“Dampak alokasi APBD 2016 terhadap tingkat kesejahteraan kepada masyarakat belum signifikan.
Belum mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Jumlah penduduk miskin masih di atas 5.000 an jiwa. Ini sebuah jumlah yang fantastis.
Demikian juga dengan pengangguran yang selama tahun 2016 bertambah 5.000 orang,” ujarnya.
Dari indikaror ini menurutnya menunjukkan pelaksanakaan pembangunan 2016 belum maksimal.
“Ini mengkhawatirkan, perlu keseriusan untuk mengatasinya. Pemerintah harus memahami dan mencari penyebab kemiskinan ini terjadi. Sehingga ke depan program pemerintah bisa menyentuh langsung kepada pemerintah,” ujarnya.
Selain itu menurut Musyafat, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2016, tidak mencapai target, yakni hanya 95 persen.
Sementara pada tahun-tahun sebelumnya melebihi target, bahkan hampir mencapai dua kali kipat.
“Kelemahan terhadap pencapaian PAD ini kemungkinan terjadi adanya kebocoran yang berarti. Karena itu F PAN mendorong agar PAD terus ditingkatkan dengan mengevaluasi kelemahan yang ada selama ini,” ujarnya.***(hasran)






