Beranda blog Halaman 841

Penambahan 100 Kamar, RSUD Meranti Bersiap-siap Naik ke Tipe B

Meranti(SegmenNews.com)-Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti sedang melakukan pembenahan dan melakukan berbagai persiapan untuk segera naik kelas menjadi RSUD tipe B.

Untuk naik kelas membutuhkan proses yang sangat panjang dan tidak mudah. Pihak manajemen harus mempersiap kan segala fasilitas yang dibutuhkan sebagai syarat naik tipe. Mulai dari ketersediaan tenaga medis, sampai dengan peningkatan sarana dan prasarana di RSUD itu sendiri.

Untuk diketahui, saat ini kelas RSUD Kepulauan Meranti baru saja naik pada Tahun 2020 lalu dari tipe D menjadi C.

Peningkatan status kelas RSUD ini sejalan dengan visi misinya Bupati Kepulauan Meranti terpilih H Muhammad Adil SH. Ia menginginkan nantinya RSUD Kepulauan Meranti bisa menjadi rumah sakit rujukan nantinya.

Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT mengatakan sejak dilantik, dirinya sudah melakukan pembenahan di segala sisi mulai melakukan pembenahan mendasar mulai dari mengecat fasilitas pengunjung berupa tempat duduk di taman, menghidupkan seluruh lampu yang tersedia, memperbaiki toilet yang rusak, sampai dengan melakukan land clearing di sekeliling batas RSUD.

“Yang jelas saat ini, yang bisa kita kerjakan dan perbaiki kita lakukan terlebih dahulu. Kita akan coba benahi secara perlahan,” ungkapnya.

Diakui Fajar untuk meningkatkan kelas RSUD dari C menjadi B sangat berat. Tapi ia akan terus berusaha semaksimal mungkin.

“Kita sudah mulai membersihkan lahan di belakang RSUD. Itu untuk persiapan penambahan ruangan rawat inap. Setidaknya untuk meningkatkan kelasnya menjadi B, kita harus menambah 100 kamar rawat inap lagi,” katanya.

Dikatakan, saat ini jumlah dokter spesialis sebanyak 7 dokter spesialis. Diantaranya sebanyak 4 spesialis dasar yaitu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Anak, Bedah dan Obgyn, ditambah 3 spesialis penunjang yaitu, Patologi, Anastesi dan Radiologi. Sementara untuk fasilitas tempat tidur pasien juga perlu dilakukan penambahan.

“Untuk naik kelas menjadi tipe B kita masih kekurangan dokter. Setidaknya kita harus menambah 1 spesialis penunjang, 8 spesialis lain dan 2 sub spesialis dasar. Untuk tempat tidur RSUD tipe B yakni harus 200 tempat tidur ditambah 15 tempat tidur perawatan intensif dan 35 tempat tidur kedaruratan kesehatan. Dengan kondisi saat ini, kita masih kurang 111 tempat tidur lagi,” ungkap Fajar.

Walaupun jabatannya sebagai Plt tidak lama, Fajar berharap bisa membuat pondasi dan usulan agar RSUD Kepulauan Meranti bisa naik kelas menjadi tipe B. Sehingga standar penanganan kesehatan bisa lebih maksimal.

“Mohon doanya agar kami terus berbenah demi pelayanan terbaik.Yang pasti dengan masa jabatan kami yang sangat singkat, hanya tiga bulan, kami akan berusaha berbuat secara maksimal,” pungkas Fajar.(Ags)

Reses Tiga Lokasi di Tebingtinggi, Dedi Lubis: Akan Kami Perjuangkan Semaksimal Mungkin

Reses Tiga Lokasi di Tebingtinggi, Dedi Lubis: Akan Kami Perjuangkan Semaksimal Mungkin

Meranti(SegmenNews.com)-Dalam rangka menampung atau menyerap aspirasi masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Dedi Yuhara Lubis menggelar reses masa sidang II tahun sidang kedua tahun anggaran 2021 di tiga lokasi berbeda. Kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni Minggu (14/3/2021) bertempat di Cafe M5 Jalan Teuku Umar, Selatpanjang Kota (pagi hingga siang) dan lokasi kedua di Jalan Banglas, Desa Banglas, (siang hingga sore). Kemudian reses dilanjutkan pada Senin (15/3/2021) bertempat di Jalan Perumbi, Gang Mulia, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi (siang hingga sore.

Dalam pertemuan bersama masyarakat saat pelaksanaan reses tersebut, Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Yuhara Lubis dalam sambutannya mengatakan akan terus berjuang dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Dewan merupakan penyambung lidah masyarakat dalam menyerap aspirasi, dan kami di dewan akan terus berjuang,” ungkap pria yang lebih dikenal dengan panggilan Dedi Lubis.

Ditambahkannya, sampai saat ini, terkhusus di pemerintah kabupaten dan legislatif belum bisa berbuat banyak semenjak adanya pandemi Covid-19, karena tahun ini masih dalam tahap pemulihan ekonomi akibat dampak wabah virus asal Wuhan tersebut.

Dalam reses itu, hampir semua tempat pertemuan Dedi mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat mengingat sebelumnya ia telah sering memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di dapil I Kecamatan Tebingtinggi itu. Berkat usaha masyarakat mengaku sangat terbantu, walaupun tidak tercover semua, namun paling tidak ada yang sudah terealisasi, seperti membantu mengusulkan lampu penerangan jalan, tiang PLN, infrastruktur jalan, tenda di dua tempat ibadah dan lainnya.

Kemudian, warga juga berharap agar Dedi Lubis dapat mengupayakan tempat sampah di Jalan Siak. Karena diakuinya memang di Jalan Siak sudah menjadi langganan banjir tiba, baik itu banjir air hujan maupun banjir pasang laut.

“Setiap banjir itu sampah berserakan karena tidak ada tong sampah, jadi akan diupayakan pembuatan tempat sampah gantungan dari besi gitu, kemudian selokan maupun parit juga harus dibersihkan agar tidak ada penyumbatan,” ujar Dedi.

Kemudian, tambah Dedi masyarakat juga mengusulkan perbaikan turap di kuburan, keluhan terhadap bantuan program keluarga harapan (PKH) dan persoalan sekolah MDA yang terancam tutup akibat dari sejumlah besar guru yang mengajar mulai menghilang satu persatu alias berhenti akibat minimnya perhatian terhadap gaji.

Anggota dewan dari Komisi II itu menuturkan, berdirinya Ia disini sebagai anggota dewan tidak terlepas dukungan dari masyarakat. Untuk itu dirinya sangat berterimakasih atas dukungan selama ini.

“Walaupun kami di dewan tidak bisa menampung semua aspirasi masyarakat, namun paling tidak saya pribadi disini akan berupaya semaksimal mungkin dalam menampung aspirasi itu dan memberi pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah yang harus DPRD selesaikan bersama pemerintah daerah yang harus dituntaskan, baik itu dari segi infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Pada kesempatan ini juga, kami khususnya semua anggota dewan Meranti mengharapkan doa dan dukungan dari bapak ibu, kiranya kami dapat bekerja semaksimal mungkin dan memberikan pelayanan dan menampung semua aspirasi bapak ibu sekalian, walaupun nantinya ada aspirasi dari bapak ibu yang belum dapat kami wujudkan saat ini, tapi kami akan terus menyuarakan aspirasi bapak ibu, sepanjang tidak menyalahi dari aturan yang ada,” terangnya.

Dirinya juga mengucapkan ribuan terimakasih atas kehadiran masyarakat dalam reses yang dilaksanakan, ia memohon maaf atas nama semua anggota dewan Meranti, apabila dalam memasuki 2 tahun menjalani tugas dan fungsi sebagai anggota dewan belum bisa mewujudkan harapan dan impian masyarakat.

“Semoga di tahun yang akan datang, kami semua wakil rakyat yang bapak ibu pilih bersama pemerintah kabupaten dan mewujudkan dan memberikan yang terbaik buat masyarakat Meranti pada umumnya,” ungkapnya.

Sekedar informasi, setiap diakhir reses para masyarakat yang hadir juga mendapatkan bingkisan berupa beras dan nasi kotak yang diserahkan langsung oleh politisi Hanura itu.(Ags)

Rumah Yatim Berikan Bantuan Untuk Nurhayati Lansia Pantang Meminta-Minta Selama Masih Bisa Mencari Nafkah Halal

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Minggu (14/3) siang ini, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan kembali bantuan biaya hidup dan bantuan bahan pokok untuk Nenek Nurhayati (63), di kediamannya Jalan Tengku Maharatu RT 05 RW 04 Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Sebelumnya, tim relawan juga telah menyampaikan bantuan serupa untuk beliau pada bulan Juli 2020 lalu.

Di usia senja nya, Nenek Nurhayati masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sejak sang suami meninggal 16 tahun silam. Kini beliau tinggal seorang diri di gubuk sederhana berukuran 2×4 meter milik tetangganya.

Ia mempunyai mempunyai dua orang anak namun kedua anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah. Kedua anak Nurhayati belum bisa membantu dikarenakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya saja.

Fisiknya yang tak lagi muda pun tak menjadikannya alasan untuk bermalas-malasan, Nenek Nurhayati tetap produktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Setiap hari, beliau berjalan kaki menempuh jarak 6 hingga 10 km untuk mencari buah pinang.

Sembari mencari buah pinang, beliau pun mengumpulkan barang-barang bekas seperti botol dan kardus selama perjalanannya. Barang-barang bekas ini beliau bawa pulang untuk kelak dijual ketika jumlahnya telah cukup banyak.

“Barang bekas yang terkumpul itu nanti dijual dengan harga Rp.1000,- per kilonya, sedangkan beliau hanya bisa mengumpulkan sebanyak 6 kg dalam kurun waktu 3 bulan”, terang Rizky, salah satu relawan Rumah Yatim yang ikut berkunjung ke kediaman Nenek Nurhayati.

Selain barang bekas, buah pinang yang Nenek Nurhayati kumpulkan pun tak bisa langsung diuangkan, masih panjang proses yang mesti dilakukan hingga buah pinang yang beliau kumpulkan bisa dijual. Setelah buah pinang dikupas dan dijemur hingga benar-benar kering, barulah beliau bisa menjualnya dengan harga Rp.8000,- hingga Rp.10.000,- per kilonya.

Hasil yang tak seberapa memang, tapi Nenek Nurhayati tak pernah patah semangat untuk terus bekerja. Selama menunggu kedua komoditas sebelumnya dijual, beliau juga tak berdiam diri, beliau kerap menanam sayuran katuk dan serai di tanah kosong sekitar kediamannya.

Bagi Nurhayati, pantang untuk meminta-minta selama dirinya masih bisa mencari nafkah halal.

“Kadang ada tetangga yang membeli sayur katuk dan serai milik beliau dengan harga Rp.2000,- hingga Rp.3000,-“, lanjut Rizky.

Bantuan yang kali ini disampaikan tim relawan Rumah Yatim membuat Nenek Nurhayati sangat senang. Beliau mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada para donatur yang menyisihkan rezekinya kepada Rumah Yatim.

“Alhamdulillah, terima kasih Rumah Yatim dan Donatur atas bantuan yang diberikan kepada nenek, semoga panjang umur, sehat selalu, serta murah rezekinya, itulah doa nenek buat Rumah Yatim dan Donatur, semoga berkah. Aaminn”, tutur Nenek Nurhayati penuh haru kala diberikan paket bantuan oleh tim relawan.***(rls)

Aneh, Sumur Bor Warga Rangsang Barat Mengeluarkan Semburan Lumpur

Meranti(SegmenNews.com)- Warga di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau sempat digemparkan dengan peristiwa semburan lumpur dari sumur bor milik warga setempat, Minggu (14/3/2021).

Sebagaimana diungkapkan Camat Rangsang Barat, Juwita Ratna Sari S Farm Apt, bahwa semburan lumpur yang bersumber dari pipa lubang sumur bor yang dibuat di tahun 2018 oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bantar itu diperkirakan mecapai setinggi 1,5 meter.

“Iya benar ada sumur bornya berlokasi di Jalan Olahraga, Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat ini yang mengeluarkan lumpur sekira pukul 08.00 WIB tadi,” ujar camat yang akrab disapa Ratna itu.

Dijelaskan Ratna, kronologis kejadian berawal saat itu, Nur Aida yang merupakan istri pemilik rumah yang bernama Engah Tap melihat adanya semburan lumpur dari dalam lubang sumur bor sekira pukul 08.00 WIB, pada saat itu Nur Aida tidak terlalu menghiraukan hal tersebut.

Kemudian sekira pukul 13.25 WIB lubang sumur bor tersebut masih menyemburkan lumpur dan tanah, disekitar tumpahan lumpur mengeluarkan gelembung. Selanjutnya sekira pukul 15:45 WIB semburan lumpur berhenti dengan sendirinya, dan sekira pukul 16:45 WIB, Personil Polsek Rangsang Barat memasang police line atau garis polisi di sekitar lokasi semburan agar warga tidak mendekatinya.

“Kami dari pihak kecamatan telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mendekati lokasi sekitar tempat kejadian. Dan dari pihak desa tetap bersiaga mengantisipasi jika terjadi semburan kembali. Begitu mengetahui kejadian hari ini Kami langsung koordinasikan kepada Dinas PU, Bagian Ekonomi dan DLH. Meski kondisi masih aman, namun kita juga harus tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya mantan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti.(Ags)

Wabup H. Asmar Tinjau Objek Wisata dan Jembatan Penghubung Desa Penyagun

Meranti(SegmenNews.com)- Memiliki potensi keindahan alam yang cukup menjanjikan dalam mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah disektor pariwisata dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tempatan.

Salah satunya adalah Tasik Anak Penyagun yang terletak di Desa Penyagun Kecamatan Rangsang. Agar objek wisata ini dapat terkelola dengan baik Wakil Bupati Kep. Meranti AKBP. (Purn) H. Asmar, meminta pihak Kecamatan dan OPD terkait untuk menyiapkan infrastruktur pendukung.

“Kedepan saya minta kepada semua pihak khususnya Kecamatan, Dinas Pariwisata dan PU untuk bersinergi menyiapkan infrastruktur pendukukung untuk membangun objek wisata ini,” ujar Wabup. H. Asmar, saat meninjau objek Wisata Tasik Anak, Desa Penyagun, Minggu (14/3/2021) Sore.

Seperti diakui Putra Kelahiran Penyagun 59 Tahun silam itu, keindahan Tasik Anak Penyagun yang berada ditengah hutan sungguh luar biasa. Untuk dapat menikmati keindahannya pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 2 KM dengan berjalan kaki menunju ketengah hutan.

“Subhanallah keindahan Tasik Anak ini sungguh sangat luar, ini aset yang sangat berharga yang wajib di syukuri untuk masyarakat Desa Penyagun, semoga objek wisata yang dapat menggerakan ekonomi masyarakat ini dapat kita kembangkan,” ucap Wabup.

Selanjutnya untuk pengembangannya nanti, Wabup H. Asmar, mengingatkan jangan sampai merusak kondisi alami hutan. Sehingga nuansa eksotis yang melekat pada objek wisata tersebut tetap terasa. Yang perlu diperhatikan menurut Wabup adalah bagaimana akses menuju lokasi Tasik Anak lebih mudah.

“Untuk pengembanganya yang perlu di perhatikan jangan sampai merusak nuansa alami yang ada di sekitar tasik seperti pohon pohon dan tumbuhan tumbuhan tetap terjaga, dan yang perlu di perioritaskan adalah akses jalan menuju ke Tasik tertata dengan baik,” Ujarnya lagi.

Sementara itu Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Meranti, Rizki Hidayat, dalam penjelasanya kepada awak media, menyebutkan, untuk membangun tempat wisata harus di perhatikan tiga hal yang harus di penuhi yakni

1. Akses jalan menuju tempat destinasi wisata, 2. Tersedianya fasilatas umum seperti masjid mushalla, toilet tempat makan dan tempat santai lainnya, 3. Atraksi seperti kesenian atau kegiatan kebiasan suatu masyarakat setempat.

“Disinilah dibutuhkan komitmen dari masyarakat setempat untuk mendukung suksesnya objek wisata Tasik Anak ini, sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman yang pada akhirnya mempu meningkatkan ekonomi khususnya masyarakat tempatan,” jelas Rizki.

Sekedar informasi, setelah meninjau Tasik Anak Penyagun, Wabup Meranti juga berkesempatan mengunjungi Jambatan Penghubung antara Desa Penyagun Kiri dan Penyagun Kanan serta tempat swakelola Tanaman Padi. Rencananya akses jalan ini akan diperbaiki dan dibangun dirainase sehingga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memobilisasi hasil-hasil pertanian. Untuk tahap awal Pemkab. Meranti akan meminta bantuan dari pihak PT. SRL menyediakan alat berat untuk membantu dilapangan.

Untuk anggarannya sendiri diakui Wabup. H. Asmar, Pemkab. Meranti terus berupaya untuk meraih dana APBN karena jika hanya mengandalkan dana APBD Meranti untuk pembangunan infrastruktur diseluruh wilayah Kepulaian Meranti dipastikan tidak akan cukup.

“Jika tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat kita akan ke Jakarta untuk berjumpa kementrian terkait untuk meminta mereka lebih memperhatikan Meranti, sehingga dengan bantuan dana APBN pembangun Meranti yang berada didaerah perbatasan ini dapat dioptimalkan,” pungkasnya.(Ags)

Bantuan Lanjutan Rumah Yatim untuk Ibu Yeni, Seorang Diri Nafkahi 3 Anaknya

Bantuan Lanjutan Rumah Yatim untuk Ibu Yeni, Seorang Diri Nafkahi 3 Anaknya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sabtu (13/3) pagi ini, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan bantuan lanjutan berupa bantuan biaya hidup dan bantuan bahan pokok, juga program bantuan beasiswa dhuafa untuk ketiga anak Ibu Yeni. Bantuan diserahkan tim relawan di kediaman baru Ibu Yeni, Jalan Pasir Putih, RT.05/RW.02, Kelurahan Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Ibu Yeni telah menafkahi ketiga anaknya seorang diri sejak mendiang suaminya wafat beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Ibu Yeni serta ketiga anaknya tinggal di bangunan sederhana seluas 3×4 meter, tanpa ruang makan, kamar, apalagi ruang tamu. Anak pertama Ibu Yani yang waktu itu berada di kelas 2 SMK bahkan harus tinggal bersama sanak saudaranya karena keterbatasan tempat di kediaman mereka sambil bekerja sebagai montir.

Bukannya tak mau, tapi beliau terpaksa tinggal di bangunan kecil ini karena tak sanggup membayar biaya sewa untuk bangunan yang lebih besar.

“Kalau nanti saya ada rezeki dan bisa sewa bangunan yang ada kamarnya, saya ingin bawa kembali anak saya yang paling besar agar bisa tinggal bersama lagi”, terang Ibu Yeni.

Untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, Ibu Yeni biasa bekerja sebagai pengopek cabai bersama tetangganya. Pekerjaan yang menghabiskan waktu seharian ini hanya dapat menghasilkan Rp.20.000,- per harinya, masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Syukur, anak pertama Ibu Yeni dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan keluarga karena kini ia telah menyelesaikan pendidikannya di SMK dan telah mendapatkan pekerjaan.

Dalam kondisi serba kekurangan ini, Ibu Yeni dan keluarga tidak pernah merasa putus asa atau bahkan menyerah. Rahmat, anak ketiga Ibu Yeni yang kini berada di bangku kelas 2 SD bahkan bercita-cita untuk menjadi seorang polisi untuk membanggakan keluarga serta memperbaiki kondisi hidup mereka.

Relawan Rumah Yatim, Rizky, menyampaikan, Ibu Yeni kini telah pindah ke bangunan tempat tinggal yang lebih baik dan anak pertama beliau juga sudah tinggal bersama ibu dan kedua adiknya.

“Sekarang beliau sudah tidak bekerja lagi sebagai pengopek cabai, melainkan berjualan molen keliling. Semoga pekerjaan baru ini membawa berkah untuk beliau dan keluarga”, tutup Rizky.***(rls)

TIM Gabungan Dikerahkan Mencari Bocah Hanyut di Sungai Batang Lubuh – Rohul

TIM Gabungan Dikerahkan Mencari Bocah Hanyut di Sungai Batang Lubuh – Rohul

Rohul(SegmenNews.com)- Muhamad Hasan (5 th), merupakan anak Ustazah Rahma (36) Pengajar di pondok pesantren Tahfiz Darul Quran Masjid Al – ikhlas, Dusun Lubuk Bandung Hulu Desa Koto Tinggi, hanyut terseret arus deras saat mandi di Sungai dekat jembatan Batang Lubuh 2, Kampung Baru, Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu

Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat S.IK MH
melalui Kapolsek Rambah Iptu P.Simatupang, Ketika di Konfirmasi di TKP membenarkan atas kejadian tersebut
” Iya Benar memang ada Bocah Hanyut dan Saat ini kami bersama Tim sedang melakukan Pencarian ‘ Ujarnya Minggu (13/3/2021) Pagi

Kapolsek menjelaskan peristiwa itu terjadi Minggu 14 Maret 2021 sekitar pukul 07.30 WIB, saat itu Hasan mandi dengan 10 temanya yang juga santri santri pondok pesantren Tahfiz Darul Quran Masjid Al – ikhlas.

“Pagi itu, M.Hasan bersama teman teman dan Komaruddin Paman Korban yang datang dari Pekan Baru serta ibu korban Rahma (36) pengajar di Pondok tersebut, mengendarai mobil pribadi, menuju ke Sungai untuk mandi mandi” kata Kapolsek P.Simatupang.

“Setiba di sungai, sang paman dan ibu korban menyiapkan tikar untuk makan bersama tepatnya persis dibawah jembatan Batang Lubuh 2.

“Saat itu, sekitar 10 anak pondok tersebut, langsung berhamburan ke sungai dan mandi termasuk korban, Kondisi air sungai saat itu lagi surut, namun di bagian tengah sungai arus air kencang. Saat itulah ada tiga anak yang sempat terseret arus termasuk korban,” Ujar Kapolsek

Seketika itu 3 anak hanyut terbawa derasnya air, seorang pedagang makanan di kawasan itu sempat menolong rekan korban, yakni M.Yusuf (6) dan seorang rekan korban lain Aisyah (9) dapat ditolong warga yang kebetulan berada di sungai.

Saat itu Tono (36 th) seorang pedagang di tempat itu, berhasil menyelamatkan salah seorang korban, waktu itu dia sedang pasang tenda untuk lapak jualannya.

Saat itu Tono tidak mengira kalau yang hanyut itu ada 3 anak, tak lama setelah itu, seorang anak bilang adek hilang, ternyata saat dicari oleh keluarganya bahwa M.Hasan Sudah tidak adalagi ” terangnya.

Setelah mengetahui ada anak yang hanyut, paman korban langsung menghubungi pemilik pondok H.Mahmud, dan selanjutnya pemilik pondok melaporkan ke Polsek Rambah

Kapolsek Rambah Iptu P.Simatupang dan personelnya serta personel BPBD Rohul, langsung turun ke TKP dan membuka posko pencarian orang hanyut selain itu Polsek Rambah dan BPBD secara bergantian lakukan penyisiran sungai untuk mencari jasad bocah tersebut

Bahkan pihak BPBD Rohul dan Polsek Rambah, sudah meminta bantuan personel Basarnas Pekanbaru, guna melakukan pencarian jasad korban yang belum juga ditemukan.

“Kita akan buka posko, untuk memudahkan pencarian terhadap korban,” Kata Kapolsek P.Simatupang.***(fit)

Sekdaprov Riau Disebut Korupsi Rp2,8 Miliar

Pekanbaru (SegmenNews)-Uang yang disebut dikorupsi Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya, dari hasil pemotongan 10 persen dana rutin Bappeda Siak tahun anggaran 2013-2017, terus bertambah. Jika sebelumnya Aspidsus Kejati Riau, Hilman Azazi SH, menyebut kerugian negara Rp1,8 miliar, saat ini menjadi Rp2.896.349.844,37

Adanya penambahan jumlah kerugian negara ini diketahui dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap perkara korupsi dana rutin Bappeda Siak dengan tersangka Yan Prana Jaya, yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru (12/3/2021). Selain jumlah kerugian negara yang bertambah, dalam dakwaan tersebut juga diketahui ada keterlibatan orang lain selain Yan Prana Jaya.

Dalam dakwaan disebutkan pada perkara terdakwa Yan Prana Jaya, disebutkan, Yan Prana Jaya Indra Rasyid bin Mohamad Rasyid Zein, secara bersama-sama Donna Fitria (perkaranya diajukan dalam berkas perkara terpisah), bersama-sama pula dengan Ade Kusendang, Erita,, sekitar Januari 2013 sampai dengan Bulan Desember 2017, melakukan atau yang turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya terdakwa sebesar Rp2.896.349.844,37.

disebutkan, terdakwa Yan Prana, saat pengangkatan DONNA FITRIA tersebut mengarahkan untuk melakukan pemotongan biaya perjalanan dinas sebesar 10% dari setiap masing masing pelaksana Kegiatan Perjalanan Dinas.

Bahwa selanjutnya DONNA FITRIA sebagai Bendahara Pengeluaran melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas Bappeda Kabupaten Siak tahun anggaran 2013 sampai dengan Maret 2015 pada saat pencairan anggaran SPPD setiap pelaksana Kegiatan. Besaran pemotongan berdasarkan total penerimaan yang terdapat didalam Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) perjalanan Dinas dipotong sebesar 10%(sepuluh persen), uang yang diterima Pelaksana Kegiatan tidak sesuai dengan Tanda Terima biaya perjalanan Dinas yang ditandatangani oleh masing-masing pelaksana yang melakukan perjalanan Dinas.

Bahwa pelaksana kegiatan sebagaimana yang tercantum pada Surat Perintah Tugas pelaksanaan perjalanan dinas Bappeda Kabupaten Siak pada tahun 2013 sebelumnya sudah mengetahui bahwa terdapat pemotongan anggaran Perjalanan Dinas Bappeda Kabupaten Siak atas arahan terdakwa.

Bahwa atas arahan terdakwa, mekanisme pemotongan Anggaran Perjalanan Dinastersebut adalah setiap pencairan SPPD dilakukan pemotongan 10%, (sepuluh persen) yang dikumpulkan dan disimpan DONNA FITRIA selaku Bendahara Pengeluaran di brangkas Bendahara di Kantor Bappeda Kabupaten Siak, DONNA FITRIAmencatat dan menyerahkan kepada terdakwa secara bertahap sesuai dengan permintaannya..***(ran)

RSUD Meranti Terus Berbenah dan Meningkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat

RSUD Meranti Terus Berbenah dan Meningkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Meranti(SegmenNews.com)- Aktifitas kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa Minggu terakhir meningkat drastis.

Peningkatan kunjungan pasien ini merupakan dampak dari kerja keras pihak manajemen RSUD yang
terus berbenah meningkatkan pelayanannya bagi masyarakat.

Meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan ini terlihat dari data yang dijabarkan oleh Plt direktur RSUD. Dimana dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, pihak rumah sakit sudah mendapatkan kunjungan sebanyak 3.232 pasien dengan persentase 4 persen dalam periode 15 Februari sampai dengan 12 Maret atau bertambah 223 pasien dari kepemimpinan direktur sebelumnya periode 20 Januari-14 Februari yang hanya 3.009 pasien.

Kenaikan kunjungan juga terjadi di sektor layanan rawat inap yang naik sebesar 12 persen dengan total okupasi sebanyak 563 pasien atau bertambah 121 pasien dengan kurun waktu yang sama yang sebelumnya hanya hanya 442 pasien.

Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko ST MT menyebutkan, kepercayaan yang diperoleh dari masyarakat tak lepas dari perubahan sistem serta pelayanan dan perbaikan infrastruktur di rumah sakit yang dipimpinnya yang terus diperbarui disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam kurun waktu 26 hari sejak dilantik sudah banyak perubahan yang kita lakukan untuk RSUD. Hal ini dilakukan untuk kenyamanan pasien yang datang dan ini sesuai pula dengan program bupati terpilih, dimana ingin menjadikan RSUD sebagai rumah sakit rujukan,” kata Fajar, Jum’at (12/3/2021) sore.

Adapun yang menjadi fokus pekerjaannya adalah pelayanan yang maksimal, kebersihan tempat serta kenyamanan pasien yang sangat diutamakan.

Bersama dengan jajarannya, sudah banyak perubahan signifikan yang dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien dan pengunjung di RSUD tersebut.

Menurut Fajar, kenaikan jumlah pasien itu juga sebagai satu indikasi masyarakat sudah tidak terlalu beranggapan terhadap stigma RSUD yang selama ini citranya sering dipandang buruk.

Fajar yang hanya bertugas selama tiga bulan sejak dari awal serah terima jabatan sudah berjanji dan bertekad akan membenahi semua pelayanan dan merubah wajah RSUD agar kelihatan lebih indah.

Walaupun ditengah keterbatasan anggaran, hal itu seakan-akan tidak menghambat dirinya untuk terus melakukan perbaikan. Dikatakan, walaupun tidak bisa sekaligus membenahi seluruh permasalahan yang ada, namun hal itu akan dikerjakan perlahan-lahan secara optimal, namun dengan hasil yang maksimal.

Adapun anggaran yang diperoleh untuk membenahi segala sesuatunya didapatkan dari jasa pelayanan direktur yang didapatkannya setiap bulan.

“Kalau dihitung-hitung jasa pelayanan yang saya dapatkan hampir Rp30 juta perbulannya dan dengan uang itu akan saya gunakan untuk membenahi dan membiayai kebutuhan yang ada di RSUD dan saya tidak mau menerima uang apapun dari RSUD,” ungkap Fajar yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga ini.

Dengan tren peningkatan kunjungan tersebut, tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan yang menjadi potensi income rumah sakit.

Dikatakan Fajar, dengan banyaknya pasien yang masuk, pihaknya juga telah berhasil mengklaim banyak tunggakan SKTM dan BPJS yang telah beberapa tahun terjadi penunggakan dan berhasil untuk menutupi defisit kas BLUD.

“Dengan telah diperbaikinya semua infrastruktur dan layanan, pasien semakin ramai untuk datang berobat, dengan begitu kita bisa menambah pemasukan buat BLUD dan menutupi sejumlah defisit,” ujarnya.

Ditambahkan Fajar, kenaikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau gambaran tinggi rendahnya pemanfaatan tempat tidur rumah sakit yang ditandai dengan
kunjungan pasien rawat inap dalam kurun waktu tertentu juga menjadi target sebagai salah satu syarat untuk menaikkan kelas RSUD menjadi tipe B.

“Sesuai dengan program Bupati yang ingin menjadikan RSUD sebagai rumah sakit rujukan, kita juga berbenah untuk menaikkan RSUD menjadi tipe B dan salah satu syaratnya itu adalah dengan penambahan kamar yang tentunya penggunaan tempat tidur yang meningkat,” pungkasnya.(Ags)

Polisi Ikut Bina WBP Lapas Kelas IIB Selatpanjang

Polisi Ikut Bina WBP Lapas Kelas IIB Selatpanjang

Meranti(SegmenNews.com)– Polisi memiliki tugas-tugas rutin sebagai aparat penegak hukum dan penjaga ketertiban umum. Tidak sebatas itu, ternyata polisi juga mampu berperan dalam melakukan pembinaan terhadap warga binaan di lembaga permasyarakatan (Lapas).

Sepertinya yang dilakukan oleh seorang anggota kepolisian di Polda Riau ini, AKP Nusirwan SH yang merupakan Panit 1 Subdit 2 (ekonomi) hadir di Lapas Kelas IIB Selatpanjang dalam rangka membantu melakukan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut.

Secara pribadi, AKP Nusirwan SH ikut menjadi pembina dalam pelatihan kemandirian untuk warga binaan di Lapas Kelas IIB Selatpanjang yang mendatangkan instruktur dari CV. Jasa Indah Mandiri dari Pekanbaru itu.

Pelatihan kemandirian tersebut terbagi dalam 3 bagian yakni, pelatihan penjahitan (manufaktur), budidaya tanaman dan sayur hijau (agrobisnis) dan pengelasan (jasa). Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 4 Maret sampai 9 Maret 2021.

Kepada wartawan, AKP Nusirwan SH mengaku bahwa keikutsertaannya menjadi pembina terhadap warga binaan di Lapas agar jangan beranggapan bahwa pihak kepolisian hanya menangkap tapi polisi juga berbuat untuk melakukan pembinaan di dalam Lapas.

“Warga binaan diberikan pelatihan dan pembelajaran dari instruktur yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Setelah bebas dari Lapas nanti mereka (warga binaan) mempunyai bekal ilmu yang bermanfaat nantinya,” ungkap AKP Nusirwan SH, Sabtu (13/3/2021) usai penutupan pelatihan.

Kemudian, Nusirwan juga berharap dengan adanya pelatihan ini warga binaan dapat mengasah dan berkembang kemampuannya sesuai bakat masing-masing.

Sebelumnya, Kapalas Kelas IIB Selatpanjang, Khairul Bahri Siregar melalui Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Haidi Zamri menjelaskan bahwa dengan pelatihan tersebut dapat menambah wawasan dan ilmu bagi WBP, kemudian saat mereka sudah bebas nanti sudah ada bekal kemampuan yang bermanfaat untuk dirinya dalam membuka usaha dan bisa menjadi pemasukkan dan membantu perekonomiannya.

“Tentunya pelatihan ini memberikan ilmu kepada napi, supaya keluar nanti ada bekal keterampilan untuk bisa bergabung dengan masyarakat sehingga dengan keterampilannya ini bisa menunjang ekonominya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Haidi, warga binaan yang mengikuti kegiatan pelatihan kemandirian ini sangat antusias dan bersemangat dalam setiap pembelajaran yang diberikan oleh instruktur, sehingga diharapkan setelah bebas nanti menjadi masyarakat yang bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya nanti.

“Setelah selesai pelatihan peserta juga dapat sertifikat keahlian di bidangnya, seperti keahlian dibidang menjahit sertifikatnya menjahit, kalau agrobisnis keahliannya di agrobisnis, kemudian untuk las keahliannya bagian las,” jelasnya.

Diakui Haidi, karya-karya yang dihasilkan warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II B Selatpanjang sangat kreatif, namun untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah alias dijadikan uang masih terkendala dengan pemasaran.

Sementara itu, Direktur CV Jasa Indah Mandiri mengapresiasi kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan baik, karena dalam waktu 46 jam atau pada hari keempat pelatihan sudah menampakkan hasilnya.

“Harapan kita apa yang didapatkan dapat menjadi bekal saat kembali kepada masyarakat. Manfaatkan ilmu yang sudah didapatkan dengan sebaik-baiknya dapat menjadi modal saat kembali ke masyarakat. Dan terimakasih kepada jajaran Polres dan Polsek dalam membantu keamanan saat kegiatan berlangsung,” ungkapnya mengakhiri.(Ags)