Beranda blog Halaman 6

Tiga Pesawat Digunakan Untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak tiga unit pesawat melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di provinsi Riau. Kegiatan untuk membuat hujan buatan tersebut dilaksanakan oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan juga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, kegiatan OMC terus dilaksanakan di Riau sebagai upaya membuat hujan buatan guna membahasi lahan di Riau untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Saat ini sudah ada tiga pesawat yang melakukan kegiatan OMC di Riau. Yakni dua pesawat dari BNPB dan satu pesawat dari Kemenhut berkolaborasi dengan BMKG,” katanya, Selasa.

Pesawat pertama yang digunakan untuk kegiatan OMC di Riau yakni pesawat Cessna C208 PK-JVH dari BNPB. Pesawat ini sudah 21 hari melaksanakan OMC di Riau dengan total sortie 43 dan jumlah garam yang disemai sebanyak 43 ton.

“Kemudian pesawat kedua yakni pesawat THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB. Pesawat ini sudah 11 hari melakukan OMC di Riau dengan 10 sortie dan total garam yang disemai sebanyak 10 ton,” ujarnya.

Kemudian pesawat ketiga yakni Pesawat Cassa 212-200 A-2107 dari Kemenhut dan BMKG. Pesawat ini sudah empat hari melakukan OMC di Riau dengan total enam sortie dan garam yang disemai sebanyak 4,8 ton.

“Pelaksanaan OMC di Riau akan terus dilaksanakan di Riau ketika ada awan potensial. Baik itu siang ataupun malam hari,” sebutnya.

Kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.

“OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” ujarnya.***(mr)

Rakor Pengendalian Inflasi 2026 Dipimpin Tomsi Tohir

Tembilahan(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir, Herman, Di Wakili Asisten 2 Setda Indragiri Hilir, Dwi Budianto mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (20/04/2026), bertempat di e-Bilik Diskominfopers Tembilahan.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, serta menghadirkan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Dr. Ateng Hartono. Kegiatan ini turut diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa berdasarkan historis empat tahun terakhir, inflasi pasca Lebaran cenderung lebih rendah dibandingkan saat Ramadan, meskipun pada tahun tertentu seperti 2022 tetap terjadi inflasi karena momentum Lebaran jatuh di awal bulan.

Kelompok pengeluaran yang dominan mempengaruhi inflasi pasca Lebaran meliputi makanan, minuman, dan tembakau, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Adapun komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Selain itu, perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan pada Minggu ke-3 April 2026, sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 23 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tren stabilisasi harga di sejumlah daerah.

Untuk komoditas gula pasir, secara nasional harga hingga M3 April 2026 tercatat berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen dibandingkan Maret 2026. Kenaikan IPH gula pasir juga terjadi pada sekitar 47,50 persen wilayah di Indonesia.

Melalui rakor ini, pemerintah pusat kembali menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi, pengendalian distribusi, serta pelaksanaan langkah intervensi guna menekan laju inflasi.***(sup/hm)

DPKP dan BPBD Kampar Dilatih Evakuasi Situasi Darurat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru melaksanakan Apel Pembukaan Pembinaan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kampar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Senin (20/4/2026).

Apel pembukaan yang berlangsung diikuti oleh personel Basarnas, DPKP Kampar, dan BPBD Kampar ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan teknis dalam menghadapi potensi bencana kebakaran dan situasi evakuasi darurat di wilayah Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kampar Yuricho Efril, selaku pembina Apel didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi dan Kalaksa BPBD Kampar Ir. Azwan dalam amanatnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan bencana.

Menurutnya, sinergi yang baik antar lembaga menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kita harapkan seluruh peserta dapat meningkatkan keterampilan, memahami prosedur yang tepat, serta memperkuat koordinasi dalam setiap pelaksanaan operasi di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik dan simulasi lapangan, seperti teknik pemadaman kebakaran, evakuasi korban, serta penanganan kondisi darurat secara terpadu.

Perwakilan DPKP Kampar dan BPBD Kampar menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antar instansi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.

Bimtek Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dari tanggal 20 hingga 22 April 2026, dengan melibatkan instruktur berpengalaman dari Basarnas serta instansi terkait.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin profesional, sigap, dan terlatih dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana.***(mr)

Galangan Kapal Terbesar se-Sumatera Mulai Dibangun di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Di tengah tekanan fiskal daerah, Kabupaten Siak menggebrak sektor Industri maritim yang selama ini nyaris tidur di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Ditandai dengan peresmian pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) dan pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 Km yang semuanya berasal dari dana swasta di kawasan industri milik Pemda.

Bersama para pihak, Pemkab Siak berhasil meyakinkan PT MNS untuk menanamkan nilai investasi senilai Rp300 miliar lebih, dimana tahap pertamanya direalisasikan sebesar Rp100 miliar lebih. Bupati Siak Dr.Afni Z menyatakan galangan kapal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se Sumatera.

Peresmian dimulainya pembangunan galangan kapal ini dilakukan langsung Bupati Siak Dr.Afni didampingi jajaran komisaris dan direksi PT MNS serta jajaran komisaris dan direksi PT KITB, Forkompimda, Kadin Riau, DPRD, LAM Siak, dan masyarakat.

Bupati Afni mengapresiasi komitmen PT MNS mengucurkan investasi besar di KITB, menandai babak baru geliat ekonomi sektor maritim di kawasan industri tersebut.

“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterimakasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujar Afni dalam sambutannya, Senin (20/4).

KITB kata Afni diproyeksikan menjadi jantung ekonomi baru di Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau dan Sumatera. Lokasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi pasokan komoditi baik ke dalam maupun keluar provinsi Riau, ataupun lintas Negara.

Dengan menggandeng pihak swasta menanamkan investasi di Siak, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). KITB menurutnya adalah harta karun yang dimiliki oleh Siak dan mulai dibenahi pelan-pelan.

“Meski sempat ditinggal dalam kondisi sulit, pelan-pelan KITB kita benahi. Kawasan ini menjadi harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini. Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli-pungli kepada para investor,” tegas Afni.

KITB bisa dikatakan sudah lama ‘tertidur’. Padahal instrumen pengembangan Kawasan ini sudah lengkap. Mulai dari pengelola, payung hukum dalam bentuk Perda, bahkan pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun, faktanya kawasan Industri hanya tinggal judul saja, sementara Industrinya tidak pernah ada. Tanah terus berkurang karena peralihan kepemilikan dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Investor yang katanya akan membangun bermacam industri itu sampai saat ini belum terlihat. Bahkan lahan yang sudah mereka kuasai masih semak belukar.

“Saya mau yang seperti ini ditata ulang. Jajaran Direksi  KITB harus mengkaji SHGB yang sudah dialihkan. Tenant-tenant yang sudah menguasai lahan itu harus diberi peringatan. Tanyakan kapan bangun? Kalau mereka serius, bantu proses cepat perizinannya. Saya mau tenant tenant yang lain wajib seperti MNS ini. Beberapa bulan yang lalu mereka ekspose rencana bisnis di depan saya, kita yakinkan dan Alhamdulillah hari ini ground breaking. Ini namanya bukan omon-omon,” ujar Afni disambut tepuk tangan.

Ditambahkan Afni, Kementrian Perhubungan juga berjanji bahwa pengelolaan Kawasan Pelabuhan akan diberikan Kembali kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah. Prosesnya sedang dipersiapkan. Karena syarat dari Kementrian, BUP nya harus baru, bukan BUP yang lama.

“Saya juga mohon doa, agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita Kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini akan tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Sekarang ini tengah kita siapkan,” sebut Afni.

Sementara itu Direktur PT MSN Yudi Utomo menjelaskan, pembangunan galangan kapal ini sejak dimulai pembangunan hingga pengoperasian akan menyerap tenaga kerja kurang lebih sekitar 200 orang. Dengan komposisi mayoritas adalah tenaga kerja lokal dengan baground keahlian tehnik, dibuktikan dengan KTP Siak.

“Sejak dibangun hingga beroperasi nanti kami membutuhkan kurang lebih 200 orang tenaga kerja. Spesifikasinya mayoritas tentu tenaga Teknik, terutama teknik pengelasan. Kami mengikuti saran Ibu Bupati untuk memprioritaskan warga Siak,” sebut Yudi.

Berbicara potensi Pasar, Yudi menjelaskan bahwa potensinya sangat tinggi. Dibuktikan berdasarkan hasil kajian Fisibility study dimana tercatat arus kapal luar dan dalam negeri di Provinsi Riau sebanyak 8.539 untuk kapal dalam negeri dan 331 untuk kapal luar negeri. Keunggulan galangan yang dibangun oleh PT MNS lokasinya dekat dengan muara,  menghadap langsung Selat padang. Ditambah lagi Group PT MNS mengoperasikan 123 kapal milik sendiri.

“Lokasi ini sangat strategis, apalagi kami percaya komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, makanya kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama Rp100 miliar lebih disini. Berdasarkan kajian kami ada 8.539 lalu lintas kapal domestik, dan 331 kapal luar negeri yang keluar masuk Provinsi Riau. Selain itu sampai tahun ini tidak ada galangan kapal lain lagi yang tersedia,” urainya.

Selain membangun galangan kapal, PT MNS juga membangun investasi fasilitas pemurnian air sendiri. Selain itu akses jalan sepanjang 1,2 Km dibangun dengan nilai lebih dari Rp7 miliar, untuk mempermudah jalur akses di kawasan industri.

“Di sini kami juga membangun fasilitas Reverse Osmosis (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tantangan membangun di KITB inikan ketersedian air bersih, kami Insyallah mandiri. Begitu juga dengan jalan, setelah mendapat arahan dan dukungan Pemda Siak, kami bangun jalan sekitar Rp1,2 miliar disini,” pungkasnya.***(mr)

BRK Syariah Jadi Rujukan, Bank Aceh Kaji Kebijakan Pengurus

BRK Syariah Jadi Rujukan, Bank Aceh Kaji Kebijakan Pengurus

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menerima kunjungan kerja Dewan Komisaris PT Bank Aceh Syariah bersama Komite Remunerasi dan Nominasi dalam rangka studi banding kebijakan remunerasi pengurus bank. Kegiatan tersebut berlangsung di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Rabu (8/4/2026).

Rombongan Bank Aceh yang dipimpin Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi, M. Gaussyah, disambut Komisaris Independen BRK Syariah, Roy Prakoso. Turut mendampingi, Pemimpin Divisi Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) BRK Syariah, M. Affan, serta Pemimpin Divisi Hukum, Arhim Syafei.

Roy Prakoso menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) berbasis syariah, khususnya dalam berbagi praktik terbaik.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Diharapkan, hasil diskusi dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Roy.

Sementara itu, M. Gaussyah menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh referensi dalam rencana penyesuaian kebijakan remunerasi dan fasilitas bagi pengurus Bank Aceh.

“Studi banding ini kami lakukan sebagai bagian dari evaluasi internal, khususnya terkait remunerasi. BRK Syariah menjadi salah satu rujukan dalam peer group review yang kami lakukan,” kata M. Gaussyah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga melakukan diskusi mendalam terkait penguatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) di lingkungan perbankan syariah.

Turut hadir dari Bank Aceh, Staf Divisi SDI Aufa Nur Istiqlal, Anggota Komite Pemantau Risiko Rustam Effendy, Kabid Personalia T. Mohd. Nazar, serta Sekretaris Dewan Komisaris Andri Mufti.

Dari pihak BRK Syariah, hadir Pinbag Pengembangan SDI Ahmad Zahidi, Pinbag Divisi Umum Indra Bayu, Staf SDI Elfansyah, serta Komite Komisaris Fahmi Oemar dan Indarti.***(rl)

BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan

BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan

Siak(SegmenNews.com)- Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Siak Sri Indrapura terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas layanan dan kesehatan keuangan melalui kolaborasi strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Penandatanganan dilakukan oleh Branch Manager BRK Syariah Siak Sri Indrapura Jon Hendri bersama Kepala Kejaksaan Negeri Siak Heri Yulianto. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan solusi penyelesaian pembiayaan yang lebih optimal, berkeadilan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh Kasi Datun Frederick Christian Simamora, Kasi Pertimbangan Hukum Emillia Herman, serta jajaran BRK Syariah Siak Sri Indrapura.

Pemimpin Divisi Hukum BRK Syariah Arhim Syafi’i menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendekatan penyelesaian pembiayaan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Kami terus mengedepankan pendekatan yang solutif dan konstruktif. Dengan dukungan Kejari sebagai pengacara negara, diharapkan proses penyelesaian dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Siak Heri Yulianto menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung BRK Syariah melalui pendampingan hukum, baik secara non-litigasi maupun litigasi.

“Kejaksaan melalui fungsi Datun hadir untuk memberikan bantuan hukum dan pendampingan, termasuk melalui upaya mediasi yang mengedepankan musyawarah. Harapannya, setiap proses dapat menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak,” jelasnya.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelesaian pembiayaan, dengan mengedepankan komunikasi yang baik, pendekatan persuasif, serta langkah-langkah yang terukur dan sesuai regulasi.

Ruang lingkup kesepakatan mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan lain yang diperlukan dalam rangka menjaga kualitas aset dan keberlanjutan kinerja bank.

Melalui sinergi ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang sehat, amanah, serta memberikan perlindungan optimal terhadap dana masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan seluruh nasabah.***(rl)

Raih Nilai Tertinggi dari Ombudsman, Pemkab Rohul Terus Genjot Transformasi Layanan

Rohul(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 oleh Ombudsman RI. Dari enam daerah yang dinilai, Rohul berhasil menempati posisi puncak dengan capaian nilai 84 atau kategori Baik.

Meski demikian, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan bahwa capaian tersebut belum membuatnya berpuas diri. Ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama di sektor pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikannya usai memimpin rapat bersama Ombudsman RI dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Rumah Dinas Bupati Rohul, Kamis (16/4/2026).

Fokus utama ke depan, menurut Anton, adalah peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Ia menilai pembenahan sistem pelayanan menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, profesional, dan maksimal.

“Nanti kita akan dalami lagi bagaimana ke depan dokter yang praktik di RSUD tidak lagi praktik di luar, sehingga mereka bisa fokus melayani masyarakat di RSUD kita,” tegas Anton.

Ia juga mengakui bahwa persoalan pendapatan menjadi salah satu alasan tenaga medis membuka praktik di luar. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi agar kesejahteraan dokter meningkat.

“Kalau pendapatan para dokter bisa setara dengan di luar, kita yakin mereka bisa fokus di RSUD,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu layanan, Pemkab Rohul saat ini tengah membangun gedung baru RSUD setinggi enam lantai. Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing rumah sakit daerah dengan rumah sakit swasta.

“Target kita, RSUD Rohul ke depan mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Ombudsman RI menjelaskan bahwa sistem penilaian kini telah mengalami perubahan, dari sebelumnya Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik menjadi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Penilaian ini menitikberatkan pada persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan, khususnya pada tiga sektor dasar: pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Ini adalah layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan tetap harus ditingkatkan,” ujar perwakilan Ombudsman.

Ombudsman juga mencatat adanya perubahan signifikan di lingkungan Pemkab Rohul. Jika sebelumnya sejumlah OPD seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Disdukcapil dinilai kurang transparan, kini layanan telah terbuka dan mudah diakses masyarakat, baik secara langsung maupun daring.

“Sekarang masyarakat sudah bisa mengakses layanan secara online, seperti mutasi siswa atau perbaikan data ijazah. Ini bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.

Ke depan, Pemkab Rohul juga berencana mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu lokasi. Langkah ini terinspirasi dari keberhasilan MPP di daerah lain yang mampu melayani ratusan masyarakat setiap harinya.

Selain itu, transformasi digital akan terus didorong melalui pengembangan layanan berbasis aplikasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pelayanan.

Ombudsman pun mengapresiasi komitmen kuat Bupati Rohul dalam mendorong perbaikan pelayanan publik.

“Pak Bupati sangat serius dan bahkan meminta pendampingan langsung di beberapa OPD. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” tutupnya.***(inf)

Anjangsana ke RAPP, SMSI Riau Perkuat Hubungan Kemitraan

Anjangsana ke RAPP, SMSI Riau Perkuat Hubungan Kemitraan

Pelalawan(SegmenNews.com)- Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau anjangsana ke Kantor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (14/04/2026) siang.

Agenda ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan kemitraan antara organisasi media siber dengan dunia industri di Bumi Lancang Kuning.

​Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua SMSI Riau, Luna Agustin, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Bambang Irawan Syahputra, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Herlina, Sekretaris Zulmiron, serta Ketua Seksi Advokasi Martalena.

Kedatangan organisasi perusahaan pers ini disambut hangat oleh manajemen PT RAPP dan mengapresiasi inisiatif SMSI Riau dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.

Dikesempatan itu, ​Ketua SMSI Riau, Luna Agustin menjelaskan, kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah strategis untuk mempererat hubungan kerja sama yang telah terjalin serta menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan kerjasama yang selama ini telah terjalin harmonis antara pers dan korporasi.

​”Selain memperkuat hubungan kemitraan, kunjungan kami kali ini guna memperkokoh sinergisitas dengan dunia industri serta mensosialisasikan beberapa program unggulan SMSI kepada mitra strategis kami, termasuk PT RAPP,” ujar Luna menyebutkan, kolaborasi ini membawa dampak positif bagi iklim informasi di Riau

​Di sisi lain, Corporate Communication Manager PT RAPP Budhi Firmansyah, yang didampingi External Communication Yhudi Juliandra Dinata mewakili manajemen PT RAPP memberikan sambutan hangat atas kehadiran organisasi perusahaan pers terbesar tersebut serta mengapresiasi inisiatif SMSI Riau dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.

​”Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan ini. Hubungan baik dengan media adalah kunci bagi kami dalam menyampaikan informasi pembangunan dan kontribusi industri kepada masyarakat,” ujar Budhi.

Usai berdiskusi, Budhi Firmansyah mengajak pengurus SMSI Riau untuk meninjau langsung gedung RGE Community Centre yang berlokasi di dalam kompleks PT RAPP. Di gedung ini, Pengurus SMSI Riau melihat berbagai fasilitas pemberdayaan masyarakat yang dikelola perusahaan tersebut.(rls)

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara tepuk tepung tawar bagi pegawai BRK Syariah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah pada Rabu sore (15/4/2026), sebagai bentuk doa dan dukungan bagi 12 pegawai yang mendapat panggilan ke Tanah Suci.

Acara berlangsung khidmat namun tetap hangat, diawali dengan penampilan marawis yang membawakan lagu-lagu religi, menambah nuansa spiritual dalam prosesi pelepasan. Momen ini juga semakin menyentuh dengan penayangan video perjalanan ibadah haji para pegawai dari masa ke masa.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangga atas keberangkatan para pegawai yang terpilih.

“Ini bukan sekadar perjalanan melintasi benua, tetapi memenuhi panggilan suci Allah SWT. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, sehingga patut kita syukuri bersama. Kami bangga dan turut merasakan kebahagiaan ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa manajemen telah memastikan kesiapan operasional kantor selama para pegawai menjalankan ibadah haji, sehingga para jamaah dapat beribadah dengan tenang tanpa memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Helwin Yunus turut menyampaikan permohonan maaf mewakili manajemen kepada para pegawai yang berangkat haji, serta menitipkan doa agar para jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

“Mohon doakan juga untuk kemajuan perusahaan dan seluruh rekan kerja di tanah air. Semoga keberangkatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Acara juga diisi dengan tausiah oleh seorang ustaz yang mengingatkan pentingnya meluruskan akidah dan mengikhlaskan ibadah. Dalam ceramahnya, ia turut membagikan kisah-kisah inspiratif jamaah haji di Mekkah, yang semakin memperdalam makna spiritual perjalanan ibadah tersebut.

Prosesi inti tepuk tepung tawar menjadi puncak acara, yang diawali oleh Helwin Yunus didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah.

Prosesi berlangsung dengan iringan sholawat, menciptakan suasana sakral dan penuh doa.
Melalui kegiatan ini, BRK Syariah tidak hanya melepas para pegawainya untuk beribadah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan kerja. Diharapkan, para jamaah yang berangkat dapat menjadi teladan serta membawa energi positif sepulangnya ke tanah air.***(rl)

Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April

Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Keberangkatan perdana jemaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan pada 23 April 2026. Jemaah asal Pekanbaru yang tergabung dalam kloter BTH 3 akan menjadi rombongan pertama menuju Batam, sebelum terbang ke Arab Saudi pada 24 April 2026.

Secara keseluruhan, total jemaah haji Riau tahun ini mencapai 4.704 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, Defizon, memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah rampung, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

Seluruh jemaah akan diberangkatkan melalui embarkasi Batam. Setibanya di sana, jemaah akan menginap di asrama haji selama kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

Jemaah Riau terbagi dalam beberapa kelompok terbang. Untuk gelombang pertama, mereka tergabung dalam kloter 3 hingga kloter 12 dengan tujuan Madinah.

Sementara satu kloter lainnya, yakni BTH 18, masuk gelombang kedua yang akan terbang ke Jeddah bersama jemaah dari Kalimantan Barat, dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.

Pemerintah juga kembali menggunakan pola embarkasi Batam, setelah sebelumnya sempat menerapkan embarkasi antara di Pekanbaru pada musim haji 2019, 2022, dan 2023.

Dari sisi transportasi, keberangkatan jemaah disesuaikan dengan kondisi wilayah. Sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi akan berangkat melalui jalur udara dari Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Sementara jemaah dari Rokan Hulu menggunakan pesawat melalui Bandara Pasir Pangaraian.

Adapun jemaah dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti akan menempuh jalur laut menuju Batam.

Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, dipastikan telah selesai 100 persen. Perlengkapan seperti koper dan buku manasik juga sudah dibagikan kepada seluruh jemaah.

Meski begitu, jemaah tetap diimbau menjaga kesehatan. Pasalnya, sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk kategori risiko tinggi.

“Jaga kondisi fisik dan rutin berolahraga agar kuat menjalani rangkaian ibadah,” ujar Defizon, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, jemaah diminta memahami tata cara ibadah haji dengan mempelajari buku manasik yang telah diberikan.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak merasa khawatir berlebihan. Pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan selama di Tanah Suci.

“Berangkatlah dengan perasaan tenang dan senang. Insya Allah semua sudah disiapkan,” katanya.***(mr)