Beranda blog Halaman 882

Natal dan Tahun Baru, Kapolres Kepulauan Meranti Ingatkan Penerapan Prokes

Natal dan Tahun Baru, Kapolres Kepulauan Meranti Ingatkan Penerapan Prokes

Meranti(SegmenNews.com)- Polres Kepulauan Meranti melaksanakan rapat awal jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 bersama Badan Kerjasama Gereja-gereja (BKSG) daerah setempat.

Rapat berlangsung di Hotel Grand Indobaru Selatpanjang, Jumat (27/11/2020) malam. Dipimpin Kapolres AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, dan dihadiri perwakilan masing-masing Gereja.

Dalam penyampaiannya, Eko mengingatkan bahwa pelaksanaan keagamaan di wilayah Kepulauan Meranti, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2021 di masa pandemi Covid-19 agar tetap disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Kami harap pihak BKSG bisa membantu kepolisian untuk bersama sama menjaga situasi yang kondusif dan aman dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 nantinya,” ujarnya.

Disamping itu, imbuh Eko, pihaknya juga tetap bersinergi dengan semua instansi terkait. Termasuk menyiapkan anggota di tempat ibadah yang akan melaksanakan ibadah Natal. Sehingga, pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun baru dengan rasa aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19.

“Dengan adanya kerjasama TNI-Polri, pemerintah dan seluruh element masyarakat diharapkan dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Tentunya tidak mengabaikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Jani Pasaribu salah seorang perwakilan BKSG, menyampaikan, rangkaian kegiatan dalam perayaan Natal 2020 hanya mengutamakan kegiatan ibadah saja, serta mengurangi kapasitas jumlah jemaat yang akan ibadah di masing-masing gereja.

“BKSG sangat mendukung anjuran pemerintah dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kepulauan Meranti, yakni dengan cara disiplin terhadap protokol kesehatan,” kata Jani.(Ags)

Pilkada 2020, Kapolres Kepulauan Meranti Ingatkan Personel Jaga Netralitas

Pilkada 2020, Kapolres Kepulauan Meranti Ingatkan Personel Jaga Netralitas

Meranti(SegmenNews.com)- Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, mengingatkan agar jajaran kepolisian senantiasa menjaga netralitas dan tidak terlibat politik praktis jelang Pilkada 2020.

Dikatakannya, netralitas anggota Polri merupakan salah satu indikator terselenggaranya Pilkada yang bermartabat, aman, lancar dan kondusif.

“Netralitas Polri, aturannya sudah jelas sesuai dengan arahan pimpinan Polri, bahwa di setiap tahapan Pilkada anggota Polri harus netral,” kata Eko Wimpiyanto, Jumat (27/11/2020).

Eko menyebut, keberpihakan oknum polisi terhadap salah satu kandidat bisa merusak nama institusi Polri. “Jangan sampai kita merusak nama baik instisusi Polri karena kesalahan segelintir orang yang memanfaatkan situasi,” tegas dia.

Disamping itu, Eko juga menginstruksikan para Kapolsek dan jajaran untuk terus mensosialisasikan pilkada damai kepada masyarakat, serta pelaksanaannya mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seluruh personel kepolisian diminta turut menggaung pilkada damai demi keamanan dan ketertiban di wilayahnya.

“Seluruh personel berkewajiban untuk mengajak masyarakat, utamanya keluarga untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama tahapan pilkada berlangsung,” pungkasnya.(Ags)

Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir di Meranti

Meranti(SegmenNews.com)- Akibat Curah Hujan serta terbukanya Pintu Pembuangan air ke Sungai Dedap milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang, ratusan Rumah warga Terendam Air.

“Bukan hanya curah hujan saja akan tetapi pintu Sekat Kana milik PT RAPP juga dibuka, dan sesuai kesepakatan pada Rabu kemarin Kanal pembuangan air ke Sungai Dedap akan ditutup sementara,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Jum’at (27/11/2020) sore.

Diakui lelaki tua ini kalau dirinya bersama ratusan Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir akibat diguyur hujan deras dalam beberapa hari belakangan itu juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah maupun Pihak Perusahaan.

Sementara itu kepada Wartawan, Kepala Desa Dedap, Mansur mengatakan peningkatan elevansi air di sungai dan ditambah lagi dengan hujan yang turun cukup deras membuat hingga saat ini puluhan rumah masih terendam air sungai yang meluap akibatnya warga sangat susah untuk beraktivitas.

“Beberapa warga terpaksa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke rumah warga lain yang tidak terendam air,” ungkapnya.

Tidak hanya Desa Dedap, luapan air tersebut membuat Desa Putripuyu, Mekar Delima dan Tanjung Padang juga mengalami kebanjiran bahkan sampai masuk ke ruangan rumah milik warga.

Melihat musibah itu, pihak Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Tasik Putripuyu dengan sigap melakukan pertemuan bersama pihak Desa terdampak banjir dan pihak RAPP guna mencari solusi dan koordinasi dalam rangka penanganan musibah guna membantu kebutuhan ratusan KK terdampak banjir tersebut.

Camat Tasik Putripuyu, Sugiati SPI MSi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan pertemuan dan didapatkan hasil kesepakatan bersama Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, pihak Polres serta Polsek, Kesbangpol, forum PL2P dan tokoh masyarakat bersama dengan pihak Manajemen PT RAPP.

Pertama, bebernya, disepakati pihak perusahaan akan menutup sementara kanal pembuangan air ke sungai Dedap. Kedua, pihak perusahaan akan membantu perekonomian warga sebanyak 781 KK (hasil pendataan kamis kemarin). Selanjutnya ketiga, pihak perusahaan siap menyediakan posko kesehatan dan poin keempat, untuk konsumsi tim lapangan dihandle oleh perusahaan PT RAPP.

“Kanal-kanal RAPP sudah ditutup yang dilakukan secara manual menunggu alat berat datang (masih perbaikan) dan kondisi air sudah mulai turun. Tinggi genangan air pengukuran terakhir pada Kamis sore sekira pukul 17.00 WIB berada dikisaran 48 sampai dengan 69 cm, (tinggi rata-rata= 59 cm). Bantuan beras Pemda sebanyak 7,8 ton sudah sampai tadi malam dan sudah siap akan dibagikan pagi ini dan perusahaan juga akan mengakomodir permintaan warga jika ada warga yang sakit untuk dirujuk ke rumah sakit lanjutan. Kemudian, tim kami tetap ada baik dari pemerintah kecamatan, polsek, PKM, BPBD dan perusahaan standby ditempat,” ungkap Sugiati, Jumat (27/11/2020) siang.

Ia juga menjelaskan, adapun jumlah warga yang mengungsi dan terdampak (tidak mengungsi) sesuai data sementara Kamis (26/11/2020) kemarin adalah untuk warga Desa Dedap yang mengungsi sebanyak 350 KK dan ditambah warga terdampak/belum dapat bekerja akibat banjir sebanyak 213 KK dengan jumlah keseluruhan sebanyak 563 KK. Kemudian warga Desa Mekar Delima sebanyak 24 KK, dilanjutkan jumlah warga Desa Putripuyu sebanyak 57 KK dan warga Desa Tanjung padang sebanyak 135 KK.

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah menyalurkan bantuan bahan makanan pokok kepada masyarakat korban banjir di Kecamatan Tasik Putri Puyu tersebut, Jumat (27/11).

Bantuan logistik tersebut berupa 600 dus mie instan, 600 kaleng sarden dan 600 liter minyak goreng. Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kecamatan Tasik Putripuyu untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah Desa terdampak bencana tersebut.

Stakeholder Relations (SHR) Manager RAPP wilayah Kepulauan Meranti, Susilo Sudarman mengatakan bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kita telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait upaya penanganan di lapangan seperti penyaluran bantuan bahan makanan dan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan masyarakat,” ujar Susilo.

Menanggapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada di tengah fenomena alam La Nina yang mengakibatkan tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

“Musibah bencana alam tidak bisa dihindari oleh siapapun, tapi setidaknya setiap dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir dengan bersama-sama jaga kebersihan saluran air dan melestarikan hutan,” ujarnya.

Bupati Irwan juga mengapresiasi atas tindakan dan respon cepat perusahaan dalam mengantisipasi dampak banjir termasuk mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat.(Ags)

Kasus Positif Covid-19 di Dayun Melonjak

Siak(SegmenNews.com)-Warga Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau yang sudah terlanjur mendaftar ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menikah tetap bisa melaksanakan hajatannya dengan syarat yang sudah ditetapkan pemerintah Kecamatan Dayun, pasca melonjaknya kasus Covid-19 di daerah itu.

Camat Dayun Novendra Kasmara mengatakan bulan November dan Desember 2020 ini banyak warga yang sudah mendaftar untuk menikah. Niat baik itu tidak dapat dibatalkan, namun masyarakat yang membuat acara pesta nikah wajib menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19.

“Kita terus menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mematuhi protokoler kesehatan. Pesta nikah boleh, masyarakat bisa buat pernyataan yang ditangani pihak kepolisian. Aturannya, tidak boleh makan prasmanan, pakai nasi kotak saja. Mau buat hiburan kybord boleh, tapi penyanyinya satu saja,” terang Novendra, Jumat (27/11/2020).

Camat juga menekankan kepada pengurus rumah ibadah, agar penyelenggaraan ibadah dilakukan jamaah dengan mengenakan masker, jaga jarak.

“Jumlah kasus penderita Covid 19 di Kecamatan Dayun sedang meningkat drastis, sedikitnya terdapat 52 orang yang kini terpaksa menjalani perawatan medis dan isolasi mandiri,” katanya.

Untuk masyarakat yang menggelar acara nikahan ini, Ia menghimbau para penghulu kampung dan tokoh masyarakat untuk bisa mengarahkan masyarakatnya patuh terhadap protokoler kesehatan dalam menyelenggarakan pesta.

“Kami buat grup wa kepada pengurus masjid, penghulu, disitu disebar himbauan,” ujar Camat.Terkait warganya yang terpapar Covid 19, Novendra memgaku semuanya telah menjalani perawatan.

“38 orang dirawat di Asrama Haji Siak, 23 orang dirawat di RSUD Siak, 2 orang dirawat di RS Efarina dan 1 orang menjalani isolasi mandiri,” terang Novendra Kasmara.

Secara akumulasi, lanjut camat, total jumlah terpapar Covid di Kecamatan Dayun sebanyak 102 orang. 36 orang dinyatakan sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan saat ini 52 orang sedang berjuang menjalani perawatan.

Dilain sisi, pihak Puskesmas Dayun mengeluarkan kebijakan membuka kembali layanan rawat jalan, yang mana awal pekan lalu pihak puskesmas mengeluarkan kebijakan menutup sementara layanan rawat jalan.

Informasi yang dihimpun wartawan, awal pekan lalu terdapat dua tenaga kesehatan, yakni bidan di Puskesmas Dayun dinyatakan positif terpapar Covid.

Kepala Puskesmas Dayun Dr Aisatia W Ramal saat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak mau menjelaskan dasar pembukaan layanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas yang ia kelola.***(inf Siak)

Bupati Meranti Intruksikan Gotong Royong Massal Pembersihan Drainase Tersumbat

Bupati Meranti Intruksikan Gotong Royong Massal Pembersihan Drainase Tersumbat

Meranti(SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti mengintruksikan seluruh OPD untuk mengikutsertakan seluruh pegawai dan stafnya melakukan gotong-royong massal, Jum’at (27/11/2020).

Hal tersebut menindaklanjuti upaya mengantisipasi bencana banjir sehubungan tingginya curah hujan. Dimana intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah di Kepulauan Meranti digenangi air.

Pencegahan dimulai dengan melakukan gerakan bersih-bersih di lingkungan pemukiman masyarakat yang daerahnya rawan tergenang air ketika hujan datang.

Gorong-royong yang dilakukan menitikberatkan pembersihan pada drainase dan parit guna meminimalisir adanya sumbatan sampah.

“Ini salah satu upaya pencegahan banjir dengan gerakan kebersihan secara masif serentak di seluruh kabupaten.
Kita melihat sekarang sudah memasuki musim penghujan dan nantinya pasti akan banjir di mana-mana. Sekarang saya ingin kita semua mengantisipasi bencana banjir dengan mengadakan gerakan masif seperti ini,” kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.

Untuk wilayah Kota Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, kegiatan gotong royong dilakukan di lokasi yang rawan banjir dan drainase yang sering tersumbat. Pembersihan untuk wilayah ibukota kabupaten ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Dr H Kamsol dan titik lokasi gotong royong tersebut dibagi setiap OPD.

Untuk persimpangan Jalan Kartini-Imam Bonjol Kelurahan Selatpanjang Barat dan Selatpanjang Selatan gotong royong bersama dilakukan Dinas PUPR, Satpol PP, dan Dinas Pariwisata serta Puskesmas Alahair.

Untuk persimpangan jalan Kartini-Diponegoro dilakukan pemerintah Kecamatan Camat Tebingtinggi, DLH, Dinas Perpustakaan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Kesehatan.

Lokasi Jalan Banglas tepatnya di
Gang Juragan dan Gang Sempaya dilakukan bersama oleh Dinas Perhubungan, Disdagprinkop, Kelurahan Selatpanjang Timur, Dinas Pertanian, Setwan, dan Puskesmas Selatpanjang

Sementara itu persimpangan Jalan Sultan- Dorak dilaksanakan oleh BPBD, Setda, Disdukcapil, BPS, KPU, Pengadilan Agama, BPN, dan Bapenda Provinsi. Dan lokasi terakhir yakni di Jalan Teuku Umar tepatnya didepan Vihara Kasih Maitreya dilakukan bersama Kelurahan Selatpanjang Kota, DLH, Dinas Penanaman Modal, Kesbangpol, Dinas Sosial dan Dinas PMD.

Selanjutnya, Bupati juga mengajak peran serta masyarakat dalam upaya mengantisipasi banjir.

“Kita juga mendorong agar masyarakat dapat bergotong royong. Ini kan kadang-kadang drainase di depan rumah saja tidak bisa dibersihkan,” pungkas Irwan.(Ags)

Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Patroli Karhutla

Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Patroli Karhutla

Meranti(SegmenNews.com)-Kodim 0303/Bengkalis melalui Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Serka E. Sembiring bersama Bhabinkamtibmas Bripka Debi Rahman SE dan Satpol-PP melaksanakan patroli rutin Karhutla di wilayah Desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Jum’at (27/11/2020).

Serka E. Sembiring mengatakan pelaksanaan patroli dilakukan bersama masyarakat tempatan dalam rangka mengantisipasi terjadinya karhutla.

“Patroli karhutla tersebut bertujuan untuk mendeteksi titik-titik api khususnya yang ada di daerah yang rawan kebakaran,” ujarnya.

“Tujuannya, jika ada titik-titik api yang ditemukan, dapat segera diatasi sebelum membesar,” ujarnya lagi.

Di samping patroli, tidak lupa juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Karhutla.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tapi sebaiknya dengan cara yang tidak akan mengakibatkan kebakaran,” tutupnya.

Salah satu masyarakat tempatan menyambut baik kegiatan patroli tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian TNI khususnya Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi terhadap karhutla di daerah kami,” ucap salah seorang masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

“Bagaimanapun, dengan adanya patroli dan sosialisasi, kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin. Mudah-mudahan masyarakat kami tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar sehingga karhutla tidak lagi terjadi di kampung kami,” ucapnya lagi.(Ags)

Ratusan Hektar Padi Musim Tanam 2020 di Meranti Terancam Gagal Panen

Meranti(SegmenNews.com)- Ratusan hektar padi masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Kepulauan Meranti terancam gagal panen akibat terendam banjir.

Air yang menggenangi tanaman padi milik masyarakat itu terendam dikarenakan curah hujan tinggi dan ditambah dengan intrusi air pasang laut (banjir Rob) yang memang menjadi langganan pada akhir tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti, Arif Rahman Hakim yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan padi petani yang terancam gagal panen seluas 119 hektar.

Arif merincikan ratusan tanaman padi yang terendam banjir itu tersebar di enam desa di tiga kecamatan diantaranya di Kecamatan Rangsang Barat terdapat di Desa Bina Maju dan
Desa Anak Setatah masing-masing seluas 20 hektar. Di Kecamatan Rangsang Pesisir terdapat di Desa Kedabu Rapat seluas 40 hektar di Kecamatan Merbau terdapat di
Desa Meranti Bunting seluas 28 hektar dan di Kecamatan Tebingtinggi Timur berada di Desa Tanjung dan Desa Lukun masing-masing 5 dan 6 hektar.

Dia mengatakan, banjir yang menggenangi padi sudah berlangsung selama beberapa hari. Jika sudah terendam banjir, kata Arif, otomatis padi tidak bisa lagi dipanen atau dimanfaatkan.

“Banjir diakibatkan pasang air laut ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi. Kalau di Desa Meranti Bunting seluas 28 hektar sudah dipastikan gagal panen karena terendam air asin. Sementara untuk di desa lain kondisinya masih tergenang air. Kalau tergenangya lama dan air lambat turun disana kemungkinan ada kegagalan dan kita masih menunggu,” kata Arif Rahman.

Dikatakan padi yang terendam banjir saat ini merupakan musim tanam yang kedua kalinya pada tahun 2020, diperkirakan pada awal tahun mendatang warga sudah panen.

Hal ini tentunya membuat sebagian petani di kabupaten termuda di Riau ini mengalami kerugian yang cukup besar.

“Biasanya warga ada yang panen dua kali bahkan ada yang tiga kali dalam setahun dan sebentar lagi biasanya sudah bisa panen. Ini bukan banjir yang seperti biasanya, ini termasuk bencana alam, jadi penanganannya juga ekstra lebih besar,” ungkap Arif.

Dengan adanya bencana ini, tentu saja program yang ditargetkan sebelumnya oleh Bupati Kepulauan Meranti yakni akan swasembada beras pada tahun depan akan gagal.

“Saya menargetkan 2021 Kepulauan Meranti akan swasembada beras. Untuk itu Dinas Pertanian dan instansi terkait harus berusaha lebih keras menambah lahan padi seluas 2000 hektar lagi pada tahun-tahun berikutnya,” pintanya.(Ags)

Syahmadi Malau Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPC-PP Rokan Hulu

Syahmadi Malau Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua MPC-PP Rokan Hulu

Rohul(SegmenNews.com)- Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di Aula Hutahaean, kecamatan Tambusai, Sekitar Pukul 11:00 WIB, Kamis (26/11/2020),

Diawal kegiatan Muscablub Seluruh anggota MPC PP Kabupaten Rokan  Hulu mendapat wejangan materi terkait Pancasila dan Nasionalisme dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Provinsi Riau.

Terlihat hadir di agenda Muscablub, Pjs Bupati Rokan Hulu, H Masrul Kasmy, M.Si, Ketua MPW PP Provinsi Riau, Arsadianto Rachman yang diwakili Sekretaris H Fran Rizal, Ketua MPC PP (caretaker), Resmon Sagala, Ketua dan anggota PAC PP Kecamatan se Kabupaten Rokan Hulu.

Pjs Bupati Rokan Hulu, Masrul Kasmy mengatakan Organisasi Pemuda Pancasila merupakan organisasi besar yang dinaungi oleh Pemuda yang berpotensi.

“Orang-orang yang berada diorganisasi ini pemuda yang masih berdarah muda bisa mempunyai peluang untuk membangun daerah dengan satu visi dengan pemerintah contohnya mengembangkan destinasi wisata akan membuat kemajuan daerah tidak dengan gaya lama yang premanisme,” kata Masrul Kasmy.

Dalam Muscablub, Syahmadi Malau terpilih sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Rokan Hulu  secara aklamasi.

Dalam wawancaranya bersama awak media, Syahmadi Malau mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh Ketua maupun anggota PAC PP Kecamatan se Rokan Hulu.

Syahmadi mengatakan akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam pengembangan objek wisata di Negeri Seribu Suluk.

“Sesuai dengan permintaan Pjs Bupati Rokan Hulu, kami Sapma PP Rokan Hulu siap bekerjasama dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini,” ungkapnya.

Sebagai ketua MPC Sapma PP Rohul terpilih, Syahmadi Malau mengakui akan bekerja keras dalam mensejahterakan seluruh kader Sapma PP Rohul.

“Seperti yang diamanahkan oleh Sekjen MPW PP Riau tadi, maka kami siap mensejahterakan seluruh kader Sapma PP Rohul, sehingga tidak ada namanya Kader PP Rohul yang kelaparan,” tambahnya.

Sedangkan Fran Rizal, selaku Sekjen MPW PP Riau mengucapkan selamat atas terpilihnya Syahmadi Malau sebagai ketua MPC PP Kabupaten Rokan Hulu.

“Semoga dapat mengembangkan amanah ini dengan baik,” tutupnya. (fit)

Dalam Sehari, Polisi Tangkap 6 Pelaku Narkoba di Meranti

Dalam Sehari, Polisi Tangkap 6 Pelaku Narkoba di Meranti

Meranti (SegmenNews.com)- Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti menangkap 6 orang terduga pelaku penyalagunaan narkotika di wilayah hukum Kepulauan Meranti, Rabu (26/11/2020).

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan, keenam pelaku tersebut ditangkap di tiga lokasi berbeda.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Hr (42) di Jalan Kartini Gang Imamah, Kelurahan Selatpanjang Timur, sekitar pukul 00.30 Wib. Dari Hr, polisi mengamankan dua paket kecil diduga narkotika jenis sabu terbungkus plastik klep bening seberat 0,36 gram.

Setelah dilakukan pengembangan, berselang 12 jam polisi kembali mengamankan Rs (54) dan Jn (38). Kedua terduga pelaku ini ditangkap di sebuah rumah di Jalan Nusa Indah Ujung, Kelurahan Selatpanjang Selatan.

Dari Rs dan Jn pula, polisi mengamankan 1 paket sedang dan 3 paket kecil diduga narkotika jenis sabu berat 1,02 gram, plastik klep warna bening, kotak tempat penyimpanan sabu, sendok takar, korek api, sumbu kompor, alat hisap (bong), timbangan digital, hingga uang tunai Rp 2,2 juta diduga uang hasil penjualan sabu.

“Pelaku mengaku mendapatkan barang bukti diduga narkotika jenis sabu tersebut dari Parok (DPO kasus narkoba sebelumnya) untuk dijualkan,” jelas Eko.

Tak hanya sampai di situ, pukul 14.30 Wib polisi kembali berhasil melakukan pengungkapan kasus narkoba di Jalan Kauman, Kelurahan Selatpanjang Timur.

Tiga orang terduga pelaku ditangkap. Masing-masing berinisial DY (44), DS (49) dan AG (34). Barang bukti 24 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat 3,66 gram, timbangan digital, alat hisap (bong), korek api, sumbu kompor, dan plastik klep.

“Keterangan pelaku, bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial V (DPO) untuk diedar atau dijualkan. Tim sempat melakukan pengejaran terhadap saudara V di rumahnya yang terletak di Jalan Rintis Gang Akasia Selatpanjang Timur, namun yang bersangkutan telah melarikan diri karena diduga mengetahui adanya penangkapan pelaku sebelumnya,” beber Eko.

Saat ini, para terduga pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Kepulauan Meranti guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.(Ags)

RAPP dan Dinas Terkait Segera Kirim Logistik Makanan

RAPP dan Dinas Terkait Segera Kirim Logistik Makanan

Meranti(SegmenNews.com)-Akibat hujan deras yang mengguyur, air di sekat kanal milik PT RAPP di Pulau Padang berada diatas ketinggian normal sehingga membuat pintu air menjadi jebol.

Kemudian limpahan air meluap ke sungai Dedap dan membanjiri pemukiman warga dan menyebabkan ratusan rumah warga di Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putripuyu terendam.

Kepala Desa Dedap, Mansur mengatakan peningkatan elevansi air di sungai dan ditambah lagi dengan hujan yang turun cukup deras membuat hingga saat ini puluhan rumah masih terendam air sungai yang meluap akibatnya warga sangat susah untuk beraktivitas.

Dikatakan, akibat dari banjir tersebut, beberapa warga terpaksa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke rumah warga lain yang tidak terendam air.

Kepala Desa juga mengatakan kenaikan air yang telah menggenangi tiga dusun itu diperkirakan akan naik menjelang siang hari, hal itu dikarenakan pasang air laut juga ikut merendam desa tersebut.

“Banjir sudah tiga hari. Ada sebanyak 300 lebih rumah yang terendam, saat ini ketinggian air beragam, ada yang ketinggiannya mencapai satu meter,” kata Mansur, Kamis (26/11/2020).

Dikatakan lagi, saat ini warga Desa Dedap sangat membutuhkan logistik sembako karena perekonomian warga lumpuh akibat banjir tersebut.

“Saat ini kami butuh logistik seperti bahan makanan karena selama banjir belum surut warga kami tidak bisa bekerja sehingga untuk mendapatkan bahan makanan agak susah.
Kami berharap, pemerintah kabupaten bisa meninjau langsung agar bisa mendengar apa yang dikeluhkan oleh masyarakat sehingga bisa tahu apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya

Selain itu, Mansur mengimbau agar warga mulai meningkatkan kewaspadaannya terutama dalam mengawasi hewan-hewan ternak dan seluruh harga bendanya.

Sementara itu Camat Tasik Putripuyu, Sugiati mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk langkah penangganan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan dengan pihak manajemen perusahaan untuk ambil peran dalam penanganan dan penanggulangan bencana ini,” kata Sugiati

Dikatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi terkait adanya banjir susulan dan warga akan dievakuasi ke desa Tetangga.

“Saat ini warga yang terkena musibah sudah diungsikan kerumah saudaranya masing masing dan jika hujan berlanjut nanti malam sehingga menyebabkan bertambah banjir atau kedalaman air maka dari hasil koordinasi dengan pihak desa kita akan ungsikan mereka ke desa tetangga yakni Desa Mekar Delima,” ujarnya.

Sementara itu Stakeholder Relation (SHR) PT RAPP Manager wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Susilo Sudarman yang dikonfirmasi mengatakan jika saat ini curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sekat kanal juga melimpah menyebabkan pintu klip ambrol sehingga air merembes dan mengalir ke arah sungai Dedap.

“Saat ini kita mengalami fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan tinggi. Jika sebelumnya curah hujan hanya dibawah angka 200 saat ini rata-rata curah hujan sebesar 350 milimeter (mm) per hari. Jadi ketinggian air di sekat kanal berada dibatas ketinggian normal sehingga merembes dan mengalir ke sungai dan menyebabkan luapan dan ini terjadi di sebagian wilayah di Indonesia. Sebelumnya juga air di kanal kita tidak ada masalah,” kata Susilo.

Terhadap kondisi tersebut, Susilo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan segera menyalurkan bantuan makanan dan mengirimkan dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan warga setempat yang terdampak banjir.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD terkait akan menyalurkan bantuan ini. Dimana dari Dinsos akan mengirim sebanyak 8 ton beras untuk itu kita tidak mengirimkan beras lagi namun kita akan mengirimkan makanan cepat saji seperti sardin dan mie instan serta bahan makanan lainnya, secepatnya besok. Selain itu kita juga akan menempatkan dokter untuk memeriksa kesehatan warga disana,” ujar Susilo.(Ags)