Beranda blog Halaman 2559

Ribuan Petani di Meranti Butuh Pupuk Subsidi

Pupuk Subsidi (ilustrasi)
Pupuk Subsidi (ilustrasi)

SELATPANJANG (SegmenNews.com)- Ribuan petani yang tersebar di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sangat membutuhkan pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produksi pertanian mereka.

Mereka mengeluh hingga saat ini mereka belum mendapatkan pupuk subsidi. Untuk kebutuhan pertanian mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya sekangit, yang tentunya belum memuaskan dengan hasil panen.

“Kami para petani tanaman pangang yang ada di kabupaten kepulauan Meranti sampai detik ini belum mendapatkan kemudahan dari Pemerintah Daerah dalam hal menikmati pupuk bersubsidi, padahal pupuk subsidi sangat penting utntuk meningkatkan produksi dan mensukseskan Program swasembada pangan Pemerintah juga,” kata Petani di Tebing Tinggi Barat, Lihin

Akibat tingginya harga pupuk nonsubsidi keluh, Lihin, para petani terpaksa menggunakan pupuk kandang ternak. Namun itupun tak mencukupi lagi saat ini. Dia berharap Pemda setempat segera mengambil langkah untuk mengatasi kesulitan pupuk subsidi bagi petani.

Sementara itu, kabid Dinas Pertanian, Jaka berjanji akan mengupayakan kebutuhan pupuk subsidi bagi petani. Katanya, sejauh ini Pemkab Meranti belum memperoleh alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah Riau.***(def)

 

Polres Rohil Musnahkan BB Ganja 3 Kg

Polres Rohil Musnahkan BB Ganja 3 Kg
Polres Rohil Musnahkan BB Ganja 3 Kg

ROHIL (SegmenNews.com)- Satuan Narkoba Polres Rokan Hilir (Rohil) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) ganja seberat 3 kilogram di halaman kantor Sat Narkoba Polres Rohil, Ujungtanjung, Kecamatan Tanah Putih, Senin (29/9).

Kegiatan pemusnahan BB tersebut dihadiri Wakapolres Rohil Kompol Komang Sudana, Kasat Narkoba Polres Rohil AKP Jailani, Kasat Tahti Iptu Jufri, Lurah Banjar XII Jamlos, Sos, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Hj. Netty Herawati dan Sumiati, tersangka narkoba Aprianto alias Yan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkup Kecamatan Tanah Putih.

Seperti diketahui, ganja kering 3 kg yang dimusnahkan, merupakan hasil tangkapan Sat Narkoba. Tersangka yang berhasil dibekuk saat itu yakni Apriyanto alias Yan (36) warga Jalan Poros, Kepenghuluan Pedamaran, Kecamatan Pekaitan.

Penangkapan berlangsung, Jumat (12/9) sekira pukul 06.00 WIB atas informasi dari masyarakat bahwa ada sesorang melakukan transaksi narkotika. “Kemudian Sat Narkoba membuntuti gerak gerik tersangka,” ujar Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP Jailani.

Karena tersangka Anto sudah masuk dalam target, Sat Narkoba mencoba melakukan penyamaran sebagai pembeli. Akhirnya, tersangka Anto mengantar ganja pesanan terhadap polisi menyamar sebanyak 1,920,04 gram di daerah KM.0, Simpang Nela, Kecamatan Pekaitan.

“Sesampainya tersangka di sana, Sat Narkoba langsung mengaman tersangka dan dibawa ke Polres Rohil untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Jailani.

Sementara untuk BB 1,109,58 gram ganja yang juga dimusnakan didapat dari inisial RD alias Y (DPO), warga Sungai Menasib. Kronologisnya, pada Senin (8/9) sekira pukul 19.00 WIB, Sat Narkoba Polres Rohil melakukan penyelidikan di rumah RD alias Y, yang diinformasikan oleh masyarakat sering melakukan jual beli narkoba jenis daun ganja.

Selanjutnya, personil melakukan penggeledahan di dalam rumah RD. Dari hasil penggeledahan itu diperoleh BB 1 buah tas warna putih berisikan timbangan digital, 2 buah alat penghisap sabu (bong), 1 buah mancis, 1 bungkus kertas peper.

Dari belakang rumah RD ditemukan, satu bungkus plastik warna hitam, yang berisikan 4 bungkusan koran yang disolasi lakban yang ternyata berisikan ganja kering sebanyak 1.109.58 gram. “Hanya saja, dalam penggeladahan ini, tersangka berhasil kabur dari belakang rumahnya dan sekarang masih dalam buruan kami,” jelas Jailani.

Sementara itu, Wakapolres Rohil, Kompol Komag Sudana memberi apresiasi atas keseriusan jajaran Sat Narkoba Polres Rohil menangkap pelaku narkoba.
Diakuinya, narkoba masih banyak beredar di berbagai daerah Rohil.

Komang juga memberi aparesiasi atas adanya masyarakat memberikan informasi tentang adanya peredaran narkoba. “Semoga dengan gencarnya kita semua memerangi narkoba, kita harap ke depannya narkoba tidak ada lagi beredar di Rohil,” tegasnya.***(kpr/cil)

Pertahun Pantai di Meranti Abrasi 30 Meter

salah satu abrasi di Kepulauan Meranti
salah satu abrasi di Kepulauan Meranti

SELATPANJANG (SegmenNews.com)- Setiap tahunnya kondisi pantai-pantai di kepulauan Meranti, Provinsi Riau terus memperihatinkan. Pasalnya, dinding pantai setiap tahun mengalami abrasi 15 hingga 30 meter ditelan gelombang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemda Meranti, Ir Murod Ma’amun, Senin (23/9/14). Katanya, abrasi itu harus ditangani serius oleh Pemerintah Pusat dan Daerah sesegera mungkin.

“Berdasarkan data kita dilapangan, daratan kita yang hilang pertahunya mencapai 15-30 meter. Ini harus segera ditangani oleh Pemerintah pusat,” tukasnya.

Dijelaskan Murod, daerah terparah mengalami abrasi di Meranti adalah saja Desa Tanjung Motong anak statah pulau rangsang, Bungur, hingga kecamatan Rangsang. Begitu juga pinggiran pantai pulau Merbau dan pulau Padang. Pasalnya ketiga pulau tersebut diposisi berbatasan langsung dengan perairan Internasional. Dimana selain selat malaka ini merupakan perairan terpadat didunia, gelombang musim utaranya juga terkenal akan ketinggianya.

Lanjutnya, berbagai upaya penanggulangan abrasi dipulau-pulau Meranti telah lakukan, namun hasilnya belum maksimal terhambat berbagai kendala. Salah satunya upaya penanaman bibit mangruve dibibir pantai dan pembangunan turap beton pemecah gelombang, maupun pembangunan pemecah gelombang dari bahan baku nibung.

“Upaya ini akan maksimal tentunya harus melibatkan pihak lain, dan Alhamdulillah masalah abrasi pantai di Meranti akan menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat. Sebagai bentuk nyata dukungan dari pemerintah pusat dalam menanggulangi masalah abrasi pantai dimeranti. Pusat menurtunkan tim dari sekretaris wakil Presiden RI sebanyak empat orang mewakili bagian dan deputi dan bidang masing masing,” ujarnya.

Keempat utusan pemerintah pusat yang akan berkunjung ke Meranti itu adalah Drs M Hatta Sulaiman Bidang Hankam dan Wanbang,R Bagus Yuniadji kepala bidang hankam wanbang, Agi Fatinggi kepala subbidang pemilu dan Gito kuncuro Kasubid Pemerintahan daerah.***(def)

Setelah Annas Maamun, KPK Incar “Aktor” Lain

Anas Maamun saat diperiksa di KPK (int)
Anas Maamun saat diperiksa di KPK (int)

PEKANBARU(SegmenNews.com)- Tindakan korupsi Gubernur Riau Annas Maamun ternyata sudah terendus Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) sejak dia menjabat Bupati Rokan Hilir. Sejak menjadi bupati, Annas diduga sudah kerap menerima aliran dana dari pengusaha.

Informasi dari internal KPK menyebutkan, sejak menjadi bupati, Annas terendus korupsi di bidang tambang mineral dan batu bara (minerba) dan kehutanan. Hal tersebut terungkap sekitar setahun yang lalu KPK melakukan pemetaan terkait korupsi di bidang minerba dan kehutanan di Indonesia.

“Saat itu terendus adanya dugaan korupsi,” ujar sumber di internal KPK. Dari situ KPK berkoordinasi dengan PPATK untuk meminta data transaksi mencurigakan Annas.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, umumnya saat penyidikan KPK memang meminta laporan hasil analisa (LHA) seorang tersangka korupsi ke PPATK. “Namun sampai sekarang kami belum menerima LHA-nya,” ungkapnya.

LHA dari PPATK itu nantinya akan menjadi bahan pengembangan perkara Annas, termasuk menelusuri keterlibatan pihak lain.

“Kami masih menelusuri keterlibatan pihak lain diluar Annas dan pengusaha Gulat M.E Manurung. Saat penangkapan memang hanya AM dan GMEM yang kami tahan dan tetapkan sebagai tersangka. Namun bukan berarti kasus ini berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua PPATK Agus Santoso tidak bersedia memaparkan apa yang tengah dilakukan lembaganya terkait kasus Annas.

“Kami tidak ingin mengganggu penyidikan KPK,” ujar Agus. Dia hanya menjelaskan, selama ini lazimnya PPATK menganalisa transaksi seorang tersangka yang berkaitan dengan keluarga, bawahan dan pihak ketiga.

“Biasanya pihak ketiga ini swasta yang menjadi kroni, calo, atau tangan kanan terlapor (tersangka),” ujar Agus.

Dalam kasus korupsi kepala daerah atau lembaga pemerintahan, PPATK juga akan menelisik transaksi tersangka dengan orang-orang di birokrasi yang dipimpinnya. Misalnya saja staf khusus, sekretaris, maupun ajudan.***(jpnn/rpc)

Pizza Hut Pekanbaru Dirampok, Brangkas Berisi Rp120 Juta Raib

ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU(SegmenNews.com)- Setelah berhasil melumpuhkan 2 orang Security Pizza Hut Jalan Sudirman Pekanbaru, beberapa orang perampok bawa kabur brangkas yang berisikan uang sekitar Rp120 Juta, Senin (29/9/2014) dinihari.

Dilansir halloriau, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun menyebutkan, diperkirakan perampok ini beraksi lebih dari 1 orang. Dalam aksinya, diduga mereka masuk melewati pagar depan Pizza Hut. Kemudian mereka langsung melumpuhkan salah seorang penjaga bernama Datra yang saat kejadian tengah tertidur lelap.

“Para pelaku kemungkinan lebih dari 1 orang, dimana aksinya, mereka masuk melalui akses depan dan melumpuhkan seorang penjaga (Security), bahkan pelaku sempat melukainya, dan mengalami luka robek di bagian kening,” tuturnya.

“Akses masuk pelaku dari pintu depan yang digembok, tetapi gembok tidak mengalami kerusakan, malah kunci gembok tidak rusak,” ungkap Hariwiyawan.

Setelah dilumpuhkan, Datra lalu diamankan pelaku dengan cara dilakban, agar tidak bisa memberikan perlawanan. Sementara seorang penjaga lainnya Junaedi (37), yang kala itu tengah tidur di dalam pos keamanan, juga turut dilumpuhkan dengan cara yang sama, yakni dilakban.

Pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran tersebut, diduga beraksi sekitar pukul 04.00 Wib. Mereka berhasil menggondol sebuah brangkas, yang berisikan uang sekitar Rp120 Juta. Kemudian para pelaku segera melarikan diri.***(hr/lis)

Wawako Apresiasi Pembangunan Musholla

Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi meltakkan batu pertama pembangunan musholla Nurul Ukhuwah
Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi meltakkan batu pertama pembangunan musholla Nurul Ukhuwah

PEKANBARU(SegmenNews.com)- Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi apresiasi warga Cipta Karya yang telah bekerjasama dalam pembangunan musholla Nurul Ukhuwah didaerah mereka.

Dengan kerjasama yang baik antar masyarakat disana akhirnya mereka bisa membangun satu musholla untuk beribadah. Peletakan batu pertama pembangunan tersebut dilakukan oleh Ayat Cahyadi sendiri.

“Saya menyampaikan rasa bangga apresiasi terhadap warga masyarakat cipta karya demi terbangun nya Musholla ini,” ujarnya.

Namun agar pembangunan lebih maksimal, Ayat Cahyadi berharap kepada dermawan agar membantu dan memberikan partisifasinya untuk pembangunan rumah ibadah itu.

Ayat Cahyadi juga menyarankan masyarakat memasukkan proposal untuk pembangunan Musholla yang akan dimasukkan APBD-Perubahan.

“Insyaallah akan di masukan di APBD Perubahan, pencairannya selambat-lambatnya Desember 2015,” sarannya.***(chir)

Lawan Annas Maamun, Camat 4 Tahun Tak Gajian

Tersangka dugaan pelaku suap kasus alih fungsi hutan di Provinsi Riau dan juga Gubernur Riau, Annas Maamun dikawal petugas keluar gedung KPK, Jakarta, 26 September 2014. Annas Maamun bersama pengusaha Gulat Medali Emas Manurung ditangkap oleh KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT). TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Tersangka dugaan pelaku suap kasus alih fungsi hutan di Provinsi Riau dan juga Gubernur Riau, Annas Maamun dikawal petugas keluar gedung KPK, Jakarta, 26 September 2014. Annas Maamun bersama pengusaha Gulat Medali Emas Manurung ditangkap oleh KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

PEKANBARU(SegmenNews.com)- Sungguh malang nasib Mulyadi, mantan Camat Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Mulyadi mengaku pernah menjadi korban kesewenang-wenangan Gubernur Riau Annas Maamun, saat masih menjabat Bupati Rokan Hilir.

Kepada Tempo, Mulyadi mengatakan dia tidak digaji selama empat tahun oleh Annas karena tidak mau mengikuti keinginannya. “Saya disebut pegawai negeri sipil pembangkang,” katanya, Sabtu, 27 September 2014.

Kejadian ini berawal saat istri Mulyadi mendaftar sebagai calon anggota legislatif dari salah satu partai. Saat itu Annas meminta Mulyadi membujuk istrinya agar bergabung dengan Partai Golongan Karya. Namun Mulyadi menolak. “Hak setiap warga negara untuk memilih haluan politiknya,” ujarnya.

Karena ditolak, Annas menerbitkan nota dinas untuk menahan gaji Mulyadi. Alasannya, Mulyadi absensi ngantor selama 102 hari. Mulyadi pun mempertanyakan bukti absensi, yang hingga saat ini tak pernah dia terima. Belakangan, Mulyadi tahu, bukti absensinya dimanipulasi.

“Mereka yang tidak bisa menunjukkan bukti karena saya selalu masuk kantor, mengubah daftar absen dengan manipulasi tanda tangan dan sidik jari.”

Dua tahun setelah itu, tutur Mulyadi, aksi Annas dan bawahannya untuk memanipulasi daftar absen diketahui warga. Mulyadi pun meminta beberapa warga untuk menjadi saksi kehadirannya di kantor dan menyatakan daftar absen camat dimanipulasi. “Rupanya, Annas menargetkan saya akan dipecat,” katanya.

Masa tugasnya sebagai camat selesai pada 2010. Kini Mulyadi pun menjadi pegawai negeri non-job dan tetap tak digaji. Ia menggugat kebijakan Annas ini ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara di Jakarta, tapi tak membuahkan hasil.

Saat Annas pergi dari Rokan Hilir dan menjadi Gubernur Riau pada 2014, nasib Mulyadi tak otomatis berubah. Mulyadi kembali menghadap ke Kementerian di Jakarta pada Juni 2014. Hasilnya, Kementerian lantas melayangkan surat kepada Bupati Suyatno yang menggantikan Annas.

Suyatno menanggapi surat itu dan bersedia membayar gaji. Mulanya dijanjikan akan dibayar pada Juli, kemudian diundur menjadi Oktober mendatang.

Kepala Biro Humas Pemerintahan Rokan Hilir Hermanto mengaku tidak tahu persis persoalan penahanan gaji Camat Bangko. Namun, dia mengaku pernah mendengar sekilas tentang masalah tersebut. “Saya belum tahu betul persoalannya. Saya belum memantau secara keseluruhan,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Annas sebagai tersangka penerima suap Rp 2 miliar dalam proyek alih fungsi 140 hektare lahan kebun sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. KPK juga mengenakan status tersangka terhadap pengusaha bernama Gulat Medali Emas Manurung, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, sebagai pemberi suap.***

 

 

Red:hasran
Sumber: tempo.co

Pemko Pekanbaru Diminta Bangun RS Sendiri

ilustrasi RS
ilustrasi RS

PEKANBARU(SegmenNews.com)- Pemko Pekanbaru, Riau, diminta segera merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sendiri guna melayani mastarakat di bidang kesehatan mengingat RSUD yang ada sekarang ini milik provinsi, sedangkan kebutuhan akan kesehatan semakin meningkat.

“Saat ini jumlah penduduk kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan kebutuhan pelayanan masyarakat makin besar, sehingga kota ini sudah waktunya memiliki rumah sakit sendiri,” ungkap salah seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ferry Sandra Pardede, Senin,(29/9/14) kepada wartawan

Dia menyebutkan untuk biaya pembangunan rumah sakit itu sudah dianggarkan di APBD 2015. Untuk itu pembuatan DED-nya harus segera diselesaikan, sehingga pembangunan bisa langsung dimulai tahun 2015 mendatang.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Pekanbaru Rahmad mengatakan, Pemko Pekanbaru memang sudah merencanakan membangun rumah sakit tipe C tahun depan. Pembangunannya sendiri masih menunggu DED yang sebentar lagi akan selesai.

Direncanakan rumah sakit ini akan dibangun di Jalan Garuda Sakti di lahan seluas 3,2 hektar. “Diharapkan rumah sakit ini akan menjadi percontohan untuk rumah sakity tipe C se-Indonesia,” ungkap Rahmad.

Dia mengakui kehadiran rumah sakit ini sudah sangat dibutuhkan di Pekanbaru karena keberadaan puskesmas dinilai belum idel memberikan pelayanan kepada jutaan masyarakat Pekanbaru. Saat ini total puskesmas hanya 20, dan 5 puskesmas rawat inap serta 9 UPTD Puskesmas (termasuk rawat jalan). (MCR/chir)

Dumai Harga Sapi Kurban Dimulai Rp 12 Juta

sapi kurban (net)
sapi kurban (net)

DUMAI (SegmenNews.com)- Mendekati hari raya Idul Adha 1435 Hijriah/2014, harga kebutuhan hewan kurban sapi di Kota Dumai, Riau, mulai mengalami peningkatan dan kini mencapai Rp 12 juta – Rp14 juta.

Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kota Dumai Syafrizal mengatakan, dibandingkan tahun lalu, harga sapi hanya berkisar antara Rp11 juta hingga Rp13 juta per ekor.

“Hewan sapi untuk kebutuhan kurban Idul Adha sudah mulai dipasarkan untuk memenuhi permintaan pengurus masjid musalla, dengan harga naik bervariasi,” jelas Syafrizal

Dia mengungkapkan, pemerintah sudah mengeluarkan edaran meluas kepada masyarakat dan panitia kurban terkait tempat dan syarat kesehatan hewan yang layak kurban dan dikonsumsi untuk kebutuhan Idul Adha.

Seorang pemasok sapi kurban, Najdi mengaku telah menyiapkan sebanyak 200 ekor hewan untuk didistribusikan ke Dumai, namun sebelum dimasukkan, hewan terlebih dahulu dipelihara dan dibesarkan di Kota Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis selama 6 bulan.

Dia yang sudah menjalankan usaha peternakan sapi sejak 2001 lalu ini, mendatangkan hewan dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kini sudah banyak diminta oleh beberapa pengurus masjid dan musalla, perseorangan ataupun perusahaan.

“Sebanyak 200 ekor sapi berusia diatas 18 bulan keatas sudah kita siapkan untuk memenuhi permintaan hewan kurban di Dumai, dan sejauh ini sudah ada yang melakukan permintaan,” jelasnya. (MCR/Chir)

BMKG: gempa 5,1 SR guncang Yalimo Papua

Bandarlampung (SegmenNews) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,1 skala Richter di barat laut Yalimo Papua, Senin, pukul 07.18 WIB.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, gempa itu berada pada koordinat Lintang 2.70 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 139.42 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.

Lokasi gempa di kawasan dekat pantai utara Papua; 101 km barat laut Yalimo; 117 km tenggara Sarmi; 122 km barat daya Kabupaten Jayapura; 145 km barat daya Jayapura Papua; dan 3.642 km timur laut Jakarta.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Red : Achir
Sumber : Antara