Beranda blog Halaman 8

BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah

BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah

Tanjungpinang(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali memperkuat jalinan silaturahmi bersama nasabah setianya melalui kegiatan ramah tamah yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pra pensiun dan purnabakti Kota Tanjungpinang dan kabupaten Bintan, bertempat di Lapangan Pamedan, pada Jumat (10/04/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum istimewa bagi para abdi negara dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan untuk berkumpul dan mendapatkan layanan kesehatan serta literasi keuangan syariah. Diawali dengan senam jantung sehat yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian door prize.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah psikososial bagi para pensiunan.

“Acara yang digelar ini sangat bagus dan sangat dibutuhkan oleh para pra pensiun dan pensiunan, karena menjadi tempat untuk temu kangen dan berbagi kegembiraan bersama. Selain itu, fasilitas yang disediakan sangat dibutuhkan seperti cek kesehatan gratis, senam jantung sehat, dan juga door prize yang menarik. Harapannya, kegiatan serupa dapat selalu dilaksanakan untuk para pra pensiun maupun pensiunan,” ujar Lis Darmansyah.

Senada dengan yang disampaikan Walikota tanjungpinang, Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah Irsyadi Sukri menegaskan komitmen bank untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di Pulau Bintan melalui layanan yang inklusif.

BRK Syariah hadir di tengah-tengah masyarakat Pulau Bintan untuk memberikan layanan bagi seluruh nasabah, termasuk para pensiunan ASN di wilayah ini. Kami berkomitmen mendampingi masa purna bakti nasabah dengan produk-produk yang sesuai prinsip syariah,” ungkapnya. Ia juga memberikan peringatan khusus mengenai keamanan digital. “Kami mengingatkan pentingnya berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan melalui media sosial yang dapat merugikan nasabah.” kata Irsyadi.

Sebagai bagian dari edukasi finansial, tim dari Divisi Konsumer, Divisi Dana dan Digital Banking, serta jajaran AO dan FO BRKS Tanjungpinang Pamedan, BRKS Tanjungpinang Teuku Umar, dan BRKS Bintan memaparkan berbagai solusi jasa keuangan. Produk yang diperkenalkan meliputi Pembiayaan Pra Pensiun, Pembiayaan Kredit Ekstra (PKE), Rahn (Gadai Syariah), serta program Simpanan Terencana, yang bisa digunakan oleh nasabah pra pensiun dan purnabakti.

Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan informasi dari PT Taspen mengenai layanan ketaspenan, guna memastikan para ASN memiliki pemahaman yang jelas mengenai hak dan prosedur layanan pasca pensiun. Sinergi ini membuktikan bahwa BRK Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan, melainkan juga mitra setia dalam menjaga kesejahteraan dan keberkahan masa purna bakti para nasabahnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua TP PKK Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, Kepala BKPSDM Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fatah, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bintan, Dian Molivia. Branch Manager (BM) BRKS Tanjungpinang Pamedan, Abdul Rohim, BM BRKS Bintan, Imam Hadi Suryono, BM BRKS Tanjungpinang Teuku Umar, Baharudin, serta tamu undangan lainnya.***(rl)

Sidang Perintangan, Saksi Sekwan Bantah Terlibat Soal Stempel

Sidang Perintangan, Saksi Sekwan Bantah Terlibat Soal Stempel

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru mulai tersingkap benderang. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (13/04/2026), sebuah fakta krusial muncul dan seketika mematahkan spekulasi liar yang selama ini menyudutkan Sekretaris Dewan (Sekwan), Hambali.

Duduk sebagai saksi, Hambali memberikan keterangan yang sangat menentukan di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Jhonson Perancis. Poin paling krusial adalah terkait temuan 38 stempel palsu milik berbagai instansi pemerintah daerah yang diduga digunakan untuk melegitimasi SPPD fiktif tahun 2024.

*Saksi Hambali Bantah Terlibat Soal Stempel*

Di bawah sumpah, Hambali secara eksplisit membantah keterlibatannya dalam pembuatan maupun penggunaan puluhan stempel tersebut. Saat Hakim Ketua melontarkan pertanyaan tajam mengenai apakah ada perintah darinya untuk membuat stempel tersebut, Hambali menjawab dengan nada tenang namun tegas.

“Tidak ada saya menyuruh membuat stempel apa pun, Yang Mulia. Saya juga tidak tahu adanya stempel tersebut,” tegas Hambali.

Yang paling menarik perhatian publik di ruang sidang bukanlah sekadar bantahan dari sang Sekwan, melainkan reaksi dari terdakwa Jhonny Andrean. Ketika Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Jhonny untuk menanggapi, ajudan yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) tersebut justru mengamini seluruh keterangan saksi.

“Saya menerima seluruh keterangan saksi, Yang Mulia,” ujar Jhonny singkat tanpa sedikit pun keberatan.
Pernyataan “tidak keberatan” dari terdakwa ini merupakan titik balik (turning point) yang secara hukum menggugurkan opini bahwa ada perintah dari Sekwan di balik aksi ilegal tersebut.

*Analisis Hukum: Bobot Pembuktian dan “Acceptance” Terdakwa*

Dari kacamata hukum acara pidana (KUHAP), sikap terdakwa Jhonny Andrean yang menerima seluruh keterangan Hambali memiliki implikasi hukum yang sangat kuat.

Secara yuridis, ketika terdakwa menyatakan tidak keberatan terhadap keterangan saksi, maka keterangan tersebut dianggap sebagai kebenaran materil yang disepakati oleh kedua belah pihak di hadapan hakim. Artinya, pengakuan Jhonny secara tidak langsung menegaskan bahwa inisiatif atau perbuatan terkait 38 stempel tersebut bukanlah atas perintah atau sepengetahuan Hambali.

Analisis tajam lainnya tertuju pada pasal perintangan penyidikan yang didakwakan kepada Jhonny. Upaya menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan oleh terdakwa seperti menyembunyikan atau memanipulasi bukti kini justru terlihat sebagai tindakan personal atau mandiri, mengingat fakta persidangan tidak menunjukkan adanya “rantai komando” dari Sekwan terkait barang bukti stempel palsu tersebut.

Adapun pengakuan Hambali mengenai uang di dalam jok motor, hal tersebut justru menunjukkan transparansi saksi. Dengan lugas ia mengakui uang itu miliknya untuk keperluan pembayaran tiket pesawat, bukan uang yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang disidik. Kejujuran saksi dalam hal kecil ini justru memperkuat kredibilitas keterangannya dalam hal besar, yakni soal stempel.

*Menepis Narasi Luar Persidangan*

Munculnya pemberitaan yang mencoba menyeret nama Sekwan sebagai dalang di balik stempel palsu kini terbantahkan oleh realita di kursi pesakitan. Narasi-narasi yang dibangun oleh pihak tertentu di luar persidangan terbukti tidak sinkron dengan pengakuan terdakwa sendiri di hadapan hukum.

Kasus ini bermula dari penggeledahan Kejari Pekanbaru pada Desember 2025 lalu. Namun, seiring berjalannya sidang, konstruksi hukum semakin mengarah pada pertanggungjawaban personal terdakwa Jhonny Andrean atas tindakannya menghalangi proses hukum.

Dengan fakta persidangan terbaru ini, publik kini disuguhkan pada kebenaran yang objektif: Bahwa sangkalan Sekwan Hambali bukan sekadar pembelaan diri, melainkan fakta yang dibenarkan oleh terdakwa sendiri.***(rl)

Pemko Pekanbaru Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, ASN Diawasi

Pemko Pekanbaru Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, ASN Diawasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan bahwa penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat akhir pekan tidak mengganggu pelayanan publik yang ada.

Pemko Pekanbaru menerapkan WFH secara bergiliran kepada ASN, sehingga pelayanan publik tetap bisa berjalan dengan baik.

“Yang paling penting, WFH ini tidak mengganggu pelayanan publik kita. Makanya digilir WFH nya,” kata Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pihaknya tetap melakukan evaluasi terhadap penerapan skema WFH ini dalam rangka penghematan energi. WFH yang dilakukan pegawai diharapkan benar-benar efektif dalam upaya efisiensi energi, tanpa menggangu pelayanan publik.

“Memang evaluasi kita, ada beberapa catatan terkait efektifitas kerja. Terutama masalah kinerja dan tolak ukur dalam WFH,” terang Markarius.

Ia meminta agar masing-masing Kepala OPD bisa mengawasi pegawainya dengan baik. Harus ada tugas atau pekerjaan disertai dengan laporan penyelesaiannya.

“Kita tetap kawal WFH ini. Kepala OPD sudah kita minta mengawal masing-masing pegawainya,” tutup Markarius.***(dis)

Catat! Pekan Ini Operasi Pasar Murah di 3 Kabupaten

Catat! Pekan Ini Operasi Pasar Murah di 3 Kabupaten

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perindagkop UKM Riau, M Taufiq Oesman Hamid melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Tetty Nurdianti menyebutkan akan ada 5 lokasi operasi pasar murah pada pekan ini.

“Sama seperti pekan sebelumnya, digelar selama 5 hari dalam sepekan. Namun, jika sebelumnya satu pekan hanya 1 kabupaten dan selebihnya di Kota Pekanbaru, pekan ini akan digelar pada 3 kabupaten,” kata Tetty Nurdianti.

Untuk lokasi tersebut, dikatakan Tetty, pada Senin, 13 di Halaman Kantor Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kemudian, pada Selasa, 14 April di Halaman Kantor Lurah Pebatuan Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.

“Pada hari Rabu, 15 April akan digelar di Halaman Kantor Desa Tarai Bangun, Kecamatan Kampar, pada Kamis, 16 April di Halaman Ramayana Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.

Kemudian pada Jumat, 17 April kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Halaman Kantor Keluraharan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya.

Tetty menyebutkan dengan adanya operasi pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.

“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty.

Bagi yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, dikatakan Tetty, pihaknya berharap masyarakat dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.

“Pasar murah akan digelar pada pukul 08.30 wib. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga pangan yang diperjualbelikan pada operasi pasar murah, diantaranya beras SPHP dibandrol Rp60rb per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan kemasan 10 kg dibandrol Rp165rb per 10 kg, beras sokan dan beras anak daro kemasan 5 kg dibandrol Rp83rb.

Untuk minyakita Rp15.500 per bungkus garam krista Rp2rb per 200gram, garam nusantara Rp2rb per 250 gram, tepung segitiga biru Rp13rb per bungkus. Sementara itu cabai merah, bawang merah, bawang putih dan kentang menyesuaikan harga petani dan harga dinamis pada telur ayam.***(mr)

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Di tengah anggapan bahwa ibadah haji identik dengan usia matang, dua mahasiswa asal Pekanbaru justru membuktikan sebaliknya. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah menjadi jamaah calon haji termuda nasabah BRK Syariah tahun 2026.

Azka, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau semester 4, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka bisa mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci di usia muda.

“Alhamdulillah ini benar-benar di luar dugaan saya. Sangat bersyukur bisa dipanggil lebih awal,” ujarnya.

Putra sulung dari empat bersaudara ini memang telah dipersiapkan sejak kecil. Sang ibu, Okta Linda seorang notaris di kawasan Harapan Raya mendaftarkannya haji sejak usia 5 tahun melalui BRK Syariah. Tahun ini, Azka akan berangkat bersama ibunya.

Bagi Azka, keputusan berhaji sejak dini bukan tanpa alasan. Ia ingin memulai perjalanan spiritual lebih cepat, selagi masih memiliki kemampuan fisik dan kesempatan.

“Selain menabung, saya juga mempersiapkan diri dengan belajar manasik dan memperkuat mental,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Ia menyebut orang tua sebagai sosok yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga arahan dalam memahami makna ibadah haji.

Azka berharap, perjalanan ini menjadi titik awal perubahan dalam hidupnya.

“Semoga setelah pulang, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih matang dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Senada dengan Azka, Muhammad Nazib Habibbullah mahasiswa Manajemen Universitas Riau semester 4 juga menjadi jamaah termuda yang akan berangkat tahun ini. Nazib dijadwalkan tergabung dalam kloter 3, rombongan pertama dari Riau yang berangkat ke Tanah Suci.

Nazib akan menunaikan ibadah haji bersama keluarganya sang ibu Dewi Kartini (51), ayah (56), dan kakaknya (25). Ia sendiri telah didaftarkan sejak 2018, sementara sang kakak lebih dahulu mendaftar pada 2016.

“InsyaAllah tahun ini kami bisa berangkat bersama sekeluarga. Ini momen yang sangat kami nantikan,” ujar Nazib didampingi ibunya.

Bagi Nazib, perjalanan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat ikatan keluarga dalam suasana spiritual yang mendalam.

Kisah Azka dan Nazib menjadi pengingat bahwa haji bukan semata tentang usia, melainkan kesiapan dan niat. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, keduanya mampu membagi waktu antara aktivitas akademik dan persiapan manasik.

Azka pun menyampaikan pesan kepada generasi muda seusianya agar tidak menunda merencanakan ibadah haji.

“Mulai dari sekarang. Haji bukan hanya untuk yang sudah tua. BRK Syariah juga sangat membantu mewujudkan berangkat haji muda melalui Tabungan Haji Muda. Menabung sedari dini untuk mendapatkan porsi haji,” pesannya.

Perjalanan mereka ke Tanah Suci bukan sekadar ritual, tetapi juga langkah awal menuju perubahan diri, membawa harapan, kedewasaan, dan makna hidup yang lebih dalam.***(rl)

Perdana BRK Syariah Inisiasi Praktik Manasik Haji, Perkuat Layanan Spiritual Nasabah

Perdana BRK Syariah Inisiasi Praktik Manasik Haji, Perkuat Layanan Spiritual Nasabah

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Bank Riau Kepri (BRK) Syariah menggelar kegiatan praktik dan bimbingan manasik haji bagi nasabah jemaah calon haji wilayah Pekanbaru di Kantor Pusat BRK Syariah, Sabtu (11/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendampingi nasabah tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga spiritual menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Agenda diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Imam Masjid Ar Rahman Rawamangun Pekanbaru, Ali Ahmad Nasution, dilanjutkan dengan penyampaian materi manasik haji oleh Ustaz H. Oktri M. Sastrawan. Para peserta kemudian mengikuti praktik langsung, termasuk tata cara mengenakan pakaian ihram.

Dalam pelaksanaannya, jemaah calon haji dibagi ke dalam dua kelompok untuk mengikuti sesi praktik yang dipandu langsung oleh Ustaz Oktri bersama tim. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih komprehensif kepada jemaah terkait rangkaian ibadah haji.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah, Komisaris Independen Roy Prakoso, Dewan Pengawas Syariah Zulhendri Rais, Pemimpin Divisi Dana dan Digital Banking Edi Wardana, serta Pemimpin Sekretariat Perusahaan T.M. Fadhly Kholis serta seluruh Pemimpin Kantor BRK Syariah di Wilayah Pekanbaru. Hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Riau, Kabid Bina Penyelenggara dan Pengendalian Haji dan Umrah Zulfadi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekanbaru, Hj Haryanti.

Dalam sambutannya, Helwin Yunus menyampaikan bahwa kegiatan manasik dengan metode praktik langsung merupakan pengembangan dari kegiatan sebelumnya yang lebih bersifat teoritis. Menurutnya, pendekatan ini penting agar calon jemaah memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menjalankan ibadah haji.

“Sebagai lembaga keuangan syariah, kami tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan spiritual dalam mendampingi nasabah menuju Baitullah,” ujarnya.

Ia menambahkan, BRK Syariah sebagai bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPS-BPIH) terus berupaya memberikan layanan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Helwin juga memaparkan, pada tahun 2026 jumlah nasabah calon jemaah haji BRK Syariah di Provinsi Riau yang telah melunasi biaya haji mencapai 1.206 orang. Khusus wilayah Pekanbaru, tercatat 427 calon jemaah dengan 270 di antaranya telah melunasi. Sementara secara keseluruhan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, jumlah calon jemaah mencapai 1.953 orang dengan 1.381 jemaah telah melunasi.

“Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada BRK Syariah sebagai mitra strategis dalam perjalanan ibadah haji,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Penyelenggara dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Zulfadi, mengapresiasi peran BRK Syariah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji, khususnya pada tahap pendaftaran dan pelunasan.

Menurutnya, sinergi antara perbankan syariah dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran proses haji. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan puncak dari rukun Islam yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta pemahaman manasik yang baik.

“Manasik haji menjadi bekal penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan sempurna dan meraih haji mabrur,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan apresiasi kepada sejumlah pihak, termasuk perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Riau, mitra travel, serta jemaah calon haji tertua di Pekanbaru, Zaimar (81), dan termuda, Muhammad Nazib Habibullah (19).

Melalui kegiatan ini, BRK Syariah berharap seluruh calon jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.***(rl)

Sentuhan CSR BRK Syariah, UMKM KUBE Lengkuas Jaya Makin Naik Kelas

Sentuhan CSR BRK Syariah, UMKM KUBE Lengkuas Jaya Makin Naik Kelas

Bintan(SegmenNews.com)- Aroma kue kering rasa kacang dengan motif kacang yang khas tercium dari dapur produksi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lengkuas Jaya. Toples-toples aneka kue kering yang dibanderol mulai Rp75 ribu itu tersusun rapi, siap dipasarkan ke pelanggan tetap hingga pembeli daring.

Di balik geliat itu, ada peran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BRK Syariah yang menjadi pemantik semangat para pelaku UMKM di wilayah tersebut.

Sri Kurniawati, Ketua KUBE Lengkuas Jaya, menuturkan bahwa usaha kue kering sebenarnya telah lama ia jalankan secara mandiri. Berbekal hobi dan peralatan produksi yang cukup lengkap, ia memulai dari rumah. Namun, kegelisahan muncul saat melihat pelaku UMKM di daerah lain kerap mendapat bantuan dan pelatihan, sementara di lingkungannya belum tersentuh program serupa.

“Awalnya saya bergerak sendiri. Tapi saya berpikir, kenapa di daerah kami tidak ada pelatihan dan bantuan untuk UMKM? Dari situ saya termotivasi mengajak ibu-ibu di sini supaya bisa berkembang bersama,” ujarnya.

Berbekal diskusi dengan Dinas Koperasi Kabupaten Bintan, lahirlah KUBE Lengkuas Jaya dengan 10 anggota. Sejak itu, mereka aktif mengikuti berbagai pelatihan, termasuk demo pembuatan kue di Kecamatan Bintan Timur. Sepanjang 2025 saja, Sri sudah tiga kali menjadi narasumber bagi ibu-ibu setempat untuk mengajarkan pembuatan kue yang bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan.

Kesempatan emas datang ketika ada informasi mengenai program CSR BRK Syariah. Sri langsung memotivasi anggota untuk menyiapkan produk dan meningkatkan kualitas produksi. Upaya itu membuahkan hasil. KUBE Lengkuas Jaya memperoleh bantuan peralatan produksi makanan berupa oven besar, kompor gas, mesin penggiling, mesin pengadon, blender, kukusan besar, serta alat pemotong keripik tempe.

Bantuan tersebut membawa perubahan signifikan. Jika sebelumnya adonan kerupuk harus dihempas-hempaskan hingga kalis dengan tekstur yang masih kasar, kini proses menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih lembut berkat mesin pengadon. Produksi kerupuk ikan Jampung yang dijual Rp70 ribu per kilogram pun meningkat kapasitasnya, terutama saat pasokan ikan dari nelayan melimpah.

Tak hanya kue kering, KUBE Lengkuas Jaya kini memproduksi aneka makanan seperti stik keju, bolu, cake dan dessert, keripik ubi original dan pedas, Mustofa keladi pedas, renginang, dimsum, empek-empek, gelombang Malaysia, peyek, hingga otak-otak. Bahkan, mesin pengadon yang awalnya diperuntukkan bagi produksi donat kini dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan, termasuk oleh Ibu Kartini yang memproduksi otak-otak.

Sebagian anggota juga mulai memasarkan produk secara daring untuk memperluas jangkauan pasar. Hasilnya, permintaan terus meningkat dan kelompok mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih konsisten.

Lurah Gunung Lengkuas Jaya, Anggi, mengakui bahwa program CSR BRK Syariah sangat berarti bagi masyarakatnya. “Dengan bantuan peralatan ini, pekerjaan jadi lebih cepat dan praktis. Produksi meningkat, kualitas lebih baik, dan warga bisa memenuhi permintaan konsumen. Dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya.

Kini, dapur produksi KUBE Lengkuas Jaya bukan sekadar tempat mengolah makanan, tetapi juga ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi perempuan. Dari semangat kebersamaan dan dukungan CSR, usaha rumahan itu perlahan naik kelas, menguatkan ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.***(rl)

Di Milad ke-60, Bupati Zukri Titip Harapan Agar BRK Syariah Terus Hadir Untuk Masyarakat Kecil

Pelalawan(SegmenNews.com)- Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 BRK Syariah, sebuah harapan yang tulus datang dari Bupati Pelalawan yang menaruh kepercayaan besar pada peran bank daerah tersebut dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Dalam pernyataannya, Bupati Zukri menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar BRK Syariah terus tumbuh menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga dekat dengan masyarakat.

“Enam puluh tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kami berharap BRK Syariah semakin matang, semakin profesional, dan tetap berkomitmen melayani masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Lebih dari sekadar institusi keuangan, BRK Syariah dinilai telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat di daerah. Di Kabupaten Pelalawan, kehadiran bank ini tidak hanya dirasakan melalui layanan perbankan, tetapi juga lewat berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Bupati menekankan pentingnya peran BRK Syariah dalam mendorong inklusi keuangan syariah di daerah. Menurutnya, akses pembiayaan yang mudah dan sesuai prinsip syariah menjadi kunci bagi masyarakat untuk berkembang tanpa terbebani.

“Banyak masyarakat kita yang bergantung pada usaha kecil. Kehadiran BRK Syariah dengan pembiayaan yang ramah dan berkeadilan sangat membantu mereka untuk bertahan, bahkan berkembang,” katanya.

Ia juga berharap, di usia yang ke-60 ini, BRK Syariah semakin inovatif dalam menghadirkan layanan digital tanpa meninggalkan sentuhan humanis yang selama ini menjadi kekuatan bank daerah.

“Teknologi penting, tapi kedekatan dengan masyarakat tidak boleh hilang. Itulah yang membuat BRK Syariah tetap dipercaya,” tambahnya.

Di penghujung pernyataannya, Bupati Pelalawan menitipkan doa agar BRK Syariah terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Selamat milad ke-60 BRK Syariah. Semoga terus membawa manfaat, menjadi kebanggaan daerah, dan selalu hadir untuk masyarakat kecil yang membutuhkan,” tutupnya.***(rl)

PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Jakarta(SegmenNews.com)- Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah navigasi Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari _compliance_ yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau. Ia menambahkan bahwa penganugerahan ini turut mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan. Ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG), mempercepat target _Net Zero Emissions_ 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar _compliance_ menjadi _lead_ dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta. PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Ke depan, pemanfaatan _green hydrogen_ dapat semakin dioptimalkan sebagai _co-firing_ Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan _multiplier effect_ dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.***(rl(

Optimalkan PAD, Pansus DPRD Riau Kunjungan Insidentil ke PT Meskom Agro Sarimas

Optimalkan PAD, Pansus DPRD Riau Kunjungan Insidentil ke PT Meskom Agro Sarimas

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau yang membahas optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menggencarkan langkah konkret dalam menggali potensi penerimaan daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan insidentil ke PT Meskom Agro Sarimas yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis,Selasa(7/4/2026).

Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Pansus PAD DPRD Provinsi Riau, Nur Azmi Hasyim. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengawasan aktif terha­dap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Riau, khususnya dalam memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pajak daerah.

Dalam agenda tersebut, rombongan Pansus melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek operasional perusahaan yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan. Fokus utama pengawasan mencakup Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Air Permukaan (PAP), yang selama ini dinilai memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan PAD.

Nur Azmi Hasyim menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah serius DPRD dalam memastikan optimalisasi pendapatan daerah berjalan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, setiap perusahaan yang beroperasi di Riau memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak.

Optimalkan PAD, Pansus DPRD Riau Kunjungan Insidentil ke PT Meskom Agro Swrimas

“Kami ingin memastikan seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Riau benar-benar menjalankan kewajiban perpajakannya sesuai de­ngan ketentuan yang berlaku. Ini penting agar potensi PAD dapat dimaksimalkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Nur Azmi Hasyim di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, optimalisasi PAD menjadi salah satu fokus utama DPRD Riau, mengingat peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Dengan meningkatnya PAD, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk menjalankan berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.

Optimalkan PAD, Pansus DPRD Riau Kunjungan Insidentil ke PT Meskom Agro Sarimas

Dalam kunjungan tersebut, Pansus tidak hanya melakukan dialog dengan pihak manajemen perusahaan, tetapi juga melaksanakan penyisiran data serta verifikasi lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mencocokkan laporan administrasi yang disampaikan perusahaan dengan kondisi riil di lapangan.

Optimalkan PAD, Pansus DPRD Riau Kunjungan Insidentil ke PT Meskom Agro Sarimas

Menurut Nur Azmi, verifikasi langsung menjadi penting untuk mencegah potensi kebocoran pajak daerah. Ia menilai bahwa ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi aktual dapat berdampak pada berkurangnya penerimaan daerah.

“Melalui pengecekan langsung di lapangan, kami dapat melihat secara objektif apakah data yang dilaporkan sudah sesuai dengan realitas operasional. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meminimalisasi potensi kebocoran PAD,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menciptakan sistem perpajakan daerah yang sehat dan berkeadilan. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan setiap kendala yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi kewajiban pajak dapat dicarikan solusi bersama.

Pihak PT Meskom Agro Sarimas menyambut baik kunjungan tersebut. Perwakilan perusahaan, Didit, bersama jajaran manajemen menyatakan komitmen mereka untuk terus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, termasuk dalam hal pelaporan dan pembayaran pajak daerah.

Didit mengungkapkan, perusahaan selalu berupaya menjalankan operasional sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia juga mengapresiasi langkah DPRD yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan pengawasan sekaligus pembinaan.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dan pengawasan dari DPRD. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kepatuhan terha­dap kewajiban perpajakan serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD,” ujarnya.

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pe­ngelolaan Pendapatan Bengkalis dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rumbaizal, beserta jajaran. Kehadiran pihak Bapenda dinilai penting untuk memberikan pendampingan teknis serta memastikan proses verifikasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Rumbaizal menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawasan dan pelayanan kepada wajib pajak, termasuk perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap PAD. Ia berharap, dengan adanya kolaborasi antara DPRD dan Bapenda, pengelolaan pendapatan daerah dapat menjadi lebih optimal.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret DPRD Provinsi Riau dalam memperkuat fungsi pengawasan terhadap sektor-sektor yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap PAD. Selain itu, kunjungan lapangan juga menjadi sarana untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi operasional perusahaan, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.

Ke depan, Pansus PAD DPRD Provinsi Riau berencana untuk terus melakukan kunjungan serupa ke berbagai perusahaan di wilayah Riau. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh potensi pajak daerah dapat tergarap secara maksimal serta tidak terjadi kebocoran yang merugikan daerah.***(Galeri)