkan data, timbulan sampah di Kota Pekanbaru 1.011 ton per hari, Kabupaten Siak 192 ton per hari, dan Kampar 350 ton per hari. Artinya jika kita berkolaborasi, syarat itu sudah terpenuhi,” ujar Gubri.

“Potensi energi dari sampah sangat signifikan dan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah serta ketahanan energi daerah. Dengan dukungan kebijakan dan kesiapan
infrastruktur, kita bisa mewujudkan PSEL ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Embiyarman, menyebut bahwa pembangunan PSEL akan menjadi langkah konkret. Sehingga, ini dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang mempunyai nilai tambah.

“PSEL ini tentu saja menjadi solusi strategis pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi untuk kita. Terlebih kita sudah punya lahannya di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar dengan luas kurang lebih 40 hektare, yang merupakan aset milik Pemprov,” tuturnya.

Embiyarman juga menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menekankan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, ia menambahkan, pengelolaan sampah telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

“Pendekatan pengelolaan dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir melalui berbagai fasilitas ramah lingkungan. Teknologi yang diterapkan meliputi waste to energy, RDF, biogas, dan komposting skala besar. Jika semua pihak berkolaborasi dengan baik, saya yakin PSEL ini akan menjadi warisan penting bagi masa depan Riau.” pungkasnya.***(adv)

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Riau

Kondisi hujan di Pekanbaru (foto:hasran/doc segmennews)

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Senin, 3 November 2025, secara umum akan berawan hingga cerah berawan, namun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih cukup tinggi di berbagai wilayah.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menyampaikan bahwa pada pagi hari kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau terpantau cerah hingga cerah berawan.

Berdasarkan hasil pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Siak.

“Sejak pagi, potensi hujan sudah mulai terdeteksi di beberapa wilayah bagian pesisir timur dan tengah Riau,” ujarnya.

Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca akan didominasi oleh cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu. Deby menjelaskan bahwa hujan tersebut bersifat lokal dan tidak merata.

“Beberapa daerah bisa mengalami hujan singkat, namun ada juga potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Pada malam hari, cuaca umumnya berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.

Sementara pada dini hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

BMKG Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir pada sore hingga malam hari,” imbau Deby C.

Adapun suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 48 hingga 95 persen.

Arah angin bertiup dari barat ke barat laut dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara itu, kondisi perairan di sekitar Provinsi Riau berada dalam kategori rendah dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun, BMKG juga mencatat adanya potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,5 hingga 1,7 meter di perairan Dumai–Bengkalis dan perairan Rokan Hilir.

BMKG mengimbau agar masyarakat dan nelayan berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat sebelum beraktivitas di laut.

Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 390 titik panas di wilayah Sumatera. Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 117 titik, disusul Bengkulu 65 titik, Sumatera Selatan 65 titik, Aceh 36 titik, Sumatera Utara 34 titik, Jambi 27 titik, Kepulauan Riau satu titik, dan Lampung empat titik.

Sementara di Provinsi Riau, BMKG mencatat terdapat 41 titik panas yang tersebar di beberapa wilayah. Titik panas tersebut masing-masing berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak dua titik, Kuantan Singingi enam titik, Kampar sembilan titik, Siak tujuh titik, Bengkalis dua titik, Indragiri Hilir empat titik, Indragiri Hulu delapan titik, dan Rokan Hulu tiga titik.

“Jumlah titik panas di Riau masih dalam kategori sedang, namun peningkatan aktivitas hujan di beberapa wilayah diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan,” tutup Deby C.***(mr)

Pemkab Bengkalis Evaluasi Kinerja Uji Kompetensi JPTP

Bengkalis(SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bengkalis melakukan Evaluasi Kinerja Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Uji kompetensi ini dimulai Sabtu 1  s.d Senin 3 November 2025, diikuti sebanyak 32 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

32 JPTP ini diuji langsung Dr. Ahmad Tarmizi Yusa, Dr. H. Syafhendry, Prof. Dr. Sujianto, dan Dodi Haryanto. Kemudian dihadiri juga Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH selaku panitia seleksi.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bengkalis Djamaludin menjelaskan, uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah proses penilaian untuk memastikan pejabat memiliki kualifikasi teknis, manajerial, dan sosial kultural yang sesuai dengan standar jabatan.

Tujuannya lanjut Djamaludin, adalah untuk menempatkan pejabat yang tepat di posisi yang tepat (the right man in the right place), mendukung visi misi pemerintahan, serta menjadi dasar pertimbangan untuk mutasi atau promosi jabatan.

“Melalui kegiatan uji kompetensi ini, diharapkan kedepan dapat memberikan salah satu solusi dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis”pungkasnya.

Uji kompetensi ini resmi ditutup, Senin 3 November 2025, di aula Hotel Pantai Marina.***(imam/hm)